Cute Mission [freelance]

cover

Tittle : Cute Mission

Author : @ciayaaa

Main Cast :

  • Krystal Jung [Krystal f(x)]
  •  Kim Jongin [Kai EXO]

Other Cast :

  • Oh Sehun [Sehun EXO]
  • Lee Taemin [Taemin SHINee]

Genre : Romance, Friendship

Length : Oneshoot

Rating : PG13

Disclaimer : GOD

A/N : ini ff debut hehe maaf kalo jelek namanya juga masih amatir di dunia ff. Jangan lupa kritik + saran.

CUTE MISSION…

 

 

“kau harus berhati-hati, Kai. Aku yakin tidak lama lagi kau akan benar-benar terpikat dengan pesona Krystal.” orang bermarga Oh itu berkata pada lelaki berkulit coklat pekat sambil menyesap bubble tea kesayangannya. Sedangkan laki-laki berkulit coklat pekat itu sangat terlihat masa bodo dan terus melangkah menuju parkiran tempat ia memarkirkan motor besarnya.

“kau berisik sekali, Oh Sehun.” laki-laki yang bernama Kim Jongin atau akrab dengan sapaan Kai duduk di jok motor besar miliknya sambil mengeluarkan tampang angkuhnya. Oh yatuhan, Sehun benci mengakui ini tapi orang disebelahnya memang sahabatnya.

Sehun dan Kai sangat dekat saat mereka masih sekolah dasar hingga mereka terjun di fakultas kesenian saat ini. Sehun akui, Kai memang memiliki tampang yang bisa dibilang diatas rata-rata. Pesona yang ditunjukkan Kai memang tidak main-main. Dalam jentikan jari, Kai bisa saja mendapatkan gadis manapun yang ia suka. Dan sekarang tibalah waktunya Jung Soojung atau orang-orang suka memanggilnya dengan sapaan Krystal merasakannya. Memang, Krystal adalah wanita dingin dan susah untuk ditaklukan. Dan asal kalian tau, Kai berusaha mati-matian untuk bisa mendekati wanita bermarga Jung itu. Dan bukan Kai namanya jika ia tidak bisa menaklukan Krystal.

Krystal adalah mantan kekasih dari senior sekaligus sahabat Kai yang bernama Lee Taemin. Krystal memutuskan Taemin sepihak dengan alasan yang sangat sederhana, “maaf Taemin-ssi, aku sungguh tidak bisa melanjutkan hubungan ini denganmu. Aku sudah mulai bosan denganmu dan aku harap kau mengerti.” Itulah kata-kata yang diucapkan Krsytal saat ia memutuskan Lee Taemin. Yap, bosan. Krsytal memang tipe wanita yang mudah bosan saat menjalin hubungan. Namun entah mengapa saat bersama Kai seolah rasa bosan itu lenyap.

Sehun masih mengingat jelas sekitar beberapa bulan yang lalu tiba-tiba sahabatnya mengajaknya untuk sekedar bersantai di café langganan mereka lalu dengan menggebuh-gebuh Kai berkata kepada Sehun, “Oh Sehun! Mulai besok aku akan mendekati gadis yang bernama Jung Soojung. Apa kau mengenalnya? Aku ada suatu misi rahasia dengan Taemin hyung.”

Sehun yang awalnya masih sangat bingung dengan tingkah sahabatnya ini langsung menjawab “tentu aku mengenalnya. Jung Soojung—ah maksud ku Krystal. Gadis dingin dengan dahi yang rata dan rambut sedikit ikal berwarna coklat.”

“aisssh, bagaimana bisa kau lebih mengenalnya dibanding aku? Aku ingin mengencani nya. Aku yakin ia pasti akan menyukai ku tanpa hitungan hari.” Sahut Kai sambil menarik sudut bibirnya dan menyesap capuccino latte yang ia pesan.

“cih, percaya dirimu sudah sangat kronis, Kim Jongin. Kau tau? Tidak mudah untuk menaklukan Krystal. Ia adalah gadis yang tidak ramah bahkan ia sangat kuat seharian tidak tersenyum. Gadis itu benar-benar dingin. Lalu, apa yang kau maksud misi rahasia dengan Taemin sunbaenim?”

“jadi begini, aku sangat kesal pada gadis sok cantik bernama Jung Krystal itu. Ia memutuskan Taemin hyung dengan alasan karna ia sudah bosan dengan Taemin hyung. Aku hampir dibuat meledak saat Taemin hyung menceritakan saat-saat dimana Krystal memutuskannya. Aku dan Taemin hyung sudah membuat rencana agar ia mendapatkan balasan yang setimpal—“ ucapan Kai terhenti karena Sehun menyela,

“tunggu tunggu, apa maksudmu—“

“Benar sekali. Aku akan membuatnya jatuh cinta padaku lalu aku akan meninggalkannya dan aku akan membuat gadis itu merasakan apa yang telah Taemin hyung rasakan. Aku tidak terima sahabatku diperlakukan begitu oleh yeoja. Aku ingin tau seberapa kuat yeoja itu untuk menahan pesonaku.” Kai menggebrak meja pelan sambil mengeluarkan seringai dan yang pasti hanya Sehun yang paham apa arti seringai itu.

“kau yakin akan melakukan hal sejahat itu? Aku tau kau adalah seorang cassanova tapi ide itu terlalu buruk Kai.” Ucap Sehun yang sangat menentang ide jahat Kim Jongin. Ini kan masalah Lee Taemin, mengapa si hitam ini ikut-ikutan? Cercah Sehun dalam hati.

