PETERPAN (chapter 10) [freelance]

kkgljg

PETERPAN (chapter 10)

Main cast : Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in
Other Cast: Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merrilage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
autor: Ayuni kartika ( @yeoUnhyy)
Kainear.wordpress.com

Kai kini masih berada di ruangan serbah putih khas rumah sakit, masih terlihat jelas seorang gadis rapuh tengah tertidur dengan pulas di ranjang itu, mata Kai tak pernah lepas dari sosok di depannya hingga seseorang mengetuk pintu dan membuyarkan lamunannya

“Oppa” suara khas Minri kini memenuhi indra pendengaran Kai

“Hyung” tambah Sehun mengekor di belakang Minri

Senyum kecut yang hanya bisa Kai tunjukkan di depan kedua orang itu, kadang Kai iri dengan kedua orang itu karena Sehun terlihat sangat melindungi Minri sedangkan dia. Dia bahkan tak bisa menjaga dirinya sendiri dari kecelakaan apalagi menjaga Ay in gadis yang ia cintai.

“Bagaimana keadaan Ay in Oppa?” Minri berucap sambil memandang ke arah Ay in sambil mulai mengelus rambut sahabatnya itu

“Keadaannya mulai membaik tapi dokter bilang Ay in Anthrophobia,akibat kejadian tadi” Kai berucap sambil membuka kulkas dan memberikan Sehun dan Minri soda

“ Aist, Yeoja-yeoja itu sungguh kurang ajar” mendengar hal itu Minri langsung ingin menjambak dan menghabisi Yeoja-yeoja itu

Dring

Terdengar suara deringan Handphone dan itu milik Kai, mata Sehun kini mengekor saat melihat Kai keluar dari kamar untuk mengangkat teleponnya sedangkan Minri terus memegangi tangan temannya

Kai kini sudah berada di luar Kamar

“Yeoboseo” ucapnya dengan lirih

“Jongin-ah, kudengar Ay in masuk rumah sakit” suara Khas appa Ay in membuat Kai terkesiap. Jujur saja ia tak siap jika Appa Ay in harus tau bahwa Kai tak bisa menjaga Ay in dengan baik

“Jongin” ucap Appa Ay in di seberang sana

Namun masih tak terdengar suara balasan, saat ini Appa Ay in dan Eomma Kai sedang khawatir dengen keadaan Ay in. Mereka mengetahui bahwa Ay in masuk rumah sakit karena Suho menelpon memberi tau namun mereka tak bisa langsung pulang karena cuaca buruk akhir-akhir ini mengakibatkan keberangkatan mereka harus selalu di delay

“Mianhe Appa” hanya dua kata itu yang langsung keluar dari mulut Kai, rasa sesalnya membuatnya bahkan untuk bernafas angat sulit

“Jongin-ah, kau tak usah minta maaf nak. Appa tau kau sudah melakukan yang terbaik dan hal yang paling penting keadaan Ay in baik-baik saja kan?” Appa Ay in berucap dengna ramah, dari nada bicara Kai Appa Ay in dapat tau bahwa Kai sangat menyayangi Ay in hingga membuatnya sangat menyesal

“Iya Appa, Ay in baik-baik saja” Kai berucap singkat dan detik berikutnya Appa Ay in hanya meminta Kai untuk selalu menjaga anaknya yang rapuh karena kematian ibunya dan membiarkan sambungan telepon tersebut terputus.

……..

Pagi kini sudah membiarkan sinar matahari berhasil masuk melalu ventilasi-ventilasi kamar serba putih itu. Kai masih tertidur pulas di samping Ay in dengan keadaan terduduk dan jemari-jemari Ay in mulai bergerak

Ay in kini mulai membuka matanya dengan pelan, hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit yang putih, rengekan dalam tidur Kai berhasil membuat Ay in melihat kearahnya

Senyum polos Ay in mulai merekah, namun jujur ada rasa takut berada di dekat laki-laki ini, karena jika ia mengingat hal kemarin ia merasa sangat takut. Takut karena jika ia menatap laki-laki itu ia akan membuat dirinya terlihat beban di hidup Kai, takut karena dirinya hanyalah sebuah parasit yang terus menempel pada Kai dan yang paling ia takuti adalah dirinya sendiri karena ia bisa saja membuat orang-orang yang berada disekitarnya menjadi memikul bebannya

