Never Let You Go

NEVER LET YOU GO

Revabip’s storyline

 never-let-you-go

Cast : Kim Jong In (Kai,Exo) , Han Bihyul (Oc)

Genre : School life, romance

Rating : G

Leght : Chaptered

Poster By Jungleelovely@posterchannel (thanks for the poster)

 

Author’s Note : Hi…Hi… Revabip in here. Long time no see…

                          This is story is mine. and I hope you like it.

                          Don’t forget to comment after read this story. Enjoyed please.

 

-CHAPTER 1-

Gadis itu tersenyum kecil ketika bola basket itu masuk ke ringnya. Ia tanpa sadar bertepuk tangan, namun sedetik kemudian menghentikannya karena takut jika seseorang melihatnya dan mengetahui hal terlarang ini. Yah, jika itu teman kelasnya, mungkin dirinya akan baik-baik saja. Namun, jika itu kelas lain? Mungkin, gosip ia menyukai namja itu akan beredar secepat kecepatan data internet yang paling terbaru.

Gadis itu tertawa ketika melihat satu-satunya objek yang menarik perhatiannya dilapangan basket itu, mempermainkan lawannya yang memiliki tinggi tubuh berbeda dengannya. Namja pendek itu berusaha mengambil bola ditangan objeknya yang terpaut sangat tinggi, hingga ia harus melompat-lompat layaknya ingin memanjat objeknya. Namun, sayang objeknya terlalu tinggi hingga namja pendek itu menyerah dan jatuh terduduk dilapangan basket. Objeknya tertawa puas dan kembali melemparkan bolanya ke ring basket dan masuk.

“Yak!”

Gadis itu terkejut ketika seseorang dengan tiba-tiba memukul bahunya dan mengagetkannya. Ia berbalik kesal dan Nineul- teman sekelasnya- tersenyum-senyum tidak jelas membuatnya ingin sekali melempar gadis itu dengan sepatunya.

“Cie-cie. Siapa yang kau lihat,eoh?” Terka Nineul sembari mengedarkan pandangannya. Gadis itu menahan senyumnya dan tatapannya mencuri pandang kearah objeknya yang sedang berlatih memasukkan bola ke ring basket.

“Omooo.. Kai-ssi jeongmal..” Puji Nineul tertahan. “Pasti sedari tadi kau mengintipnyakan? Mengaku saja” vonis Nineul sambil menunjuk dirinya.

Gadis itu menggeleng. “Ani, aku tak mengintip. Hanya melihatnya”

“Itu sama saja”

Gadis itu tertawa dan kemudian menggeleng. “Aniyo. Aku hanya melihatnya saja. Setidaknya inikan kelas kita jadi bukan mengintip namanya”

“Aku tau kau sangat senang saat pindah kesini, Bihyul-ah” vonis Nineul lagi sembari duduk disamping Bihyul dan menatap kearah objeknya-Kai- yang sibuk bermain bersama teman-temannya.

“Kau salah. Aku tak suka tempat ini. Bangunannya lama. Dan hal yang paling buruk karena ini berada tepat disamping ruang guru. Ah, membuat kita tak dapat free dipelajaran tertentu”

“Omoo.. Apa aku salah dengar? Hey, are you really Han Bihyul-ssi?” Tanya Nineul dengan ekspresi keterkejutan yang berlebihan.

Bihyul menundukkan kepala Nineul dengan tangannya dan mengacak rambut gadis itu. “Mwoya? Are you really Ahn Nineul? Oh, I think my friend is lost in some place” ucap Bihyul dan pura-pura mencari disemak-semak dan dibawah sepatunya seakan Nineul adalah benda kecil yang dapat dengan mudah hilang disuatu tempat.

Nineul memberenggut melihat tingkah Bihyul dan memukul gadis itu pelan.

Tiba-tiba datang sekelompok gadis duduk disamping mereka dan tertawa entah menertawakan apa. Kelompok yang tak lain adalah Jun Hee, Chaeri, Jinhya, dan Eunmi duduk disamping Nineul dan Bihyul.

“Hey, apa yang kalian lakukan?” Tanya Junhee.

Nineul dan Bihyul saling menatap dan menggeleng. “Eobseo”

“Kenapa kalian kemari?”

“Wae? Tidak boleh?” Tanya Chaeri dan mengedarkan pandangannya hingga sedetik kemudian ia bagaikan ikan yang terdampar didarat dan sibuk dengan penglihatannya. Bihyul menggeleng.

“Kenapa kau tak bilang Kai-ssi sedang main basket? Omoo… Tampannya” puji Chaeri.

“Ne, apakah dia turun dari surga?”

