PeterPan (chapter 6) [freelance]

kkgljg

PeterPan (chapter 6)

Main cast : Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in
Other Cast: Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merrilage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
autor: Ayuni kartika

KAI POV

Sedikit demi sedikit aku mulai membuka mataku yang sedari tadi masih merasa berat dan saat mataku terbuka dengan benar aku hanya melihat gadis yang sedang tertidur tepat dihadapan ku dan apalagi ini tanganku melingkar di pinggangnya yang ramping tapi yang membuatku tak bisa menawan tawa adalah wajahnya yang penuh dengan coretan-coretan yang tak jelas

Akupun menarik tangan ku dan mulai bangun dengan hati-hati karena tak ingin dia terbangun, kuamati wajahnya yang yang penuh dengan r sedang tertidur wajahnya begitu tenang damai dan cantik ahh tidak dia sangat cantik.

tuhan dia begitu cantik, tuhan kini aku tau perasaan ku. Sekarang aku menyukainya rasa benciku menghilang entahh kemana. Apa ini karma yang kau berikan untukku tuhan, tapi jika ini memang karma yang kau berikan kepada ku, ini merupakan karma terindah. Terima kasih tuhan telah menjadikan dia sebagai takdirku” sergaku dalam hati dan masih kuamati wajahnya yang seputih susu tanganku pun mulai bermain dengan rambutnya yang bergelombang dan selalu terurai yang membuatnya akan semakin cantik dimataku

Ohh tidak kenapa jantungku tiba-tiba berdetak tidak normal. Akupun menggendongnya dan berniat membawanya ke kamarnya. Saat kuletakkan ia di ranjangnya, kenapa tubuhku tidak ingin beranjak dari kamar yang penuh dengan pernak pernik peter pan. Aku menatap sekeliling isi kamar ini dan hanya satu objek yang membuatku tersenyum dan itu adalah seorang gadis yang masih tertidur dan dengan segerah aku menarik selimutnya hingga menutupi bagian dada tubuh mungilnya.

Saat ingin membuka pintu tiba-tiba aku teringat saat Ay in menciumku

“kalau kau mencuri ciuman ku saat aku tertidur kenapa aku tidak bisa” ucapku dan tersenyum evil ke arah Ay in masih tertidur pulas. Dan berbalik kembali menuju ranjang Ay in

“maafkan aku, karena mencuri ciuman dari mu saat tertidur”ucapku sambil membelai rambutnya yang menghalangi wajahnya

Akupun mendekatkan wajahku dengan wajahnya

CHU-

Satu ciuman ku pun mendarat bebas di pipi halus Ay in, tapi ciuman ini tidak membuatku puas saat pandanganku menatap wajahnya pandanganku teralikan saat melihat bibir berwarnah merah mudanya

CHU

Tanpa aba-aba akupun mendaratkan bibirku di bibirnya dan sensasinya sunggu manis. Akhirnya aku menjauhkan wajahku dari wajahnya yang cantik bahkan sangat cantik

“mulai sekarang aku akan selalu menjagamu dan melindungimu, karena sekarang aku tau perasaanku. Hatiku sudah kau curi jadi kau harus bersamaku selamanya untuk bisa mempertanggung jawabkannya”ucapku kearahnya seraya membelai pipinya

“mudah-mudahan tadi itu menjadi first kiss mu Ay in, tapi kalau dipikir-pikir pasti tadi itu first kiss mu. Karena kau adalah yeoja yang polos yang pernah kutemui dan hanya boleh aku yang mencium bibirku oeh?”ucapku lagi

CHU

Satu ciuman lagi kudaratkan di dahi yeoja yang kusayangi ini.

semoga akan selalu begini karena aku mencintaimu Ay in. Kau merupakan cinta pertama ku,Kau orang pertama yang dapat merubahku sejauh ini. Terimah kasih.batinku

“selamat tidur nona bell” akupun tersenyum dan segerah pergi dari kamar yang beraroma tubuh seperti ay in

Setelah masuk di kamarku

“YAAKKK, ini gila kenapa wajahku juga tercoret-coret. Dan ini semua pasti ulah Kalian” teriak Kai di depan cermin sambil mengingat orang-orang yang sangat suka jail padanya dan Ay in

-skip-

Ay in POV

Sinar matahari mulai masuk ke dalam sela-sela kamarku dan kurasakan cahaya matahari itu menerpaku. Saat kubuka mataku aku sudah berada di dalam kamar, seingatku kemarin aku tertidur diruang tengah kenapa aku malah disini.

