PETERPAN (chapter 8) [freelance]

kkgljg

PETERPAN (chapter 8)

Main cast : Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in (Song eun jo)
Other Cast: Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merriage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
autor: Ayuni kartika ( kainear.wordpress.com )
twitter @yeoUnhYY

UNTUK TRAP MOMEN KAI-RIN MEMANG BELUM NAMPAK TAPI NANTI ADA SAATNYA YANG JELAS CHINGU TUNGGU AJA YAH, OKEY TETAP ENJOY MAAF KALAU TYPONYA BERTEBARAN DAN SATU LAGIPLAGIAT DILARANG KERAS

Langkah kaki Ay in kini terasa berat, aliran air mata Ay in masih terlihat pengangan tangan dari eomma Kai tidak membuatnya merasaka baikan, yang kini yang bisa membuatnya baikan hanyalah sosok Kai hanya sosok Kai yang tersenyum hanya sosok Kai yang tampak marah dan hanya sosok Kai yang sedang memeluknya bisa membuat  perasaan baikan

Ay in terus saja meremas tangannya, semenjak ia berada di rumaha sakit perasaannya tak kunjung baikan Eomma Kai bingung bagaimana caranya untuk bisa menenangkan Ay in. Kini Minri dan teman-teman Kai juga tenagah berada di rumah sakit, Minri terus saja menenangakan Ay in yang menangis, matanya bahkan sudah hampir tak terlihat akibat bengkakan disekitar keloak matanya

Kejadian yang sempat membuat Ay in kehilangan nyawa dan kini ia harus merasakannya, merasakan apa yang Appanya dulu rasakan, merasakan kehilaangan seseorang yang membuatmu bisa bernafas

Dokter sudah tampak keluar dari ruang operasi, 3 jam dilakukan Operasi terhadap Kai. Ay in merasa lemas, lelah manun air mata kini sudah tak terlihat karena Ay in merasakan air matanya kini sudah habis tak sanggup lagi untuk keluar

“Dokter bagaimana keadaan anak saya?” Appa Jongin langsung menghampiri dokter yang berparas lumayan Tua itu di ikuti oleh Eomma jingin dan Appa Ay in sedangkan teman-teman Kai dan Minri hanya terus menenangkan Ay in

“Dia sudah melewati masa kritisnya” ucapnya dengan tatapan mata yang sangat meyakinkan dan saat bersaam Ay in pun nampak mulai tertegun dan membiarkan jantungnya untuk bisa berdetak dengan normal dan menghirup oksigen sebanyak-banyak dan meyakinkan dirinya bahwa Kai masih ada di sampingnya, Kai masih ada di dekatnya dan Kai masih bisa bernafas dan Ay in masih bisa melihat Kai

Eomma Kai tampak lega dengan pernyataan dokter tadi, suasana tegang yang tadinya dirasakan oleh orang-orang yang menyayangi Kai kini mulai lega, lega karen Kai baik-baik saja dan Kai masih bisa menikmati hidup yang indahnya ini

Semua orang sudah Pulang terkecuali Ay in. Semua orang meyakinkan Ay in untuk pulang istirahat namun Ay in sangat keras kepala ia tak mau saat Kai bangun ia tak berada di samping Kai

Ay in hanya tersenyum getir saat melihat Kai terbaring dengan lemas masih tampak kabel-kabel yang terpasang pada tubuh Kai

“Kai” ucap Ay in dengan pelan, ia tau betul bahwa Kai tak akan mungkin mendengarnya tapi ia terus saja memanggil-manggil nama Kai

“Kau jahat. Tak taukah kau? Kau membuatku khawatir, mataku bengkak karenamu cepatlah bangun jika kau tak ingin aku marah padamu” ucaplagi Ay in masih dengan menatap Kai dan mulai menggenggam tangan Kai erat sangat erat

