PETERPAN (chapter 9) [freelance]

kkgljg

PETERPAN (chapter 9)

Main cast : Kim jong in a.k.a Kai
Han ay in

Other Cast: Exo Member
kim Jae in (ibu kai)
Han yong ho (ayah Ay in)
shin Min Ri

Genre: School life,merrilage,Drama,family (maybe)

Leagh : Multicapter
autor: Ayuni kartika ( @yeoUnhyy)

Sinar matahari berhasil masuk di kamar Ay in dan berhasil membuat gadis kecil itu terbangun dari tidur lelapnya. Pagi adalah hal terindah yang Ay in rasakan karena hanya dengan pagi hari ia bisa terus melangkah dan berharap hari-hari berikutnya dapat menjadi lebih baik

Ada rasa rindu yang selalu Ay in rasakan setiap pagi hari, dimana pagi hari Ay in biasanya melihat wajah sosok namja yang sedang tertidur lelap di sampingnya yang terlihat sangat polos dan damai namun itu semua hanya membuat Ay in selalu merindukannya

Ay in kini berjalan dengan kaki berjinjit seperti seorang pencuri, jujur saja Ay in sangat malu bertemu dengan Kai, ia masih saja terus mengingat kejadian tadi malam. Malam yang membuatnya tampak bodoh di depan namja dingin itu

“Pagi nona !” ucap Supir Ajussi dan Ay in hanya langsung masuk di mobil membuat Ajussi itu memperlihatkan wajah yang bingung karena tak biasanya Ay in kelihatan tergesa-gesa terkecuali saat ingin mengerjakan tugas di sekolah namun ia tak pernah melihat ekspesi Ay in terlihat gusar

“Ajussi, tolong jalan!” ucap Ay in

“Nona, terlihat sangat tergesah-gesah tak seperti biasanya” ucap ajussi menatap Ay in dari kaca mobil sedangkan Ay in tersenyum sumringan ia ingin menjadi Ay in yang dikenal orang-orang, lupanya Kai dengannya tak akan selalu membuat Ay in frustasi hidupnya itu sangat singkat jadi Ay in lebih memilih menikmati serta menjalani dengan SENYUMA

“Aku tak apa-apa ajussi hanya saja ingin menghindari Kai saja, aku malas melihat wajah dinginnya yang konyol itu, hahaha” Ay in berucap sambil tertawa dan ini lagi-lagi membuat Ajussi makin bingung dengan tingkah Ay in

……

Kai berjalan di koridor sekolah dengan teman-temannya, teriakan Yeoja mendominasi indra pendengaran mereka

“Hei, Besok kita akan tanding basket dengan Shinwa high School kudengar dari mereka ada mantan pemain NBA” ucap Baekhyun dengan raut wajah yang sangat lucu

“Mwo? NBA ? kau yakin? “ Kini Suho mulai angkat bicara, walaupun ia tak bermain basket namun ia adalah kapten sekolah yang sangat peduli dengan sekolah mereka

Sedangkan Chanyeol tertawa bebas hingga beberapa orang di koridor menatapnya dengan aneh namun juga totonan gratis untuk para Yeoja yang melihat Tawa memeber Exo yang paling tinggi itu

“Yak, Baekhyunie jangan bilang kau takut” ucap Chanyeol sambil mencoba untuk mereda tawanya

“Yak, Yeolli kau kira aku takut” kini Baekhyun terlihat sedang membela diri sedangkan Kai, Luhan, Tao, Sehun dan Suho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap kedua teman mereka yang idiot itu

“KAI, apa kau mengingat sesuatu?” Luhan mulai mengangkat bicara untuk mengalihkan arah pembicaraan 2 orang idiot itu

Hanya sebuah gelengan menjawab semua pertanyaan Luhan

“Minri?” kini Sehun terlihat sedang tersenyum dan berlari meninggalkan teman-temannya ke arah sosok yeoja yang namanya Minri itu

“ Pacar Sehun?” tanya Kai saat melihat ekor mata luhan tampak berbinar saat melihat Yeoja itu

“Ya begitulah” Tao juga mulai angkat bicara, jujur saja teman-teman Sehun iri melihat Sehun dan Kai karena mendapat sosok Yeoja yang bisa mencintai mereka dengan tulus