“Pasti ini semua karena mu kai”pikirku, akupun tersenyum karena mengingat memimpi ku, Kai membelai rambutku dan menciumku

“mimpi yang indah, tapi itu seperti nyata tapi tidak mungin kai menciumku” ucapku masih dengan senyuman sumringan khas dari wajahku

Daripada memikirkan sesuatu yang tidak nyata, akupun bergegas untuk pergi ke kamar mandi dengan maksud membersihkan diri

“AIST, ada apa dengan wajahku?” ucapku sedikit berteriak

“Aist pasti ini semua ulahmu Kai”

Setelah membersihkan diri dan memakai seragam sekolah akupun duduk dimeja rias sambil tersenyum karena teringat mimpi itu lagi dan mulai memainkan sisir dikepalaku masih dengan senyuman yang tenti-tenti terpancar diwajahku dan saat yang sama aku melihat bando yang diberikan kai, akupun memakainya dikepala kecilku masih dengan senyuman

“AZZA bando itu menambah kecantikan mu Ay in”ucapku sambil melihat pantulan diriku dicermin, akupun berdiri dan mengambil tas dan berjlan keluar pintu

“Peter Pan kuharap hari ini menjadi hari yang indah seperti dalam mimpiku” ucapku seraya menatap boneka peterpan yang dulu omma berikan kepada ku dan membuka pintu dan berjalan keluar dari kamar.

DEG

Aku kaget saat melihat Kai telah duduk dimeja makan, entah kenapa jantungku tiba-tiba merengek untuk keluar saat melihatnya

DEG

Apalagi ini kenapa dia tersenyum kearah ku tapi aku berusaha untuk ketus

“tuhan bisakah kau menghentikan waktu saat ini liatlah dia saat tersenyum, omg dia tampan ah aniya dia tidak tampan tapi dia sangat tampan. Bagaimana ini jantungku bereaksi tidak normal lagi” umpatku dalam hati deraya memgang dadaku yang tak henti-hentinyaberdetak tak normal

Yang harus aku lakukan saat ini hanya besikap normal seperti biasa agar kai tidak mencurigai ku. Saat melihanya tersenyum lagi kearahku aku hanya bisa membalas senyumannya dengan manis

“ayo kita sarapan”panggilnya kearahku,aku hanya bisa mengangguk sembari bejalan kearah meja dan duduk tepat dihadapannya

“Kai, kau tau Wajahku tadi sangat menakjubkan penuh dengan polesan-polesan maha karya, entah siapa karya itu” ucapku kerus

“itu bukan ulahku, kau tanyakan saja pada ketujuh orang aneh yang sepertinya datang kemarin” ucap Kai

Tak biasanya Kai membalas perkataan ku dan tadi juga ia tersenyum kearahku, Apa Kai masih sakit ia masih sempatnya bertingkah aneh dihadapanku

“kau kenapa Kai?hari ini kau berbeda?” tanya ku heran dan dengan salah satu alisku terangkat

“aku?aku baik-baik saja, hari ini kau yang telat bangun” masih dengan senyumnya yang evil seraya mengoleskan selai pada rotinya, mendengarnya aku hanya ber-oh ria

“tapi entah kenapa hari ini kai tampak aneh”batinku sambil menatapnya dengan senyuman ku

“tuan muda, agassi kemarin teman-teman anda kemari tapi karena anda berdua ketiduran makanya kembali pulang. Tapi sebelum pulang mereka menitipkan ini”ucap ajumma pelayan dan menyodorkan sebuah secarik kertas

“Sudah kubilang pasti mereka datang”ucap Kai ketus sambil menatap surat yang diberikan oleh ajumma

Tanpa aba-aba Kai mengambilnya, akupun memajukan wajahku unutk melihat apa yang mereka tulis dalam kertas itu

Dear KAI IN

Hahahaha kami tak hentinya menahan tawa karena kelakuan kalian kemarin, tapi kami senang melihat kalian tidur bersama. Maaf mengganggu tapi kami mengerjai kalian sedikit kami titipkan sebuah foto kepada ajumma pelayan

