Peterpan [freelance]

poster6

Tittle : Peterpan║ Author : Acchan ║ Main Cast : Byun Baekhyun, Jung Eunji ║Other Cast : Tiffany, Minah, Victoria ║Genre : Romance, Comedy ║Length : Oneshoot ║

“Cihh… kekanakan sekali judul teater ini!” Baekhyun mencibir selembaran poster yang terpampang di madding sekolah. Baekhyun dan Eunji, yang saat itu kebetulan lewat di depan madding berhenti membaca pengumuman yang tertera disana. Peterpan. Judul dari selembaran poster yang terpampang di mading. Sebuah pementasan teater yang akan diselanggaran 2 minggu lagi, dan kini sedang mencari para pemain untuk pementasan tersebut.

“Mereka kira kita anak kecil yang menyukai dongeng anak anak semacam ini, cihh” Eunji ikut mencibir mengiyakan ucapan Baekhyun, sahabatnya. Eunji dan Baekhyun teman sekelas sekaligus bertetangga semenjak mereka berada di Junior High School sampai sekarang ini. Mereka berdua selalu bersama. Dimanapun ada Baekhyun pasti disitu ada Eunji. Siswa siswi di Paran High Scool itupun banyak menyangka mereka adalah pasangan kekasih. Eunji tipe gadis tomboy yang tertarik dengan hal hal berbau pria, makanya ia dan Baekhyun tampak sangat akrab satu sama lain.

“Peterpan? Hmmm tak begitu buruk. Aku ingin menjadi Wendy” suara lembut seorang gadis membuat mereka berdua menoleh.

“Annyeong” gadis tersenyum itu menyapa Baekhyun dan Eunji. Eunji tersenyum kecut membalas sapaan gadis di depannya kini.

“A-aann-nyeonng” Baekhyun menjawab terbata bata. Tiffany. gadis itu tersenyum memperlihatkan matanya yang tenggelam oleh senyumannya. Eyesmile yang sungguh cantik. Begitulah kata hati Baekhyun yang memang sudah lama tertarik dengan gadis di depannya kini.

“Kurasa aku ingin mendaftar. Kau ingin mendaftar juga kan Baekhyun-ah?” Tiffany bertanya pada Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari selembaran yang tertempel itu.

“Ne, tentu saja” Baekhyun menjawab kilat.

“Ya! Tadi kau mengatakan ini kekk—“ Baekhyun membekap mulut Eunji sebelum gadis berkepang kuda itu menyelesaikan kata-katanya. Tiffany melirik Eunji sekilas.

“Ini kerenn… Eunji juga akan mendaftar, iyakan Eunji-ah?” Baekhyun melepaskan bekapannya. Dikedip kedipkan matanya ke arah Eunji agar gadis itu mengiyakan ucapannya. Eunji mengangguk malas bercampur kesal. Ia mengerti akan sikap Baekhyun yang seperti itu, tentu saja karena seorang Hwang Tiffany yang kini berada di hadapan mereka. Eunji tahu betul bagaimana perasaan Baekhyun pada yeoja itu.

“Arasso. Ku harap peterpannya adalah dirimu Baekhyun-ah” Tiffanny kembali menoleh dan tersenyum pada Baekhyun. Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia terlihat salah tingkah setelah mendengar ucapan Tiffanny barusan. Sedangkan Eunji? Gadis itu memalingkan wajahnya malas. Ia akan selalu melakukan hal itu jika Baekhyun dan Tiffanny bertemu. Walaupun Baekhyun sudah bercerita banyak tentang Tiffany padanya, Eunji tak pernah suka melihat gadis itu apalagi jika gadis itu berada di dekat Baekhyun.

“Baiklah, aku pergi dulu. Semoga berhasil ne” Tiffany beranjak pergi dari tempat itu. Baekhyun mengangguk. Tatapannya masih belum beranjak dari Tiffany yang kini sudah menghilang dari pandangannya.

“Eunji-ah kau harus membantuku!”

