Introduce You

introduce you

INTRODUCE YOU | by Apreelkwon
Byun Baekhyun | Slice of Life – Phsycology | PG-17 | Oneshot

Summary : Baekhyun tidak suka, jika ada orang sombong dan merasa paling hebat dibanding dengannya.


Meletakan foto keluarga yang terpasang rapih dalam figura hitam adalah hal terakhir yang Baekhyun lakukan untuk menyulap tempat baru ini terasa seperti rumahnya. Ya, setidaknya dia harus mulai terbiasa dengan lingkungan baru ini. Maka dari itu, dia membawa semua barang dari kamarnya untuk dia tata ulang. Dari mulai rak buku putih, pengharum ruangan berbentuk bulan sabit hadiah dari kakaknya, foto kelulusan, foto keluarga dan masih banyak lagi.

Semua bukan tanpa alasan, menimbang inilah pertama kalinya Baekhyun jauh dari rumah juga jauh dari keluarganya. Mengandalkan diri sendiri tentu langkah pertama adalah membuat nyaman lingkungannya bukan?

“Berhubungan baiklah dengan tetanggamu, itu akan banyak membantu,” pesan terakhir dari ibunya kembali terngiang. Benar adanya. Ketika kau jauh dari keluarga, tetangga dan teman adalah orang yang bisa kau mintai pertolongan nantinya.

Baekhyun merebahkan tubuh diatas tempat tidur yang sudah dia ganti spreinya dengan yang dia bawa dari rumah. Membaca selembar kertas yang terletak disana, Baekhyun mencoba mengenali nama para tetangganya. Dilantai tempat Baekhyun sekarang, tidak banyak tempat yang terisi. Jadi, dia hanya punya sekitar enam orang tetangga.

“Tidak terlalu banyak untuk aku kunjungi sore ini juga,” ucap Baekhyun sambil mengangguk menyelami informasi semua tetangganya. Umur mereka beragam. Ada yang seumur dengannya, lebih muda dan ada satu orang yang lebih tua darinya.

“Mengunjungi yang lebih tua dariku ada baiknya terakhir saja, biar aku bisa berlama – lama disana. Jadi sekarang,” mata Baekhyun kembali bermain naik turun membaca rentetan nama disana. “Kita mulai dari Do Kyungsoo,”

Do Kyungsoo tinggal tepat disebelah kiri kamar Baekhyun. Umur mereka terpaut satu tahun tapi karena dia lahir diawal tahun, bisa dikategorikan mereka satu umur. Kenapa Baekhyun memilih Kyungsoo terlebih dahulu, karena dia fikir tetangga tepat samping kamar adalah yang akan paling penting nantinya.

Meraih varsity yang tergeletak dilantai, Baekhyun melangkah keluar dari kamarnya. Diluar sana, banyak orang lalu – lalang yang kemudian menyapanya dengan satu senyuman. Baekhyun hanya bisa mengangguk pelan, berhubung dia belum kenal dengan mereka.

Sampai satu tepukan menghentikan aktivitas Baekhyun mengunci pintu kamarnya. Seorang perempuan nampak tersenyum ramah, ah Baekhyun ingat perempuan ini. Dia yang bertanggung jawab atas semua kamar di lantai ini.

“Mau kemana Baekhyun-Ssi?” dia bertanya dengan sopan plus satu senyuman manis.

Ah Annyeonghaseyo,” Baekhyun menjawab pertanyaannya dengan satu sapaan. “Aku hanya berniat berkenalan dengan tetangga sebelah,” jawab Baekhyun kemudian sambil menunjuk pintu milik Do Kyungsoo.

“Ah, kau mau mengunjungi Do Kyungsoo-Ssi?”

Ye, hanya mencoba mencari teman baru,”

“Baiklah, semoga kalian bisa menjalin pertemanan yang baik,”

“Ah, iya terimakasih,” jawab Baekhyun sebelum perempuan itu kembali melangkah meninggalkannya. Hah, Baekhyun punya sugesti positive dengan tempat barunya ini. Mereka sangat ramah dan ini membuat Baekhyun tidak terbebani dengan status penghuni baru.

Baekhyun selesai dengan mengunci pintunya, kemudian kembali melangkah menuju tempat tujuan dia dari awal. Tapi, lagi langkahnya dihentikan satu sapaan.

“Maaf apa tadi anda bilang ingin mengunjungi Do Kyungsoo?”

Baekhyun memutar pandangannya, mendapati sosok lelaki tengah berdiri tidak jauh darinya. Kalau ditebak, sepertinya mereka seumuran. Lelaki itu nampak berjalan mendekati Baekhyun.

