PETERPAN? (chapter 1) [freelance]

kkgljg

PETERPAN? (chapter 1)

Main cast :

 Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in

Other Cast:

Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merrilage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
author : Ayuni Kartika ( Kainear)

Wp: Kainear.wordpress.com

(@yeoUnhYY)

Ratting : PG-15

A/N: Halo, makasih udah mau baca dan Posting FF peterpan ini, maaf untuk para pembaca karena di Chapter awal ini banyak Typonya mohon di maklumi. Enjoy yah Thanks

AYUNI KARTIKA

“Ibu aku ingin balon,jebal belikan aku di seberang sana ibu,ibu kumohon”.kata seorang anak yang berumur sekitar 5 tahun yang merengek kepada ibunya, dan ibunya tersenyum  melihat kelakuan putri kecilnya.“iya,tunggu sebentar jangan kemana-mana”
“Azza Gomawo omma :*”.
Anak tersebut tersenyum melihat kepergian ibunya yang sedang bejalan menjauhinya

BBRRRUKKK

Terdengar sebuah bunyi tabrakan dan seketika anak tersebut menjatuhkan beningan air matanya yang kecil samabil berteriak “OMMAA” dan berlari menghampiri ibunya yang sudah penuh dengan darah dan tak sadarkan diri

Han Ay In POV

Seketika aku terbangun dari Tidur karena lagi lagi aku memimpikan kejadian yang sangat menyiksaku hingga 12 tahun terakhir ini,kurasakan keringat dingin meluncur dari dahi kepalaku menuju ke leherku. Aku pun menenangkan diri dan beranjak dari tempat tidur untuk mengambil segelas air di dapur.

Setelah minum dan kepalaku dan perasaan kupun membaik aku melirik Jam, “ternyata jam 02.30” gumamku dalam hati, dan beranjak prg ke kamar Appa ku “kurasa lebih baik aku tidur bersama appa ku” desahku lagi

“appa” kataku dan kulihat appa terbangun karena panggilanku, “kamu kenapa chagi?apa kamu memimpikan hal itu lagi?” katanya dengan wajah yang sedih, akupun hanya bisa menggangguk. “kesinilah tidur bersama Appa” dan lagi-lagi aku hanya menggangguk, akupun tertidur disamping appaku dan kurasakan dia menarik selimutnya kearahku hingga menutupi sebagian dari tubuhku dan akupun terlelap

@Morning

“Chagi,chagi, Ay in Bagun ini sudah Pagi nanti kamu terlambat di hari pertama masuk sekolah baru” kudengar Appa berteriak sambil memukul-mukul pipi ku, “ahh Appa appo” kataku sambil mengelus-ngelus pipiku tanpa membuka mataku, “ck, YAK IRONA” appa berteriak hingga barang di kamar tersebut jatuh seketika aku bangun dengan mata yang membulat kearahnya dan ku lihat dia ingin berteriak lagi dan dengan sigap aku membungkam mulutnya “iya appa” sambil meninggalkannya menuju kamar mandi

Setelah berpakaian akupun turun untuk sarapan, kulihat appa sedang menyiapkan sarapan ku.
“eoh Ay in kau sangat cantik dengan seragam itu” katanya berdecak kagum kearahku, “appa seperti kau tidak tau saja segala sesuatu yang  Ay in pake biarpun itu jelek tapi kalau Ay in pake pasti akan terlihat CANTIK” kataku membalas perkataannya sambil menarik kursi dan segerah duduk

kudengar Appa tertawa “hahahaha, terserah kau sajalah”.

“Appa kenapa kita pindah ke seoul?” tanyaku, yah aku dan Appa ku hanya tinggal berdua dan appaku adalah seorang pemilik restoran ayam tidak terlalu besar tapi cukup untuk kami gunakan untuk makan dan mempunyai rumah tentunya, rumah inipun tidak besar hanya bertingkat dua dan Minimalis seperti itulah.

“kau tau appa akan membuka cabang di seoul, di busan restoran ayah sudah cukup maju jadi tidak masalah membuka cabang baru”jelasnya kearahku dan aku hanya ber-Oh ria.

Selesai sarapan aku pun kesekolah dan appa mengantar ku,tidak ada pembicaraan di dalam mobil dan tidak terasa akupun samapi di sekolah baru ku, “kurasa hari ini adalah hari yang Baru yang harus ku jalani dan melukan semuanya dimasa lalu”, jelasku dalam hati seketika

akupun mencium appa dan appa berkata “AZZA AZZA” sambil memberikan semangat “AZZA” kataku tak kala semangat dan setelah itu keluar dari mobil dan melambai kearah appa dan segera masuk ke dalam sekolah

Sekolah baru tampak asing “seoul senior high school” kataku dalam hati sambil berjalan di koridor sekolah tersebut dan banyak orang yang memadangiku akupun segarah bertanya ruang guru akupun keruangan tersebut dan BINGO aku diletakkan di kelas 2-D tidak buruk menurutku.