………

Kabar mengenai Kai kecelakaan sudah tersebar luas disekolah, hampir setiap hari Ay in mendapat cemooan dari teman-teman disekolahnya. Apalagi para sisiwa Yeoja yang terus saja mengatai-ngatai Ay in pembawa sial namun Ay in tak sama sekali ingin mengubris semua perkataan-perkataan pedas karena selalu ada Minrin, Suho, Sehun, Tao, Luhan, Chanyeol, dan  Baekhyun yang  selalu menjaga Ay in hingga tak ada yang berani mengganggu Ay in maupun Minrin

Kai sudah 3 hari belum sadar, Ay in sangat merindukan sesuatu hal dari Kai, sesuatu yang selalu membuatnya bahagia, mnamun yang bisa ia liat kini hanya Kai yang diam,tertidut tak bergenrak dan tak sekalipun bergeming

“KAI” ucap Ay in dengan menggenggam tangan Kai dan menatap lekat-lekat wajah Kai yang terlihat damai akan tidurnya

“KAI, apa kau tak merindukanku?” lagi-lagi Ay in hanya berucap namun air matanya kini mulai keluar lagi, air mata yang sudah ia tahan, air mata yang tak ingin ia perlihatkan pada Kai

CLEK

Pintu terbuka dengan pelan, kini terlihat seorang laki-laki yang tak terlalu tua yang sekarang sedang tersenyum ke arah Ay in sedangkan Ay in hanya bisa membalas enyuman itu dengan simpul tak ingin memperlihatkan kesediahannya di depan Appanya

“Ay in” ucap Appa Ay in

“hm” Ay in mulai kembali menatap Kai yang masih terus tertidur

“Apa kau begitu mencintainya?” pertanyaan Appanya seolah sangat tajam, pertanyaan yang langsung membuatnya lemas dan itu membuat Ay in menyadari bahwa betapa ia mencintai sosok seorang Kai yang tadinya bahkan tak menganggapnya apa-apa

Anggukan kecil Ay in memenuhi indra penglihatan Appanya, air mata Ay in sudah tak bisa ia bendung betapa sakitnya melihat orang yang ia sayangi, cintai bahkan sangat berharga kini telah mencoba untuk bertahan hidup. Seandainya waktu bisa di putar ia ingin menggantikan posisi Kai dengan posisinya saat ini

Appa Ay in merasakan Kai sudah mengubah Ay in, dari Ay in yang hampir tak terbiasa membuat orang-orang lain bisa membaca perasaan serta pikirannya namun sekarang ia adalah seorang gadis yang terbuka pada orang-orang

Appa Ay in mulai mendekat pada putrinya yang terus saja memengang tangan Kai. Ia mulai memegang bahu putri satu-satunya itu dengan lembut tatapannya kini mulai tertuju pada sosok Jongin atau suami dari putrinya itu, sosok yang membuat putrinya merasakan apa yang dulu ia rasakan walaupun rasa sakitnya hingga kini belum terobati

“Apakah ia akan bangun Appa?” lirih sangat lirih suara Ay in

“tak menjamin, tapi jika memang Jongin merindukan mu kurasa ia akan berusaha untuk bagun” ucapnya lagi dengan senyuman simpul, appa Ay in memang tak pandai berkata-kata namun etah kata-kata itu keluar hanya untuk menenangkan perasaan putri satu-satunya itu dan anggukan khas Ay in membuat Appa Ay in kembali menarik ujung bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman simpul.

Ay in pun mengantar Appanya sampai keluar rumah sakit, malam ini ia lagi-lagi tinggal di rumah sakit untuk menemani Kai. Baru saja dia duduk di samping Kai namun matanya berbulat karena gerakan-gerakan jemari Kai yang sangat pelan

“KAI” ucapnya dengan raut wajah yang terkesan khawatir

Mat Kai-pun sedikit demi sedikit terbuka, cahaya putih dan wajah seorang gadis yang tak Kai kenal langsung membuatnya membiarkan matanya terbuka melebar dan mulai melihat sekelilingnya sedangkan Ay in mulai menegang dan tersenyum senang saat tau akhirnya Kai sudah mulai bangun