“ayolah Sehun-ah, aku hanya ingin gadis itu mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah ia perbuat dengan Taemin hyung.”

“terserah kau saja. Tapi aku tidak mau tau kalau kau benar-benar jatuh cinta dengan Krystal.” Sehun akhirnya menyerah dan mencoba meladeni ide si kepala batu bernama Kim Jongin.

****

Setelah mengobrol panjang lebar dengan sahabatnya, laki-laki bermarga Kim itu segera melajukan motor besarnya kearah rumah sang gadis. Siang ini ia sudah janji untuk berkunjung kerumah Krystal. Entah apa yang ingin gadis itu berikan padaku, sahut Kai dalam hati.

Gadis itu benar-benar telah terperangkap pada Kai. Ah tidak, mungkin Kai juga sudah terperangkap oleh permainannya sendiri. Sudah tepat tujuh bulan ia menjalin hubungan dengan Krystal, sungguh ini adalah waktu terlama bagi Kai selama masa pacarannya dengan wanita. Taemin sudah mewanti-wanti agar Kai segera memutuskan Krystal namun Kai selalu beralasan “tunggu lah beberapa bulan lagi hyung saat yeoja itu benar-benar sudah cinta mati denganku. Agar ia semakin sakit ketika aku tinggalkan.”

Padahal memang Kim Jongin belum siap berpisah dengan gadisnya. Gadis yang penuh kejutan. Gadis yang memberikan getaran aneh di dada Kai dan belum pernah didapati Kai sebelumnya. Gadis yang— HEI…kata Oh Sehun gadis itu hampir setiap hari tidak pernah tersenyum. Namun sebaliknya, gadis itu selalu mengeluarkan senyum yang menawan ketika bersama Kai. Senyum yang selalu Kai rindukan. Senyum yang terpampang jelas di wallpaper handphone Kai. Senyum yang selalu membuat Kai gemas sendiri seakan ingin mencium gadis itu.

Tak lama Kai tiba didepan rumah Soojung dan segera memarkirkan motornya. Dia mengetuk pintu rumah Krystal.

Sekali,

Dua kali,

Tiga kali.

Kenapa tidak ada jawaban? Ada apa dengan gadisnya? Pikiran-pikiran aneh menghantui otak Kai. Kai takut, takut terjadi hal buruk pada gadisnya. Akhirnya ia memberanikan diri memasuki rumah Krystal dan tidak terkunci. Kai semakin khawatir.

Ia berjalan kedalam rumah sampai tiba-tiba ada sepasang tangan melingkar di perut Kai. Kai juga merasakan seseorang mengecup pipinya lebut sambil berbisik “selamat hari jadi kita yang ke tujuh bulan sayang. Aku mencintaimu.” Lalu ia merasa pelukan di perutnya semakin kuat. Kai menghadap belakang, Soojung tersenyum lebar dan Kai tidak bohong kalau ia sangat ingin mencium gadisnya.

“kau, gadis nakal yang mengerjaiku hah apa maksudmu? Menelponku untuk segera datang kerumahmu lalu saat aku datang kau malah membuatku panik dengan rumah yang kosong dan tidak terkunci. Apa maksudmu, Jung Soojung?” Kai berpura-pura marah sambil menyentil dahi rata milik sang gadis.

“hah, baru diberikan sedikit kejutan saja sudah marah. Dasar tidak romantis.” Krystal sedikit merajuk sambil memajukan bibirnya. Ia juga melipat kedua tangannya dan sungguh ini adalah tingkah lucu yang sangat Kai suka dari Soojung. Tiba-tiba Kai mengecup lembut bibir Krystal dengan sedikit meremas bahu Krystal. Tanpa sadar pipinya bersemu merah dan ia memegang bibir yang baru saja dikecup oleh Kai.

“ayolah sayang, aku hanya bercanda. Jangan merusak moment hari jadi kita dengan tingkah anak kecilmu itu.” Ucap Kai masih dengan menyentuh bahu Krystal. Krystal tersenyum lalu menarik tangan Kai menuju ruang makan. Kai hanya bisa diam sambil mengikuti langkah gadisnya.

“hal bodoh apa lagi yang ingin kau tunjukkan pada ku, sayang?” gerutu Kai.

“tadaaaa! Lihat semua masakan ini. Ini hasil buatan ku. Aku sengaja berusaha mati-matian untuk memasak hari ini agar kita bisa merayakan hari jadi kita. Kau kan suka dengan gadis yang pintar memasak, ya memang aku tidak bisa memasak. Tapi aku—aw!” reflek Krystal merintih kesakitan saat Kai tidak sengaja meremas tangannya. ia mengelus telapak tangannya dan ia baru sadar bahwa sepasang mata milik Kai terus saja memandanginya dengan tatapan tajam. Dengan sigap Krystal menyembunyikan tangannya di belakang punggungnya.

Kai masih menatapnya tajam lalu mengulurkan tangannya, “cepat berikan tanganmu yang baru saja kau sembunyikan itu, Nona Jung.”

“ta-ta-tapi—“

Dengan sekali gerakan Kai langsung merampas tangan Krystal yang disembunyikan di belakang punggung dan Kai sangat terkejut. Apa ini? Luka bekas irisan pisau yang masih basah. Ini pasti akibat memasak. Kai paham betul kalau gadis dihadapannya ini benar-benar tidak bisa memasak.

“kau melukai tanganmu sendiri demi memasak semua ini?” tanya Kai dengan memandang wajah Krystal yang menunduk.