Ay in bahkan berfikir Kai takkan hilang ingatan jika saja ia mau ikut dengannya saat itu dan tak membiarkan Kai pergi sendirian namun hal itu telah terjadi dan membuat Kai bahkan sudah tak ingat dengannya

Ay in bangun dan mulai berjalan menuju kamar mandi, mencuci muka dan menggosok giginya. Ay in masih bisa melihat Kai tertidur, Rindu ia sangat merindukan detik-detik melihat wajah polos Kai saat tertidur namun sekarang sudah sia-sia bahkan sekarang ia merinding jika berada di sekitar Kai

“Peterpan-ku, apakah sudah pergi dengan Wendi?” ucapnya lirih pada dirinya sendiri, Ay in kini berada di Balkon kamarnya

“Kurasa Tinkerbell sudah terlalu membebani Peterpan dan saat itulah ia harus pergi” gumamnya lagi

Lamunan Ay in buyar saat merasakan pinggangnya kini sudah ada tangan yang melingkar sempurnah dan saat yang sama potongan-potongan kisah kemarin langsung membuat wajah Ay in panik, teriakannya kini mulai terdengar lagi. Ay in kini melihat Eommanya terkapar dengan darah segar yang terus mengalir dari kepala ibu Ay in

“Eomma” teriak Ay in dengan isakan tangis yang sudah pecah, Kai yang melihatnya langsung membalikkan Ay in dan memeluknya dengan erat tak peduli Ay in kini sedang merengek untuk dilepaskan namun Kai masih saja terus memeluknya dengan Erat

“Eomma” suara Ay in mulai tak sehisteris tadi, Kai mulai terduduk sambil terus memeluk Ay in

Isakan Ay in mulai redah karena ia mulai berfikir jernih, Kai sedikit demi sedikit merenggangkan pelukannya dan menatap Ay in intens, tatapan yang berbeda dari sebelumnya tatapannya menunjukkan kelembutan yang sesungguhnya kelembutan yang belum pernah berikan kepada orang lain kecuali Ay in saat ini

Tangannya mulai bergerak mulai mengusap air mata Ay in yang masih terlihat, hati Kai terasa sangat perih saat melihat kerapuhan Ay in. Mata bengkak, wajah sembab, lingkaran hitam di sekitar kelopak mata Ay in semakin membuat Kai merasa sakit dan perihnya jika gadis ini melewati penderitaan yang sangat menyakitkan.

“Hei” Kai berucap sambil membelai rambut Ay in dan menatap Ay in dengan intens

Tak ada balasan sam sekalai dari Ay in, ia hanya terus menatap Kai melawan rasa takutnya dengan ingatan-ingatan yang terus menghantuinya

“Ay in, kau masih punya utang padaku bukan?” ucap Kai tatapannya sama sekali tak pernah lepas dari wajah gadis yang didepannya itu.

……………..

Tao, Luhan, Sehun, Minri, Baekhyun, Chanyeol, Suho sedang berada di kantin mereka terlihat bingung mendengar desas desus mengenai Kai dan Ay in yang telah menikah. Sampai-sampai semua siswa membicarakan hal itu hingga terdengar oleh kepala sekolah

Suho yang terlihat sudah menghadap ke-kepala sekolahpun masih bingung untuk menghilangkan desas desus yang ada di sekolah ini

“Oppa kau tau hatiku sakit jika teman-teman sekelas membicarakan mereka menikah karena Ay in hamil. Sinting bukan” ucap Minri yang mulai mengacak-acak rambutnya frustasi

“Aku tau Minri, kepala sekolahpun baru menghubungi Eomma Kai tadi dan setelah itu aku tak tau lagi apa yang mereka bicarakan” ucap Suho

“Kita harus menghentikan desas desus ini dengan mencari tau menyebarnya dan mengerjainya dasar tidak tau diri” Chanyeol kini mulai angkat bicara

“Tao ini semua salahmu” Baekhyun memandang tajam Tao sedangkan Tao hanya bisa pasrah

