PETERPAN (chapter 4) [freelance]

kkgljg

PETERPAN (chapter 4)

Main cast : Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in

Other Cast: Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merrilage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
autor: Ayuni kartika

^HAPPY READING^

saat Kai hendak mengambil air minum tiba-tiba tangan Ay in bergerak dan kelopak mata Ay in pun sedikit demi sedikit terbuka

“Gwencana?” Kai kembali menggenggam tangan Ay in, Ay in yang merasakan genggaman tangan Kai yang hangat hanya bisa tersenyum

“Bagaimana saat ini kau masih bisa tersenyum?”lanjut Kai dengan tatapan yang lembut dan wajah yang terkesan khawatir

“Gwencana Kai,aku dimana?”jawab ay in dengan lemah

“Ini di uks minumlah dulu, ayo kita pulang kau harus istirahat”Kai menyedorkan segelas air kepada Ay in,dan Kai membantu Ay in untuk duduk dan minum

“Gomawo Kai”ay in lagi-lagi tersenyum,tanpa Kai sadari ia juga ikut tersenyum dan membuat kedua insang ini saling berpandangan, tidak berlangsung lama akhirnya Kai memegang tangan Ay in dan mengalungkannya dilehernya dan Kaipun menggendong Ay in.

Ay in hanya bisa pasra dengan perlakuan Kai yang menggendongnya keluar dari uks dan bergegas membawanya ke mobil,semua mata murid di sekolah tersebut terbelalak shok saat melihat perlakuan Kai kepada Ay in,dan berhasil membuat Ay in malu, Suho,Chanyeol,Baekhyun,Sehun,Tao,Luhan dan Minri hanya tersenyum melihatnya

“Kai,aku bisa jalan sendiri”bisik Ay in

“Pabo,bagaimana kau bisa jalan sendiri” jawab Kai, dengan sedikit gertakan agar terkesan menakut-nakuti Ay in

“Aku tidak apa-apa,kau membuat kita menjadi pusat perhatian” bisik Ay in lagi

“Jangan hiraukan mereka” mendengar jawaban Kai, Ay in tersenyum kecil sambil memeluk erat punggung Kai, Sungguh sangat hangat berada di sekitar Kai berbeda yang selalu orang-orang katakan bahwa Kai adalah orang yang dingin.

@mobil

“Aku akan membawamu pulang”kata Kai seraya memakaikan sebuk pengaman kepada Ay in

Ay in hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil memamerkan senyum Khas miliknya

“Tapi Kai kukira kau membawa motor,biar supir ajussi yang membawaku pulang”gumam Ay in dengan nada suara yang sangat lemah dan lirih

“Sudalah kau dengarkan saja aku,supir ajussi yang akan membawa motorku pulang Arasso?”Kai pun menatap ay in dan mendapat anggukan kecil Ay in

Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya merekan pun sampai di kediaman keluarga Kim, Ay in kini terlihat sibuk berkutat dengan mimpinya entah itu mimpi buruk yang mengingatkannya dengan masa lalunya yang kelam ataukah mimpi indah bersama Kai. Melihat keadaan itu Kai hanya bisa menggendong Ay in menuju kamarnya, perasaan aneh yang selalu menerjangnya saat bersentuhan atau berada di dekat Ay in membuatnya bertingkah konyol bahkan bingung akan sendiri dengan kelakuannya.

Kai pun membuka kamar Ay in. Ini pertama kalinya Kai masuk kedalam kamar Ay in. Aroma khas Vanilla langsung memenuhi indra penciuman Kai, ia pun membaringkan Ay in dan menyelimutinya agar kehangatan dapat tersalurkan dari balik selimut hangat milik Ay in. Sebelum keluar kamar Ay in, Kai mengedarkan pendangannya menelusuri seluk beluk kamar milik seorang gadis yang sekarang telah menjadi istrinya itu. Kamar yang dimata Kai hanya dipenuhi oleh satu objek apalagi kalau bukan PETERPAN

“Kai” kata Ay in kembali membuka matanya

“Eo?” jawab Kai yang masih duduk di salah satu tepi ranjang milik Ay in dengan raut wajah yang nampak kaget

“Kau memakai bando ku,kau sangat lucu hahahahaha”mendengar tawa Ay in, Kai hanya bengong dan memandangi betapa cantiknya Ay in saat sedang tertawa tapi lama kelamaan Kai kesal karena Ay in tidak berhenti tertawa

“Kau berhenti tertawa,ini ambil bando mu” kata Kai kesal sambil melemparkan bando itu pada Ay in

“Kurasa orang-orang tadi bukan memandang ku tapi memandangmu hahaha”kata Ay in yang masih tertawa, “Yak” Kai akhirnya mencubit pipi Ay in,dan dengan segerah Ay in berhenti tertawa

“Gumawo”ucap singkat Ay in menatap Kai

“Hm, Istirahatlah”membalas tatapan Ay in namun tatapan kali ini bukan tatapan dingin melainkan tatapan hangat dan lembut

“Kai aku punya permintaan !” kata Ay in

“Apa?”

