PETERPAN (chapter 7) [freelance]

kkgljg

PETERPAN (chapter 7)

Main cast : Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in
Other Cast: Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merrilage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
autor: Ayuni kartika
@yeoUnhy

Kai dan ay in juga semakin mesra entah itu di sekolah di rumah atau dimanapun mereka berada membuat orang-orang iri akan kasih sayang sang pangeran  Kai yang hanya diberikan oleh seorang maniac peter pan Ay in.

@Ay in POV

Sekarang masih jam pelajaran kris saem, apa lagi kalau bukan fisika. Kupandangi seseorang yang sibuk dengan pikirannya yang bahkan tidak pernah menengok ke arah papan tulis itu adalah minri entah apa yang membuatnya akhir-akhir ini menjadi murung.

Ddrrriiinnnggg

Akhirnya pelajaran pun selesai aku dan minri pun bergegas ke kantin,kulihat dia hanya berjalan sambil menunduk

“minri-ah kenapa akhir-akhir ini kau jadi begitu pendiam?” tanya ku, aku begitu tidak nyaman dengan keadaan minri sekarang, aku ingin minri yang cerewet kembali. Walaupun cerewetnya kadang menyebalkan tapi entah mengapa tanpa ocehannya hidupku terasa tak menarik

Tiba-tiba dia mendongkakkan wajahnya kearahnya dan OMO wajahnya terlihat sangat gusar sekali dan beningan airpun terjatuh dari pelupuk matanya

“minri-ah duduklah ceritakan padaku ne?”kutatap dia dengan tatapan yang bingung, kamipun akhirnya duduk di salah satu bangku kantin

“ceritakan padaku, kenapa kau jadi bgini”lanjutku lagi kini ku tatap tajam kearahnya

“Ay in-ahh kurasa aku menyukai Sehun”, mendengar itu aku hanya bisa membulatkan mataku,benar saja hanya karena dia menyukai sehun dia langsung berubah menjadi sebegini parahnya

“Kalau kau suka nyatakan perasaan mu Minri-ahh” ucap ku masih dengan memandangi wajah gusar milik Minrin

“tap,,,tapi aku takut dia tidak mempunyai perasaan yang sama denganku”desahnya dan aku hanya tersenyum mendengar jawabannya yang konyol pikirku

“minri-ahh dengarkan aku, ditolak atau diterima itu urusan belakangan yang terpenting saat ini dia tau perasaan mu dan kau tau perasaannya. Itu juga akan meringankan beban pikiranmu janganlah kau pendam karena kau akan menyesal” akhirnya ku menyelesikan kata-kataku dengan senyum kearanya dan diapun membalas senyum ku

“kau benar Ay in, nanti aku akan menyatakannya”ujarnya dan memperlihatkan senyum manisnyanya lagidan dengan sigap akupun memberikan semangat untuknya. Sangat sulit menyatakan perasaan pada orang lain terlebih lagi pada orang yang bahkan tak bisa kita baca pikirannya namun entah mengapa aku merasa Sehun juga memiliki perasaan yang sama dengan Minrin

-skip-

MIN RI POV

Aku tidak bisa fokus gara-gara menata perasaan ku, sejak tadi istirahat Ay in terus saja memberiku semangat untuk menyatakan perasaan. Apa aku harus menyatakannya,tapi bagaimana kalau aku ditolak,tapi kata Ay in ditolak urusan belakangan, baiklah sepulang sekolah aku akan menyatakannya daripada aku tersiksa karena perasaan yang  tak bisa ditahan ini. Sehun kenapa kau begitu baik padaku dan itu membuatku semakin suka aniya aku mencintaimu SEHUN dan kau harus bertanggung jawab

-skip-

Kini sudah pulang sekolah, aku melangkahkan kakiku menuju lapangan basket berasama Ay in tentunya. Ay ingin menemui Kai namjachingunya ahh maksudku suaminya dan dimana ada Kai pasti ada sehun

“Kai” teriak Ay in berlari ke arah kai

“yak, panggil aku dengan Oppa” Kai hanya tersenyum kearah ay in sembari memeluknya, dan kulihat Ay in meronta ingin dilepaskan dari pelukan Kai

“Aist Kai kau memelukku dengan tubuh yang bau dan berkeringat, aist menjijikan”desah ay in dan berjalan menjauh dari Kai

“minri-ahh aku pulang dulu,disini ada monster yang bau. Fighting ”gumam Ay in sedikit berteriak kearahku unruk memberi semangat dan aku hanya mengangguk kearahnya

“yak jangan tinggalkan aku, sehun,tao aku pulang dulu yah” Kaipun berlari kearah Ay in dan kulihat Ay in berlari menjauh meninggalkan Kai, aku sunggu iri mereka saling mencintai dan Kai sangat menyayangi Ay in.