“Kanapa aku, Sehun juga terlibat” belanya

FLASBACK

“Taukah kalian, Kai sebenarnya” belum sampai Tao meneruskannya ia langsung memnghentikannya rahasia yang hanya para Magnae yang mengetahuinya (Kai, Tao, dan Sehun)

Tao kini mendapat tatapan-tatapan mata penasaran dari Chanyeol, Baekhyun, Suho dan Luhan hingga membuatnya mau tak mau harus menceritakannya tau tidak dengan jambakan-jambakan dari hyung-hyungnya

“Sebanarnya Kai sudah tak hilang ingatan” Ucapnay pasrah sedangkan yang lainnya membulatkan matanya lebar

“MWO” koor CBSL

“Kau harus menjelaskan ini semua pada kami Hwang Zi Tao” tatapan mata Suho menajam pada Tao agar membiarkan para Hyungnya tau semua dengan mendetail

Tao kini duduk di sofa club basket masih dengan hujanan-hujanan tatapan mematikan dari hyungnya

“Kau ingat waktu kita latihan  basket, saat itu Kai terkena bola basket lemparan Baekhyun hyung tepat dikepanya dan saat yang sama Kai langsung terduduk dan memegangi kepalanya dan saat itulah aku dan Sehun membawanya ke UKS atas perinta Saem” anggukan hanya Tao dapatkan dari keempat orang itu

“Lanjutkan” Chanyeol melihat Tao menarik nafas panjang dan menyuruhnya untuk melanjutkan semua ceritanya

“Saat di Uks, Kai terdiam lama menutup matanya erat saat itu aku dan Sehun sangat khawatir hingga akhirnya ia membuka mata dan mengatakan bahwa ia sudah ingat semuanya dengan senyum yang merekah. Setelah itu ia ingin berlari untuk memberi tau Ay in tapi Sehun dan aku saling bertatapan dan membuat rencana agar Kai tetap pura-pura hilang ingatan,,”

“Untuk apa? Berpura-pura” potong Luhan, dahinya kini berjerut akibat ide gila yang Tao dan Sehun tuturkan

“Untuk membuktikan seberapa cinta Ay in pada Kai” ucap Tao singkat dan detik berikutnya ia mendapat jitakan dari nyungnya

“Aist Sakit hyung” desah Tao seraya memperbaiki tatanan rambutnya

“Kau, Sehun dan Kai memang kekanak-kanakkan. Bagaimana kalian merencanakkan ide bodoh itu hah Pabo dan akibatnya seperti yang kau lihat. Dasar bodoh” Suho kini berhasil membuat Tao menunduk bersalah

“Aist, Kai juga kenapa ikut-ikut dengan kalian padahalkan untuk apa meragukan cinta Ay in lagi huh?” ucap Luhan dan kembali menjitak kepala Tao

“Aist apa harus aku saja yang tersakiti dan tersiksa mestinyakan Sehun dan Kai juga” rengek Tao

“Pokoknya kalian bertiga harus diberi pelajaran” kini Chanyeol angkat bicara dan anggukan Baekhyun menyertai ucapan Chanyeol

Sedangkan Tao terlihat sangat menyesal, menyesal karena ide bodohnya Ay in sakit, menyesal karena akhirnya ia mendapat jitakan dari para hyungnya sedangkan Sehun dan Kai berhasil Lolos

FLASBCK END

Mata Sehun terbelalak saat mendapati jitakan dari Minri, tatapan tajam Minri bahkan tak terhindarkan. Kenyataan bahwa ia juga terlibat dalam hal ini membuat Minri marah, permainan mereka berhasil membuat Ay in rapuh

“Oh Sehun kau keterlaluan” Ucap Minri dengan nada yang marah dan wajah yang bahkan mengerikan yang pernah Sehun liat

“Chagi Mianhe, saat itu aku Bodoh” ucap Sehun polos sambil mengenggam tangan Minri sedangkan Minri tak mau menatap Sehun

“Drama” ucap Tao dan saat yang sama ia-pun berhasil mendapat tatapan mematikan dari Minri dan Sehun

“Lihat, itu semua akibat dari perbuatan kalian pabo. Tapi sekarang kita harus mencari orang yang mengerjai Ay in dan menyebarkan gosip murahan itu” seru Baekhyun sedangkan Sehun dan Tao menunduk pasrah atas perbuatan bodoh mereka