“Ah, aku Park Chanyeol penghuni kamar sebrang,” lanjutnya sambil menunjuk pintu miliknya yang tidak jauh dari kamar Baekhyun.

“Ah, salam kenal Park Chanyeol-Ssi, namaku Byun Baekhyun,” jawab Baekhyun menanggapi perkenalan dadakan ini. “Ah, iya aku berencana berkenalan dengan semua penghuni disini dan rasa – rasanya dari tetangga terdekat adalah pilihan paling bijak,”

Chanyeol tidak langsung menjawab. Dia menghembuskan nafas berat, mengerutkan jarak antara dua alisnya kemudian menatap pintu kamar Do Kyungsoo dengan dua mata bulatnya.

“Ada.. apa?” tanya Baekhyun ragu.

“Sebagai tetangga aku hanya ingin mengingatkan,” Chanyeol memperpendek jarak mereka kemudian melanjutkan kalimatnya dalam bentuk bisikan tepat pada telinga kanan Baekhyun. “Ada yang bilang Kyungsoo memiliki kelainan jiwa, dia sering meledak tanpa alasan,” Chanyeol kembali menegakan tubuhnya kemudian tersenyum kecil. “Jadi… hati – hati. Tapi aku rasa, Kyungsoo akan suka dengan kehadiranmu,”

Baekhyun belum sempat menjawab ataupun bertanya dengan kalimat yang Chanyeol keluarkan barusan, tapi lelaki jangkung itu sudah melangkah meninggalkan Baekhyun.

“Apa maksud kalimatnya? Kelainan Jiwa? Ada – ada saja,” ucap Baekhyun menimpali rasa penasarannya, yang tanpa sadar sudah mengundang adrenalin ditubuhnya menciptakan debaran didadanya. Baekhyun sedikitnya merasa takut dengan rumor yang dia dengar barusan.

“Jangan dulu menilai orang sebelum kau mengenalnya Byun Baekhyun,” ucap Baekhyun lebih pada dirinya sendiri.

Kali ini perjalanannya lancar. Sampai berhenti didepan pintu kamar Kyungsoo, kemudian Baekhyun mengetuknya. Satu kali, dua kali, tiga kali tidak ada jawaban sama sekali. Apa dia sedang tidur? Atau sedang keluar? Tanya Baekhyun dalam hatinya. Baekhyun tidak yakin, mungkin ketukannya barusan terlalu pelan.

Mengepalkan tangan kanannya, Baekhyun berencana mengetuk pintu itu dengan kekuatan lebih keras. Tapi, belum kepalan tangan Baekhyun mendarat tiba – tiba pintu terbuka dengan seorang lelaki berbalut pakaian serba hitam menyembul dari baliknya.

“Kau tidak berencana merusak pintuku dengan kepalan tanganmu itu bukan?” satu ucapan yang membuat Baekhyun menurunkan tangannya dan melempar senyum untuk menetralkan suasana.

“Ah, maaf aku fikir tadi ketukanku tidak terdengar jadi-”

“Aku fikir seorang tamu sudah seharusnya bersabar menunggu tuan rumah membukakan pintu bukan?” tanyanya dengan suara datar, wajah datar dan sekarang dia melipatkan tangannya didada.

Sebentar, apa yang Baekhyun lakukan barusan membuatnya tidak nyaman? Apa tadi tidak sopan?

“Ah, aku minta maaf jika yang aku lakukan tadi kurang sopan,” jawab Baekhyun sambil membungkukan tubuhnya.

“Lupakan, disini memang terlalu banyak orang tidak sopan,” jawabnya lagi. “Kau jadi bertamu?”

Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia merasa orang didepannya ini sungguh ajaib, kepribadian macam apa ini? Baekhyun bahkan bingung harus berlaku seperti apa. “Ah, ye. Sebelumnya perkenalkan namaku Byun Baekhyun,”

“Do Kyungsoo,” lelaki unik bernama Kyungsoo itu meraih jabat tangan Baekhyun. “Masuk,”

Tidak ada basa – basi ataupun kalimat lain yang bisa Baekhyun timpali selain mengangguk kemudian melangkah memasuki kamar tetangganya. Ruangan ini memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan milik Baekhyun, tapi entah kenapa aura mereka berbeda. Kamar mereka sama – sama bercat putih. Tapi milik Baekhyun masih berwarna dengan sofa merah, sprei kuning dan figura – figura hitam yang mewarnai dinding putihnya. Sedangkan kamar Kyungsoo? Dindingnya sungguh bersih dari tempelan apapun, sofa, tempat tidur, sprei, selimut semuanya berwarna putih. Dan tidak ada barang lain disana kecuali itu. Bisa ditafsirkan hanya ada dua warna disini, putih kamarnya dan hitam pakaian yang Kyungsoo kenakan.