“KAI” panggil Ay in dengan menatap manik mata Kai, namun entah mengapa Ay in merasakan pancaran bola mata Kai terasa begitu berbeda dengan pencaran mata yang biasa Ay in rasakan

Kai terus menerawang siapa sebenarnya yang sedang memanggilnya, Kai hanya terus memandang dengan bingung Ay in karena saat ini ia tak tau sebenarnya siapas sebenarnya gadis yang tengah memanggil namanya

“Kau siapa?” bibir Kai bergerak pelan tak menghentikan tatapannya menuju ke gadis itu tapi entah mengapa Kai merasakan kerinduan yang sangat dalam pada sosok gadis yang sedang memandangnya kini

“Kai, jangan bercanda!” ucap Ay in dengan gugup, Ay in kini kembali merasakan ketegangan yang luar biasa, ketakutan yang luar biasa, ketakutan yang sangat menyeramkan baginya. Ketakautan saat Kai melupakannya

Ay in terus saja memandangi Kai, ia sedetikpun tak bergeming saat mulai ketakutan sedangkan Kai semakin bingung dengan kelakuan gadis yang sedang berada dihadapannya saat ini

“Aku tak bercanda, sebenarnya siapa Kau?” ucap Kai dan kali ini Ay in tak bisa lagi bernafas dengan baik, perasaannya kini mulai rapuh dadanya berdetak tak abnormal saat mendengar Kai berucap dengan pandangan yang sama saat pertama kali mengenal Peterpannya itu. Namun sekarang Ay in merasakan Peterpannya itu kini sedang melupakannya.

………

Dokter berkata bahwa, Kai saat ini sedang mengalami guncangan dalam hal pemikiran itulah yang membuatnya saat ini kehilangan sebagian dari ingatannya dan yang membuat Ay in tak berdaya adalah semua ingatan 6 bulan terakhir sudah terlupakan oleh Kai termasuk ia melupakan saat ini ia sudah menikah

Bukan hanya Ay in yang sesak akan keadaan Kai namun Appa Kai, Eomma Kai, dan juga Appa Ay in merasakan bahwa dua sejoli ini sedang diberikan cobaan untuk mengukur seberapa pentingnya satu sama lain di hati mereka masing-masing

Ay in sekarang tengah duduk di salah satu bangku taman rumah sakit, terlihat sekali wajah lelahnya, menundukkan wajah sambil termenung apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah ia akan kembali berhasil membuat Kai kembali seperti dulu dan mengingat batapa ia mencintai Ay in namun di luar dari pada itu ia tetap bersyukur karena saat ini Kai baik-baik saja dan masih bisa ia liat walaupun Kai sama sekali tak mengingatnya

“Ay in” ucap suara yang agak bass membuyarkan lamunan Ay in dan segerah memalingkan wajahnya dan senyum yang pertama ia liat dari seorang Park Chanyeol

“Oppa?” ucap Ay in lirih namun senyuman Chanyeol tak hilang sama sekali

“Ay in, aku mengerti perasaanmu, bagaiman kau mencintai Kai dan bagaimana Kai mencintaimu, kau tau yang aku tau Kai akan selalu mencintaimu dan akan selalu mengingatmu. Kecelakaan bodoh itu memang sudah membuat Kai melupakanmu tapi jangan pernah berpikir bahwa Kai akan meninggalkanmu, aku sangat kenal dengan Kai, dia adalah orang yang kuat orang selalu menjaga apa yang sudah jadi miliknya termasuk kau jadi percayalah jika kekuatan cinta kalian akan membuat Kai kembali mengingatmu” ucap Chanyeol yang mulai meyakinkan Ay in dengan senyuman sembari mata yang terlihat berbinar-binar

“tapi bagaimana jika ia tak mengingatku dan membenciku seperti dulu?” bibir Ay in terlihat bergetar ia mencoba untuk menahan kebali air matanya agar tak jatuh di hadapan sahabat baik Kai