~”~”~”~”~”~

“Aish, seenaknya saja dia menyuruhku ini itu! memang dia pikir dia siapa? Dan kenapa juga aku sebodoh ini menuruti perkataannya! Peterpan? Cihhh apa apaan itu. dia ingin menjadi peterpan? Bahkan dia lebih kekanak kanakan dari peterpan! Dan kau Jung Eunji! Kau benar benar bodoh!”Eunji merutuki dirinya sendiri yang mau mau saja menuruti apa kata Baekhyun untuk mencari hal hal yang berhubungan dengan peterpan. Bahkan namja itupun juga menyuruhnya untuk mengikuti casting. dan bodohnya ia mengiyakan dengan mudah ucapan Baekhyun. Eunji memang tak bisa menolak apapun yang Baekhyun  katakan. Ia akan selalu mengikutinya, apapun itu.

“Peterpan adalah seorang tokoh anak yang bebas. Remaja bergigi bayi yang tidak akan pernah tua karena selalu mengisi hari harinya dengan bermain dan senyuman menawan selalu menghiasi wajahnya.” Eunji membaca deretan kata di layar laptopnya. Sedari tadi ia berkutat di depan laptop mencari informasi tentang dongeng anak itu.

“Cihh, bergigi bayi katanya. Mana ada gigi bayi bisa memakan daging dengan lahap.” Komentar gadis itu mengingat Baekhyun yang suka sekali memakan apapun yang berhubungan dengan daging.

“Tidak akan pernah tua? Hei, setiap tahun umurnya selalu bertambah dan bahkan ia lebih tinggi dariku” Eunji kembali mengomentari kata kata yang ada disitu, membandingkan semuanya dengan keadaan Baekhyun.

“Senyum menawan? hmmm…” Eunji menatap ke atas membayangkan Baekhyun saat tersenyum. kedua sudut bibir gadis itu terangkat, tersenyum malu malu membayangkannya. ‘dia memang sungguh menawan’ gumamnya dalam hati. Tak bisa dipungkiri, Eunji memang telah lama memendam perasaanya pada Baekhyun. Perasaan yang lebih dari sekedar persahabatan.

~”~”~”~”~”~

“Ini! semua yang kau minta sudah ku tulis disini” Eunji memberikan sebuah note buku pada Baekhyun yang baru saja masuk kelas.

“Mwo? Kau menulisnya?” Baekhyun menerima note buku itu.

“Tinta prinku habis, jadi aku menulis scribnya disitu”

“Ah… e-emmm… ituu”Eunji mengangkat sebelah alisnya menunggu ucapan Baekhyun yang terlihat kebingungan menyusun kata kata.

“Aish bicara saja. Tak usah bertele tele seperti itu. kau seperti bukan Byun baekhyun yang ku kenal” cibir Eunji. Gadis itu memang tak suka dengan hal yang bertele tele.

“Hmmm… Tiffany mengajakku latihan bersama, hmmm dan ku pikir kau tak perlu repot repot menulis ini Nji” ucap Baekhyun akhirnya. Eunji menatap Baekhyun. Raut wajahnya berubah seketika. Kemarahan dan kesedihan seakan bercampur jadi satu. Satu helaan napas membuatnya berpaling dan kembali duduk di bangkunya. Wajahnya kini berubah datar tanpa ekspresi.

“Oh begitu. Arasso” Baekhyun duduk di sebelah Eunji. Ia tau gadis itu pasti kesal padanya. Baekhyun lupa memberi tahu Eunji jika kemarin Tiffany mengajaknya latihan bersama sebelum melakukan audisi. Dan tentu saja ia takkan melewatkan hal seperti ini. ia langsung mengiyakan ajakan Tiffany dan melupakan permintaannya pada Eunji.

“Kau marah? Maafkan aku ne? aku janji akan mentraktirmu sebagai gantinya?”

“Tidak perlu repot repot Baek, aku tak marah” Eunji menggeser kursinya ke belakang, beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Baekhyun begitu saja.