Tungguh? Ini kamar apa ruang isolasi, fikir Baekhyun dalam hatinya. Apa rumor Kyungsoo memiliki gangguan jiwa benar adanya.

Baekhyun masih mengamati isi kamar itu, ketika dari belakang dia mendegar Kyungsoo mengunci pintunya berkali – kali. Baekhyun berbalik dan melihat bukan hanya satu kunci yang melekat di pintu Kyungsoo.

“Kau sungguh cinta… keamanan,” ucap Baekhyun saat Kyungsoo sudah berjalan mendekat dengan segantung kunci dalam genggamanannya. Jadi apa itu alasan Kyungsoo tadi lama membuka pintu? Sungguh tetangga yang unik.

“Aku hidup sendiri, jadi harus bisa menjaga diri dari orang luar yang tidak kita ketahui,” jawabnya ketika dia sudah berada diruang utama samping tempat tidur dan duduk disofa putih miliknya.

“Tapi, bukankah orang disini baik – baik saja? Dari yang aku lihat,” Baekhyun masih berdiri dan Kyungsoo sama sekali tidak mempersilahkan dia duduk. “Boleh aku duduk?” tanya Baekhyun yang dijawab dengan tatapan datar Kyungsoo, sebelum akhirnya lelaki itu mengangguk.

“Kau sungguh tetangga yang unik Byun Baekhyun-ssi aku fikir kita akan cocok,” jawabnya bangga.

Baekhyun hanya bisa tersenyum tapi hatinya ragu untuk membenarkan kalimat Kyungsoo. Sungguh Baekhyun bisa cocok dengan orang aneh seperti Kyungsoo?

“Ehm.. kamarmu terlihat sangat polos Kyungsoo,”

Kyungsoo memutarkan kepalanya memandang sekeliling kamar, kemudian kembali menjatuhkan matanya pada Baekhyun. ”Isi kamar mencerminkan kepribadian seseorang,” jawabnya.

“Berarti kau jiwa yang kosong,” jawab Baekhyun spontan, dia bahkan tidak berfikir jika kalimat itu bisa saja melukai perasaan Kyungsoo. Baru ketika dia sadar dengan apa yang dia ucapkan, Baekhyun berbalik dan menatap Kyungsoo dengan pandangan menyesal. “Ah, maaf maksudku-”

“Kau tidak salah,” potong Kyungsoo cepat. “Aku memang tipikal orang yang akan membuang apa yang menjadi masalah, satu masalah buang, dua masalah buang, tiga masalah buang, sampai tidak ada masalah sama sekali. Asal kau tahu, dulu kamarku penuh sesak tapi seiring masalah itu hilang, hilang juga barang – barang itu,”

Baekhyun mengangguk seakan mengerti dengan arah pembicaraan Kyungsoo, meski sebenarnya dia tidak tahu apa maksudnya. Baekhyun berasumsi, jika barang – barang dikamarnya hanya menimbulkan masalah, “ah, barang – barang itu membuatmu sesak mungkin,”

“Bukan barangnya, tapi orang yang memberikan barang itu!”

“Maksudmu?” tanya Baekhyun, tapi tidak dijawab Kyungsoo sama sekali.

“Apa tujuanmu berkunjung ke kamarku? Aku fikir sebelum datang kesini sudah ada orang yang menyebar rumor tentangku?”

Baekhyun mengangguk. “Ehm tadi ada seseorang yang bilang bahwa kau-” stop! Baekhyun berhasil menghentikan kalimatnya. Dia memang memiliki kebiasaan seperti ini, berbicara spontan dengan apa yang ada dalam fikirannya. Dia lupa bisa saja Kyungsoo sakit hati mendengar rumor itu.

“Aku punya kelainan jiwa?” sambung Kyungsoo cepat. “Dan kau tidak mempercayainya?”

Ada jeda sebelum Baekhyun menjawab pertanyaannya, terlalu kaget dengan respon kilat dari lawan bicaranya ini, “ Aku fikir menilai orang sebelum bertemu bukan hal yang bijak,”

Kyungsoo mengangguk memberi respon bahwa dia mengerti dengan kalimat yang Baekhyun keluarkan. Sedangkan Baekhyun kembali terdiam, dia bingung harus mengerluarkan kalimat apalagi, atau sudah bisakah dia kembali ke kamarnya sekarang?