“Jika ia tak mengingatmu? Kurasa kau akan bisa kembali membuatnya jatuh cinta padamu, mudah bukan” Chanyeol mulai terlihat santai, sedari tadi ia mencoba untuk menenangkan hati Ay in yang saat ini sedang terguncang

Ay in mendengar ucapan Chanyeol hanya bisa mengangguk, jujur saja saat ini ia tak terlalu percaya ia bisa mengubah Kai seperti dulu namun hati kecilnya yakin dan dia akan berusaha membuat Kai kembali mencintainya kalaupun tak bisa mencintainya setidaknya ia bisa membuat Kai melihat kearahnya

“Ay in, Oppa” teriakan khas Minri kini membuat Ay in mendongkak dan tersenyum saat melihat Minri, Sehun, Suho, Tao, Baekhyun, dan Luhan kini tersenyum kearahnya

“Hyung, kau tak boleh mengambil Ay in dari Kai. Walaupun kini Kai sedikit Bloon tapi sepertinya ia akan selalu menjaga apa yang sudah ia cap sebagai miliknya” ucap Tao dan membuat gelak tawa semua orang tak terkecuali Ay in. Melihat tawa Ay in ketujuh orang itu merasa keadaan akan semakin membaik

“Aku tak menyangka Kai ternyata juga bisa geger otak” kini giliran Sehun yang beucap dan langsung mendapat jitakan Minri

“Ah Wae? Bukankah aku benar?” Sehun mulai membela diri sedangkan lainnya sudah tertawa akibat pasangan itu.

………….

Kai saat ini sudah tau bahwa ternyataa gadis yang pertama ia lihat saat berada di rumah sakit adlah istrinya. Kaget adalah hal pertama yang Kai rasakan bagimana mungkin di usinya yang baru 17 tahun ia sudah mempunyai istri aneh, kesan kedua Kai. Namun kemabali ke sikap Kai seperti dulu ia tak peduli dangan gadis itu tapi sesuatu mengganjal pada dirinya, sesuatu yang membuatnya merindukan gadis itu

“AIST KENAPA AKU HARUS LUPA?” serga Kai di kamarnya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi

Ay in kini sedang menikmati sarapan bersama dengan keluarga Kim, lirikan matanya selalu tertuju pada namja yang sama sekali tak melihatnya sedikitpun

“Eomma, Appa aku pergi dulu” ucap Kai santai sambil mulai melangkahkan menjuh dari penglihatan Ay in, tak ada sama sekali ucapan untuk Ay in, tak ada sama sekali padangannya tertuju pada sosok gadis itu. Ay in merasakan matanya kini mulai pana namun ia tetap menjaga Air matanya agar tak keluar di depan Kedua orang yang kini sedang menatapnya sendu

“Ay in-ah maafkan Eomma?” kini Eomma Kai angkat bicara tentang Kai, ia tak tau hatus berkata apa kepada Ay in selain meminta maaf

“Untuk apa minta maaf Eomma?”

“Kau harus menerima cobaan ini”

Ay in tetap tersenyum di depan kedua orang tuanya saat ini, hanya senyuman yang ia berikan serta gelangan yang menandakan bahwa semuanya bukan salah siapa-siapa namun takdir yang menginginkannya dan takdirlah yang akan menentukan seperti apa akhir ceritanya nanti

Ay in mulai berjalan gontai di korodor sekolah, Tatapan serta bisikan-bisikan mulai kembali menerjangnya. Ay in baru saja merasakan kasih sayang dari Kai namun semuanya sirnah. Satu sekolah telah mengetahui apa yang tertimpah oleh Kai, ada yang senang karena akhirnya Kai kembali seperti dulu namun ada juga yang kasihan pada Ay in namun pada hakikatnya semuanya perempuan di sekolah itu tampak senang karena akhirnya Kai dapat melupakan sosok gadis yang sangat Kai cintai dulu