“ma-maaf Kai. aku ingin menjadi gadis impianmu yang pandai memasak. Mian kalau aku hanya merusak hari jadi kita dengan ini semua. Maaf juga karena rasa masakan ini tidak seenak yang kau impikan.” Sahut Krystal masih menunduk.

Tidak perlu hitungan menit, Kai segera memeluk erat gadis didepannya itu. “dasar bodoh. Dengan adanya kau disisiku saja itu sudah lebih dari cukup Krystal-ah. Sungguh, kau tidak perlu sampai melukai dirimu sendiri seperti ini.” Persetan dengan gadis yang pandai memasak. Krystal benar-benar membuat dunia Kai jungkir balik dengan perlakuannya terhadap Kai. wanita ini sangat berbeda dengan yang lain.

Krystal membalas pelukan Kai sama hangatnya lalu tersenyum. Ia merasa pencarian terakhir dihidupnya sudah terjawab, yaitu Kai.

Pelukan itu terhenti dan tanpa aba-aba Kai menyambar bibir Krystal dengan lembut. Memberikan lumatan-lumatan kecil pada bibir mungil miliknya. merengkuh pundak lemahnya serta menyalurkan semua cinta yang dimilikinya lewat sebuah kecupan. Krystal membalas kecupan itu sama lembutnya. Ia memeluk leher Kai yang saat ini sedang memiringkan kepalanya mencoba untuk memperdalam ciuman yang telah diciptakannya.

Kai sadar ini semua salah. Ia sudah menyakiti Krystal. ia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Krystal mengetahui jika semua ini hanya sandiwara yang dibuat oleh nya dan sahabatnya, Lee Taemin. Tapi sungguh, ia tidak bisa menipu perasaannya sendiri bahwa ia telah larut dalam perasaan cintanya dengan gadis itu. Awalnya ia sangat bersemangat untuk menjalankan misi ini dengan Taemin tapi semakin kesini ia semakin sadar bahwa ia benar-benar telah terjebak oleh permainan yang ia ciptakan sendiri. Sulit untuk melepas gadis yang sedang ada di pelukannya ini. Kai tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Krystal pada Kai.

Kai melepas pelukannya dan merengkuh pipi Krystal “terimakasih untuk semua ini, sayang. Kekacauan yang kau buat hari ini sungguh membuatku makin terperangkap dalam cintamu.” Benar. Apa yang baru saja Kai katakan adalah benar. Setiap hari Krystal selalu memberikan kejutan-kejutan kecil yang tidak terduga sehingga membuat Kai makin mencintainya. Dan tentu saja membuat Kai lupa akan misi awalnya.

Beberapa detik kemudian Kai dan Krystal sudah larut dalam meja makan dan memakan semua hasil karya Krystal yang berhasil membuat tangannya sendiri babak belur.

“sungguh Jung Krystal. Ini adalah masakan terburuk yang pernah aku makan.” Tapi Kai terus melahap makanannya tanpa henti seperti orang yang kelaparan.

Krystal menyunggingkan senyumnya. Ia tau laki-lakinya ini suka dengan apapun yang ia berikan. Bersyukur pada Tuhan karena telah menciptakan manusia bodoh seperti Kai.

****

Kai merebahkan dirinya di kasur yang ia rindukan. Ia menatap langit-langit kamarnya dan pikirannya terhanyut dengan kata-kata yang Sehun katakan tadi pagi, “kau harus berhati-hati Kai. Aku yakin tidak lama lagi kau akan benar-benar terpikat dengan pesona Krystal.” Sebenarnya apa yang dikatakan Sehun adalah 100% tepat. Kai memang sudah jatuh kedalam pesona Krystal. Atau lebih tepatnya Kai telah jatuh cinta dengan Jung Krystal.

Ia masih mengingat betul saat-saat dimana ia sangat mengejar-ngejar Krystal yang sangat dingin dan acuh kepadanya. Kai mengerahkan segala cara agar ia bisa mendapatkan Krystal –yang motifnya hanya untuk membalas dendam—, hampir sebulan usahanya gagal untuk mendapatkan Krystal. Dan akhirnya

Krystal pun luluh dan jatuh ke pelukannya. Dari situ ia merasa Krystal adalah gadis yang berbeda. Setelah tujuh bulan menjalin kasih dengan Krystal, ia kembali sadar bahwa motifnya hanyalah untuk membalas dendam dari hyung kesayangannya. Tidak terasa sudah tujuh bulan dan apa ini? Ia semakin enggan melepas Krystal. Ia takut membayangkan hari-harinya tanpa sosok Krystal Jung.

Refleks ia mengambil foto polaroid di atas meja kecil sebelah tempat tidur. Tercetak jelas di polaroid itu ada dirinya yang sedang merangkul mesra gadis kesayangannya, Krystal. Di foto itu Krystal sedang cemberut dan Kai yang terlihat menunjukkan senyum bahagianya sambil merangkul Krystal. Ingatan Kai berputar pada waktu itu,

“aissssh aku tidak mau difoto. Aku baru saja bangun tidur dan tiba-tiba kau datang tanpa memberi tau ku.” Sahut gadis itu dengan bibirnya yang mengerucut.

“ayolah sayang kita tidak pernah foto berdua.” Rajuk Kai dengan bergelayut manja di lengan Krystal.

“tidak mau aku sudah bilang kalau—“ ucapan Krystal terhenti begitu merasa ada flash dari depan wajahnya dan sebuah tangan yang merangkul bahunya. Dilihat namja disebelahnya sedang tersenyum lebar menghadap lensa kamera.