“ Jadi bagaimana ? kita harus latihan ekstra hari ini” Baekhyun lagi-lagi mengalihkan Topik ke arah sebelumnya

“Kurasa kalian harus melakukannya” Ucap Suho dan mereka-pun terus berjalan ke arah kelas mereka

Kai baru saja melihat Sehun dari sisi yang berbeda, sisi yang membuatnya terlihat sangat berbeda dengan Sehun yang ia kenal, Sehun yang berubah karena seorang Yeoja yang menurut Kai sangat ia cintai. Dan bagaimana dengannya apa kata-kata Ay in semalam membuktikan bahwa dahulu ia mencintai Ay in tapi saat ini dia masih ragu dengan apa yang dia rasakan. Mungkin saja Ay in hanya bercanda dengan kata-katanya semalam tapi yang membuat Kai bingung sedari pagi belum melihat batang hidung Yeoja itu

Ay in kini sedang menikmati makanannya di kantin bersma Minri dan Sehun namun detik berikutnya ia beranjak pergi meninggalkan dua sejoli itu dan melangkah pergi ke Taman

Dedaunan kini terlihat sedang meninggalkan warnah hijaunya ke warnah kuning menunjukkan Musim gugur kini datang menghampirinya walau perasaannya sedang tak baik karena selalu memikirkan Kai namun tak sebaik ia merindukan Eommanya

Duduk sendiri di sebuah bangku di taman belakan sekolah, sepi hanya deruan angin yang Ay in rasakan. Ay in terlihat sedang menutup mata menikmati angin yang sedang menerpa wajahnya dan berhasil emmbuat senyum Ay in kembali terpampang jelas di wajah cantiknya

sekitar 5 menit menutup mata ia pun memukan mata dan

“OMO” ucapnya melihat sosok namja yang sedang menatapnya datar

“KAI?” ucap Ay in sambil mengusap-usap metanya ia takut karena merindukan Kai ia bisa saja berhalusinasi namun ia tepiskan karena ternyata sosok namja iu memang seorang Kai yang sedang duduk di sampingnya

“A,,pa yang kau lakukan disini?” tanay Ay in mengalihkan pandangannya karena tiba-tiba ingatan semalam langsung ada di pikiran Ay in

“Ini tempat umum” ucap Kai datar, mendengar itu Ay in pun berdiri untuk meninggalkan tempat itu namun baru selangkah tepat di depan Kai, ada tangan besar kini menariknya dan terjatuh dalam sebuah pangkuan dan lagi-lagi berhasil membuat jantung Ay in berdetak dua kali cepat seperti biasanya

“A, apa yang kau lakukan?” kini Ay in tampak sangat gugup ia terlihat menunduk tak kuat melihat KAI

“TATAP AKU” ucap tegas Kai namun masih terkesan datar namun Ay in terus saja menunduk dan membuat Kai terpaksa harus menarik teguk Ay in hingga wajah Ay in sejajar dengan Kai

Kedua orang ini sedang saling menatap, tatapan mereka seakan terkunci hingga keduanya tak bisa memalingkan wajah mereka. Kai merasa kembali aneh otaknya selalu meyakinkan dirinya bahwa Ay in hanya orang asing yang tiba-tiba hadir di kehidupannya sebagai istrinya tapi entah kenapa hatinya berkata sebaliknya? Hatinya selalu berkata bahwa ia MERINDUKAN Ay in yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sendiri

Namun kata-kata Ay in semalam membuat Kai berfikir sejenak, apakah mungkin sebelumnya ia memang mencintai Ay in atau malah Ay in yang mecoba untuk menjebaknya

“Kau jangan menatapku seperti itu, nanti kau akan lebih cepat jatuh cinta padaku” entah setan apa yang Ay in berhasil mengeluakan kata-kata konyol itu dan tanpa di sayangkan Kai tertawa saat mendengar ocehan tak jelas dari Ay in

“Kau tertawa lagi Kai” benak Ay in dan detik berikutnya ia langsung tersenyum ke arah Kai