Dan kini tinggal aku,Sehun dan Tao. Akupun mulai mendekat ke arah sehun, tiba-tiba tao berdiri dan melirikku sebentar kemudian dia menepuk bahu sehun

“ada minri, aku pamit dulu”ucap tao dan meninggalkan kami berdua

Aku dan sehun duduk berdua,suasananya sangat canggung aku dan sehun sama-sama diam dan tapi aku tidak tahan dan kutarik napasku dalam-dalam dan mulai menata perasaan ku

“Sehun” ucapku dengan canggung jujur saja saat ini aku merasakan dada ku bergemuruh tak karuan

“hm” ucapnya tanpa menatapku, aku bahkan kini sudah tak tau cara menghirup oksigen jika berada didekatnya

“Bagaimana menurutmu kalau aku menyukaimu” Ucapku dengan canggung dengan wajah yang menunduk dan kurasakan tanganku kini bergetar hebat dan kulirik dia matanya membulat

“Buahahhahahahahahaha” tawa sehun meledak aku hanya meliriknya tajam. Dia bahkan tak menghargai setiap perkataan ku dan selalu menganggapnya sebagai LELUCON dan apakah dia ta tau keberanian seperti apa yang kukumpulkan hanya untuk mengungkapkan perasaanku padanya

“aku serius, bagaimana kalau aku suka padamu, aku juga tidak tau kenapa. mungkin karena kau selalu baik padaku, Tapi setelah kupikir tidak ada kata yang bisa menjelaskan kenapa aku suka ahh aniya aku mencintaimu, aku tidak berharap kau membalas cintaku sudah mengungkapnya saja aku sudah sangat senang” ucapku gemetaran sambil menginggit bibir bawaku agar air mataku tidak jatun kutundukkan kepalaku tidak berani melihat kearahnya

Sekian lama aku menunggu jawaban tapi jawabannya nihil, ada apa dengannya kenapa tidak menjwab aku?Akhirnya kuberanikan diriku untuk mendongkakan wajahku OMO kenapa wajahnya memandangku dan ada apa ini kenapa wajahnya terlalu dekat

“kukira aku berlebihan maaf,aku akan pergi sampai jumpa. Ahh yang tadi kuucapkan tidak usah kau pikirkan anggap saja aku tidak pernah mengungkapkannya dan aku akan melupakanmu”ucapku kearahnya dengan gugup dan segerah berdiri lalu membungkuk kemudian kulangkahkan kakiku menjauh

“Aku sudah tau akan seperti ini, dia tidak akan suka dengan aku bagaimana aku bisa berharap lebih darinya” pikirku dan kurasakan beningan air yang sedari tadi kutahan akhinya pertahannku pun jebol dan mengalirlah air mataku dari pelupuk mataku

Aku masih melangkah menjauh dari Sehun yang hanya terduduk mematung,tiba-tiba ada sebuah tangan besar menarikku dengan kuat dan seketika aku masuk ke dalam dekapan seseorang yang begitu hangat dan akupun mulai terisak

“siapa yang bilang kau boleh pergi hah? Setelah kau nyatakan perasaan mu kau meninggalkanku,suka semacam apa itu ah tidak Cinta seperti apa itu dan dengar bai-baik jangan pernah kau mencoba-coba untuk melupakanku arasseo” ucapnya dan masih mendekap tubuhku erat

“hikss,,,hikkss,,, sebenarnya apa mau mu, kau menolakku dan kau menyuruhku untuk tidak melupakanmu.NEO michesseo?” karena kesal akupun mencoba melepaskan diri dari dekapannya namun tidak berhasil dia lebih kuat dan aku hanya bisa pasrah sambil terisak

“uljimah, jangan menangis lagi pabo”mendengarnya membuatku kesal, kenapa si dengan orang ini dasar gila. Aku terus meronta dan memukul-mukul punggungnya supaya dia melepaskannku dan hasilnya aku berhasil dia melepaskan pelukannya tapi apa lagi ini dia menatapku tajam sambil memgangi kedua bahu ku dan jari-jarinya kini mengusap sungai kecil akibat tangisanku