“Minri, bagaimana ciri-ciri orang yang kemarin mengerjai kalian?” tanya Luhan dengan penuh harap dan kini tampak Minri sedang berpikir dan mengingat-ingat empat wajah gadis yang mengerjainya kemarin

“Mereka ada empat orang, sepertinya-si sunbae, mereka lumayan cantik itu saja yang aku ingat” jawab Minri sambil masih berusaha untuk mengingat-ingat namun yah begitulah Shin Minri yang ingatannya sangat terbatas

“Bagaimana kita menemukan mereka jika hanya informasi sekecil itu” Sehun mulai angkat bicara dan saat itu juga ia mendapat tatapan death glare dari Minri

“Sudahlah itu juga sudah mudah, yang penting mereka anak sekolah sini jadi tidak masalah” Chanyeol memberikan argumennya sambil tersenyum

Sehun malas sekali jika melihat Minri tersenyum manja pada Chanyeol yang terus saja membelanya. Hingga membuatnya muak dan memalingkan wajahnya ke arah lain Kantin

“Ah aku punya ide, bagaimana kalau kita ancam mereka dan menyuruh mereka untuk datang sendiri pada kita kemudia kita introgasi” Ide yang baru saja dituturkan oleh Baekhyun membuat Suho berpikir sejenak dan langsung pergi meninggalkan tempatnya

“Suho oppa, mau kemana?” Minri mengerutkan dahinya saat melihat Suho sudah pergi dari tempat duduknya

Tidak lama kemudian terdengar suara khas Suho yang berbicara melalu micropon sekolah hingga seluruh sekolah dapat mendengarnya

“Selamat siang, saya Kim Joomhyun selaku kapten sekolah ingin memberitau bahwa siapa saja yang terlibat atas kelakuan Pembully-an siswi bernama Han Ay In agar segerah ke kantor BK. Jika tidak saat ini sekolah sedang mengadakan rapat untuk penyelidikan dan pemberhentian siswa-siswa yang terlibat itu ah satu lagi. Desas desus mengenai ini juga jika masih terdengar maka akan berurusan dengan Kamu. Terima Kasih atas kerja samanya”

Setelah mendengar pemberitahuan itu, semua siswa langsung pergi berkerumul di kelas 3 kelas ke-4 yeoja-yeoja itu dan tak lupa Luhan, Baekhyun, Sehun, Chanyeol, Minri dan Tao pun mengekor dibelakang para siswa

“Itu dia” teriak salah seorang siswi sambil menunjuk ke arah yeoja-yeoja itu dan Minri hanya bisa membulatkan matanya lebar dan mengangguk ke arah lima laki-laki yang berada di depannya itu

Saat yang sama kelima laki-laki itu menerobos kerumunan dan langsung menatap tajam ke-empat gadis itu

“kalian, harus bertanggung jawab” ucap Chanyeol sedangkan gadis-gadis itu hanya bisa diam dan menunduk kaku

“Cih, kalian itu Eonni dan menyebut Kai dengan sebutan Oppa. Daebak” Minri berucap sambil memutar bola matanya

“Apa kalian juga yang menyebarkan gosip murahan bahwa Ay in hamil atau apalah itu” Luhan mulai mendekat ke arah seorang gadis yang menurtnya adalah otaknya

Anggukan lemah berhasil membuat dari Yeoja itu membuat Minri kehabisan kesabaran dan saat itu Minri menjambaknya tapi dengan gerakan cepat Sehun langsung menariknya menjauh

“Bubar” teriakan khas Minho Saem salah satu guru Bk berhasil membuat siswa-siswa yang tadinya bergerumul langsung membubarkan diri

“Kalian ber-enam kembali ke kelas biar masalah ini Minho saem yang mengurusnya” ucap Suho mengekor di belakang Minho Saem

Ke-empat Yeoja itu akhirnya di giring ke ruang BK sedangkan ke-tujuh orang itu tersenyum kemenangan namun tinggal satu masalah lagi, yaitu pengakuan terhadap permainan bodoh Kai, Sehun dan Tao pada Ay in

Jujur saja jika ke-tujuh orang itu mengingat hal itu. Bahkan hal itu lebih menakutkan dari Kris saem. Mereka tak kuat melihat Ay in dan Kai bertengkar karena hal ini

……….