“ HAN AY IN?” Kai lagi-lagi menatap intens mata Ay in, menurut Kai manik mata Ay in sangat indah bola matanya hitam pekat natural tanpa memakai Softlens tak seperti kebanyakan gadis-gadis yang Kai temui bola matanya selalu di warnai dengan Softlens

“hm” gumam Ay in membalas menatap Kai, dan saat itu Kai merasakan Jantungnya lagi-lagi berdetak Abnormal

“Kenapa aku bisa melupakanmu? Ingatanku memang buruk semenjak kecelakaan bodoh itu, aku tau. Menurutmu aku harus  bagaimana?  Menurutku, aku harus melihatmu setiap hari supaya tidak akan pernah lupa. Itu artinya kau harus selalu berada di sisiku” ucap Kai dan ucapan Kai berhasil membuat Ay in lupa caranya berbafas

“Apa kau sudah mengingatku?” tanya Ay in sambil terus menatap Kai mencari-cari kebenaran namun sayang Ay in tak menemukan apa-apa

“Gadis bodoh, maka dari itu aku bertanya padamu tadi? Bagaimana mungkin gadis bodoh seperti kau adalah istriku” ucap Kai dengan nada merendah sedangkan Ay in lagi-lagi mempot mulutnya dan jujur saja membuat Kai gemas deengan jarak sedekat ini Kai bahkan bisa mencium Ay in

“Jadi kau harus berada di sisiku supaya aku mudah mengingatmu Han Ay In” ancam Kai

“Ck, selalu saja seperti ini, kau selalu mempertanyakan hal bodoh seperti itu, tentu saja aku akan selalu di sisimu karena aku istrimu KAI” kini ucapan Ay in berhasil membuat Kai diam tak bergeming

Ay in mencitak kepala Kai dan berlari meninggalkan Kai yang tampak kesakitan. Ia kemudian berbalik dan mengeluarkan lidahnya ke arah Kai

“PABO” teriak Ay in dan berlari sedangkan Kai hanya bisa terkekeh melihat gadis itu ternyata Ay in bukan hanya gadis yang tabah tapi juga gadis yang di kamusnya selalu ada kata senyum bahkan tertawa

“GADIS ANEH” ucap Kai pada dirinya sendiri

…………..

Ay in dan Minri kini sedang sibuk membaca di perpustakaan, entah bacaan apa yang membuat mereka begitu terhenyak sampai akhirnya tak sadar bahwa sedari tadi bel telah bunyi

“In-ah, kenapa sedari tadi bel tidak berbunyi?” sadar Ay in pun mengedarkan pandangannya pada jam yang bertengger di tangan Minri

“OMO, kita kelewatan In-ah bagaimana ini? Jam inikan jam mengajar kangta saem (Guru Vokal)” mata Ay in ikut melebar seperti mata bulat Minri

Kangta Saem adalah guru terkiller di menurut Ay in dan Minri sebelum Kris saem, karena baru mulut saja yang tidak terbuka saat bernyanyi maka akan mendapat sanksi mencipkan lagu

“Bagaimana jika kita di suruh mencipkan lagu, OMG tangga nada-pun aku tak menghafalnya” sesaat setelah Minri berucap Ay in lagsung tertawa terbahak-bahak akibat ucapan  Minri yang tak masuk diakal

Merekapun berlari menuju kelas,

BRRUUK

tapi belum sampai ke- kelas Minri dan Ay in terjatuh akibat penggalang tali yang menghalangi jalan mereka

“Aist, Sial” ucap Minri mulai berdiri dan merapikan seragamnya sedangkan Ay in masih terduduk kesakitan dan dengan gerakan cepat tangan Minri sudah terentangkan ingin membantu Ay in bangun

Tiba-tiba

BRUK

Lagi-lagi mereka terjatuh dan kali ini diakibatkan oleh beberapa Yeoja yang mendorong Minri hingga menindi Ay in

“Yak, apa yang kalian lakukan hah?” Teriak Minri ke arah wajah salah satu yeoja itu sedangkan yang lainnya hanya tertawa-tawa

Ay in masih bingung sebenarnya apa yang diinginkan oleh ke-4 yeoja yang kini berdiri sambil menatap meremehkan ke arah Ay in namun pada dasarnya Ay in adalah seorang yang kalem dan tak melawan ia hanya menatapnya dan berdiri menarik pergelangan tangan Minri pergi dari sana