“ah kau sungguh menyebalkan, Kim Jongin.” Krystal kembali menggerutu. Kai hanya membalas gerutuannya dengan mencubit hidung mungil milik Krystal.

Lagi-lagi Kai tersenyum saat mengingat moment indah itu. Ia membayangkan wajah Krystal yang sedang marah. Kai terus menatap polaroid itu sampai-sampai ia tak sadar bahwa sejak tadi ada orang yang memperhatikan tingkahnya.

“kubilang juga apa. Kau pasti sudah jatuh cinta dengan gadis itu.” Kai terkejut dan dengan sigap ia menyembunyikan polaroid di bawah bantalnya lalu ia segera duduk di pinggir kasur.

“ka-kau? Sejak kapan kau disini Sehun-ah?” sahut Kai sedikit gugup.

“bahkan aku datang saja kau tak sadar. Beginilah seorang cassanova yang sedang jatuh cinta.” Ledek Sehun dan berhasil mendapatkan serangan bantal dari Kai.

“sudahlah lebih baik kau mengaku saja. aku bisa melihat dengan jelas kalau daritadi kau hanya menatap polaroid gadis itu sambil senyum-senyum sendiri.” Goda Sehun sembari mengambil komik one piece kesayangan Kai.

“ka-kau bicara apa hah? A-aku hanya suka dengan foto ini. Sudahlah lebih baik kau pulang saja Sehun-ah. Aku ingin pergi makan malam dengan Krystal.”

Sehun mengembalikan komik itu ke atas meja Kai dan duduk disebelah Kai, “lebih baik kau cepat mengakhiri semuanya Kai-ah. Semakin lama kau mempermainkan Krystal, semakin kau akan jatuh kedalamnya. Aku juga tidak tega dengan gadis itu.” Ucap Sehun yang berhasil membuat Kai diam.

“tapi aku belum siap. Aku—“

“aku apa? Aku sudah mencintainya? Begitu maksudmu, eoh?” potong Sehun sambil berjalan ke arah pintu kamar Kai bermaksud untuk pulang.

“ku beritahu kau ya, Kim Jongin. Sebaiknya kau cepat putuskan hubungan mu dengan Krystal. Agar aku bisa mengencaninya. Ku lihat-lihat, Krystal Jung manis juga.” Goda sehun dibalik pintu yang masih terdengar jelas oleh Kai.

“YA!!!” triak Kai marah. Apa yang ada di fikiran pria bodoh itu. Berani sekali ia mengencani gadisnya, pikir Kai. Rasa takut kehilangan gadis itu semakin menjadi. Ia semakin tidak ingin melepas Krystal.

“ah masa bodo dengan semua perkataan si bodoh Oh Sehun. Lebih baik aku bersiap-siap untuk bertemu dengan Krystal.”

Sedangkan di tempat yang berbeda, gadis bermarga Jung juga tidak kalah bahagianya. Malam ini Kai mengajaknya makan malam diluar untuk merayakan hari jadi mereka yang ke tujuh. Padahal ini adalah tindakan yang biasa, tapi mengapa Krystal sebegitu bahagianya? Kai memang laki-laki yang berbeda dimata Krystal.

Kai yang manis.

Kai yang lucu.

Kai yang selalu menjadi pembangkit mood nya.

Kai yang mempunyai selera humor yang tinggi.

Kai Kai Kai…

Di otak Krystal sudah terlalu penuh dengan nama Kai.

Krystal mengambil ponselnya dan menatap layar ponsel. Ada wajah Kai yang sedang tidur. Dasar tukang tidur, kata Krystal dalam hati. Krystal tertawa sendiri menatap layar ponselnya. kemudian ia mengecup singkat layar ponselnya, “aku mencintaimu bodoh.”

****

Kai duduk di kursi restaurant yang sudah ia duduki hampir 10 menit yang lalu. Dimana Nona Jung itu hah, gerutu Kai dalam hati. Kai hafal betul, pasti Krystal tidak pernah datang tepat waktu kalau ia tidak menjemputnya. Gadis itu memiliki kebiasaan jam karet. Kai merapikan kerah kemeja hitam yang iya pakai. Sungguh hari ini laki-laki itu begitu tampan dan modis. Kemeja hitam dengan kancing atas yang dibuka, dipadu dengan celana jeans biru dan sepatu vans hitam kesayangannya. Ia terus saja memegang satu bucket bunga mawar putih favorit Krystal Jung sambil tersenyum menyenandungkan lagu bahagia yang tentu saja mengekspresikan suasana hatinya malam ini.

Tak lama ia merasa ada yang menepuk pundaknya. Pasti itu Krystal, tebak Kai dalam hati. Ia tersenyum sumringah namun senyuman itu tak bertahan berapa detik, saat ia dapati yang menepuk pundaknya bukan Krystal, tapi—

“apa kabar Kim Jongin?” Kai berhasil membuka matanya lebar-lebar setelah tau yang menepuk pundaknya sudah duduk di kursi hadapannya.

“Taemin hyung?”

“sudah lama kita tidak bertemu. Belakangan ini kau jarang menemuiku, Kai.” ucap Taemin.

“maaf hyung, aku sedikit sibuk.” Jawab Kai sedapatnya.

“sibuk apa? Sibuk mencintai Krystal?”

Kai terkejut. Mengapa laki-laki didepannya ini bisa bicara seperti itu? Kai memang sengaja untuk agak menjauhi Lee Taemin. Bukan, bukan karena sibuk. Karena Kai takut kalau Taemin membicarakan tentang misi jahat yang telah mereka susun. Taemin tidak pernah jengah mewanti-wanti Kai untuk segera memutuskan hubungannya dengan Krystal.