“Sungguh pahatan tuhan yang luar biasa”

Dan puja-pujian untuk Kai berterbangan ditelinga Bihyul. Ia mengangguk dan menggeleng. Yah, kelasnya yang memiliki siswa ajaib dari kebanyakan siswa di Korea Selatan itu adalah sebuah persatuan yang memiliki kekompakkan disegala hal. Mereka menamakan diri mereka Cosinus, salah satu istilah matematika untuk sudut. Entah untuk alasan apa Cosinus diambil yang jelas jika siswa di Cheondam SHS mendengarkan kabar tentang Cosinus maka mereka akan heboh. Bukan karena yang tinggal di Cosinus memiliki uang dan pesona fisik- ralat sebenarnya ada sebagian. Namun, Cosinus menjadi menarik bukan karena hal itu. Cosinus adalah kumpulan siswa yang dipilih karena kepintaran mereka. Jadi, apakah mereka memiliki IQ diatas rata-rata? Oh, penulis juga tidak tahu karena belum pernah mentest IQ mereka.

Cosinus adalah kelas unggulan. Didalamnya terdapat orang-orang ajaib yang bisa dalam berbagai hal walaupun tak semuanya. Siswanya aktif diberbagai organisasi. Bahkan ada sekitar beberapa orang yang menjadi pengurus inti dioraganisasi ekstrakurikuler Cheondam. Jika akademik dan perilaku sangat bagus. Lalu apa yang membuat mereka ajaib? Yah, akademik dan perilaku sudah biasa bagi kelas orang pintar. Tapi, seperti mereka memiliki kekompakkan dan solidaritas yang berbeda dari siswa pintar pada umumnya. Bukan dalam hal baik saja, solidaritas mereka berlaku juga pada hal buruk. Mungkin, kalian akan berpikir Cosinus adalah kelas terbaik. Tapi, sebenarnya tidak. Mereka akan mengerjakan tugas alias menyontek berjamaah, suara mereka menggelegar dan hampir setiap hari mereka memiliki bahan menggosip sehingga baru sehari pindah didekat ruang guru mereka sudah mendapatkan peringatan dari hampir semua guru yang melintas dihadapan kelas mereka. Bahkan, jika hanya membuat acara barbekyu kecil-kecilan atau makan-makan bersama esoknya pasti gosip akan tersebar. Hal sekecil apapun yang mereka lakukan pasti akan mudah tersebar. Bahkan, salah satu member Cosinus seharusnya dikeluarkan dari sekolah namun karena kekuasaan seseorang jadi member itu tidak jadi. (Sebenarnya ini tak termasuk keajaiban mereka)

Walau begitu member Cosinus tak pernah berhati-hati walau tahu mereka selalu menjadi objek gosip untuk orang lain. Kadang, Bihyul berpikir mungkin karena mereka- Cosinus- selalu menggosip orang lain. Jadi, mereka mendapat karma di gosip juga oleh orang lain walau hal-hal tersebut sangatlah sepele.

Bihyul memperhatikan teman-temannya yang lurus memandang kearah Kai yang bermain basket bersama teman-temannya. Sepertinya sekarang Kai bermain bertim. Dan tentu saja teman-temannya ini akan mendukung timnya Kai, karena sekali lagi mereka adalah Cosinus memiliki kekompakkan dan solidaritas diberbagai hal-termasuk fans kepada Kai >_

“Oh, Taemin jeongmal…” Puji Nineul sambil menutup kedua pipinya dengan tangannya.

Taemin? Bihyul tersenyum. Taemin adalah nama yang selalu digunakan oleh teman-teman Bihyul untuk memuja Kai. Tapi, Taemin bukan kode atau aliasan. Sebenarnya, Taemin adalah nama dari salah satu member SHInee yang wajahnya 11-12 dengan Kai. Dan parahnya Bihyul menyetujui hal itu. Walau begitu ia tak ingin Taemin disamakan dengan Kai. Karna Taemin Oppanya benar-benar terbaik dan number one dimata Bihyul.

Bihyul meluruskan tatapannya kearah lapangan basket. Ia melirik temannya yang terlihat serius menonton pertandingan tersebut. Kai didalam lapangan mendribble bolanya dan mengopornya ke Oh Sehun diseberang lapangan. Mereka kemudian berlari dan menyerang tim tersebut dengan cepat. Sehun yang terpojok disisi kiri lapangan kembali melempar bola ke Kai dan …

BRAKK

“Kyaaa-mmph”

Bola itu masuk dengan iringan pekikan kagum dari member Cosinus. Namun, pekikan tersebut bukanlah karna kagum melihat Kai mencetak point tapi karena saat Kai melompat baju seragamnya yang pendek terangkat dan menampilkan sedikit bagian berkotak-kotak dibalik seragam tersebut.