Setelah berjalan lama akhirnya salah satu guru tersebut menyuruhku masuk ke sebuah kelas yang di depan kelas tersebut terpanpang papan bertuliskan “2-D” aku meneguk silva ku dan mulai berjalan kedepan kelas dan seketika pandangan-pandangan murid-murid di kelas tersebut memandang kearahku

“Murid-murid kita kedatangan murid baru silahkan perkenalkan dirimu” kata Tiffany saem kearahku, dengan gugup

“Han Ay in imnida,saya pindahan dari Busan mohon bantuannya” kataku sambil membungkuk 90 derajat, kulihat eksperisi orang di dalam kelas ada yang antusias,ada yang acuh tak acuh,ada yang mengoap,dan ada yang tidur. kurasa akan hari ini akan sulit gumamku dalam hati.

“baiklah, “Ay in kau duduk di bangku kosong samping Min ri” gumam Tiffanny saem sambil menunjuk kesuatu arah dan akupun menganggunk dan duduk di sana.

“hai Shin Min ri Imnida” aku berbalik mendegar kata-kata tadi dan kudapati senyum manis dari seorang gadis yang cantik mempunyai rambut yang sedang ia ikat samping dan sangat lucu

“ahh Han Ay in imnida” kataku membalas senyumannya

“sekarang kita berteman,nanti saat istirahat aku akan mengajakmu berkeliling” katanya

“Teman?ahh ne Gomawo min ri-ssi” kataku masih tersenyu kearahku

“ashh jangan memanggilku dengan embel-embel ssi panggil min ri saja” sambil mempot bibirnya kearah ku

“ahh ne min ri-ah” dan kulihat dia kembali tersenyum, percakapan kami pun terhenti saat kris saem masuk kedalam kelasa dan mengajar mata pelajaran KIMIA
-skip-

DRRRRING DRRRRINGGGG

“ahh capeknya,dasar kris saem botak” Gumam Min ri, dan seketika aku berbalik dan tertawa “kenapa botak?” tanya ku “soalnya dia itu kalau menjelaskan kepada gue bisa jadi botak” jelasnya akupun hany ber-OH ria. Aku dan min ri setelah dari kantin kami berkeliling sekolah dan minri menjelaskan semua hal-hal yang menarik dari sekolah ini.

“kurasa ini akan sulit untung ada kamu Min ri-ah,jadi semuanya begitu mudah Gumawo-ah” gumamku kearahnya yang tak bergeming kearahku dan dia sendiri sibuk memandangi suatu objek di lapangana basket

“Min ri-ahh” teriak ku ketelinganya, kulihat dia tampak kaget

“Aisst Ay in kau ini kenapa berteriak di telinga ku” katanya kesal,

“soalnya kamu tidak mendengarkan ku” membalas perkatannya, dan saat yang sama dia mengajak ku duduk di salah satu tempat duduk penonton lapangan basket

“mianhe” sambil memegang tangan ku

“kau kenapa min ri-ah, kau sedang melihat siapa?” tanyaku, karena penasaran
“ahh itu liat orang-orang tersebut yang latihan basket”min ri menunjuk ketenga lapangan dan segerah kulihat sederetan namja-namja yang sedang latihan basket

“memang mereka kenapa min ri-ahh?”,

“liatlah mereka, meeka adalah EXO” min ri lagi-lagi menatap orang-orang itu sambil tersenyum

“Exo?apa itu Exo?” aku menatap min ri dengan dahi yang berkerut dan satu alis yang terangkat naik

“mari kujelaskan, mereka adalah anggota basket sekolah kita,selain mereka jago bermain basket mereka juga punya paras yang tampan dan kaya jadi hampir semua yeoja sekolah ini menyukai mereka, yang pendek itu Suho dia tidak bermain basket tapi dia itu kapten sekolah kita selain tampan dia juga ramah, itu chanyeol dia yang paling tinggi dan tampan,itu luhan dia itu tidak hanya tampan tapi dia pintar pernah memenangkan juara 1 olimpiade fisika se-Provinsi, itu sehun,kai dan tao mereka seangkatan dengan kita mereka,kelas mereka 2-B tidak kalah cakep tapi yang paling banyak yeoja sukai itu kai karena tidak hanya jago bermain basket,tampan dan kaya dia juga jago dance satu lagi baekhyun dia sangat pintar memaikan piano” jelasnya panjang lebar seketika kulihat kearah namja-namja yang  tadi di tunjuk oleh Min ri

“mereka biasa saja,apalagi kai dia adalah sesorang yang dingin dan kejam” kataku melihat kearah kai api wajahnya tidak terlihat jelas  dan berbalik ke arah min ri “memang benar yang kau bilang,kai adalah orang yaang paling Dingin yang pernah aku temui kris saem juga kalah”
DDDRRRINGGG DDRRRIINNNG