“aku tau. Apa kau sudah jatuh cinta sungguhan dengan Krystal?” tebak Taemin sarkatis.

“kau harus ingat dengan tujuan utama mu mendekati Krystal. kau mau membantu ku untuk membalas dendam ku, bukan? Biar kutebak. Kau sudah jatuh cinta dengannya? Kau sudah mulai tidak bisa hidup tanpanya? Cih, dimana kesepakatan kita, Kim Jongin-ssi?”

Skak mat! Kai benar-benar tidak bisa berkutik. Bahkan lidahnya terasa kaku untuk menjawab semua dugaan Taemin. Dengan berat Kai menghela nafas.

“anni hyung! A-aku hanya main-main dengan Krystal. sungguh, aku sama sekali tidak jatuh cinta dengannya. Semua dugaan mu salah besar. Bahkan hari ini tepat di hari jadi kami yang ke tujuh, aku akan memutuskan Krystal. ayolah hyung mana mungkin seorang Kai bisa jatuh cinta dengan gadis bodoh seperti Jung Krystal. aku juga masih ingat dengan tujuan awalku.” Kai mengatur nafasnya sebentar. Maafkan aku sayang, itu bohong, aku sungguh-sungguh mencintaimu.

“jadi aku bodoh ya Kim Jongin?” sahut suara di belakang Kai.

Kai menoleh sebentar dan DEMI TUHAN, ia terkejut bukan main. Sayang, sejak kapan kau ada disitu?

Sama seperti Kai, Taemin pun kaget melihat Krystal sudah berada disitu, entah sejak kapan.

Kai bisa memastikan bahwa gadis itu sudah mendengar semua pembicaraan. Sekarang waktunya Kim Jongin, kau akan kehilangan gadis itu disisimu.

Taemin menatap keduanya bergantian dan ia bingung. Mengapa ia seperti melihat cuplikan drama yang ibunya sering tonton? Mereka berdua terlihat saling jatuh cinta, pikir Taemin.

Krystal menyunggingkan senyum sedihnya. Ia sudah berada disitu sejak Taemin berkata “aku tau. Apa kau sudah jatuh cinta sungguhan dengan Krystal?”

Ya, Krystal mendengar semua. Demi tuhan, Krystal sangat ingin berlari sekencang mungkin kerumah dan segera membenturkan kepalanya dengan dinding kamarnya yang keras. Ia ingin menangis sekencang mungkin. Tapi, ayolah Jung Soojung, itu tindakan bodoh.

“terimakasih Lee Taemin-ssi, kau sudah memberitau ku tentang semua kebejatan yang telah kau dan laki-laki ini perbuat. Selamat, kalian berhasil memporak-porandakan hatiku.” Krystal tersenyum. Kai tahu betul kalau senyum itu sedang menggambarkan kesedihannya.

Kai berdiri mensejajarkan tubuhnya didepan Krystal. ia berusaha menggenggam tangan Krystal. ia sangat ingin menjelaskan semuanya. Memang motif awalnya hanya ingin balas dendam atas perlakuan Krystal terhadap Taemin. Tapi itu semua hilang semenjak Kai mulai jatuh cinta dengan Krystal.

Krystal menepis kasar genggaman tangan Kai, “aku tidak sudi disentuh oleh laki-laki seperti kau.” Tepis Krystal.

“sayang, aku bisa menjelaskan semuanya.”

Apa ini? Barusan Kai mengatakan bahwa hari ini ia ingin segera mengakhiri hubungannya dengan Krystal, tapi mengapa ia terus berusaha menjelaskan ke gadis itu? Sudahlah Kim Jongin, aku tau kau mencintai Krystal.” ucap Taemin dalam hati. Ia sengaja tidak ingin mengatakannya karena ia tidak mau merusak suasana yang sedang hancur.

Krystal segera berlari keluar dari restaurant dan menangis sejadi-jadinya. Meski dalam hati ia sangat enggan untuk menangisi Kai, tapi apa boleh buat? Hatinya sakit, sangat sakit mendengar kenyataan bahwa ia hanya dijadikan permainan oleh kedua sahabat itu. Ia merutuki kebodohannya karena sudah berani mencintai Kai lebih dalam.

Sementara Kai hanya diam mematung sambil memandang punggung Krystal yang semakin menjauh. Demi tuhan Jung Soojung, aku sangat mencintaimu.

Ia menengadahkan kepalanya berusaha untuk mencegah air matanya agar tidak menetes.

“tunggu apa lagi bodoh. cepat kejar gadis itu dan jelaskan semuanya. Aku sudah tau kau mencintainya.” Sergah Taemin.

Kai menoleh kearah Taemin dan ia baru sadar masih ada Taemin disana. Bodoh! pasti Taemin menyaksikan semuanya.

“mian hyung.” Hanya itu yang bisa Kai katakan pada Taemin. Kai segera berlari mengejar gadisnya.

Kai berlari dan mendapati Krystal sedang duduk di bangku dekat taman kota. Ia bisa melihat Krystal sedang menangkupkan kedua tangan di wajahnya. Pasti gadis itu sedang menangis.Kai berjalan pelan menghampiri gadis itu.

“Krys…” panggil Kai pelan

Krystal terkejut dan segera menghapus air matanya dengan kasar. Ia berdiri segera mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan Kai. namun Kai kembali menggenggam tangan Krystal.