“Aish, tentu saja kau marah. Mana ada orang tak marah seperti itu” Baekhyun berbicara sendiri setelah kepergian Eunji. Tatapannya kembali pada note buku di tangannya. Di bukanya lembar demi lembar yang tertulis di buku itu. Seketika raut wajah namja itu berubah serius membaca detail apa yang tertulis disana. Baekhyun mengangkat wajahnya. Kebingungan terpampang jelas disana.

“Iniii….” Baekhyun menggantungkan kalimatnya. Pandangannya kosong setelah membaca buku itu.

~”~”~”~”~”~

Pementasan teater tinggal beberapa hari lagi. Audisi untuk untuk para pemain teater telah dilakukan. Hasilnyapun juga sudah keluar. Dan benar, berkat latihannya yang serius dengan Tiffany, Baekhyun mendapatkan peran utama itu. begitupula dengan Tiffany, ia juga mendapat peran yang diinginkannya. Namun, satu hal yang sangat disayangkan Baekhyun. Eunji. Gadis itu tak pernah menampakkan dirinya lagi di depan Baekhyun setelah kejadian di kelas itu. Eunji bahkan pindah tempat duduk bersama Minah. Sekolahpun ia datang terlambat, dan pulang duluan. Saat istirahat, ia tak pernah terlihat di kantin, ia pergi entah kemana. Dan kini Baekhyun sungguh kehilangan sosok yang selalu di sampingnya itu. meski saat ini Tiffany selalu ada di dekatnya, namun itu tak membuat Baekhyun senang. Namja itu sngat sangat merindukan Eunji.

“Minah, kau melihat Eunji?” baekhyun menghampiri Minah yang kini menjadi teman sebangku Eunji. Gadis berambut sebahu itu mengangkat bahunya menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Ayolah aku yakin kau tahu dimana Eunji berada” Baekhyun masih belum putus asa. Ia yakin Minah pasti tau dimana Eunji berada.

“Sudah ku katakana aku tak tahu” Minah menjawab acuh. Baekhyun menghembuskan nafas kasar. Ia duduk di depan kursi yang ditempati minah menopangkan dagunya disana, berharap gadis di depannya mau memberikan informasi.

“Terkadang perasaan wanita itu tidak bisa ditebak” Minah bersuara disela membaca komiknya.

“Maksutmu?” Baekhyun mengangkat wajahnya penasaran dengan ucapan yang Minah lontarkan.

“Mulut dan hati wanita itu terkadang berbeda. Mungkin kata hanya sekedar sahabat dengan mudah keluar dari mulutnya, tapi kebersamaan yang terus menerus terkadang bisa membuat hati wanita akan menganggap lebih dari kata itu” Baekhyun terdiam. Kata kata yang diucapkan Minah mulai menggerayangi otaknya. Mencerana maksut yang tersirat dari ucapan gadis itu.

“Minah-yah” Baekhyun bersuara pelan.

“Ne?”

“Kau mau membantuku?” Minah meletakkan komiknya. Menatap ke atas seolah oalha berpikir.

“Kau berani membayarku berapa?” Minah mengangkat alisnya seolah menantang Baekhyun.

“Aish mengatakan iya apa susahnya sih” baekhyun mendorong komik yang di pegang Minah ke wajah gadis itu dan be        rlari pergi sebelum gadis itu menceramahinya.

~”~”~”~”~”~

Gudang belakang sekolah. Tampat yang jarang terjamah oleh siswa siswi di Paran High School. Tentu saja, siapa yang mau menghabiskan waktu istirahat di gudang yang sepi kotor dan menyeramkan seperti itu? hanya orang bodoh yang akan pergi kesana. Dan Eunji adalah salah satunya. Sudah lebih dari seminggu ini ia selalu datang ke tempat ini. menghabiskan waktu istirahatnya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Yang dilakukannya hanya duduk merenung, mengomel bahkan terkadang menangis. sungguh ironis, Jung Eunji gadis yang terkenal dengan sifat tomboynya melakukan hal seperti itu. dan lebih parah lagi itu semua hanya karena seorang namja bernama Byun Baekhyun. Eunji terpaksa harus menghindari namja itu. ia tidak ingin hatinya lebih lama menahan rasa sakit jika berada didekat Baekhyun. ia tak ingin mendengar namja itu selalu berbicara tentang ini itu yang berhubungan dengan Tiffany. Tiffany yang cantik, pintar, feminim, mempesona dan lain lain. Eunji sudah muak dengan itu semua.