Aku dan kai hanya mengerutkan dahi karena tidak mengerti apa yang dimaksud dari surat ini

“ajumma mana fotonya”ucap Kai. Ajumma memberikan dua buah foto

Foto pertama terlihat kai dan aku sedang tertidur saling berhadapan

“foto apa ini?”tanya ku kearah Kai kulihat Kai hanya tersenyum

Foto kedua masih samaa Kai dan aku sedang tertidur saling berhadapan tapi muka kami berdua tercoret coret. Melihat foto itu aku tak bisa menahan tawa karena melihat wajah Kai

“hahaha, Kai wajahmu jelek sekali”kataku mengejek dan kali ini aku mendapat terjangan dari tatapan dingin dan tajam kai

“kau kira Cuma aku yang jelek kau juga”dia pun menjulurkan lidahnya kearahku, aku tidak pernah melihatmu seperti ini Kai. Aku sangat bahagia

“yang ini kau yang ambil dan yang ini aku yang ambil” ucapnya sembari memberiku foto pertama kearahku sedangkan dia mendapatkan foto yang kedua

“ini tidak adil, aku mau yang itu” gumamku sambil menunjuk foto yang kedua

“andwe, ayo kesekolah ini sudah terlambat” lanjutnya tiba-tiba saja menarikku dan berlari kecil menuju garasi tempat motornya terparkir

“hari ini kai benar-benar aneh, apa lagi ini. Kenapa dia membawaku diparkiran motornya”pikirku

“naik” gumamnya

“mwo?shiro. kenapa aku harus naik, aku akan naik mobil bersama ajussi supir”

“ini juga bukan mauku pabo, ajussi supir tidak kerja hari ini putrinya sakit jadi dia harus menjaga putrinya”

“mwo?pabo?” ucapku setengah berteriak dengan wajah yang kesal. Kesal karena tidak tau kenapa hari ini Kai tampak berbeda, kesal karena tidak mengerti apa tujuan Kai melakukan ini semua,kesal karena perlakuan Kai bisa membuatku semakinsuka kepadanya dan kesal karena selalu mengataiku PABO

“kalau tidak mau per-“ belum sempat ia melanjutkan kalimatnya, aku segerah naik di motornya

“pegangan yang kuat”ucapnya lagi dan kini tangannya meraih tanganku dan menyuruhku untuk memeluk pinggangnya dengan pasra akupun mengikutinya dan senyumku kembali memancar,mungkin saat ini wajahku tampak seperti kepeting rebus

Sunggu sangat hangat”batinku seraya mempererat pelukanku karena ia memacu motornya dengan sangat cepat

-skip-

Semua orang melihatku turun dari motor Kai, tatapan-tatapan itu selalu saja menghujaniku tatapan yang membuatku tak nyaman dan tatapan yang sungguh sangat ku benci tapi entah mengapa mungkin karena Kai aku merasa nyaman walau dengan hujanan tapapan kejam,sinis dari hampir semua yeoja di sekolah ini

“gumawo, bye” ucapku pada Kai sembari memberinya helm yang tadi kupakai dan segerah kuberlari menuju kelasku tanpa menghiraukan tatapan aneh dari orang-orang

KAI POV

Senyumku tidak pernah pudar bila memikirkan hal tadi, betapa hangatnya pelukan dari Ay in. Aku baru merasan pelukan seorang yeoja selain ommaku sendiri dan ini membuatku sangat bahagia

Saat aku berjalan di koridor sekolah orang-orang menatap aneh kearahku, mungkin karena saat ini aku tak sedingin biasanya dan menatap mereka dengan tatapan kosong melainkan sebaliknya aku menatap mereka dengan hangat sambil tersenyum

“Oppa pagi” ucap seorang yeoja

“pagi” entah setan apa yang merasukku hingga aku membalas perkataannya, semua berubah saat aku mengenal seorang gadis yang tak henti-hentinya membuat jantungku berdetak tak normal

“Oppa kau sangat tampan bila tersenyum” mendengar perkataan yeoja itu aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman, sungguh sekarang aku telah menjadi orang yang benar-benar berubah 360 drajat karenamu Ay in.