“pabo, siapa bilang aku menolakmu?Ck, kau ini benar-benar pabo dan aku bingung kenapa aku bisa suka ahh aniya aku mencintai Shin Minri yang kePaboannya seantero Seoul” dia memperjelas kata PABO

DEG

Mendengar itu aku hanya bisa menunduk, benarka dia mencintaiku kini rona merah mungkin sudah nampak jelas diwajahku, apa yang harus kulakukan. Kudengar dia hanya terkekeh karena tingkahku.

“Shin Minri” panggilnya

“hm”kujawab dengan wajah yang masih menunduk

“tak bisa kah kau menatapku”saat mengatakan itu diaa langsung mmegangi daguku dan mengangkatnyaagar sajajar dengan wajahnya OMO kenapa dia tampan sekali

“mau kah kau menjadi yeojachinguku?” ucapnya sambil menatap mataku intens dan begitupun dengan ku, aku tidak percaya dan hanya bisa memandangnya dengan mematung. Tubuhku saat ini tak bisa ku topang lagi, perasaan yang telah lama kupendam ternyata dia juga merasakannya apakah ini semua mimpi,ilusi ataupun hanya sekedar halusinasiku saja karena sangat menginginka Sehun untuk selalu berada di sisiku

“yak, kau tidak menjawab berarti kau mau”

“yak, ani,,,aannniya”gugupku

“benarkah kau tidak mau manjadi yeojachinguku?Kal” belum sempat sehun meneruskannya aku langsung mengangguk

“SARANGE OH SEHUN” mendengar itu sehun tersenyum

“NADO SARANGE SHIN MINRI, sudah kuduga kau tidak mungkin menolakku kan kau yang menyatakan lebih dulu perasaan mu”

“MWO?” aku membelalakan mataku mendegar ucapannya yang begitu percaya diri

“KALAU BEGITU AKU TIDAK JADI MENJADI YEO-“ ucapanku terhenti karena tindakan sehun yang mengecup bibirku lembut dan tanpa sadar aku kini membalas kecupannya juga dengan lembut, Ay in benar jika kebahagiaan dapat kita rasakan dengan meraihnya

Lama kami terhanyut dari ciuman itu akhirnya aku dan sehun melepaskannya karena kami merasa sudah harus membutukahkan oksigen

“sekarang kau yeojachinguku awas saja jika kau selalu bertingkah manja di depan Chanyeol hyung” tatapan tajam sehun kembali menerpaku

“MWO?”

“tak usah kau berlagak seperti itu,kau selalu saja membuatku kesal selalu membuaku panas jika kau bersikap manja kepada chanyeol hyung”

-FLASBACK-

Suho : bagaimana kalau kita bersepeda di taman
Ay in: ide yang bagus, minri kenapa, kau murung

Minri: sbenarnya aku aku tidak bisa bersepeda

Sehun: mwo?kau sudah besar masih tidak tau bersepedah dasar PABO

Minri: yak, jaga ucapanmu

Chanyeol:sudah-sudah jangan bertengkar, minri bagaimana kalau oppa mengajarimu bersepeda (menatap minri dengan tatapan melembut)

Minri: ahh gumawo oppa(langsung memeluk tangan kanan chanyeol)

-FLASBACK OFF-

“jadi kau cemburu” godaku

“iya? Aku cemburu”

“salah sendiri bukannya mengajariku malah menjejekku”

“karena aku baru melihat orang bodoh seperti kau yang tidak tau bersepeda”

Aku kesal mendengarnya berbicara, namjachingu seperti apa dia yang menghina yeojachingunya aku hanya diam tak mau menanggapi perkataannya dan saat itu dia kembali menarikku dalam pelukan hangatnya

“kau hanya boleh manja kepadaku saja arasso?” ucapnya sambil mengelus-ngelus puncuk kepalaku sembari mencium keningku, aku hanya terkekeh karena tingkahnya dan mengangguk

“Aku hanya kan menja didepanmu sehun karena aku sangat mencintaimu”batinku

AUTOR POV

“dasar bau, mandi sana” teriak Ay in, sedari tadi Kai hanya terus memeluknya hingga masuk kamarnya