Mata Ay in berbulat sempurnah saat mendengar apa yang diucapkan Kai

utang, bahkan Ay in tak ingat pernah memounyai utang dengan Kai. Apakah ini bertanda bahwa Kai sudah mengingat Ay in

“Apa Kau mengingat sesuatu?” bukannya menjawab pertanyaan Kai, Ay in malah balik bertanya dengan suara yang serak kini matanya terlihat berbinar

Entah kalau memikirkan Kai yang sudah mengingatnya membuat Ay in langsung melupakan rasa takutnya potongan-potongan ingatan itu juga menghilang. Hebat sekali bukan hanya Kai yang dapat membuat Ay in melupakan hal itu walau hanya sedetik namun sangat membantu Ay in sedikit demi sedikit dapat terbuka lagi padanya

“Ay in” ucap Kai, Kai tau ini bukan waktu yang tepat untuknya memberi tau yang sebenarannya bahwa sebenarnya Kai sudah mengingat semuanya bahkan lebih mendetail

Ay in kembali menatap Kai intens, tatapan mata Kai seakan berbicara padanya untuk percaya apa yang sedang Kai katakan

“Sebenarnya,,” Kai masih telihat ragu untuk mengatakannya jujur saja ia takut jika setelah ini Ay in akan meninggalkannya namun Kai tetap bersikeras untuk mengatakannya, ia bukanlah tipe yang dapat membohongi perasaannya sendiri namun narulinya saat itu berhasil membuatnya bodoh mengikuti saran Tao dan Sehun hingga ia menyiksa diri sendri untuk menahan rasa rindu yang ia telah ia rasakan lama sekali

“Sebenarnya aku sudah mengingat semuanya, setelah kita bertemu di taman aku mengingatnya karena lemparan bola basket Baekhyun hyung. Mianhe baru memberitau mu itu dan membuatmu seperti sekarang ini, andai saja waktu itu aku ada pasti ini semua tidak akan terjadi. Jeongmal Mianhe” Kai  berucap terus memandang ke arah Ay in dan ketakutannya kini bertambah Tangis Ay in kembali pecah dihadapannya deruan angin musim dingin menambah ketegangan mereka berdua

Masih tidak ada pergerakan Kai saat ini membeku tertunduk, ia tak berani memandang ke arah Ay in yang kini sedang menagis tersedu-seduh namun Kai tak bisa menahannya lagi

GREP

Detik berikutnya Kai membawa gadis itu ke dekapannya “Mianhe” ucap Kai lagi. Namun Ay in masih belum menjawab ataupun membalasnya, ia masih saja terdiam membeku dengan beningan air mata yang terus mengalir dari kelopak matanya

Perasaan Ay in kali ini campur aduk. Marah, kesal, bahagia, sangat senang seperti itulah perasaannya hingga ia bingung harus merespon seperti apa di depan Kai

Ay in kini mengangkat tangannya dan memukul-mukul dada Kai, sambil terisak

“Aku benci padamu” Ucap Ay in, namun Kai langsung mengenggam tangan Ay in dan menatap Ay in sedangkan Ay in sama dengan Kai. Detik berikutnya Ay in menyambar kepelukan Kai, ia memeluk Kai dengan sangat erat tangannya melingkar sempurnag pada pinggang Kai

Kai tampak bingung dengan kelakuan Ay in namun yang ia lakukan berikutnya mengusap kepala Ay in sambil membalas pelukann Ay in yang sangat hangat. Bahkan angin musim dingin yang menerpa merek berdua tak tersa lagi. Ay in tampak memejamkan matanya begitupun dengan Kai menikmati balutan tubuh mereka membuat keduanya bahkan lupa dengan apa yang terjadi

“Napeun Namja” Ucap Ay in namun senyumnya tak bisa terhindar lagi, pelukan Ay in mulai mengendur dan menatap Kai, tinggi badan Ay in hanya sampai dagu Kai dan itu harus membuatnya sedikit mengangkat wajahnya jika ingin melihat Kai

Senyum yang sudah sangat Kai rindukan, senyuman yang membuat dunia bahkan berhenti berputar dan senyuman yang bahkan dapat membuat luluh hati yang beku sekalipun.