“Ay in” teriak Minri dan senyuman Ay in kembali terlihat sedangkan suasana di koridor masih saja terlihat bahwa bisikan-bisikan serta tatapan merendah masih tetap menerjang Ay in

“Nde? Ada apa?” ucap Ay in dengan nada suara yang lembut

“Tidak apa-apa, ayo kita ke kelas bersama hiraukan saja tatapan-tatapan itu” ucapnya sedangkan Ay in masih terus tersenyum. Ay in merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Minri yang selalu ada saat dia membutuhkan seseorang

“Lingkarang besar matamu terlihat jelas sekali, kau pasti lelah memikirkan Kai oppa” ucap Minrin sembari menuntun Ay in untuk duduk di bangku mereka.

Memang benar apa yang Minri katakan namun bukan hanya itu Ay in kembali mimpi buruk tentang Eommanya namun Ay in merasa bahwa dia kembali merindukan Eommanya

Ay in diam tak meespon pertanyaan Minri sampai akhirnya Bellpun bunyi Minri dan Ay in pun segerah belajar

……

Kai, Chanyeol, Tao, dan sehun kini sedang berada di lapangan basket, tatapan Kai terlihat sangat dingin dan tajam seperti itulah tatapan Kai kembali seperti itu, jarang tersenyum, jarang tertawa bahkan saat ini Kai bahkan lebih parah dari pada dulu tak ada eksperesi walaupun Chanyeol dan Baekhyun sedang melucu di antara mereka

Lapangan basket sekarang sedang ramai lebih tepatnya selalu ramai jika Exo latihan, teriakan Yeoja-yeoja selalu mewarnai Shut-nya Kai, namun entah mengapa Kai sekarang sedang mengedarkan pandangannya menuju bangku penonton dan saat bersamaan Yeoja-yeoja itu semakin histeris saat tau Kai sedang menatap mereka, tapi satu yang perlu ia tau bahwa hanya satu sosok yang saat ini Kai cari. Otak Kai tak sejalan dengan Hati Kai, hatinya kini menuntun mencari sosok Ay in atau sosok gadis yang ia tau sebagai hanya seorang istri tak berarti untuknya namun ada perasaan tenang saat melihat Ay in.

“Kai, kau sedang mencari apa?” Sehun melihat keanehan dari temannya ini, namun Kai terlihat kembali menatap Sehun biasa ambil menggeleng-gelengkan kepalanya

“Dia istriku, tapi tak sama sekali melihatku berlatih” benaknya namun sadar ia pun langsung mengacak-acak rambutnya frustasi mencoba untuk menghilangkan pikiran yang menurutnya sangat konyol

……

Ay kini sedang menonton Flm Peterpannya lagi, terlihat ia sedang fokus tanpa sama sekali memperhatikan seseorang telah datang, Sedangkan Kai bingung melihat tingkah gadis ini namun ia tak peduli pada gadis itu

Kai turun dari kamar saat merasakan perutnya kini mulai keroncongan, namun baru saja ia ingin kedapur kini indra penglihatannya tertuju pada sosok gadis yang kini sedang memasak dengan celemek Peterpan

“OMO” ekspresi Kaget Ay in membuat Kai tetawa sedikit hanya sedikit tapi Ay in bisa melihatnya, Ay in bisa selalu melihat ekspresi Kai kapanpun dan dimanapun biarpun orang-orang tak menyadarinya

Kau kembali tertawa Kai” ucap Ay in dalam hatinya dan kini terlihat ia sedang menarik ujung bibirnya membentuk satu senyuman tulus yang selalu ia berikan pada Kai

“HAI KAI, sebentar lagi makanannya akan jadi kau tunggulah sebentar” ucap Ay in sambil tersenyum dan kembali melakukan aktivitasnya tadi sedangkan Kai tampak gusar senyuman Ay in membuat jantungnya berdetak Abnormal dan entah mengapa Kai merasa sudah terbiasa akan hal itu

“apakah jangtungku selalu begini setiap saat melihat senyummu” Runtuk Kai dan dia akhirnya menunggu ke meja makan