“aku ingin bertemu appa,besok kan libur lagian rumah appa juga di seoul. Boleh ya?” kata Ay in dengan wajah penuh harap

“besok pagi jam 10 akan kuantar,kau istirahatlah”jawab Kai dan mulai mengambil langkah besar meninggalkan Ay in di kamarnya.

Ay in sangat bahagia akhirnya sedikit demi sedikit Kai sudah bisa bersikap lembut dihadapannya walaupun Kai masih agak dingin namun itu membuat sudut bibi Ay in tertarik ke atas membentuk sebuh senyum Khas milik gadis itu

“terima kasih kai”batin Ay dan mengejapkan matanya dan terbawa ke dalam alam mimpi

Ditempat lain tepatnya di kamar Kai, Kai mulai menenangkan dirinya karena mengingat perlakuannyakepada Ay in. Dia mulai mengacak-acak rambutnya

“bagaimana bisa ini terjadi?bagaimana aku bisa begitu khawatir?sebenarnya apa yang terjadi padaku”desah kai pada dirinya sendiri

Kai yang tidak tahan akhirnya keluar dari kamarnya dan bergegas ke ruang tengah untuk bermain game agar dapat menghilangkan rasa frustasinya

Beberapa jam Kai bermain,dia kelelahan dan tertidur di sofa, tidak lama ia tertidur ada suara bell yang membangunkannya

“tuan muda,teman-teman anda datang” kata seorang ajumma pelayan kepada kai

“ohh,suruh saja mereka masuk kesini” kata kai

Kemudian ajumma pelayan itupun pergi,dan tidak lama muncul lah 7 orang yang tidak asing siapa lagi kalau bukan Suho,Chanyeol,Luhan,Baeknyun,Sehun,Tao dan Minri

Tanpa basa-basi ketuju orang itu langsung bergegas menuju kamar Ay in dan menghiraukan melewati Kai yang sedang duduk di sofa

“yak,yak, kenapa mereka?mereka tidak melihatku?ternyata kalian sudah berani menghiraukanku”desah Kai saat melihat ketujuh orang itu masuk kedalam kamar dengan wajah yang kesal

Dengan kesal Kai mengikuti tingkah ketujuh orang itu dan membuka kamar Ay in

“yak berani kalian menghiraukanku” teriak Kai cukup keras, dan hampir membuat Ay in terbangun, seketika tatapan tajam menerpa Kai

“Aist” desah kai dan duduk dengan ketujuh orang itu di kamar Ay in

“Bagaimana keadaan Ay in oppa?”tanya minri yang menatap Ay in yang tertidur pulas

“hmm,seperti yang kau lihat dia masih butuh istirahat. Kalian juga kenapa langsung masuk kamarnya sebelum melapor kepada ku” gumam kai dengan nada bicara yang cukup kesal

“Kami tidak butuh melapor kepada mu,yang kami khawatirkan Cuma nona bell” ucap Luhan tanpa melihat Kai

“aist terserah kalian”desah kai

“Lihatlah kamar ini penuh dengan interior Peterpan, benar-benar seorang maniak Peterpan”kata suho melihat sekeliling kamar Ay in dan mendapat anggukan dari semuanya kecuali kai yang hanya menatap Ay in

“Kai berhenti menatap Ay in, aku baru melihat matamu berbulat seperti itu saat melihat Ay in”goda baekhyun, sedangkan Sehun dan Tao hanya tersenyum evil ke arah kai

“YAK” teriak kai dan kali ini teriakan Kai berhasil membuat Ay in terbangun dari tidurnya

Saat Ay in membuka matanya dia melihat 8 orang yang berkumpul di hadapannya dengan tersenyum Ay in pun tak bisa menolak membalas senyuman itu