-skip-

@2-D

AY IN POV

“Ay in”teriak seorang yeoja yang begitu kukenal suara khasnya yang biasanya cerewet

“ahh minri-ahh..” aku menghentikan ucapanku karena aku kaget saat melihat ada sebuah luka di sudut bibir sahabatku ini

“minri-ahh kenapa dengan bibirmu”lanjutku sambil memegang lembut sudut bibir minri, dan yang kudapati hanya sebuah senyuman khas yang cantik dari Minri

“kemarin aku jambak-jambakan loh sama 5 orang yeoja yang riasan wajahnya seperti ajumma-ajumma Ay in”gumamnya semangat dan aku hanya tertegun karenanya ternyata walau bibirnya luka dia tetap cerewet

“mwo?jambak-jambakan terus?”ucapku dengan wajah yang penasaran, bagaimana mungkin Minri dengan semangatnya menceritakan pengalaman pahitnya dengan wajah yang berseri-seri bagaikan suatu penghormatan baginya

“ne awalnya aku kalah dan ini semua karena ulah mereka, tapi oppaduel menolongku dan kautau apalagi?” kulihat diwajahnya mulai timbul merah merona yang membuatnya semakin manis

“kau jangan membuatku penasaran minri-ahh, selanjutnya apa lagi”

“Sehun memelukku saat di uks” bisiknya di telingaku setelah itu dia menundukkan wajahnya dihadapanku melihat itu aku hanya terkekeh kecil

“waah daebak. Jadi sekarang kau menyukainya”akupun melirik setan kearahnya

“molla. Tapi kuharap begitu”

Kami berdua pun saling memandang dan diakhiri dengan suara gelak tawa, tiba-tiba kami berhenti tertawa karena ada 5 orang yeoja yang sedang berdiri dihadapan kami. Aku hanya bisa menatap minri bingung

“kalian mau apa lagi?mau jambak-jambakan lagi” bentak Minri dengan wajah yang tampak sangat kesal

“minri-ah tenanglah. Nuguya?” bisikku

“mereka yang menjambakku kemarin Ay in”mendengar itu aku hanya bisa membulatkan mata dan menatap keliam yeoja itu dengan tatapan tajam

“kalian jangan sakiti Minri, sebenarnya target kalian salah yang seharusnya kalian jambak itu aku” ucapku menatap kelima yeoja-yeoja itu

“m..ii..a..nhe” ucap kelima yeoja itu secara bersamaan sambil tertunduk 90 drajat kearahku dan minri

“mianhe,jeongmal mianhe. Kami menyesal melakukan itu” Minri yang mendengarnya membeku dan aku hanya bisa tersenyum dan memukul pelan lengan minri

“sudalah yang lalu biarlah berlalu, aku memaafkan kalian” ucap Minri sambil tersenyum, melihat itu aku hanya mengangguk ke arah kelima yeoja itu

“gumawo” mereka pun berlari keluar kelas, aku dan minri hanya saling memandang dan saling melemparkan senyuman

-skip-

Kai POV

@2-B

“Kai, kau sudah sembuh?” tanya sehun

“hmm, kalau tidak sembuh bagaimana aku ke sekolah”

“Kai aku tau kau sembuh karena nona bell kan?”lanjut Tao, mendengar itu aku hanya tersenyum ke arah sehun dan Tao

“yak, sejak kapan kau pandai tersenyum” tao melikku dengan lirikan evil dan kujawab saja dengan bahu yang terangkat

“mungkin semenjak mengenal orang yang paling ceroboh dan pabo” mendengar itu Tao hanya dan Sehun tertawa terbahak-bahak diikuti senyuman parah hyung ku

“kemarin kalian mengerjaiku kan?” ucap ku dengan tatapan mata yang tajam seakan mengintrogasi tapi yang kudapati dari orang-orang aneh ini hanyalah segelintir tawa

“tapi kau kelihatan menyukainya” ucap Sehun dan saat itulah aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk

“aku butuh bantuan kalian dan hyung”lanjutku,mereka pun langsung mengerutkan alisnya dan dengan segerah aku membisikkan ide gilaku kepada saudara-saudaraku yang gila-gila ini,setelah mendengarnya mereka tersenyum evil dan akupun juga tersenyum evil kearahnya

-skip-

DDDRRRIIINNNGGG

Autor POV

Dentingan bell menandakan satu sekolah untuk melakukan istirahat akibat pelajaran-pelajaran yang membosankan menurut para murid

Dikantin Ay in dan minri saling bebincang dan kerap kali mereka akan tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Exo tidak berada dikantin mereka sibuk menyiapkan menyiapkan ide konyol Kai di lapangan basket indoor.