Aku dan min ri terlonjak kaget dan segerah berlari ke arah kelas tapi sialnya

BRRRUUUK

“ahh appo” kudengar orang tersebut tersungkur kesakitan dengan cepat aku bangun dan membungkuk 90 drajat

“aist, Mianhe aku tidak sengaja” akupun mengengkat kepalaku dan melihat keorang yang ku tabrak dan orang-orang yang ada di sekitar kejadian itu memandang sinis ke arahku
“makanya kalau jalan pake mata” kulihat dia, dasar napeun Namja sudah minta maaf mengatai-ngatai orang lagi  desahku dalam hati

“sekali lagi maaf” akupun menarik min ri yang bengong menuju kelas dan orang-orang masih memandang aneh kearahku tidak lama ada suara teriakan
“Yakk, Kau kira aku memaafkan mu,kau tidak tau siapa aku?” aku berbalik dan mendesah “aku tidak peduli kau memaafkan ku yang penting aku sudah minta maaf kepadamu dengan tulus dan maaf aku tidak tau siapa kau” kataku menjauh dan masuk ke dalam kelas

Kai POV

BRRRUUUK

“ahh appo” kataku sambil memegang kakiku dan kulihat seorang yeoja yang berdiri

“aist, Mianhe aku tidak sengaja” katanya sambil membungkuk ke arahku,aku tidak pernah melihat dia biarlah kupikir aku tau banyak yeoja yang sengaja menabrakku

tapi kata AIST  apa dia tidak ikhlas minta maaf dia yang salah harusnya minta maaf dengan tulus

“makanya kalau jalan pake mata” kata ku dan lagi

“sekali lagi maaf” katanya dan pergi sambil menarik temannya dan dengan segerah aku berteriak

“Yakk, Kau kira aku memaafkan mu,kau tidak tau siapa aku?” dan kulihat dia berbalik

“aku tidak peduli kau memaafkan ku yang penting aku sudah minta maaf kepadamu dengan tulus dan maaf aku tidak tau siapa kau” katanya dan menghilang Mwo dia tau siapa aku,dasar yeoja pabo desahku dalam hati.

“kai apa aku tidak salah kau di bentak oleh seorang yeoja” kata luhan sembil memukul mukul pundak ku

“sudalah hyung aku tidak peduli” kataku,

“tapi aneh dia bilang tidak pernah melihat Kai” kata tao penasaran dan diikuti oleh yang lainnya
“hmm mungkin saja dia itu anak baru,kudengar dari guru ada anak baru yang masuk sekolah ini” jelas Suho

“wajar saja dia tidak tak tau” gumam chanyeol sambil meneguk air minum
“sudahlah janga bahas itu lagi,aku tidak peduli” kataku

Han Ay in POV

Setelah masuk kelas Min ri tak henti-hentinya menasehati ku katanya yang tadi kutabrak itu Kai sanga pengeran tapi aist sudahlah aku tidak peduli yang jelas aku.

DRRIIINNGGG DDRRRIIINNNGG

Akhirnya pulang sekolah juga, “ahh capeknya” desahan Min rin, “hmm iya capek sekali, untung ada kamu Min ri-ah kalau tidak mungkin aku malah lebih capek” sambil tersenyum kearahnya
“ahh iyaa, tapi lain kali kamu harus berhati-hati oke” membalas perkataanku “oke” sambil membentuk o di jari ku

“aku pulang” teriakku sambil membuka pintu

“appa eoh,siapa dia?”tanya ku saat kuliat seorang ajumma ahh tidak lebih muda cantik dan liat caranya berpakaian sangat elegan

“ahh kenalkan dia teman Appa kenalkan dia kim Jae in”

”hmm iya appa, kalaubegitu aku kekamar dulu” sambil berjalan menuju tangga

“ay in, appaa membelikan mu ini” tiba-tiba appa menyodorkanku Boneka, dan Boneka itu adalah Boneka Peter Pan aku tersenyum dan langsung mengambilnya

“ahh appa, gumawo-ah”

“bukan appa tapi bibi jae in” appa pun menujuk ajumma jae in yang sedang tersenyum karena tingkah ku

“ahh gumawo ajumma, tapi bagaimana bisa kau tau aku suka sekali dengan Peter Pan?” tanya ku dengan wajah yang penasaran seketika ajumma pun tertawa

“hahaha itu ayahmu yang bilang kebetulan aku baru pulang dari jepang dan tidak sengaja kulihat boneka Peter Pan terpanpang dan segerah ku beli” jelasnya

“ahh gumawo ajumma,kalau begitu aku masuk dalam kamar dulu eoh?”,”istirahatlah” appa pun mempersilahkan ku pergi

Peter pan I love you batinku sambil memeluk boneka ku dan merebahkan tubuhku seketika kelopak matakupun terlelap.