“Ay in gwencana?” tanya minri dan mendapat jawaban anggukan dari Ay in

“Kai oppa ini semua karena mu,liat lah Ay in terbangun. AIISST” bentak minri menatap tajam Kai

“yakk berani kau membentak ku” balas Kai,  bukan permintaan maaf yang diterima  melainkan tatapan tajam lagi dari 7 orang tersebut

“Aisst . Aku keluar dulu mengambil minum dan makanan” kata Kai pasra dan segerah keluar dari kamar ay in

benar-benar ketujuh orang itu sangat menyebalkan”desah kai

setelah Ay in bangun minri dan 6 orang namja tersebut saling berbincang-bincang,dan Kai pun datang membawakan beberapa minuman dan makanan

“AZZA, minri-ahh aku minta roti itu aku sangat lapar” kata Ay in

“in-“ucapan minri belum selesai karena terpotong, “Kalau lapar jangan makan Roti saja,ini bubur makan lah” kata kai sambil memberikan semangkuk bubur ayam

“ahh,gumawo kai” jawab Ay in sambil tersenyum

Mereka bersembilanpun saling berbincang-bincang dan bersenda gurau.

“aku ingin selamanya akan terus begini, aku bahagia sekali bisa bersama kalian. Akhirnya ku tau kebahagiaan bukan hanya sebuah kesenangan namun kebahagian akan sangat bermakna jika kita menikmati kesenangan tersebut bersama-sama orang yang kita sayangi”batin Ay in dan tersenyum saat melihat orang-orang disekitarnya bahagia

“ternyata masa laluku yang kelam tergantikan oleh kebahagiaan yang kurasakan saat ini. Tuhan ku tau kau sungguh adi,l terima kasih telah membiarkanku merasakan ini semua, dan kumohon jangan biarkan kebahagiaan ini berlangsung sementara, aku ingin merasakan kebahagiaan ini sampai aku tidak bisa bernafas lagi”batin Ay in yang masih tersenyum

-skip-

@night

Ay in yang sedang bosan akhirnya ber-inisiatif untuk menonton DVD Peterpannya, inilah yang dilakukan Ay in jika sudah mengingat kejadian 12 tahun yang lalu. Dengan membawa selimut menuju ke ruang tengah

Ay in pun menonton dengan selimut yang menutupi bagian paha hingga ujung kakinya sambil meminum susu dan biskuit. Saat yang sama kai membuka kamar dan melihat ternyata ada seorang gadis yang sibuk menonton Peter pan dilayar televisi. Kai pun menghampiri ay in dan duduk disamping Ay in

“ahh,Kai kau mengagetkan ku”kata Ay in dengan wajah yang lumayan kaget

“Peterpan lagi?” tanya Kai dengan pandangan tetuju pada layar televisi

“Menurutmu apa lagi?”jawab Ay in yang akhirnya mengalihkan pandangannya dari kai menuju layar tv

Kai menatap gadis disampingnya yang tengah sibuk menonton sambil beberapa kali meminum susu hangatnya. Ay in yang merasa terusik karena sepasang mata yang menatapnya

“Kau kenapa Kai?” tanya Ay in sedaangkan Kai kini memandangnya dengan intens

Kai medekatkan wajahnya ke wajah Ay in dan mulai menghapus sisa susu yang ada di sudut bibir Ay in menggunakan tangannya dengan lembut dan berperasaan dan itu berhasil membuat semburan merah meronah keluar dari wajah cantik Ay in. Kai menyadari perlakuannya dan segerah bengkit dari tempat duduknya berjalan meninggalkan Ay in yang masih membeku

“Kai Gumawo” ucap ay in

“hmm,sudahlah jangan nonton terus istirahatlah kita besok akan kerumah appa cepatlah tidur” jawab kai tidak berbalik menghadap Ay in karena kai sebenarnya juga gugup dan tak sadar apa yang tadi ia lakukan

“kai kurasa aku mulai menyukaimu”batin Ay in, seraya mematikan tivi dan bergegas masuk ke kamar dan merebahkan badannya di kasur kemuadian mengejapkan matanya

Di kamar kai. Kai tidak bisa menutup matanya ia masih mengingat hal yang baru saja ia lakukan, kepada Ay in.