“aniya, sebelum kau memanggilku oppa” pelukan Kai malah semakin erat hingga membuat Ay in hingga membuat Ay in sulit bernafas

“andwe” Teriak Ay in karena kai terus saja mengeratkan pelukannya ke Ay in

“ya,sudah kalau begitu kita akan tidur bersama dengan keringat dan bau badanku”senyum smirk kaikembali muncul

“ANDWWE” teriaknya lebih kencang dan itu berhasil membuat Kai melepaskan pelukannya seketika Ay in berlari dan masuk ke kamarnya

“ahh sial” desah kai

“oppa kau mandilah malam ini kau mau tidur bersama ku kan?” mendengar itu Kai membalikkan badannya mengarah kepintu ay in yang masih tertutup

“Ck, dasar katakan sekali lagi, panggil aku oppa pabo” senyum mengembang di wajah datar kai

“oppa kau mendilah ini handuk” lanjut Ay in dibalik pintu dan melemparkan sebuah handuk, yah handuk yang bergambar peter pan pastinya. Melihat tingkah ay in kai hanya terkekeh

“kalau aku sudah mandi kau harus tepati janjimu” teriak kai dan berlari melesat ke kamar mandi

-skip-

Setelah Kai mandi dia pun bergegas ke kamar Ay in (bener*ni kai hahahaa) dan mendapati yeojanya sedang sibuk mencoreti sebuah buku dengan pensilnya

“aku tidak tau kau pandai melukis” kai kemudian duduk di samping ay in

“kau mangagetkanku” ucap ay in dengan senyum saat melihat kai yang kini sudah mandi namun rambutnya masih basah dan urak-urakkan tapi membuatnya semakin tampan

“kau pandai melukis dan tak pernah kau bilang padaku”

“hmm, masih banyak yang tidak kau ketahui tentangku Kai”

“panggil aku oppa ay in” kai menarik kursi ay in kemudian mereka pun saling berhadapan

Kai tak henti-hentinya menatap tajam ay in, ia kesal karena sedari dulu ayin sama sekali tidak memanggilnya oppa, kalaupun pernah itu seperti tadi harus ada kemauan khusus ay in baru memanggilnya oppa

Lama mereka saling memandang ay in merasa mulai panas dengan suasana ini wajahnya sekarang berubah menjadi kepiting rebus yang sangat merah dan melihat itu Kai hanya terkekeh kemudian memajukan wajahnya.

-CHU-

Satu ciuman singkat dibibir Kai pun melesat ke bibir ay in, ay in hanya terus menunduk karena malu  kai yang melihatnya lansung menarik ay in dalam pelukannya

“tak apa jika kau tidak memanggilku oppa, asalkan kau selalu disisi ku aku sudah sungguh sangat bahagia nona bell” kai berucap sangat lembut membuat ay in yang mendengarnya tersenyum dengan manis dalam pelukan kai yang sangat erat

“oppa aku tidak bisa bernapas….”

“oppa?” tanya kai masih mendekap erat ay in

“iy,,a oppa a,,ku tidak bisa,,b,,,e,r,napas” akhirnya kai melepaskan pelukannya dan tersenyum ke arah ay in dengan manis,tulus serta lembut

“aku tanya kau,sejak kapan kau pandai melukis?”

“kai, liatlah sekelilingmu itu semua lukisanku. Aku suka melukis saat umurku 3 tahun ommaku yang mengajarkannya dan peter pan yang pertama akubisa lukis” mendengar itu kai mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar benar saja semua lukisan peter pan terpampang nyatadi hampir semua penjuru kamar ay in

“hmm”nada kecewa keluar dari mulut kai, bagaimana dia tidak kecewa seua hanya ada lukisan peter pan kenapa tidak ada lukisan dirinya, kai juga kesal karena tidak tau ternyata ay in sangat pintar dalam melukis. Tidak disadari kai ternyata ay in menyadari kekecewaan kai

“ini” ay in menyodorkan sebuah buku gambar ke arah kai. Kai hanya menatap bingung ay in,tanpa basa-basi kai membuka buku itu dan BINGO

Page one > bertuliskan MY PETER PAN KIM JONG IN

Page two>sketsa wajah kai saat tertidur OMO sangat lucu, melihat itu kai membulatkan matanya