“Untuk beberapa alasan kita bisa cocok tapi untuk beberapa alasan kita juga bertolak belakang,” ucap Kyungsoo. “jadi apa alasan kau pindah kesini? Terutama lantai ini, karena tidak sembarang orang bisa tinggal disini,”

Baekhyun menaikan pandangannya. Dia suka, setiap ada orang yang bertanya tentang dirinya. Seperti tebakan Kyungsoo, sepertinya mereka memang cocok untuk beberapa point. Baekhyun mendapatkan itu, Kyungsoo menanyakan tentang dirinya.

“Kedua orang tuaku yang mengirimku kesini,”

“Ah, aku juga,” jawab Kyungsoo kali ini dia memajukan posisi duduknya mencoba serius mendengar cerita Baekhyun. “Satu kesamaan lagi antara kita,”

Baekhyun tertawa. “Jadi boleh aku bercerita terlebih dahulu?”

“Silahkan!”

“Informasi saja, beberapa hari lagi umurku genap 23 tahun. Aku baru saa lulus sebagai mahasiswa Elektro dengan nilai sangat memuaskan,”

“Wow! Kau jenius,”

“Mereka bilang aku tipikal anak yang diinginkan para orang tua. Seperti katamu, aku jenius. Aku tidak pernah membuat masalah, aku sayang kedua orang tuaku,”

“Ah membosankan, jadi kenapa kau disini?”

Baekhyun mengatupkan mulutnya paksa. Berhenti ketika bercerita tentang kehidupannya, Baekhyun sungguh tidak suka. Satu hal yang mungkin tidak cocok antara dia dan Kyungsoo. “Aku tipikal orang yang tidak bisa memendam emosi terlalu lama jadi-”

“jadi apa kau melakukan seperti apa yang aku lakukan?”

Sekali lagi Baekhyun diinterupsi dengan kalimat memotong Kyungsoo, dia memejamkan matanya kesal kemudian menghembuskan nafas panjang, “Maksudmu?”

“Tentang barang – barang di kamarku. Aku juga sama sepertimu, mengosongkan masalah seketika. Misal seperti kasusku dengan adik perempuanku. Dia memberiku satu set buku kesukaannya, tapi karena dia sering menggangguku jadi-”

“Kau membuang pemberiannya?”

Kyungsoo menggeleng. “Bukan, aku membuang adiku!”

Baekhyun membulatkan matanya, dia merasakan jantungnya berdegup 100 kali lebih cepat. Ada adrenalin yang merangsangnya untuk merasa terancam. “Bagai..mana?” tanya Baekhyun lagi.

“Tidak sulit membuang anak umur 12 tahun. Tapi orang tuaku mengetahuinya dan aku digiring kesini beberapa tahun yang lalu,”

“Itu terdengar buruk,” timpal Baekhyun.

Kyungsoo tersenyum puas, kemudian dia mengingat satu hal lain dan kembali bersiap menceritakannya pada Baekhyun. “lalu aku sempat memiliki akuarium kecil disamping tempat tidur,” Kyungsoo menunjuk tempat yang sekarang kosong.

“Kau kemanakan?”

“Aku pecahkan akuarium itu, beserta orang yang memberinya,”

“Siapa?”

“Perempuan yang mencintaiku,”

“Lalu ada figura foto keluarga pemberian pamanku, aku juga menghancurkan itu juga orang yang memberikannya. Lalu ada tumpukan sweater rajut dari ibuku yang aku bakar-”

“CUKUP!” Baekhyun berteriak sambil bangkit duduknya. Mendengar apa yang Kyungsoo ceritakan nampaknya membenarkan rumor yang tadi Baekhyun dengar. Baekhyun merasakan nafasnya naik turun, dadanya berdegup kencang dan tanpa sadar dia sudah mengepalkan kedua tangannya. “Bukakan pintu, aku pulang!”

Kyungsoo menaikan alisnya, kemudian ikut bangkit. “Kenapa? Kau belum mendengar ceritaku dan aku belum mendengar ceritamu,”

Sekali lagi Baekhyun menghembuskan nafas gusarnya, dia memutarkan kepalanya kemudian menunjuk Kyungsoo tepat didepan wajahnya. “dengar! Kau dan aku sama sekali tidak ada kecocokan untuk saling berbagi cerita apalagi untuk bertetangga. Lupakan niatanku tadi, dan lagi..” Baekhyun menurunkan jarinya kemudian melipat kedua tangannya didada.