“apa aku mulai menyukaimu Nona bell”lanjut kai dan berusaha untuk menutup matanya dan ia pun tertidur lelap

@Sunday morning

Dikamar Kai, Kai belum bangun karena ia masih mengantuk gara-gara memikirkan Ay in. Tiba-tiba sesorang membuka kamar kai dan melihat kai yang masih tertidur pulas. Padahal mereka mempunyai janji jam 10 gan sekarang sukah jam 09.15

“yak Kai irona,irona,irona”teriak Ay in mengoncang-goncang tubuh kai,tapi kai tidak bergeming

“Kai, ini sudah jam 09.15, kau bilang mau mengantarku ke rumah appa?” lanjutnya tapi ay in mulai memukul kai dengan bantal

“Kai Irona,kai iro-“ belum sempat Ay in melanjutkan kata-katanya,sebuah tarikan tangan besar milik Kai sehingga membuat Ay in tehempas di atas ranjang dengan posisi saling berhadapan dengan Kai yang belum membuka matanya

DEG tiba-tiba jantung minri berdetak tak karuan dan wajahnya kini ,mulai muncul meronah merah yang membuatnya semakin cantik

“Nona bell jika kau tidak mau diam,aku akan melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal” kataKkai tanpa membuka matanya.mendengar kata-kata Kai,Aay in terbelalak dan duduk di ranjang Kai dan semburan merah dari wajah Ay in belum pudar.

“Jika kau tidak mau bangun, aku akan pergi sendiri” jawab kesal Ay in,mendengar itu Kai pun Bagun dan duduk di hadapan Ay in

“Jika bukan karena eomma meralangku membiarkan mu pergi sendiri, aku akan membiarkan mu pergi sendiri” jelas Kai, dan saat mendengar itu Ay in tampak kecewa. Kai sadar dengan kekecewaan Ay in dan entah mengapa wajah Ay in kini menjadi hiburan tersendiri untuknya

“Aku akan mandi, sampai kapan kau akan duduk di situ oeh?dan satu hal lagi kau akan menyesal jika masuk dikamar ku lagi Arasso?” lanjut kai

“hmm, cepatlah aku sangat rindu pada appa ku, aku tidak akan masuk kamar mu lagi” jawab kesal Ay in seraya bangkit dan jalan tertunduk samapi tidak melihat ternyata pintu kamar itu tertutup

BRRUUKK

“ahh appo” rintih Ay in, melihat kejadian itu kai hany tersenyum

“Yeoja pabo, makanya kalau jalan pake mata. Pantas saat pertama kali bertemu dengan mu kau menabrakku dasar CEROBOH” ejek kai

“aisst, CEPATLAH MANDI” dengan kesal Ay in membuka pintu dan menghilang dari kamar tersebut

“aistt pabo,Ay in Pabo,pabo”umpat Ay in dalama hatinya karena kejadian tadi seraya mengacak-acak rambutnya

Ay in pun kembali ke kamar dan menyisir rambutnya dan BINGO ia memakai bando itu lagi,ia akan selalu memakainya karena sekarang ia tau kalau bando itu dari Kai

-skip-

Mereka berdua telah siap dan bergegas untuk pergi

“Ajumma,mungkin kami pulang malam jadi, tidak usah kau memasak yah” kata Ay in dibalik jendela mobil

“Ne,agassi kau hati-hati dengan tuan muda” jawab ajumma sambil tersenyum dan melambaikan tangan dan Ay in pun membalasnya dan kaca mobil pun tertutup

Saat diperjalanan tidak ada percakapan karena Ay in masih kesal sama kai karena sikapnya tadi, begitu pun dengan kai karena dia juga sibuk menyetir

“Kenapa kau memakai bando itu lagi” akhirnya kai membuka pembicaraan

“hmm, karena kau dulu bilang aku cantik dengan bando ini” jawab singkat tanpa ekspresi dari Ay in karena masih kesal

“ck,kau telalu percaya diri nona bell” kata Kai, dan berhasil membuat Ay in menatapnya dengan tatapan bingung dan senyuman licik

“Nona bell?kenapa kau memanggilku seperti itu?”tanya antusias ay in menatap kai dengan tajam, mendengar itu kai kaget

Satu lagi kesalahan Fatal yang dibuat oleh Kai, dan itu semakin menunjukkan bahwa Kai tanpa sadarnya mulai tertarik dengan Gadis yang bukan lain adalah istrinya sendiri

“ahh, it..u karena hyung ku sering memanggilmu begitu jadi aku ketularan”jawabnya agak gugup

“hmm begitu kah” mendengar itu Ay in kembali kecewa dan mempot bibirnya, kai melirik singkat Ay in dan tersenyum lagi