‘Krietttt’ suara pintu terbuka membuat Eunji menoleh melihat siapa yang datang. Minah. Gadis itu berjalan menghampiri Eunji yang terduduk di salah satu kursi yang ada di situ.

“Ada apa kau kemari?” tanya Eunji to the point.

“Disini pengap. Kau sangat hebat bisa tahan di tempat seperti ini Nji” Minah menjawab sambil menutup mulut dan hidungnya. Benda benda tak terpakai yang berdebu membuat udara di dalam itu menjadi pengap.

“Aish, katakana saja tujuanmu kemari”

“Aku besok tidak masuk. Ibuku mengajakku ke busan ada acara keluarga penting, padahal besok hari pementasan teater”

“Lalu?”

“Aku mau kau menggantikanku”

“Baekhyun yang menyuruhmu?”

“Aish, aku bahkan seperti buronan yang menghindar dan selalu dikejar kejar olehnya” Minah menjawab sesungutan.

“Aku tidak mau”

“Ya! Ayolah ku mohon. Lagipula perannya hanya sebagai tinkerbell. Tak banyak dialog yang harus kau hapal”

“tetap tidak mau. Apalagi tingkerbell kan akan selalu berada di dekat peterpan. Aku tak maua bertemu namja jelek itu. tidak mau” Eunji bersikukuh menolak tawaran Minah.

“Lalu kau ingin menghindar terus darinya? Ayolah Jung Eunji itu semua takkan menyelesaikan masalah” Eunji terdiam mendengar ucapan Minah. Benar, menjauhi Baekhyun tak membuat perasaanya berubah menjadi baik. Bahkan terkadang ia merindukan namja itu. Minah menarik napas dalam dan melanjutkan kata katanya.

“Aku tidak mau tau, kau tetap harus menggantikanku kalau tidak aku akan memberi tahu Baekhyun kalau kau menyukainya”  Minah bangkit dari duduknya hendak pergi dari tempat itu.

“Ya! Kau mengancamku?”

“Hari ini latihan terakhir dan kau harus datang atau aku akan membunuhmu!”

~”~”~”~”~

Aula sekolah. Tempat latihan teater berlangsung. Besok adalah acara pementasan teater. Semua pemain yang mengisi pementasan itu berkumpul disana untuk latihan terakhir mereka. Latihan memang belum dimulai karena banyak beberapa pemain yang masih belum datang. Pintu aula terbuka, seorang gadis berjalan menghampiri salah satu dari mereka yang ada di sana.

“Annyeong sunbaenim, aku Jung Eunji dari kelas 2-A. aku menggantikan Minah dalam pementasan teater” Eunji membungkuk memperkenalkan diri pada Victoria, sunbae diketahuinya adalah ketua pelaksana teater ini. Victoria menyambut Eunji ramah.

“Ah ne, Minah sudah mengatakannya. Kau sudah memegang scribnya? Kita akan memulai latihan sebentar lagi” Eunji mengangguk pelan.

“Arraa, Cha kita mulai latihan” Victoria menepuk kedua tangannya menginstubsi semua yang ada di sana.

“Eunji-ah, kau juga ikut dalam teater ini?” Baekhyun menghampiri Eunji ketika gadis itu selesai berbicara dengan Victoria. Eunji mengangguk singkat dan berjalan melewati baekhyun. Baekhyun menatap gadis itu nanar. lagi lagi gadis itu menjauhinya.

“Chaa, kita latihan” seseorang menepuk pundaknya pelan. Tiffany, gadis itu tersenyum padanya dan mengajaknya berkumpul bersama yang lain. Tangan gadis itu yang melingkar di lengan Baekhyun tak luput dari pandangan Eunji yang diam diam menatap mereka.