“Mianhe” ucap Kai

“Hm, aku juga minta maaf jika selama ini aku hanya menjadi parasit dalam hidupmu. Aku tak peduli jika kau ingat ataupun tidak yang terpenting aku bisa melihatmu itu saja dapat membuatku senang” ucap Ay in

“tetaplah menjadi parasit dalam hiduku Ay in, parasit yang akan selalu membuatku membutuhkanmu di sisiku” Kata-kata Kai membuat lagi-lagi Ay in menangis dan hanya dengan pelukan Kai dapat meredakannya

“Aku merindukanmu” ucap Kai mengusap rambut Ay in dengan lebut

“Nado” dengan suara serak Ay berucap dan saat yang sama Kai malah membawa Ay in dalam gendongannya kemudia mendudukannya di ranjangnya

“Hilang ingatan atau tidak sudah tak ada gunanya” Kai berucap sambil duduk di bangku samping ranjang Ay in. Kini posisinya Ay in tinggi daripada Kai. Ucapan Kai membuat dahi Ay in berkerut

“Maksudmu?”

“Iya, sudah tak ada gunanya. Karena semua sama saja, saat aku hilang ingatan aku kembali jatuh cinta padamu dan saat mengingatnya kembali aku semakin mencintaimu dan lebih parahnya lagi aku bahkan tak bisa hidup tanpamu lagi” ucap Kai memandang Ay in yang tersenyum akibat ucapannya

Chu-

Ay in mencium dahi Kai dan langsung tidur dan menarik selimut membelakangi Kai, sedangkan Kai hanya tersenyum memandangi tingkah Yeojanya itu

………………

03.30 Pm

Tao, Sehun, Baekhyun, Chanyeol, Minri, Luhan, Suho ,Kai dan Ay in sedang menonton bersama di rumah sakit

Mereka tak menyangka bahwa Ay in ternyata sudah tau dengan permainan konyol tiga orang magnae itu, awalnya Ay in pura-pura marah karena suruhan Baekhyun, Chanyeol, Minri, Luhan dan Suho kemudian menghukum ketiga orang bodoh itu dengan cara memijat kaki-kaki para hyungnya

Perasaan Ay in bahkan sudah lebih baik saat ini, ingatannya mengenai Eommanya yang memang membuatnya terpuruk namun ia sangat mengingat kata-kata eommanya membuatnya sadar

“Jadilah Tinkerbell yang terus berbagi kesenangan dengan orang-orang”yah seperti itulah dan Ay in selalu ingin melakukannya demi Eommanya.

Dan saat ini Ay in sudah melangkah ke pintu yang lebih jauh namun ia tak sendiri banyak sekali orang yang sayang padanya jadi ia sudah tak takut lagi bahkan Ay in bertekat untuk dapat lebih bahaagia lagi

“Ay in-ah” Minri membuyarkan pikirannya

“hm”

“Ke-empat yeoja itu di hukum menjadi pelayan di kantin selamaa seminggu” gelak tawa Minri membuat Ay in tersenyum

“Jinja?” dan hanya anggukan yang Ay in dapatkan

“Ay in” suara Khas Appa Ay in membuat yang lainnya berdiri dan menunduk memberi salam

“APPA” teriak Ay in dan langsung menghampur kepelukan Appanya

“Kalau begitu kami permisi dulu” Ucap Suho dan yang lainnya hanya mengekor keluar dari ruangan sedangkan begitupun dengan Kai bermaksud mengantar teman-temannya keluar sambil memberi ke-tiga  orang itu berbicara

“Ay in apakah kau tak apa?” kini Eomma Kai memeluk Ay in dan Ay in hanya mengangguk mengiakan dangan senyuman khas miliknya

“Syukurlah” ucapnya membalas senyum Ay in

“Tentang sekolah yang mengetahui bahwa kalian sudah menikah tak usah kau pikirkan, Eomma sudah mengurusnya jadi kau hanya boleh belajar oke?” ucapan Eomma Kai membuat Ay in kaget, pikirannya kini lari kemana-mana namun Eomma Kai menjelaskannya pada Ay in dan saat itulah Ay in dapat percaya bahkan Ay in lagi-lagi dapat merasakan mempunyai Eomma

“Gumawo Appa,Eomma” ucap Ay in

………………………………………………….