Page three>sketsa wajah kai saat marah

Dan seterusnya buku gambar itu hanya penuh dengan wajah kai dengan berbagai ekspresi entah saat dia tersenyum,tertawa,cemberut di buku itu sangat lengkap dan bagaiamana kai tidaka terkejut, ternyata selama ini Ay in suka melukis kai diam-diam

“gumawo, aku sangat senang” kai tersenyum

-chu- sebuah ciuman mendarat didahi indah ay in dan dia hanya tersenyum menanggapinya

“aku mau tiduur bersama otteh?” sebuah senyuman evil kini Ay in dapatkan dari seorang Kai

“andwe, besok kan harus masih sekolah” gumam Ay in seraya membentuk kedua tangannya ‘X’

“pabo, besok hari minggu ayolah?” Kai masih merengek dihadapan ay in melihat Kai yang sangat lucu bagaimana ay in bisa menolak “baiklah” senyumpun mengembang di wajah kai

“AZZA” teriak kai, tiba-tiba sebuah pikiran datang di benaknya yang membuatnya penasaran sadari dulu, dan kini waktu yang tepat untuk bertanya

“Ay in aku mau bertanya,kenapa kau tidak menyukai balon” lanjut kai

Ay in mendengarnya hanya bisa mematung karena tak tau harus bagaimana, ia bingung dan tak mau menyeret Kai kembali ke masa lalu yang sangat ia benci,masa lalu yang membuatnya membunuh ibunya sendiri,masa lalu yang membuat appanya menangis tiga hari tak henti-henti dan itu membuat ay in sangat sesak seakan sulit untuk bernapas. Kai menyadari butiran air mata yang jatuh dari kelopak mata indah milik yeojanya dan langsung menarik lagi Ay in kedalam pelukannya

“Mianhe” ucapan lirih dari kai

“aniya, kurasa hari ini aku harus cerita” ay in melepaskan pelukan hangat kai dan menatap mata kai intens begitupun sebaliknya

“saat aku berumur 5 tahun, saat itu aku bersama ommaku berkunjung dilotte world dan saat itu pula disebelah jalan aku melihat penjual balon dan aku ingin ommaku membelikannya satu untukku taa,,ppi saat omma ku menyebrang ia tak melihat ada sebuah mobil yang mengarah kepadanya dan it,,u membuat ommaku ditabrak, i,,ni s,,,emua salahku aku sangat benci balon kar,,ena gara-gar,,a keinginanku mem,beli balon omma meninggal tertabrak” ay in menjelaskanannya dengan suara yang serak dan  lagi-lagi air mata ay in mengalir dipipi chubbynya

“uljimah, kau tau itu sudah menjadi takdir dan tuhan menginginkannya bukan salahmu” ucap kai, kali ini kai berusaha untuk membuat ay in tersenyum kembali

“kau tau sedari kecil aku tidak tau berenang?”canda kai

“mwo? Benarkah?” ay in terlihat terkejut karena pernyataan kai

“hmm” kaipun mulai berbaring dan menarik ay in. Saat berbaringpun mereka saling berpelukan

“Mengapa?” tanda tanya besar kini mulai melayang-layang di atas kepala Ay in

“entahlah, aku tak tau, aku sudah lupa” ucap Kai santai dan kembali memfokuskan dirinya pada seorang wanita yang sudah berhasil membuat dada Kai bergemuruh tak karuan hingga membuat darahnya selalu berdesir deras

Mereka berdua pun tertidur bersama, yah memang mereka sering melakukan itu kalau bukan di kamar Kai yah di kamar Ay in, tapi mereka tidak pernah melakukan apapun mereka hanya selalu seperti ini saling berpelukan dan tertidur,siapa yang berani melarang mereka omma kai saja sudah berapa kali medapati mereka seperti ini dan hanya tersenyum suami istri sudah wajar tidur bersama namun mereka berusaha tidak melakukan apapun bagaimana pun ay in masih sekolah masa iya hamil saat sekolah apa kata DUNIA?