~”~”~”~”~”~”~

Keesokan paginya, suasana di aula Paran High School penuh dengan kepadatan siswa siswi, para guru dan staf  yang menghadiri acara pementasan teater. Panggung pementasanpun ditata seperti hutan kecil untuk mendukung pementasan ini. Para pemain dengan kostum ala dongeng peterpan di belakang panggung tengah bersiap dengan penampilan mereka.  Meski perasaan nerveus masih melanda beberapa orang diantaranya.

“Cha! Kalian sudah siap bukan?” Victoria kembali menginstrupsi anak buahnya.

“Nee!”

“Baiklah acara akan di mulai. FIGHTING!!!”

~”~”~”~”~

Suatu malam Wendy, Michael, dan John terbangun karena mendengar suara aneh. Mereka mengintip dari jendela kamar mereka melihat seorang anak laki laki dan seorang peri kecil terbang. Keduanya mendekati jendela itu menghampiri Wendy dan adik-adiknya. Peterpan. Anak laki laki itu memperkenalkan dirinya dan peri kecil yang dipanggil Tinkerbell.

Peterpan menceritakan tentang Neverland, tempat asalnya. Tak hanya itu ia juga menceritakan anak anak hilang yang tinggal disana dan bajak laut. Ketiga anak itu tertarik meminta Peterpan membawa mereka ke sana. Peterpan menyuruh Tinkerbell menaburkan bubuk ajaib untuk membantu mereka terbang.

Mereka semua terbang menuju Neverland. Kapten Hook, seorang bajak laut yang merupakan musuh Peterpan melihat mereka semua dan kemudian merencanakan sesuatu.

Neverland, sudah berhari hari Wendy dan adik adiknya tinggal disana bersama anak anak hilang. Mereka merindukan rumah dan kampong halaman. Peterpan yang mendengar itu semua menyuruh Tinkerbell mengantarkan mereka semua kembali. Namun di tengah perjalanan Kapten Hook menangkap mereka semua.

Tinkerbell memberi tahu peterpan lalu anak laki laki itu mendatangi kapal Kapten Hook. Peterpan membabat habis anak buah Kapten Hook, kini bajak laut itu tinggal sendiri. Peterpan mendorong Kapten Hook sampai terjebur ke laut. Ia kembali pada anak anak hilang dan mengantarkan mereka.

“Kita sudah sampai” Peterpan menginjakkan kakinya ke tanah. Ia mengantar Wendy dan adik adiknya kembali ke rumahnya.

“Peterpan tinggallah disini” Wendy menggenggam tangan Peterpan memohon agar anak laki laki itu tidak pergi.

“Aku tidak bisa. Kau akan tumbuh besar disini”

“Tapi aku ingin tumbuh besar bersamamu” Peterpan menggeleng.

“Tidak, aku tidak akan tumbuh besar aku akan tetap menjadi seperti ini”

“Tapi aku tak bisa hidup tanpamu Peterpan”

“Dan aku tak bisa hidup tanpa Neverland dan. . . . . .” Peterpan menoleh ke samping. Peri kecil disampingnya yang terdiam dari tadi. lalu. . . . .

‘Ceklek’

“Ya! Kenapa dimatikan?!” Baekhyun berteriak kencang menoleh ke belakang. Seorang gadis yang memegang remot TV berjalan ke arahnya menjatuhkan dirinya di sebelah Baekhyun.

“Sudah ku bilang ini memalukan! Kau terus saja menontonnya” remot yang dipegang gadis itu mendarat di kepala Baekhyun membuat namja itu meringis kesakitan.

“Aish, ini sudah 5 tahun yang lalu. Apa yang membuatmu malu Nyonya Byun?” gadis itu memanyunkan bibirnya kesal. Dan tentu saja itu tak disiasiakan Baekhyun. ‘Chu’ bibir namja itu sukses mendarat di bibir gadis mungil di sebelahnya.

“Ya! Ya! Ya! Dasar mesum!” gadis itu memukul lengan Baekhyun pelan. Seketika pukulannya terhenti melihat sesuatu yang kini di pegang Baekhyun.