“kau mengharapkan apa?” tanya Kai dengan nada datar seperti biasa yang ditujukkannya

“yakk,aku aku anio, fokus saja kau menyetirnya” kata Ay in gagap, dan berhasil membuat sekali lagi kai tersenyum karenatingkahnya

Selang beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai, memang rumah appa Ay in masih di seoul karena melanjutkan bisnis tapi karena berhubung Ay in sudah menikah jadi ay in haarus tinggal bersama kai

“Appa” teriak Ay in saat mulai masuk ke rumah itu dan diikuti oleh kai

“Appa” lanjutnya tapi tidak ada jawaban

“Kai ini semua karena mu ini sudah jam 12 pasti appa sekarang ada di restoran” kata Ay in

“Baiklah kita kerestoran sekalian kita makan, aku sangat lapar” jawab Kai

“Baiklah”

@restoran

“Appa” teriak Ay in saat melihat appanya di ruang kerjanya

“Ahh chagia, jeongmal bogosipoyo” kata appa sambil memeluk anak semata wayangnya itu dan pemandangan itu dilihat oleh kai “nado appa”jawab Ay in

“ohh jongin, apa kabar nak?” melepas pelukan dari Ay in, appa ay in langsung memeluk kai dan melepasnya. Ini pertama kalinya kai merasakan pelukan seorang ayah lagi setelah ayahnya meninggal dan kai sangat merasa nyaman dan hangat

“Baik appa” sambil membungkuk 90 drajat

“Ayo duduk, bagaimana kabar ommamu jongin?pasti dia sangat sibuk mengurus perusahaan di jepang.suruhlah ommamu beristirahat sekali-kali” tanya appa ay in tersenyum kearah kai dan Ay in

“kurasa dia baik appa. Iya, saya selalu menyuruhnya istirahat appa” jawab Kai

“Kppa jongin lapar, dari tadi saat di mobil dia menggerutu terus” kata Ay in sambil melirik Kai dengan senyum licik

Mendengar itu appa Ay in pun tertawa dan di ikuti oleh Ay in dan kai hanya pasrah dan tersenyum pahit, karena Ay in membuatnya malu didepan appa dan tidak bisa dipungkiri memang kai sedang kelaparan

“Aigo, kenapa kau tidak bilang, tunggu sebentar yah” appa Ay in pun meninggalkan Ay in dan kai

“Kau membuatku malu di depan appa” dengan wajahyang kesal kearah Ay in

“Kai aku membantumu, daripada kau mati kelaparan” kata Ay in sambil menahan tawanya

Tidak lama kemudian datanglah makanan yang banyak dan enak, kai dan Ay in pun makan dengan lahap. Sampai akhirnya mereka pun berpamitan kepada appanya dan meninggalkan restoran itu

“Kai” panggil Ay in yang sibuk menatap keluar jendela mobil

“hmm” jawab kai yang berkonsentrasi menyetir

“ayo kita ke sungai Han, semenjak aku di seoul aku tidak pernah ke situ, ayolah !” kini Ay in menatap Kai dengan tatapan penuh harap

“ini sudah jam berapa?” tanya kai

“ini baru jam 5 kai, jebal ye?” dengan nada memohon

“hmm baiklah tapi kau bawa jaket kan?terlihat mendung pasti sangat dingin”

“Iya aku bawa, AZZA kita ke sungai han” ucap ay in sambil tersenyum ke arah Kai, Kai melirik Ay in singkat dan mendapati senyum khas dari yeoja di sampingnya ini Kai hanya membalas senyumannya kecil.

“kai, apa kau mengkhawatirkan ku? Ahh aku sangat senang saat kau tadi bertanya” gumam Ay in dalam hati dan masih menatap Kai dengan tersenyum

“aku tau aku tampan, berhenti memandangku seperti itu” kata kai

“oeh? Kai kau terlalu percaya diri, konsentrasilah menyetir” mendengar jawaban Ay in, kai hanya bisa terkekeh

Akhirnya mereka berduapun sampai di sungai han, dan benar saja angin bertiup lumayan kencang tapi itu tidak membuat niat Ay in duduk di pinggir sungai han terhenti.

