Love the future you [1/?] [freelance]

ff2013

Love the future you [1/?]

Author: kaerinpark (@exomongu)

Title:  Love to the future you

Length: 2045 words

Genre: Romance, Married Life, School Life

Rating: G

Cast: Kim Jong In(Kai), Oh Sehun, Kang Choco (OC), Kim Heerin (OC)

Diclaimer : pernah di publish di website author karinpalooza717.wordpress.com

Notes : annyeong… wahh.. Author baru nih disini.. Krna biasanya post di wattpad atu di website author. *hehe*bow** FF ini author buat untuk temen- temen author yang  selalu request si jongin ni… Mian yaa klu agak ga nyambung dan bagus. Say no to plagiator and silent readers. Don’t forget to leave your comment^^

>>>

Suasana  sejuk mengitari kota seoul , langit biru berhiaskan awan putih menambah kecantikan seoul dipagi hari. Di sebuah café tampaklah seorang wanita manis berkacamata cokelat sedang menyesap kopi hangatnya sambil  menikmati pemandangan yang sangat jarang ia lihat saat ini. Dia memainkan jari-jarinya diatas sebuah notebook pink dan terkadang berteriak kencang sehingga membuat pengunjung café lainnya memandang heran, bermain starcraft, ya, itu adalah salah satu kebiasaan buruknya. Tiba- tiba bunyi sebuah handphone menganggu konsentrasinya.

yoboseyo, mom” ucapnya mengawali pembicaraan.

“choco-ya, kau harus pulang sekarang. Eomma ingin memperkenalkanmu dengan seseorang”

nugu, mom? ”

“..”

arraseo”

 

++ ++

Choco hanya menatap kosong pakaian yang diberikan ibunya, dia merasa bingung apa yang ibunya inginkan dan mengapa dia harus berdandan cantik hanya untuk seorang teman dari ibunya. Choco tidak bisa menolak karena dia hanya gadis polos  yang baru berada di korea 2 hari yang lalu.Dia hanya Kang Choco, 16 tahun dan Merupakan darah campuran Indonesia dan Korea.

“kau harus memakai baju yang cantik, hmm.. Bagaimana jika yang ini? Ini baju eomma saat dulu” ucap wanita separuh baya yang merupakan eommaku.

“Mom, nuguseyo, eo? ” aku hanya sedikit penasaran, siapa sebenarnya yang ingin diperkenalkan eomma padaku.

“kajja, kita turun” Mom menarik tanganku dengan wajah yang sangat bahagia.

Suasana menjadi agak canggung sekarang. Choco sedang duduk dihadapan sepasang suami istri separuh baya, yaitu Ny.Kim dan Tuan Kim. Sedari tadi Ny.Kim hanya menyinggung Choco yang terlihat sangat cantik dalam balutan gaun peach milik ibunya. Sementara itu seorang pria yang merupakan Anak dari pasangan paruh baya tersebut hanya mendesah atas apa yang telah diselenggarakan ibunya.

“choco-ya, kau terlihat sangat cantik. Neomu neomu yeppeo, bukan begitu Kai-ah?” Ny.Kim tersenyum, dan menampakkan giginya yang terlihat rapi.

“…” tidak ada suara yang dikeluarkan oleh kai, sedikitpun tidak ada, tatapan datar hanya tergambar pada raut wajahnya, namun berbeda dengan apa yang sebenarnya ada dihatinya.

“Choco-ya, apa kau ingat Kai? Bukankah kalian dulu sangat dekat? Mengingat kalian waktu kecil dengan sekarang, aku rasa ada perbedaan yang sangat besar” ucap Ny.Kim dan langsung disusul tawa oleh Tuan Kim dan Ibu Choco, sementara kedua anak  mereka hanya mampu menundukkan kepala dan tersenyum.

Flashback On

“Jong in-ah, ini choco” Ny. Kim memperkenalkan seorang anak perempuan pada anak laki-lakinya itu.

“Choco-ya, ini Jong in tapi kau bisa memanggilnya Kai” ucap Ny.Kim lagi.

“nah, sekarang kalian bisa bermain bersama” ucap Ny.Kim sambil mendorong Kai mendekat dengan Choco.

“Jongin-ah, Bagaimana jika kita ke taman depan? Aku punya sepasang ayunan, kau bisa menaikinya juga” ucap Choco, dia sangat suka memanggil kai dengan sebutan jong in.

“Geurae” kai hanya bersikap dingin.