Beberapa menit kemudian Ay in-pun membawa sepanci Ramyeon di atas meja makan

“Maaf aku hanya bisa memasak ini Kai, semoga kau menikmatinya” Ay in berucap dengan masih senyum sumringannya terlihat bodoh memang di depan Kai namun jujur saja Kai tak pernah bosan melihat senyum Ay in

“Hm” hanya itu respon Kai dan akhirnya makan Ramyeon buatan Ay in. Ada sedikit rasa senang saat Kai memakan makanan buatannya namun sikapnya masih sama seperti dulu

“Apakah enak?” Ay in bertanya sambil memajukan wajahnya tepat di depan Kai dan itu kembali berhasil membuat Jantung Kai lagi-lagi berdetaktak karuan

“Singkirkan wajah bodohmu itu dari hadapanku” Kai berucap dengan tatapan seakan mengintimidasi sedangkan Ay in mulai mempot bibirnya dengan sikap Kai yang sangat menyebalkan

Yeoja aneh” runtuk Kai kembali mencoba menetralkan detakan jantungnya

“Appa dan Eomma pergi ke Busan bersama Appaku untuk urusan bisnis, Eomma bilang kau harus meminum obatmu” ucap Ay in tanpa menatap Kai dan Kai kini mulai memperhatikan cara makan Ay in. Ada perasaan yang terus mengganjal dalam hatinya ada perasaan rindu pada gadis ini ingin sekali ia memeluk gadis yang kini berada di depannya namun ia tak mungkin melakukan hal konyol itu, biarpun Ay in adalah istri Kai namun Kai tetap bersikukuh tak mempunyai perasaan apa-apa kepada Ay in hanya status yang sekarang sedang mengikat mereka apalagi yang ada dipikirannya saat ini adalah pernikahan ini diatur oleh Appa dan Eommanya hanya untuk BISNIS

Ay merasa Kai memperhatikannya dengan sigap iapun mendongkakan kepalanya melihat kearah Kai. Tatapan meraka terkunci, Ay in selalu merasa ada sesuatu dalam manik mata Kai yang belum hilang sedangkan Kai tak bisa lagi mengontrol dirinya untuk tidak menatap gadis yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sendiri

“Bagaimana aku sebelum kecelakann?” Kai langsung mengucapkan pertanyaan itu mulus dari mulutnya tak pernah melepaskan tatapannya dari sosok Ay in sedangkan Ay in merasa bingung harus menjawab apa di depan Kai, jantungnya sama seperti Kai berdebar tak kauan hingga takut Kai dapat mendengar detakan jantung Ay in

“Kau? -“ Kai hanya bisa mengangguk “Kau, Kau dingin, menyebalkan, menjelkelkan dan keras kepala-“ Kai terlihat biasa-biasa saja menurutnya sikapnya yang sekarang tak jauh beda dari yang dulu “Sepert,,,” belum sepat Kai melanjutkan perkataannya Ay in memotongnya

“ Namun etah sejak kapan kau berubah, Kai yang ku kenal sangat menyebalkan berubah menjadi orang yang sangat ramah, orang yang selalu tersenyum dengan tulus, orang selalu melindungi dan menjaga apa yang sudah jadi miliknya dan mulai melihat kearahku, menerimaku bahkan Kai yang dulu selalu mengucapkan kata SARANGEO padaku” Ay in kini berhasil mengeluarkan apa sejak dulu ia ingin utarakan sejak dulu ia ingin katakan dan sekarang Kai akhirnya dapat merasakan betapa tersiksanya sosok gadis ini kehilangan Kai yang selalu mecintainya

Kai yang mendengarnya tak bergeming, bibirnya terasa kaku untuk membalas perkataan Ay in, tapi matanya masih terkunci hanya untuk memandangi Ay in yang kini sedang tertunduk tak berani menatap dan melihat bagaimana ekspresi Kai saat mendengar apa yang Ay in katakan

CCRRRIT

Suara decitan kursi membuat Kai menghentikan kegiatannya kini ia melihat Ay in pergi dari hadapannya

Kai tak tau harus berbuat, akal pikirannya mencernah apa saja yang baru Ay in katakan dan detik berikutnya kepala Kai terasa sakit, keringat dingin mulai berada di pelipisnya dan potongan-potongan kecil kenangan mulai berjalan seperti film namun masih kabur namun hanya satu yang Kai tangkap dari potongan-potongan ingatan itu, Senyum itu, senyum Indah nan tulus yang hanya Kai dapatkan dari sosok Gadis yang bernama Ay in.