“Haha, kalian berdua memang pantas mendapatkan itu. Tidak sadarkah kalian, kalian berdua hanya beban diantara oppa-oppa, apalagi kau, HAN AY IN semenjak ada kau bahkan Kai-oppa sekarang sial dan hilang ingatan kau hanya seorang parasit yang terus menempel pada Kai oppa” ucap Yeoja itu dengan nada yang sangat mengerikan di telinga Ay in dan langsung menghetikan langkahnya

Jujur saja perkataan yeoja itu berhasil membuat Ay in termenung, lemas, begetar dan membuatnya lagi-lagi harus mengeluarkan beningan air mata. Hati Ay in kini sudah sangat sakit perkataan itu seperti puluhan pisau yang kini berhasil menembus jantung Ay in dan sungguh sangat sakit

“YAK, kalian berani pada Ay in, kalau Kai oppa mengetahuinya kalian akan habis” ucap Minri berjalan ke arah yeoja tadi

“Mwo? Haha, akan habis? Bahkan Kai oppa tak mengenal lagi siapa itu HAN AY IN”

BLUS, lagi-lagi air mata Ay in kembali mengalir dengan deras, bukan tidak mungkin memang perkataan yeoja tadi itu semuanya benar dan itu membuat Ay in langsung terduduk terisak

“NEO” teriak Minri dan menunjuk Yeoja itu, namun temannya yang lain bahkan mendorong Minri hingga terjatuh

“Kau kenapa hah? Kau bahkan terlalu lemah HAN AY IN” ucap Yeoja itu sambil mendekati Ay in yang terduduk sedangkan Minri hanya membelalakan matanya, entah dari mana kini di belakang eoja itu sudah ada

BALON—-

“YAK” teriak Minri

Namun sial, Ay in berhasil melihat balon itu dan detik berikutnya Ay in hanya terdiam terus menatap Balon. Kini ingatan kecelakaan yang merengguk nyawa ibunya kembali berputar-putar di kelpanya namun kini berbeda, Ay in bahkan melihat Kai yang juga ikut terkapar saat beberapa hari Kai terbaring lemas

“AARRKKKK” Teriak Ay in sambil terisak menangis dengan keras

“Ay in” teriak Minri dan menenangkan Ay in namun sayang Ay in kini terlhat histeris teriakannya bahkan membuat murid-murid di kelas berhamburan keluar. Minri terus berusa untuk menenangkan Ay in namun gagal.

Ay in terus berteriak, memegang kepalanya dan terus mundur hingga punggungnya menyentuh tembok. Keadaan Ay in kini sangat parah teriakannya terus terdengar serta air mata akibat tangisannya yang tak berhenti

“Ay in” Minri mulai mendekat lagi, namun sayang Ay in kini menenggelamkan wajahnya diantara pergelangan tangannya

Minri kini bingung harus berbuat apa pada Ay in yang keadaannya seperti ini, orang-orang bahkan mulai mengerumuni mereka berdua

“Minri, apa yang terjadi?” Teriakan khas dari Sehun berhasil membuat Minri tenang, kerumunan orang-orang kini mulai membuka-kan jalan untuk Sehun dan teman-temannya

“Sehunnie” ucap Minri dan menghambur ke dekapan Sehun

“Ay in, apa yang terjadi?” kini suara yang sangat di ketahui Ay in langsung memenuhi indra pendengarannya, suara seseorang yang bahkan ia sangat takut kehilangannya

“Ay in” ucap Kai mencoba untuk mendekata ke arah Ay in namun Ay in terus menangis terisak sambil berteriak seraya memegangi kepalanya dan meremas rambutnya

“ARRK” lagi-lagi teriakan itu berhasil membuat Kai sadar, rapuhnya gadis ini bahkan berhasil membuat jantung Kai berdetak tak karuan, berdetak lebih dua kali lebih kencang bahkan kekhawatirannya kini sudah berada di ambang kenormalan