Ay in telah siap untuk berangkat ke sekolah, perasaannya masih ragu ia tak tau harus bersikap seperti apa saat di sekolah karena semua orang sudah tau bahwa Kai dan dirinya sudah terikat tali pernikahan

“Sudah siap, kau yakin ingin kesekolah. Kau bahkan belum keluar rumah sakit?” perntanyaan yang keluar dari mulut Kai dan langsung mendapat anggukan khas dari Ay in yang menyatakan bahwa ia sangat siap

“Baiklah” Kai langsung mengenggam tangan Ay in dan berjalan bersama menuju mobil mewah yang akan membawa mereka ke sekolah

“Kai” panggil Ay in memandang Kai yang tengah memandang keluar jendela mobil

“Aku takut” ucap Ay in dan saat mendengar itu Kai langsung mengenggam erat tangan Ay in dan menatapnya intens

“kau masih belum menjawab pertanyaanku Han Ay In” Ay in bingung karena Kai berucap diluar dari topik yang sedang Ay in bahas, dahinya-pun berkerut saat mendengar ucapan Kai

“Kau ingat, aku mempunyai 3 permintaan tapi yang dulu aku sudah memkainya satu jadi tinggal dua dan saat ini aku mempunyai permintaan kedua dan ketiga, otteh?” jelas Kai dan membuat Ay in mengingat-ingat hal itu dan benar masih ada dua permintaan yang belum Ay in kabulkan

“Apa itu?” tanya Ay in Ragu

“Yang kedua yaitu, lupakan kejadian kecelakaan yang menyebabkan eommamu meninggal, itu bukan salahmu ini semua takdir yang telah ditentukan oleh tuhan jadi kumohon berhenti menyalahkan dirimu sendiri” ucap Kai, Lama Ay in memberikan responnya hingga ia mengangguk dan tersenyum manis pada Kai dan mulai saat ini Ay in-pun bertekat untuk melakukannya walau sulit namun Ay in yakin Eommanya di surga juga pasti akan mendukungnya dan juga Kai akan selalu berada di dekatnya

“Yang ketiga, aku ingin Kau berada disisiku selama lamanya dan terus mencintaiku selama, lama, lama, lama, lama, lama, lamanya” ucap Kai tersenyum saat mendapat anggukan dari Ay in dan tanpa mereka berdua sadari ternyata Ajussi supir tersenyum memperhatikan kelakuan nona dan tuannya

……………….

Kai terus menggenggam tangan Ay in sesampainya di sekolah, tak sedikit orang-orang memandang mereka sambil berbisik-bisik, memandang aneh, hingga memandang kagum namun Kai meyakinkan Ay in untuk terus maju kedepan jangan hiraukan tatapan-tatapan bodoh itu dan hanya percaya pada Kai saja.

Namun saat hampir sampai di kelas Ay in, Kai malah tak melepaskan tangan Ay in dan terus mengenggamnya, bingung satu kata itulah yang terus berputar semenjak Kai membawa Ay in lagi di lapangan basket indoor sekolahnya namun tak ada siapa-siapa di sana hanya mereka berdua

Mereka kini berdua tengah duduk di deretan bagku penonton

“Aku ingin Morning Kiss” rengek Kai

Chu-

Ay in mencium pipi Kai singkat namun bukan senyuman yang Ay in dapat malah Kai kini sedang mempot bibirnya

Chu-

Ay in kembali mencium Kai, namun kini berbeda Ay in mencium Kai di bibir dan saat itulah Ay in membuat kesalahan terbesarnya karena jika ia mencium Kai maka ia akan sulit untuk melepaskannya apalagi ini di sekolah benar-benar bukan Han Ay In

Tak ada pergerakan keduanya hanya menutup kedua mata sambil menikmakti ciuman mereka

“Ay in hentikan semua ini” rengek Ay in pada otaknya dan saat yang sama akhirnya mereka menyudahinya dan Kai adalah orang yang menyudahinya pertama kali walau sebenarnya ia harus berperang dengan insting serta nalurinya sebagai lelaki