“Kau tidak usah sombong seperti itu dengan bisa membunuh adik, kekasih, paman bahkan ibumu. Kau tahu? Aku berhasil masuk kesini karena aku sudah membunuh semua mahasiswa satu fakultasku hanya dengan rangkaian kabel yang aku kerjakan dalam 30 menit. Kau dengar itu! Jadi apa kau masih mau menyombongkan diri?”

Kyungsoo membulatkan matanya sempurna. Dia tidak menjawab kalimat panjang Baekhyun, dengan segera dia berlari menuju pintu dan membuka kelompok kunci yang lebih dari satu itu. Ketika pintu berhasil dibuka, Baekhyun dengan langkah cepat – cepat keluar dari kamar Kyungsoo. Tapi tangan Kyungsoo menghentikan langkahnya.

“Ceritamu sungguh menakjubkan. Aku fikir kita cocok menjadi tetangga,”

Baekhyun menghempaskan tangan Kyungsoo dan menatapnya tajam. “Lupakan!”

Baekhyun tipikal orang yang mudah bergaul dan menyenangkan sebenarnya. Dia memiliki banyak teman dan mudah mendapatkan teman. Hanya saja, Baekhyun tidak bisa jika dirinya dikalahkan dan dia tidak bisa hanya mendiamkan emosinya. Membunuh, menyiksa atau menyakiti orang lain mungkin terdengar menyeramkan bagi orang lain. Tapi bagi penghuni rumah sakit jiwa lantai isolasi tempat Baekhyun menetap sekarang, itu adalah cara mereka melampiaskan emosi dari pada hanya mereka diamkan dalam hati. Membunuh sama dengan menghilangkan masalah.

“Untung aku tidak membunuhnya,” ucap Baekhyun pelan ketika dia berhasil kembali ke kamarnya. Nampaknya niatan berteman dengan tetangga kamar akan Baekhyun hapus dari rencana selama tinggal disini. Tidak dengan orang sombong seperti Kyungsoo.

.

.

Kkeut.

Noted : Oh, genre dan fanfic macam apa ini? entahlah…. dan selamat menikmati Ost. Pertama Baekhyun, semuanyaaa….

69 thoughts on “Introduce You

  1. maap baru komen,abis baru nemu. bagus bgt ff nya, aku jga suka sma alur psykologi. tpi aku bingung, mereka berbicara seperti orang normal, tpi apakah mereka yg ada di rsj jga merasa sama ga ya? author bagus bgt inspirasinya,dapet dari mana:v
    pokonya good deh, keep writing ya thor;;)

  2. diawal saya kira mereka tinggal di apartemen nggak engeh sama kata kata
    “Tak sembarang orang bisa tinggal disini di lantai ini” sempet agak bingung . apa maksud nya ? Tapi setelah baca smpe akhir
    Wow ini cerita layak banget di baca . Terutama emng saya ska genre ” yang kaya psikologi gitu . . #keepwriteAuthor

  3. chamkanman…..jadi mereka itu benar benar punya kelainan jiwa?
    bukan cuma kyungsoo, tapi juga baekhyun dan chanyeol, begitu?
    oh kyungsoo ku, beruntung aku mencintaimu diam diam sehingga kau tidak membunuhku /plak!/ ngomong ngomong sofa itu aku yang memberikannya untukmu lho /plak!/
    baru pertama kali nemu ff kayak gini😄 bikin lagi ya thor (><)/

  4. Plot twisnya omegat ><
    jadi mereka tuh sama2 orang sakit jiwa????
    pantes rada bingung pas Kyungsoo bilang “jadi apa alasan kau pindah kesini? Terutama lantai ini, karena tidak sembarang orang bisa tinggal disini,”
    lah ternyata bangsal rsj toh,kirain apartemen…
    suka bangetnya plot twistnya gak terduga gitu,aku bener2 gak nyangka kalo Baekhyun juga sama gak warasnya #plak

    2 jempol untuk ffnya🙂

  5. omaygat._.
    aku gak nyangka ini settingnya di rsj😀
    wkwkwkwk ketawa sendiri
    but so creepy eniweeei😯
    kirain baek bakalan takut, heol taunya sama2 psycho jugaaa T_T dan mereka nyantai sekalee berbincang hal2 seperti itu dasaaaaaar kaliaaaaaaaaaaaaan *lemparsendal

  6. wah kak.. nda nyangka masa
    kirain yg psico itu kyung aja trxta baek malah parah crazy huhu
    trxta itu rumah sarang bwt org bgitu tho..•﹏•
    hoalah..halah..
    good job kak ( ̄︶ ̄)> <( ̄︶ ̄)//アタシハダアレ?(/ロ゜)/アタシハダアレ? ╮(‵▽′)╭

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s