 

Choco Berlari, mencoba membuat umpan agar kai mengejarnya namun kai hanya memandang datar Choco. Disaat yang bersamaan, Choco terjatuh dan meringis kesakitan karena lututnya tergesek dengan aspal.

“Dasar Babo. Yeoja Babo” ucap Kai lalu menghampiri Choco.

“gwaenchana?” tanya kai

“hmm.. ” rintih choco

“mari kubantu” kai mengulurkan tangannya dan choco menerimanya.

“appo? Apa itu sakit?”

“aniya, itu hanya jatuh mana mungkin sakit”choco tersenyum menampakkan gigi susunya

“walaupun kau bodoh, tapi kau lumayan hebat juga” ucap Kai

“Ne?”

“kau lumayan kuat. Tidak semua gadis disekolahku tahan akan luka. Mereka akan menangis. Tapi kau tidak. Aku lumayan menyukaimu” ucap Kai

“Ne?”

“aku bilang aku menyukaimu.. Ehmm.. Maksudku aku suka padamu. Bagaimana jika nanti kita menikah?”

“menyukaiku?”

“hmm..”

“baiklah..” Choco hanya tertunduk malu.

 

Ini sangat aneh, Kai menyukai Choco hanya karena dia tidak menangis.Ternyata percakapan mereka terdengar oleh orang tua mereka, Ny.Kim hanya tertawa. Dia tahu walaupun anaknya masih sangat kecil tetapi anaknya tidak bercanda, krna kai bahkan tidak menyukai satupun orng dikelasnya dan dia malah merasa choco itu menarik, itu sangat mengejutkan bagi Ny.Kim.

“Bagaimana jika suatu saat nanti kita jodohkan mereka? Bagaimana menurutmu Min Ae-ya?” Tuan Kang bertanya tanpa melihat ke arah Ny. Kang

“tentu saja” ucap Ny.Kang dengan senyum yang mengembang.

Flashback Off

Kai masih tetap pada posisinya. Sekali-sekali dia melirik Choco dan kembali menunduk ketika Choco menangkap kai sedang meliriknya.

‘Dia masih sama’ batin kai.

Ny.Kim tiba- tiba berdiri dan mengucapkan suatu hal yang membuat seisi rumah sedikit terkejut, “Baiklah, kapan mereka menikah?” . Kai langsung mengangkat kepalanya begitu juga dengan Choco.

“Bagaimana dengan Lusa?” Ny.Kang memberi ide

“NE??!!” Ucap Kai dan Choco secara bersamaan.

“Ide bagus, benarkan yeobo?” ucap Ny.Kim sambil menjentikkan jari dan tersenyum lebar.

“Tentu saja, lebih cepat lebih baik” ucap Tuan Kim sepele. Sementara Kai dan Choco masih merasa terkejut dan tidak mengedipkan mata.

>>>

Waktu sudah menunjukkan jam 02.00 KST tetapi Choco masih belum bisa tertidur. Sepertinya penyakit insomnianya kembali. Choco memandang ke langit- langit kamarnyaa. ‘Apa dia masih ingat denganku?’ Pertanyaan itu terus memutar dikepala seorang kang choco seperti sebuah Kaset Film. Hal yang sama terjadi dengan kai, namun bukan pertanyaan itu yang menganggunya melainkan soal pernikahan. Kata- kata eommanya tidak mungkin bisa Ia bantah karena dirinya sendiri pun sama seperti eommanya, suka membantah.

07.05 KST

“Mom, aku berangkat” choco berteriak dan berniat mengambil sepedanya.

Pedal sepedanya terhenti. Tepat didepan choco terpampang Seoul Highschool. Choco menggiring sepedanya ke tempat parkiran sekolah. SHS merupakan salah satu sekolah ternama di Korea, memang keadaannya lumayan sama dengan Sekolah Internasional yang ada di Indonesia, mungkin hanya bahasa saja yang berbeda.

Choco terjatuh saat seorang wanita berjalan berlawanan arah dengannya “arrrghh…”

mian, aku tidak sengaja menabrakmu, aku minta maaf” ucap yeoja berambut panjang.

gwaenchana, aku yang salah tidak melihat kedepan”

“perkenalkan aku Heerin, Shin Heerin”

“aku Choco, Kang Choco” Choco dan Heerin tersenyum

“apa kau murid baru?”

“Ne, Heerin-ah ayo kita berteman” ucap Choco sambil mengulurkan tangan

“Kau orang yang sangat ramah, baiklah” ucap Heerin sambil menggandeng Choco.