“cek,cek,cek” suara yang terdengar dari pengeras suara milik sekolah itu(maaf autor tidak tau apa namanya)

“Ay in kau dengar itu, itu mirip suara Suho oppa” ucap Minri dan Ay in hanya mengangguk semua orang yang bebicarapun terkesiap karena tidak sabar mendengarkan apa yang akan  kapten sekolah ucapkan

“diberitaukan kepada Nona bell- ahh mianhe maksudku nona HAN AY IN agar segerah ke lapangan basket sekarang”

AY in POV

Aku terdiam membeku mendengar apa yang dikatakan suho oppa

“apa lagi ini”batinku

Minri yang sedari tadi memukul lengan ku langsung menarikku ke lapangan basket diikuti oleh hampir semua murid-murid sekolah

“ay in apa yang akan dilakukan oppaduel padamu di lapangan basket” ucap minri

“molla”

@lapangan BASKET

Semua orang duduk di bangku penontong sedangkan aku bingung harus bagaimana Minri menarikku ke tengah lapangan dan BINGO aku terkesima saat melihat keadaan lapangan basket kini berubah menjadi Nerverland tempat peterpan dan tinkeball tinggal

Minri meninggalkanku yang masih tak henti-hentinya terkagum-kagum karena ini semua. Tiba-tiba sebuah layar besar menampilkan film peterpan dan aku hanya bisa membeku dengan suasana ini

“Apa kau suka?” ucap seorang namja yang sangat aku kenali suaranya yang berada di belakangku, seketika aku membalikkan badanku dan lagi-lagi aku hanya membeku melihatnya tersenyum

omo kai kenapa kau sangat tampan dengan senyuman itu,apa kau yang menyiapkan ini?,kenapa kau memakai topi peter pan?otokke aku sangat menyukaimu aniya setelah ini aku sadar aku mencintaimu”umpatku dalam hati dan masih membeku di temaptku melihat ke arah kai

“kenapa kau diam saja, apa kau menyukainya?”dia pun mendekat kearahku tanpa aba-aba aku tersenyum dan mengangguk kearahnya kecil

Saat melihatku mengangguk dia tersenyum dan langsung menarikku dalam pelukannya yang sangat hangat tak ada yang bisa kulakukan selain membalas pelukannya, kudengar semua yeoja yang ada ditempat ini berteriak histeris.

1 menit

2 menit

3 menit

Kami hanya saling mendekap dan kaipun melepaskan tautan tubuh kami. Dia terus memandangku dengan senyuman yang sangat tullus menurutku dan akupun begitu hanya memandangnya seraya tersenyum. Jarak wajah kami sangat dekat

5 centi

1 centi

Akupun menutup mataku. Bukan sentuhan bibir yang kudapatkan tapi hanya sebuah ciuman singkat di dahiku tapi aku tetap senang dan sangat bahagia

“nona bell buka matamu, kau jangan berharap lebih”ucapnya, mendengar itu aku langsung membuka mataku dan menunduk entah semerah apa kini wajahku hanya gara-gara seorang Kai

“a..nni.o, siapa juga yang berharap lebih”jawabku dengan kesal sambil membalikkan badan membelakanginya tapi sayangnya itu tidak berhasil ia langsung mengunci kedua tangan ku dan kutatap lagi bola matanya yang kini msudah tak dingin dan kosong seperti dulu

“HAN AY IN WOULD YOU BE MINE GIRLFRIEND?”teriaknya dan sontak aku kaget dengan kata-katanya. Semua orang yang mendengarnya pun teriak histeris, entah suara bising bagaikan sedang menonton sebuah konser terdengar hanya karena Kai

Aku bingung,aku tidak tau harus melakukan apa. “Tapi dia menyuruhku menjadi pacarnya padahalkan kita sudah menikah, aisst dasar Napeun Namja”desahku dalam hati. Kutatap dia