Kai POV

Kenapa hari ini aku begitu sial batin ku, aku bisa tahan dengan yeoja itu, tapi omma kenapa tiba-tiba menjodohkan ku aist ku acak-acak rambutku hingga berantakan

-flasback ON-

“jong in” kudengar sebuah suara yang tidak asing dan kemudian pintu kamar ku pun terbuka

 “omma,kapan kau pulang Bogosipoyo” kata ku dan lensung memeluknya

 “nado bogosipoyo”ommapun mencium puncuk kepalaku,aku sangat merindukan omma ku, memang pada kenyataannya aku merasa sudah menjadi seorang pangeran seutuhya namun saat appa meninggalkan ku bersama omma aku menjadi kesepian ommapun sibuk mengurusi masalah perusahaan seandainya korea masih berbentuk kerajaan mungkin aku tidak sebebas ini dan pasti akan banyak peraturan tapi tetap saja semua orang tau kalau aku dan keluargaku adalah keturunan kerajaan korea dan itu sangat menyusahkan.

“omma menjodohkan mu dengan anak teman omma,kurasa dia akan cocok dengan mu dan kau akan menikah minggu ini” katanya dan akupun membelalakan mataku mendengar ucapan ommaku

“mwo,shiro”

“prince jong in,kau harus melakukan ini karena appa mu berkata sebelum ia meninggal tolong nikahkan jong in saat berusia 17 tahun, dan untuk membalas budi orang telah menolong omma saat kecelakaan itu jong in omma mohon hanya itu permintaan omma dan appa” kulihat omma mengeluarkan air mata dan membuat hatiku hancur seketika saat melihat omma yang sangat kucintai menangis karena Appa
“baiklah,ini kulakukan karena omma bukan atas dasar CINTA”
“lama kelamaan nanti kau akan suka kepada gadis itu,dia sangat berbeda dan sangat menarik”
“itu menurut Omma belum tentu aku”
“yang penting kamu setuju omma sangat senang My Prince jong in I love you” sambil menciumku dan pergi dari kamar ku

-Flasback off-

Han Ay in

Aku terbangun dari tidur ku,dan masih tersenyum saat kulihat kamarku yang penuh dengan pernak pernik Peter Pan yang sangat kusukai akupun menuju ke kamar mandi untuk mandi dan turun untuk makan malam bersama Appa

“appa”
“iya chagi, cepat kesini kita makan bersama” katanya sambil melambaikan tangannya kearah ku
“ye, appa siapa sebenarnya ajumma Jae in itu?”

“ohh dia teman Appa dan chagi kebetulan kau akan dijodohkan dengan anaknya”
“mwo?” mataku terbelalak denga kata-kata appa dan akupun melotot kearahnya
“wae?”dengan mata yang membalas lototanku
“apa maksud appa jodohkan?”
“kau akan dijodohkan dengan anak ajumma jae in,karena itu harapan dari suaminya karena saat itu appa yang menyelamatkannya dari kecelakaan tapi sayangnya suaminya tidak tertolong dan akhirnya diaberwasiat bahwa menjodohkan anaknya dengan anak orang yang menyelamatkannya kebetulan anak ku seorang gadis yang sangat menyukai Peter Pan”
“appa tidak boleh begitu?bagaimana dengan keputusan ku”
“appa mohon hanya kali ini permintaan appa dan omma ye” setetes air mata appa pun keluar
“baiklah appa, ini demi kau dan omma jadi jangan menangis aku tak ingin kau menjadi appa yang cengeng” tangan kupun menyerkah air mata yang ada di pipi appaku
“gumawo chagi,pernikahanmu akan dilakukan minggu ini” sambil menarikku dalam pelukannya
“mwo?kenapa begitu cepat appa?”
“Turuti saja OK”
“baiklah”
“AZZA AZZA”
“AZZA AZZA”

Kuharap kau adalah seseorang yang bisa menemani hari-hari ku
kuharap kau seseoang yang bisa menerimaku
kuharap kau adalah TAKDIR KU
kuharap kau adalah PETER PAN untukku

 

 

 

 

9 thoughts on “PETERPAN? (chapter 1) [freelance]

  1. Woow… daebak! keren bget ffny.
    Seru pas baca tpi kayakny alurny terlalu cepat dan banyak kata2 yg kurang ato salah gitu.
    Itu sedikit saran dari saya dan akan lebih baik pas selesai ditulis ffny, dibaca dahulu baru dipost.
    Saranny jngan masukin ke hati y klo ada kata2 yg kurang berkenan y Thor…
    Ditunggu lo chapter brikutny..
    #Keepwriting#Hwaitting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s