“Kai,aku ingin bermain hujan-hujan ya?” tanya Ay in

“Neo michesso?” jawab kai

“Anio, begini saja jika kau mengabulkan permintaan ku kali ini, aku akan mengabulkan 1 permintaan mu apapun” dengan tatapan polos Ay in

“Andwe, 3 permintaan karena hari ini aku mengabulkan 3 permintaan mu jadi kau juga harus mengabulkan 3 permintaan ku” Kai membalas tatapan Ay in dan Kai cukup terkesima saat melihat rambut Ay in yang bergelombang beterbangan karena angin

“mwo?aku hanya meminta satu, itu untuk bermain hujan-hujan”

“pertama aku mengabulkan kau bertemu appa,kedua aku mengabulkan kau pergi ke sungai han dan yang ketiga aku membiarkan mu bermain hujan-hujan otte?” jelas kai dengan tatapan datar kearah Ay in

Mendengar kata-kata kai Ay in hanya bengong dan menyadari itu kenyataan yang benar mau tidak mau Ay in hanya mengangguk mengala, dan melihat itu kai hanya tersenyum kecil di saat yang sama hujan pun mulai turun.

Ay in sedang berlari-lari di hadapan kai dan semua badannya kini basah kutub

“Kai-ahh kau masuklah didalam mobil,lihatlah bajumu jadi basah semua”

“Anio, aku mau menemanimu” kai pun berlari kearah Ay in

Mereka saling mengejar-ngejar satu sama lain, mereka juga saling berpegang tangan dan berputar-putar, dan yang membuat Ay in lebih bahagia adalah Kai menggendongnya dan berputar bersamanya. Mereka sangat bahagia dan membuat orang-orang melihatnya berdecak lagum dan iri

“tuhan sekarang ini aku sangat bahagia”batin Ay in saat melihat kai mengejarnya

jika memang dia memang tajdirku aku memohon pada mu tuhan jangan pernah kau memisahkan ku dengannya” batin kai sambil mengejar Ay in

“aku akan memanfaatkan 3 permintaan ku nona bell”lanjut kai dengan senyuman di wajahnya

Mereka masih menikmati bermain hujan-hujan, hingga akhirnya hujan berhenti dan mereka berdua pun bergegas untuk pulang dan lagi-lagi kai memakaikan pengaman untuk Ay in

“gumawo kai” ucap Ay in, dan mendengar itu kai hanya tersenyum ke arah Ay in

“kai kau sangat tampan saat tersenyum” lanjut Ay in, kai mendengar itu hanya terkekeh

“apa kau bilang,aku tidak dengar” jawab kai, padahal diaa sangat mendengarnya

“anio”

“apa yang kau kat- Accciiuu” belum sempat kai menyelesaikan kalimatnya,kai tiba-tiba bersin dan membuat Ay in tertawa

“sepertinya kau terkena flu kai,aistt kai kukira kau orang yang kuat tapi ternyata baru bermain hujan-hujan sebentar kau sudah terkenah flu” ejek Ay in

Mendengar itu kai hanya menatap tajam Ay in, Merasa sedang di tatap Ay in pun mengalihkan pendangannya kearah jendela.

“cepatlah menyetir, aku capek mau istirahat” ucap Ay in dengan pandangan kearah jendela

“ck,sekarang kau seprti tikus yang basah kuyub” ejek kai, Ay in kesal tapi tersenyum mendengar ucapan kai

“mwo,bagaimana dengan mu :P” kai yang melihatnya hanya terkekeh dan mulai menyetir menuju ke rumah

tikus yang basah kuyub,hah? Bagaimana dengannya dasar napeun namja”umpat Ay in dalam hati

“tapi kenapa aku bahagia?melihatnya tersenyum kearah ku. Tuhan apa mungkin sekarang aku sudah menyukainya?”lanjutnya

“kai” ucap Ay in

“mwo?”

“gumawo sudah memilihnya untukku”ucap Ay in sambil memegang bandonya

“oeh?itu bukan aku yang beli” jawab kai

“tapi kau yang memilihnya, bagaimana pun ini darimu aku akan menjaganya”

“hmm terserah kau saja” jawab kai dengan senyum tipisnya

“aku ingin sekali memberi mu itu dengan tanganku sendiri, tapi saat itu aku masih memikirkan egoku dan aku senang kau menyukainya”batin kai
TBC

6 thoughts on “PETERPAN (chapter 4) [freelance]

  1. Makin so sweet mereka berdua, bikin iri -_-
    Sepertiny mereka sudah saling suka de.
    Kira2 apa y 3 permintaan Kai nantiny.
    Pokokny keren de ffny, ditunggu next chapny…
    #Keeowriting#Hwaitting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s