Jam pelajaran hampir berakhir, Heerin dan Choco tidak bisa melepas  kesenangan saat mereka tau bahwa mereka mendapatkan kelas yang sama.  Choco mendapatkan  teman baru untuk hari ini. Choco memutuskan untuk menonton basket saat pulang sekolah.

“apa kau choco?” seorang pria  berseragam basket  yang diikuti pria lainnya mendekat.

“ne, apa aku mengenal kalian?”

“tentu saja, kau tidak mengenal kami? Kita bersama saat kecil, Kau, aku, dan kai”

“su..suho ” choco berusaha mengingat

“ne, teryata kau masih mengingatku choco-ya” suho tersenyum.

“bukankah dia semakin manis kai-ah?” suho menambahi kata-katanya.

“mm..” kai hanya menggumam.

Sementara itu heerin sedang berada diperpustakaan. Heerin sibuk mencari buku yang sedang ditugaskan oleh Song seosangnim untuk dibuat menjadi rangkuman. Heerin tersenyum kecil saat dia melihat buku yang dicarinya berada didepannya, tangannya meraih buku tersebut namun buku tersebut  seperti ditarik juga oleh arah lain dan membuat Heerin menarik buku tersebut dengan keras dan akhirnya jatuh.  Heerin mengejar pria yang mengambil buku tersebut.

“YA! Itu bukuku!” teriak Heerin pada seorang namja berambut pirang.

“aku menemukannya duluan, jadi ini milikku” ucap namja tersebut.

“Tapi aku sudah mencarinya sejak tadi” bentak heerin, namun namja tersebut malah tidak ingin mengalah.

“apa yang terjadi sehun-ah?” tanya Baekhyun yang tiba-tiba datang dari arah yang berlawanan.

“yeoja itu ingin mengambil buku yang aku cari” ucap sehun pada baekhyun.

Geundae, aku sudah mencarinya sejak tadi, dan aku sangat butuh buku itu” ucap Heerin menunjukkan wajah polosnya.

“eisshh.. Mengalahlah untuk seorang gadis” ucap baekhyun berbisik pada Sehun dan mengambil buku milik sehun.

Ige, ambillah” baekhyun memberikan buku yang dipegan sehun kepada Heerin.

“Gamshahaeyo” ucap Heerin sambil menunduk malu.

Di Lapangan,

Kai hanya duduk melihat beberapa hyungnya berbicara dengan choco. Sebenarnya bukannya kai tidak perduli dengan choco tetapi ada suatu perasaan yang membuat kai tidak bisa berdekatan dengan Choco sejak kecil.

“kai, tolong antar choco pulang, kami harus pergi ke suatu tempat” ucap suho

“arra” kai hanya menggumam.

Di mobil suasana menjadi sangat tidak nyaman, keheningan menyebar membuat kai hanya menatap datar sedangkan choco terus menatap keluar jendela. Sesekali kai melirik choco, namun kembali lagi menatap datar ke bagain depan kaca mobil.

“jong in- ya, apa kau mengikuti club basket?” choco membuka pembicaraan.

“hmm.. ” kai hanya menggumam

“apa kau sudah lama satu sekolah dengan suho?”

“hmm..”

“jongin- ya hari ini aku mendapat teman baru dan dia sangat baik, dia juga penggemar Super Junior. Rasanya sangat senanggg” choco menceritakan pengalamannya hari ini.

“jongin,  bagaimana bisa kau punya teman sebanyak itu? Mereka sangat manis”

“apa kau tidak bisa jeda sebentar? Aku sedang menyetir” ucap jongin datar

“baiklah, aku akan menceritakanya kapan- kapan” ucap choco

+++

‘Sampai kapan dia akan bersikap dingin?’ batin choco terus mengeluarkan pertanyaan itu.

Seseorang mengetuk pintu kamar, wanita separuh baya masuk dan duduk disisi tempat tidur choco. Choco yang melihat hal itu segera duduk dan meletakkan kepalanya dipangkuan ibunya. Choco menutup matanya merasa tenang dengan elusan yang dilakukan ibunya pada kepalanya.

“choco-ya, besok kau tidak usah sekolah, ne?”  choco kembali membuka matanya setelah mendapati pertanyaan eommanya.

“Wae, mom? Apa ada suatu masalah?”

“anni, besok kau harus mengambil gaun pernikahanmu, karena lusa kalian sudah harus menikah. Kai akan menjemputmu besok pagi, eo?”

“baiklah mom” choco tidak keberatan karena dia ingin membahagiakan ibunya, itulah harapannya.