Ay in tampak gusar di kamarnya, ia tak tau harus berlaku seperti apa nanti di depan Kai, bagaimana ia bisa berkata seperti itu apakah sisi pemberontaknya kembali muncul.

“Apa yang kukatakan” ucapnya Frustasi

“PABO” teriaknya namun dengan sigap ia tutup mulutnya, apa yang akan terjadi jika Kai kembali mendengarnya

Jam sudah menunjukkan jam tengah malam namun Kai masih terlihat terjaga, ucapan Ay in terasa berputar-ptar di kepanya terlebih lagi potongan-potongan ingatannya sempat muncul dan hanya satu yang bisa ia tangkap yaitu senyuman yang ia yakini milik Ay in

Kai sudah tak tahan, iapun mulai keluar dari kamarnya, hatinya menuntunnya menuju kamar Ay in

Clek

Pintu kamar Ay in pun terbuka, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah Peterpan, semua yang ada di kamar sosok gadis ini adalah Peterpan tokoh kartun yang munurut Kai konyol tapi sedetik kemudian potongan-potongan ingatan kembali  berputar di dalam kepala Kai namun kabur hanya gambar-gambar peterpan serta sketsa wajahnya yang ia lihat

Kai kembali melangkahkan tubuhnya masuk dalam kamar itu, aroma karamel khas Ay in langsung memenuhi indra penciuman Kai, sosok Ay in yang sedang tertidur membuat jantung Kai langsung berdegup kencang

Kai terus mendekat hingga mensejajarkan wajahnya dengan wajah Ay in yang sedang damai tertidur

Kai terus mengamati wajah Ay in namun tiba-tiba wajah Ay in terlihat menegang dan alisnya berkerut, keringat dinginpun kini mulai bercucuran di pelis Ay in. Melihat hal itu Kai langsung memegang tangan Ay in yang bergetar bermaksud untuk menenangkan Ay in, erat sangat erat genggaman Kai kepada Ay in. 2 jam berlalu namun Kai terus menggengam tangan Ay in dan terus memandang Ay in, entah mengapa melihat wajah polos Ay in saat tidur seperti heroin yang membuat Kai kecanduan dan sama sekali tak bisa mengedarkan pandangannyake arah lain elain wajah Ay in.

dirinya sedang tak waras saat ini, itulah menurut Kai. Kai mendekatkan wajahnya untuk hingga bibirnya berhasil menempel di dahi Ay in

sangat lebut dan jujur saja sangat susah bagi Kai untuk melepaskan ciuman itu namun jika ia tak berhenti sampai disini, ia tak tau bagaimana harus mengontrol perbuatannya

“Nona bell, kurasa aku mulai melihat kearahmu” bibirnya terasa bergerak sendiri, Kai nampak kaget apa yang ia katakan namun “nona bell” serasa tak asing bagi Kai dan detik berikutnya iapun tesenyum dan melangkahkan dirinya pergi dari kamar Ay in dengan hati yang sedikit tenang.

TBC

RLC JUSEO

4 thoughts on “PETERPAN (chapter 8) [freelance]

  1. Kai hilang ingatan, what…?
    tpi kayakny dia udh mulai ingat walau sedikit2 pada ay in.
    Semoga kai mengingat ay in dan kembali seperti dlu ketika mereka saling mencintai satu sama lain y
    Ditunggu next chapny thor…
    #Keepwriting#Hwaitting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s