“Gumawo” ucap Kai dan menggenggam tangan Ay in lagi keluar dari tempat itu

DOR

Sebuah balon pecah di depan mereka berdua, Kai kaget sedangkan Ay In diam dan detik berikutnya Ay in tertawa terbahak bahak saat menyadari wajah polos Kai saat kaget

Bahkan Tao orang yang mengerjai mereka berdua juga tertawa terbahak-bahak. Namun Kai masih diam memandangi Ay in yang tertawa

“Tetapla jadi seperti ini HAN AY IN” ucap Kai dalam hati

“Yak, Kai masa kau kalah Ay in sudah move on dari  balon dan sekarng giliranmu” ucap Suho datang dengan Sehun, Minri, Luhan, Baekhyun, Chanyeol yang mengekor dan tertawa

“Dasar Kalian” ucap Kai dan mengejar mereka semua sedangkan Minri dan Ay in hanya menatap mereka dengan senang

Kebahagiaan datang bukan saat kita menginginkannya tapi disaat kita mengharapkan dan berusaha kebahagiaan itu terus hadir di kehidupan kita. Terus maju, belajar dari pengalaman dan mencintai orang-orang yang membuat hidup mu terasa penuh dengan kebahagiaan atas kebersamaan.

PROLOG

“Peter pan mu tidak akan pergi darimu Tinkerbell” ucap Kai sambil memeluk Ay in dari belakang menikmati udara malam yang dingin di balkon kamar Ay in

“Kenapa?”

“Kau tau Paterpan bahkan tak bisa melakukan apapun tanpa Tinkerbell, karena tinkerbell-lah perinya ia bisa terbang karena Tinkerbell” jelas Kai mengertkan pelukannya

“Bagaimana dengan Wendy?”

“Wendy? Kurasa wendi adalah ilusi Peterpan, untuk apa mengharapkan seorang Wendy jika suatu saat dia sudah tak berada di  sisi Peterpan lagi” jelas Kai lagi

“Kau adalah tinkerbell ku HAN AY IN. Bahkan Kau adalah Neverland tempatku tinggal sebagai peterpanmu, jadi pada akhirnya Kim Jong In akan selalu ada bersama Han Ay in selama lamanya dan akan tercatat dalam sejarah” lanjut Kai

“Kau berlebihan” gumam Ay In

Ay In membalikkan tubunya menatap Kai

“Kurasa aku sudah tak hidup di negeri dongeng, karena sekarang Kau sudah ada dan membawaku merasakan dunia yang begitu indah terima kasih KAI” ucap Ay in dan detik berikutkan

CHU-

Kai sudah menarik Ay in hinggal bibir mereka kembali menempel

“Kau bahkan akan merasakan lebih dari yang kau tau HAN AY IN” ucap Kai memeluk Ay In dengan erat sedangkan Ay in membalasnya dengan senyum dan menutup matanya menikmatinya

THE END

Yuhoo. Akhirnya selesai juga FF ini, saya sangat berterima kasih pada para pembaca yang sudah meluangkan waktunya untuk membacanya, memberi komen, saran serta kritik itu sangat berguna di kehidupan selanjutnya (haha) tidak lupa kebaikan Admin yang mau memposting hasil pemikiranku ini Jeongmal Gumawo.

Dan Maaf jika chapter 1-10 terdapat kata-kata yang tak berkenan di hati dan banyak Typonya sesungguhnya saya hanya seorang manusia yang tak luput dari kesalahan. Sekali lagi terima kasih dan Maaf

Untuk Trap kalian harus tetap nungguin yah (Promote) dan setelah ini akan ada FF selanjutnya yang akan segerah diliris (haha) semoga kalian suka lagi, Sekian.

Thanks

Ayuni Kartika (Author)

6 thoughts on “PETERPAN (chapter 10) [freelance]

  1. Aku sudah pernah membacanya tapi aku melupakannya dimana aku membacanya tapi aku suka banget sama Ay in dan Kai mereka sangat romantis dan ay in tak takut lagi pada balon.
    Kutunggu next fanfic yang lain ya😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s