“maafkan mom karena membuatmu cepat menikah, padahal kita belum menghabiskan waktu bersama”  eomma choco menangis, merasa bersalah karena membuat anaknya sedih

gwaenchana mom” choco bangun dan memeluk ibunya.

08.00 KST

Kai menghentikan mobilnya disebuah butik. Dia  membiarkan choco berjalan mendahuluinya. Salah seorang pelayan menyambut mereka dan menujukan beberapa gaun yang telah dipilih oleh Ny Kim sebelumnya untuk dicoba choco dan kai. Choco menatap bayangan gaun yang dipakainya di cermin, gaun putih pendek sepanjang lutut didepan dan panjang menguntai dibelakang dengan kerah lingkar yang menunjukkan bahu dan punggungnya, Dia tidak membayangkan bahwa gaun yang sedang dipakainya sekarang adalah gaun pernikahan.

“nona sangat terlihat cantik dengan gaun itu” ucap pelayan yang sedari td memandang ke arah Choco.

“jinjja? Gamshahaeyo” Choco tersenyum sambil membungkuk.

Saat  kembali menegakkan badan, Choco sangat terkejut ketika melihat kai berada didepannya dan kali ini bukan dengan tatapan datar, melainkan sebuah tatapan yang tidak dapat diartikan. Kai tidak berkedip ketika melihat choco dalam balutan gaun pernikahan.

‘Dia selalu terlihat manis’  batin kai. Namun matanya kembali berkedip setelah mendengar telepon dari ibunya. Choco yang melihat kai sedang berbicara ditelepon segera membalikkan badannya dan membuat gaya lucu didepan cermin.

“apa kau menyukainya?” kai menanyakan choco dengan intonasi datar, membuat choco segera membalikkan badan dan tersenyum.

“baiklah, kami ambil yang ini” kai menunjuk baju yang dikenakan choco.

23.00 KST

Choco kembali tidak bisa tidur. Perasaannya sangat tidak  enak, ya dia memikirkan kembali tentang pernikahan yang akan dia laksanakan besok. ‘apa jongin akan terus sedingin itu?’ pertanyaan itu meliputi batinnya.

Namsan Hotel, 22 October 2013, 20.00 KST

Hari pernikahan dimulai. Para tamu berdatangan termasuk teman teman kai dan Heerin. Choco masih duduk didalam Ruang Ganti. Dia merasa cemas dan ragu- ragu. Siapa yang tidak ragu jika dia akan menikah? Ibu Choco masuk dan langsung memeluk anak satu satunya itu.

“Jangan Cemas, Apa kau baik- baik saja bukan?”

“Ne, eomma. Aku hanyaa..”

“arra, aku mengerti. Kau sudah besar.. Mom akan merindukanmu Choco-ya” ucap eomma choco sambil memeluk anaknya.

Pintu terbuka dan masuklah beberapa orang pria dan satu orang wanita. Mereka segera berlari dan mengucapka selamat pada Choco.

“ya! Aku bahkan belum memulainya” teriak choco pada mereka.

“chukae uri dongsaeng.. ” Baekhyun memeluk Choco

“gamsha oppadeul” choco tersenyum

“chukae sahabatku” Heerin memeluk Choco.

Suho segera mengambil kamera dan mengarahkannya pada Mereka, “kajja, kita semua berfoto sebelum acarnya dimulai” ucap Suho lalu mereka tertawa dan berfoto bersama.

JEPPPRREEETTT..

“whoaa.. Yeppeota”ucap Heerin.

“aku rasa kau yang terjelek” sehun mengejek Heerin dengan wajah datar.

“YA! Diamlah aku tidak meminta pendapatmu!” Heerin membalas Sehun.

TENG TENG TENG TENG..* (author mian, musiknya hancur XD)*

Choco berjalan didampingi Suho dan diiringi musik pernikahan. Ketika sampai pada ujung panggung, Suho memberikan tangan Choco kepada kai, sehingga kai mengamit tangan Choco dan….

TBC

Dann… tbc melengkapi ff ini… haha .. Gamshahaeyo buat yang udah baca FF author yang masih diombang ambing ini *bow*. FF nya terlalu panjang yaa??? Buat selanjutnya author bakalan tambah part buat Sehun sama Heerin atau Kai sama Choco nih? tp kalau readers author mauu, .. Tolong comment yaa dibawah sini.. Biar author tau mana yang agak kurang. Arra? Author usahain postnya agak cepat…

Annyeong readersdeul^^

11 thoughts on “Love the future you [1/?] [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s