“Ya! Kau masih menyimpannya? Kembalikan padaku!” gadis itu menunjuk note buku yang dipegang Baekhyun. Secepat kilat Baekhyun menyembunyikan buku itu di balik tubuhnya.

“Tidak mau! Kau sudah memberikan ini padaku nyonya Byun. Kau tidak bisa mengambilnya kembali”

“Aku salah memberikan buku, ayolah kembalikan padaku. Ini sudah 5 tahun Baek”

“Kau mau memberikan apa padaku jika aku mengembalikannya?” Baekhyun mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

“A-apaapun yyang k-kau i-inginkan” gadis itu terbata bata menjawab pertanyaan Baekhyun. Bagaimana tidak? Wajah Baekhyun dan dirinya hanya berselisih 0,5cm. meskipun itu sering terjadi, tapi tetap saja gadis itu masih belum dapat mengontrol debaran jantungnya yang serasa ingin meledak.

“Malam ini……” Baekhyun menatap gadis itu intens, tangannya mengangkat dagu gadis itu perlahan.

“Ya! Kau mesum!” gadis itu mendorong Baekhyun menjauh darinya. Hampir saja ia sempat terbuai dengan perlakuan namja itu padanya.

“Aish, kau bilang apapun yang ku inginkan akan kau kabulkan. Lagipula aku suamimu. Mesum dengan istri sendiri tak ada salahnya eoh?” Baekhyun sesungutan kembali ke posisi semula seperti tadi ketika ia menonton dvd pementasan teaternya semasa sekolah. Gadis itu mendekatkan dirinya kembali pada Baekhyun. Disandarkan kepalanya pada bahu namja itu. sungguh nyaman. Itulah yang di rasakannya. Pandangannya beralih pada cover Dvd di atas meja. Terpampang jelas foto mereka pada saat pementasan teater semasa sekolah dulu.

“Kau adalah Peterpanku dan akan selalu menjadi milikku Tn. Byun Baekhyun”

“Dan kau adalah Tinkerbellku dan akan selalu menjadi milikku Nyonya Byun Eunji”

[END]

Epilog

‘Chu’ sebuah kecupan singkat mendarat dibibir peri kecil di samping Peterpan. Semua yang ada di situ bersorak melihat adegan yang terjadi di depan mereka. Tinkerbell, peri kecil itu hanya terdiam seperti patung.

“Andai dirimu Cinderella, Bolehkah aku memasang sepatu kaca untukmu?”

“Andai dirimu Putri tidur, bolehkah aku membangunkanmu dari tidurmu?”

“Andai dirimu Rapunzel, Bolehkah aku memanjat rambut emasmu dan menolongmu?”

“Andai dirimu Putri salju, Bolehkah aku menciummu?”

‘Chu’ kecupan kedua kembali di terima peri kecil tersebut.

“K—k au dd-dapat darimana k-kata kata itu?” Peterpan mengeluarkan sebuah note buku dari sakunya. ‘Nji’s Diary’. Tertulis kalimat itu di halaman pertama yang sontak membuat peri kecil pemilik asli note buku itu terbelalak tak percaya.

“Dan sekarang dirimu adalah Tinkerbell, lalu bolehkah aku menjadi Peterpanmu yang akan selalu membutuhkanmu disampingku bukan sebagai teman atau sahabat, tapi sebagai gadis tinkerbellku”

3 thoughts on “Peterpan [freelance]

  1. Eh Baekhyun, namanya Jung Eunji bukan Byun Eunji. Walaupun udah married.. Tapi… /gak terima/ okk terserah lu deh😉

    FFnya bagus.. Aku suka! Apalagi sama kata – kata Baekhyun yang dari bukunya Eunji. So sweet~ xD always keep writing ya! Fighting!

  2. Ya ampunn so sweet bgtt… baekhyunn aaa ingin jd eunji disini… kerennn aku sukaaa aku sampe disebut kaya org gula.sama kaka gara2 senyum2 sendiri baca inii..aaaaaaa gatahann..hihihi
    Keep writing! Fighting!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s