“tunggu Krys, aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Saut Kai dengan raut wajah sedih.

“apa lagi yang mau kau katakan? Semuanya sudah jelas. Kau tidak sungguh-sungguh menginginkan ku. Kau hanya berpura-pura untuk membantu membalaskan dendam si bodoh Taemin itu.” Balas Krystal kasar sambil menepis genggaman tangan Kai.

“aku punya salah apa denganmu Kai? jadi, tujuh bulan sungguh tidak berarti apa-apa bagimu? Aku memang gadis bodoh. bisa-bisanya aku mencintai pria brengsek pemain wanita sepertimu. Harusnya aku bisa menebak dari awal kalau kau hanya mempermainkan ku. Tapi sungguh, tuhan sangat baik dengan menunjukkan semua kebenarannya padaku.” Jelas Krystal panjang lebar. Ya tuhan hentikan air mata ini agar tidak menetes didepan laki-laki itu, jebal.

Gagal, pertahanan Krystal untuk tidak menangis gagal. Air mata bodoh itu jatuh begitu saja tanpa permisi. Ia menyeka air matanya.

“aku berjanji mulai detik ini aku tidak akan terlihat bodoh didepanmu, aku tidak akan menangis seperti ini lagi.”

Kai menatap gadis didepannya ini. Ia sengaja tidak bicara agar ia bisa mendengar semua keluhan Krystal. Demi bubble tea Sehun, ia begitu ingin merengkuh tubuh lemah Krystal yang sedang menangis. Ia ingin mencium bibir gadis itu dan mengatakan kalau ia tidak suka melihat air mata sang gadis.

“lucu sekali. Takdir mempermainkan ku. Aku tidak pernah sesakit ini saat patah hati. Aku benar-benar mencintai mu. Hah, ini sangat lucu.” Ya, memang benar Krystal baru merasakan sakit yang sebegini parahnya didalam hati.

“sudah. Aku mau pulang. Kau diam disini. Jangan mengikuti ku, jangan menggangguku, jangan menggenggam tanganku, jangan menghubungi atau mengirim pesan untukku, kalau perlu hapus nomor ponselku. Aku tidak ingin diganggu dengan apapun yang berhubungan dengan kau, Kim Jongin-ssi.” Krystal berjalan menjauhi Kai yang maish diam mematung.

Kai hanya bisa diam memandang punggung gadis itu pergi. Mana bisa aku menghapus semua yang berhubungan dengan mu Krystal Jung, rutuk Kai dalam hati.

Kai duduk lemah di bangku taman yang Krystal duduki tadi. Sekarang giliran ia yang menangkupkan kedua tangan di wajahnya. Ia menangis. Seorang Kim Jongin menangisi wanita. Ia sendiri tidak percaya. Ia tidak pernah begini. Apa ini karma? Persetan dengan karma yang parah seperti ini.

****

Hari demi hari. Krystal dan Kai menjalani hidup sendiri-sendiri. Hampir satu bulan mereka berpisah. Kai masih sering mencuri pandang ke arah Krystal, namun gadis itu bertindak acuh seolah tidak mengenal Kai sama sekali. Krystal sudah berusaha melupakan bayang-bayang Kai tapi nihil, tidak semudah yang ia pikirkan.

Begitupun Kai. setiap hari ia berusaha menahan diri untuk tidak memeluk gadisnya. Jujur, Kai merindukan Krystal. sangat. Kai sangat ingin memeluk tubuh Krystal dan melampiaskan semua isi hatinya. Kai hancur tanpa Krystal disisinya. Ia sadar bahwa Krystal sudah seperti obat yang harus ia minum rutin setiap hari. Sebegitu kecanduannya kah Kai pada Krys?

Krystal berjalan lesu di koridor kampus. Matanya sembab. Rambutnya ia biarkan tergulung asal. Memang semenjak kejadian mengerikan itu –dimana Krystal mengetahui misi busuk Taemin dan Kai—, Krystal berubah menjadi gadis yang cuek. Bisa dibayangkan bagaimana gadis yang dulunya dingin, menjadi semakin dingin. Jebal.

Krystal menjadi kurang memperhatikan apapun termasuk kesehatannya. Ia menjadi sering tidur larut, dan makan semaunya. Bahkan ia hampir sering seharian tidak menyentuh makanan. Masa bodo.

Tiba-tiba Krystal merasakan nyeri di perutnya, bukan, tepatnya di bagian lambung. Ah, ia baru sadar kalau sejak kemarin sore perutnya belum menyentuh makanan apapun. Bibir gadis itu juga pucat. Tiba-tiba sosok namja berkulit putih menyadarkan lamunannya.

“Krys, waeyo? Apa kau baik-baik saja?”

“ah, Sehunnie. Ne, aku baik-baik saja.” Jawab Krystal sekenanya sambil tersenyum sayu.

“tapi kau terlihat pucat. Biar kuantar kau pulang, ne? atau aku antar kau ke ruang kesehatan.” Tukas namja yang ternyata Oh Sehun.

“sungguh aku baik-baik saja Sehunnie, aku—“ kalimat Krystal terpotong karena pandangannya gelap dan tubuhnya limbung.

Dengan sigap Sehun menangkap tubuh Krystal. ia panik bukan main. Sudah bisa ia duga kalau gadis ini tidak sedang baik-baik saja. Ia segera membawa Krystal ke ruang kesehatan. Ia merebahkan tubuh ramping Krystal ke tempat tidur di ruang kesehatan dan Sehun memanggil guru kesehatan.