“HAN AY IN” Bentak Kai ke arah Ay in dan langsung menariknya ke dalam sebuah pelukan khasnya, dada bidangnya Kai kini sukses lagi Ay in rasakan. Ay in meremas blazer Kai dan air mata Ay in sudah membasahi blazer Kai. Dekapan Ay in benar-benar erat kali ini. Ia tak mau kehilangan orang yang di sayangnya untuk kedua kalinya

Gelap- satu kata itu berhasil menjelaskan keadaan Ay in sekarang, lelahnya berteriak dan menangis membuat Ay in pingsan tak sadarkan diri. Keadaan Ay in yang begini membuat kemarahan Kai memuncak ia tak akan memaafkan orang yang membuat Ay in sebegini kacaunya

“SIAPA YANG BERANI MEMBUATNYA BEGINI?” Teriak Kai, namun tak ada yang berani berucap bahkan orang-orang yang mengerjai Ay in sudah tak terlihat semenjak kedatangan EXO

“SAMPAI AKU TAU SIAPA YANG MEMBUAT ISTRIKU BEGINI, AKU AKAN MEMBERIKAN GANJARANNYA” suara lantang Kai berhasil membuat orang-orang seketika bungkam, bahkan teman-teman Kai bingung dengan ucapan Kai yang berani mengungkapkan bahwa Ay in adalah istrinya

Namun Minri tersenyum saat mendengar ucapan Kai, dengan begini tidak akan ada lagi yang berani menganggu Ay in dan dirinya

“Oppa, bawalah cepat Ay in ke rumah sakit” ucap Minri kini sudah memegang tangan Ay in erat

“Cepat bawa Ay in, urusan yang satu ini aku akan mengurusnya” Suho kini mulai angkat bicara. Dan detik berikutnya Kai membawa Ay in keluar dari kerumunan kemudian membawanya ke rumah sakit di ikuti oleh Minri dan Sehun

“Bubar” teriak Tao berusaha membubarkan kerumunan, terdengar jelas di telinga Luhan, Suho, Baekhyun, Chanyeol bisikan-bisikan dari murid-murid yang tak percaya dengan ucapan Kai

“Kurasa ini akan menjadi malasah baru, jika sekolah mengetahui bahwa Kai dan Ay in sudah menikah” kini Chanyeol berucap

“Jangan pikirkan itu dulu, pertama kita harus menemukan siapa yang berani membuat Ay in sehisteris itu” ucap Baekhyun dan mendapat anggukan dari Tao dan Luhan

“Untunngnya Guru sedang rapat, jadi tidak akan jadi masalah besar. Tapi baru kali ini aku melihat Kai marah sambil menunjukkan ekspresinya, biasanya dia hanya DATAR” Luhan mulai meniru wajah datar Kai dan mendapat tawaan dari Suho, Baekhyun, Chanyeol, dan Tao

“tapi kuharap Nona bell baik-baik saja, aku tak suka melihat Kai saat sedang sedih” Tao mulai bicara lagi

Hanya anggukan khas dari yang lainnya saat mendengar ucapan Tao, kemuadian dia melanjutnya saat teingat sesuatu mengenai Kai

“Taukah kalian, Kai sebenarnya…

………….

Ay in terbaring lemas di ruangan sebuah rumah sakit, badanya panas kerana menurut dokter Ay in mendapat tekanan kuat dari batinnya. Ingatan masa lalunya terus memutar-mutar di kepala Ay in hingga membuatnya tak kuat untuk sadarkan diri

Kai menatap senduh gadis itu, berkas-berkas air mata masih membekas di sekitar kelopak mata Ay in, lingkaran hitam yang ada di sekitar kelopak mata Ay in menambah kesan kelemahan Ay in

“ Ini sebabnya aku tak suka dengan rencana ini, belum juga aku meninggalkanmu selama sehari. Kau sudah seperti ini” ucap Kai dengan nada lirih

“Kau harus bangun, kau bahkan belum menepati janjimu HAN AY IN” ucap Kai dan genggaman tangan Kai mengerat seakan tak ingin meninggalkan Ay in walau hanya sedetik saja

TBC

RLC JUSEO

5 thoughts on “PETERPAN (chapter 9) [freelance]

  1. Hua… ff nya bagus banget thor…
    Next ya…
    Terus dilanjutin ya thor….
    Lanjutin sampe selesai yehet!!!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s