-skip-

@MORNING

“KAI” teriakan omma kai saat membuka kamar anaknya dan hasilnya nihil

“pasti sekarang mereka sedang tidur bersama, dasar jongin katanya tidak suka ehh sekarang malah ketagihan” gumam omma kai dan secara pelan-pelan membuka kamar Ay in dan BINGO apalagi yang ia liat kalau bukan kai yang memeluk ay in seraya tertidur pulas

“ck, anak ini. Ay in kau benar-benar bisa merubah jong in. GUMAWO” lanjutnya dan menutup pintu pelan-pelan

-SKIP-

AY IN POV

Aku sedang duduk menikmati drama yang sedang berlangsung, tak ada kegiatan khusus di minggu ini, namun aku mendengar bahwa ternyata Appa Kai akan pulang ke rumah dan kini Kai bersiap-siap untuk menjemputnya di bandara

“Jongin-ah” teriak khas Omma terasa memenuhi indra pendengaranku dan kini sudah tampak Kai yang beru saja keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian Kasual dan dengan tatanan rambut yang sudah seperti biasa tak rapi namun seperti biasa juga itu malah membuatnya terlihat elegan

“Appa sudah mau Leanding cepatlah ke bandara” ucap Eomma sedangkan Kai mengangguk dan kini dia terlihat berjalan ke arahku sambil tersenyum jail

“Kau mau menemaniku?” ucap Kai yang kini telah berada di depanku dan mulai mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. Kurasakan lagi-lagi setiap dekat dengannya bahkan hanya dengan tatapannya dia mampu membuatku lupa bagaimana caranya untuk bernafas

“Aist Pindah kau menghalangi ku menonton” ucapku mengalihkan pandangannku ke arah televisi kini terlihat wajahnya yang kecewa

“Kalau begitu tunggu aku di sini dan setelah itu kita akan berjalan-jalan oke!” Kai tersenyum dengan sangat manis ke arahku dan langsung membuat mataku ini menatap manik matanya yang membuatku selalu merindukannya setiap kali tak berada di dekatnya

Anggukan dan senyuman hanya bisa kuberi di depannya, Kai tampak tersenyum puas dengan menampilkan dertan giginya yang rapi nan putih

CHU

Tubuhku terasa kaku, lagi-lagi Kai menciumku singkat di dahi dan detik berikutnya akupun tersenyum kearahnya namun entah mengapa setelah ia lakukan itu padaku ada perasaan yang mengganjal dihatiku perasaan yang sama ketika kecupan terakhir yang eomma berikan padaku

“Kalau begitu aku pergi dulu Nona Bell” ucapnya lagi dan langsung menghilang dari pandanganku, diriku merasa tak ingin ia pergi dan ingin sekali rasanya mengahalanginya namun entah mengapa mulutku terasa kaku dan kaki ini terasa keram tak bisa bergerak namun kulangkahkan cepat kakiku menuju Kai tapi Kai sudah melesat pergi

Entah apa yang merasuki ku ada sesuatu yang terus mengganjal pada diriku semenjak kepergian Kai, padahal Kai hanya pergi ke Bandara untuk menjemput Appa tapi sekali lagi perasaan ku sama dengan apa yang kurasakan pada saat aku melihat Eomma terakhir kali

Kegelisaan ini terus membuatku melangkahkan tubuhku ke kamar mandi untuk membasuh wajahku

“AY IN” teriak EOMMA

Akupun langsung berlari ke bawah dan saat itu kulihat Eomma terkapar terduduk sambil menangis dadaku mulai bergemuruh kakiku lagi-lagi lemas tak bisa menopang tubuhku ini.

“EOMMA, kau kenapa?” ucapku Khawatir dan orang yang langsung terpikir dikepalaku adalah Kai

“Jongin” ucap Eomma dengan lirih sambil terisak dan membawaku dalam dekapannya jantungku mulai berdetak tak karuan, keringat dinginku mulai kembali membasahi pelipisku

“Kenapa dengan Jongin Eomma?” bibirku terasa kaku untuk berucap sedangkan telingaku tak kuat untuk mendengar apa yang akan Eomma katakan padaku

“ DIA KECELAKAAN AY IN” ucapnya dengan nada yang lirih derasan air matanya membuat bajuku basah dan akhirnya kata0kata yang sedari tadi tak ingin kudenngar akhirnya terdengar dan detik berikutnya kurasakan semua anggota tubuhku tak bisa lagi bekerja normal tubuhku terasa lemas, dekapan yang tadinya erat kuberikan pada Eomma akhirnya melentur

“KAI, KUMOHON BERTAHANLAH” benakku dan desiran air mata sekarang sudah tak henti-hentinya mengalir dari kelopak mataku

TBC

3 thoughts on “PETERPAN (chapter 7) [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s