“tenang saja Sehun-ssi, Nona Jung baik-baik saja. Mungkin penyakit maag yang dideritanya sedang kambuh karena ia kurang menjaga pola makan dengan baik akhir-akhir ini.” Ujar Park seonsaengnim.

“benarkah? Tapi Krystal terlihat sangat pucat, seonsaengnim.” Tukas Sehun sedikit panik.

“tidak perlu khawatir Sehun-ssi, mungkin dengan makan teratur selama seminggu kedepan pasti ia akan kembali normal. Kalau begitu ku tinggal kalian berdua disini ne.” Park seonsaengnim segera meninggalkan Krystal dan Sehun berdua diruang kesehatan.

Sehun menatap kepergian Park seonsaengnim sekilas lalu pandangan matanya tertuju pada gadis yang sedang berbaring lemah. Sehun baru tau kalau gadis dingin ini mempunyai penyakit maag. Sungguh sensitif sekali. Tanpa sengaja ia menyentuh dahi rata milik Krystal. dari dulu ia ingin sekali memegang dahi Krystal. ia tersenyum lembut.

“bagaimana bisa Kai mempermainkan hati seorang gadis secantik kau, Jung Krystal-ssi?” ucap Sehun pelan bahkan hampir tidak terdengar.

Sehun terkejut saat mendengar seseorang sedikit berteriak diambang pintu ruang kesehatan. Dia hafal betul siapa pemilik suara ini, siapa lagi kalau bukan Kim Jongin.

Kai berjalan menghampiri Sehun dan Sehun langsung menghentikan aktifitasnya refleks karena Kai datang.

“Krystal!” ucap Kai sedikit berteriak. Tidak, pandangan Kai tertuju pada Sehun. Ia menatap Sehun sinis seolah mengintimidasinya.

“kau?! Apa yang sedang kau lakukan disini? Menemani Krys? Ah, manis sekali Sehun-ah.” Tukas Kai kasar.

“harusnya kau berterima kasih padaku, Kai. tadi pagi Krystal sangat pucat dan tampangnya berantakan tidak karuan. Ia pingsan dan untung saja aku segera membawanya ke sini.”

Kai diam sebentar. Ada apa dengan Krystal? Segudang pertanyaan mengitari otak Kai.

“Park Seonsaengnim bilang kalau penyakit maag Krystal kambuh. Ia kurang menjaga pola makannya akhir-akhir ini. Jaga lah dia dengan baik, Kai.”

“aku tau kalian sudah berpisah. Tapi setidaknya jangan membuat efek yang mengerikan seperti ini pada gadis yang tidak bersalah.” Sehun segera pergi meninggalkan Kai dan Krystal berdua.

“cih, apa maksudnya? Tanpa disuruh pun aku pasti akan menjaga Krys.” Cibir Kai setelah Sehun sudah meninggalkan ruang kesehatan.

Kau yakin sudah menjaga Krystal?

Kai tersenyum sayu menatap gadis dihadapannya yang sedang berbaring. Ia membelai rambut coklat pekat milik gadis itu dan mengecup dahi ratanya. Demi motor besar kesayangku, aku sangat merindukanmu Krystal-ah, sahut Kai dalam hatinya.

Ia jadi mengingat kejadian sebelum ia ke ruang kesehatan.

Saat baru datang, Kai langsung berjalan menuju kelas seseorang. Ia harus bicara hari ini juga dan menyelesaikan semuanya. Ia tidak mau terus-terusan terperangkap dalam misi bodoh ini. Saat ia sampai di kelas yang ia tuju, Kai mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kelas dan…itu dia targetnya. Terlihat sosok yang Kai cari sedang mendengarkan musik lewat earphone dan menatap dengan pandangan kosong kearah jendela kelas.

“Taemin hyung!” panggil Kai. seseorang yang Kai panggil menoleh sebentar lalu menatap jendela lagi.

Kai menghampiri Taemin dan menarik tangan Taemin, “ayo hyung. Kita perlu bicara. Ikut aku.”

Si empunya tangan hanya pasrah mengikuti kemana ia akan dibawa oleh Kai.

“mianhae hyung.” Ucap Kai sambil duduk disebelah Taemin. Ternyata Kai membawa Taemin ke taman di kampusnya. Taemin menoleh sebentar menatap Kai masa bodo.

“aku salah. Aku sangat salah. Aku sudah menghianatimu. Aku sudah menghianati kesepakatan kita.” Lanjut Kai. sekarang ia tidak berani menatap Taemin.

“awalnya aku memang berniat membantumu untuk membalas dendam pada Krystal. tapi, aku tidak menyangka akan seperti ini. Aku—mencintai Krystal. aku tidak tau siapa yang bodoh. semakin kesini aku semakin menyadari bahwa Krystal adalah sosok gadis yang berbeda. Aku sadar aku sendiri telah terperangkap pada misi yang awalnya kita rencanakan. Tapi hati ini tidak bisa berbohong, hyung.” Jelas Kai panjang lebar sambil memijat dahinya.

“aku benar-benar minta maaf, hyung. Kau boleh marah padaku karena aku telah menghianatimu. Kau boleh memukul ku. Terserah kau mau menyebutku playboy yang idiot atau apa. Tapi aku sungguh-sungguh dengan ucapanku, bahwa aku begitu mencintai Krystal”

Taemin menatap malas laki-laki bodoh disampingnya, “aku sudah tau.” Balas Taemin santai.

“ma-maksud mu apa?” Kai menoleh kaget kearah Taemin.