“AKU TIDAK MAU” teriakku, dan itu berhasil membuatnya bungkam seribu bahasa dan tersirat jelas wajah kecewa dari Kai. Entah kenapa tiba-tiba lapangan basket yang riuh akibat histeri yeoja-yeoja sekolah seketika bungkam dan tak ada suara

“wae?”ucapnya dengan nada yang lemas dan merenggangkan pegangan tangannya dariku, tapi kini terbalik aku yang mengunci kedua tangannya dan itu berhasil membuatnya shok melihat tingkah Kai aku hanya terkekeh kecil. Mungkin dia bingung dengan apa yang kulakukan dia mengerutkan dahinya

Akupun mendekatkan wajahku dengan wajahnya ia masih saja membeku

“bagaimana aku bisa jadi pacarmu kalau sekarang aku sudah jadi istrimu pabo”bisikku ditelinganya sengaja agar orang-orang tidak mendengarnya. Setelah kukatan kujauhkan wajahku dari wajahnya dan iapun tersenyum manis ke arahku

“ahh pabo,bagaimana aku lupa. Tapi jika orang tau kita sudah menikah jadi rumit jadi biarkan mereka tau kalau kita pacaran otte” gumamnya seraya mengenggam tangan ku erat dan memperlihatkan cincin yang kini melingkar di jari manis tangannya

““HAN AY IN WOULD YOU BE MINE GIRLFRIEND?” teriaknya lagi

“NDE, AKU MAU” teriakku dan seketika Kai menarikku dalam pelukannya sekali lagi dan kini kudengar lagi suara riuh tapi bukan riuh karena histeri melainkan tepuk tangan

“SARANGEO” teriaknya lagi tetapi masih mendekap erat tubuhku

“NADO SARANGEO” teriakku tidak kalah kencangnya

“ahh k..ai..a..ku.tid..ak..ber.na.pas”lanjutku dengan susah paya karena pelukannya terlalu erat hingga sulit untukku bernapas

“ahh mianhe”iapun melepaskan pelukannya kami lagi-lagi hanya bisa saling memandang

“aku seorang pangeran yang banyak diinginkan oleh yeoja-yeoja diluar sana jadi jangan sekali-kali kamu mencoba menyia-nyiakanku” gumamnya dengan smirk senyumnya

“ck,percaya diri kau tapi dimata ku kau bukan seorang pangeran tapi seorang peterpan”mendengar itu kai lagi-lagi hanya tersenyum

“benar aku adalah peter pan yang akan selalu menjaga,melindungi,dan mencintaimu”sesaat wajahku hanya bisa tertunduk karena malu dan lagi-lagi jantungku berdetak kencang wajahkupun mulai memanas

“jangan tertunduk,liatlah wajahmu memerah sunggu sangat cantik” kai menatapku dengan tatapan menggoda

“aku tau aku cantik, kau hampir saja menyia-nyiakan yeoja seperti ku”

“hahaha iya kamu memang cantik. Aku hampir saja, tapi buktinya aku tidak menyia-nyiakanmu.” Dia pun kembali memelukku

“yak yak yak berenti bermesraan di depan kami” teriak seorang yeoja, siapa lagi kalau bukan sahabatku minri bersama suho,chanyeol,baekhyun,tao,sehun dan luhan, seketika kami melepaskan pelukan merekapun berlari kearahku dan kai tak henti-hentinya mereka menggodaku dan kai.kamipun berfoto bersama

“tuhan terima ksih telah memberiku teman-teman seperti mereka dan terima ksih telah membuat kai mencintaiku ini sunggu keajaiban yang sangat berharga untukku tuhan, kumohon biarkan aku merasakan kebahagiaan ini bersama mereka SELAMANYA”batinku.

Kami semua sangat bahagia,saling melemparkan senyuman, saling berbagi kasih sayang, saling tertawa sungguh kebahagiaan yang sangat nyata

“omma aku sangat bahagia,kuharap kau juga disurga bisa bahagia”

TBC

Thenkyu :* udah mau baca komen kritikan ditunggu J

Thenkyu buat admin yang udah mau POST  J

 

2 thoughts on “PeterPan (chapter 6) [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s