“iya. Aku sudah tau semuanya. Aku sudah tau kalau kau mencintai Krystal. lalu, apa lagi yang mesti kau jelaskan padaku?” sahut Taemin cuek.

“Pertama, kau menunda-nunda untuk memutuskan Krystal. Kedua, kau bahkan menjalani misi ini tanpa beban seolah-olah kau benar-benar menikmatinya. Ketiga, kau sangat sedih dan terlihat bodoh saat Krystal memergoki semua pembicaraan kita di restaurant. Kurang jelas apa lagi Kai-ah?”

“aku benar-benar minta maaf, hyung. Bukan maksudku seperti itu, tapi— Jung Krystal benar-benar menghancurkan niat awal ku. Aku memang sudah mencintainya.“ balas Kai dengan nada menyesal.

“tunggu apa lagi bodoh? cepat ambil lagi gadis itu sebelum sahabat mu si pecinta bubble tea mengambil ahli gadismu.” Ucapan Taemin sontak membuat Kai mendongakan kepalanya dan menatap heran Taemin.

“tadi pagi aku melihat sahabatmu, si bodoh Oh Sehun sedang  menggendong Krystal ke arah ruang kesehatan. Sepertinya terjadi sesuatu padanya. Aku tidak tau persis kejadiannya, tapi— YA! Kai-ah aku belum selesai bicara.” Tanpa Taemin menyelesaikan penjelasannya, Kai sudah berlari ke arah ruang kesehatan dengan cemas.

Sontak lamunannya terhenti karena gadis yang sedari tadi berada disampingnya menggerakan tangannya yang sedang Kai genggam. Kai membelalakan matanya dan tersenyum sumringah.

“mwoya? Mengapa kau ada disini? Apa yang terjadi denganku?” gerutu Krystal sambil memijat kepalanya.

“kau pingsan tadi pagi dan Sehun membawa mu kesini. Ada apa denganmu? Aku baru tau kau mempunyai penyakit maag.” Sahut Kai yang sedang berusaha menahan keinginannya untuk memeluk gadis itu. sabar Kai, waktunya tidak tepat.

“apa peduli mu?” jawab Krystal sinis dan mengalingkan tatapan matanya agar Kai tidak terus-terusan menatapnya. Krystal juga melepaskan genggaman Kai dengan kasar.

Kalau kita sedang tidak marahan, langsung ku cium kau Nona Jung bodoh, gerutu Kai dalam hati. Ia sebal sekali melihat Krystal yang menggemaskan seperti ini.

Kai kembali mengambil tangan Krystal di sisi tempat tidur. Menggenggamnya erat.

“lihat aku, Krystal Jung.” Ucap Kai lembut. Perlahan Krystal menolehkan kepalanya kearah Kai dan Krystal mendapati raut wajah sendu dari Kai.

“aku memang salah. Niat awalku menjadikanmu kekasihku hanya untuk membalaskan dendam Taemin hyung. Tapi demi tuhan Krys, tujuh bulan yang kita lewati bersama membuatku mencintaimu dan membuatku mengerti betapa aku sangat membutuhkan mu.” Jelas Kai.

“aku terjebak dan terjatuh di lubang yang aku buat sendiri. Aku tidak menyangka kehilanganmu itu membuat efek buruk dihidupku. Aku sudah menjelaskan semuanya ke Taemin hyung, bahwa aku benar-benar mencintaimu.”

Kedua tangan Kai beralih untuk menuntun Krystal bersandar di dashboard keranjang ruang kesehatan, Kai menangkup kedua pipi Krystal dan menatap Krys dalam.

“demi apapun. Aku merindukan senyum mu. Aku rindu tawa mu. Aku rindu semua kejutan dari mu. Aku rindu kebodohan mu yang menjadi pembangkit mood di setiap hari ku. Aku rindu semua yang berhubungan denganmu, Krys.”

Kai menarik nafas sebentar. Memejamkan mata dan,

“aku mencintaimu, Krystal. sungguh. Tanpa rekayasa, tanpa sebuah paksaan, tanpa misi konyol yang dibuat oleh siapapun. Kali ini aku bersungguh-sungguh. Mau kah kau kembali pada ku, Nona Jung?”

Krystal tidak tau mesti bicara apa lagi. Sekujur tubuhnya kaku. Yang ada hanya air mata yang menetes di pipi Krystal. ia tidak pandai berbohong kalau dirinya juga masih sangat mencintai Kai. ia juga masih sangat membutuhkan Kai. ia juga harus mengakui bahwa setelah berpisah dari Kai, dirinya menjadi berantakan dan tidak beraturan.

“aku juga masih sangat mencintai mu, Kim Jongin.” Jawab Krystal dengan senyum sayu nya dan berhasil membuat Kai memeluk Krystal.

Sekarang mereka sudah kembali. Kai sudah mendapatkan hati Krystal tanpa sebuah misi apapun. Kai senang akhirnya mereka kembali setelah sebulan berpisah. Kai sangat merindukan gadisnya. Sekarang, tidak ada siapa pun yang menggangu hubungan mereka.

Kai melepaskan pelukannya dan segera menautkan bibirnya pada bibir pucat Krystal. memberikan lumatan-lumatan kecil namun bias menimbulkan efek yang berbahaya bagi para pelakunya. Kai memeluk pinggang Krystal dengan hangat dan memiringkan kepalanya. Entah sejak kapan Krystal sudah membalas lumatannya.

Mereka menyalurkan semua kerinduan lewat sebuah ciuman.

END

4 thoughts on “Cute Mission [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s