Jun Hee dan Bihyul saling menatap tanpa sengaja. “Kau melihatnya? Kau melihatnya kan?” Tanya Jun Hee girang dengan senyuman yang menandakan pikiran aneh diotaknya.

Bihyul terdiam. Ia benar melihatnya. Tapi… Mengakuinya sedikit menggolongkan dirinya mesum karena melihatnya. Ini dilema!

“Yak! Apa kalian melihatnya saat Kai melompat? Han Bihyul aku tahu kau melhatnya” umbar Jun Hee membuat wajah Bihyul memerah.

“Melihat apa?” Tanya Nineul bingung.

“Ahahaha, kau pasti tak melihatnya! Hanya aku dan Bihyul yang melihatnya” umbar Jun Hee bangga.

Bihyul menggeleng. Apa hal itu patut dibanggakan? Tapi… Kai benar-benar keren! Kotak-kotak itu sangat cocok ditubuh cokelatnya. Ugh, andai ia bisa melihatnya sekali lagi.

“Lihat Kai akan mencetak point lagi” tunjuk Chaeri dan mereka semua kembali memfokuskan pandangan mereka kearah Kai.

Kai kembali mengambil bola dan mendribblenya. Dengan kilat ia melompat dan kembali mencetak point. Gaya lompatan Kai tercetak slowmotion diotak gadis-gadis itu apalagi saat kotak-kotak alami itu terlihat. Mereka tanpa sadar memekik dan kemudian tertawa.

“Kyaaaa!! Hahaha.. Omoona” puji Nineul tanpa sadar.

Mereka saling menatap dan tertawa. Tak jelas apa yang mereka tertawakan. Tapi, bagi mereka bisa melihat Abs Kai adalah jackpot tersendiri. Seperti menang lotre berkali-kali mereka terus menonton Kai dan terfokus kepada hal tersebut.

“WOWW! Daebak!”

Mereka mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar suara lain yang menyoraki Kai saat kembali berhasil mencetak point. Pandangan mereka tertuju pada kelas sebelah yaitu 11-2. Didepan pintu Min Ki, Sohyun, Woo rim, dan Taeri duduk dan bertepuk tangan sehingga membuat beberapa pemain basket menatap kearah mereka.

“Jangan ikut-ikutan! Aku tak ingin jadi pusat perhatian” bisik Bihyul.

Teman-temannya berbalik dan mengangguk. Bihyul memperhatikan kelompok Min Ki diseberang sana. Pandangannya kemudian jatuh pada gadis dengan perangai tenang diantara kelompok itu. Dia Woo Rim, gadis lemah lembut yang sempat Bihyul kagumi. Tatapan gadis itu juga lurus kearah Kai membuat sedikit perasaan tak rela menghinggapi hatinya.

Dialihkannya pandangannya kekelas seberang disamping kelas Woo Rim. Saat ini tak ada proses belajar-mengajar bagi kelas 2 karena beberapa kelas, seperti kelas Bihyul sedang beres-beres pindah kekelas baru. Bihyul lagi-lagi tak sengaja menagkap sosok gadis dengan mata belo dan wajah manis. Dia Do Lumi, atau akrab disapa Lulu. Lulu juga sama dengan Woo Rim. Gadis itu juga menatap kearah Kai dilapangan. Bihyul, tersenyum tipis dan sesaat kemudian Lulu masuk kekelasnya. Rupanya itu telah hilang dari diri Lulu.

“Bihyul-ah” panggil Nineul.

“Ehm?”

“Apa yang kau lihat?”

Bihyul menatap Nineul dan menggeleng. Ia kemudian berbalik melihat kearah pintu kelasnya dan terpaku menatap seorang gadis dengan penampilan cukup glamour dengan make-up tebalnya.

“Aku baru sadar, ternyata mantannya ada banyak” gumam Bihyul tanpa sadar.

Nineul menangkap gumaman Bihyul dan mengerutkan keningnya bingung. Ia mengikuti arah pandangan Bihyul dan juga melihat gadis itu.

“Oh, Nayeon? Ada apa dengan dia?”

Bihyul menatap Nineul dan melirik kearah kelas Woo Rim.

“Apa kau tak sadar? Hanya ada 3 kelas dibangunan ini, dan disetiap kelasnya, ada Kai’s exgirlfriend”

“Mwo?”

Nineul mengedarkan pandangannya dan mengangguk setuju. Dikelasnya ada Nayeon, mantan Kai waktu di JHS. Dikelas Min Ki ada Woo Rim, mantan Kai saat masuk ke Cheondam, dan dikelas sampingnya lagi ada Lulu, mantan Kai saat awal semester 3.

“Daebak” puji Nineul tanpa sadar.

Bihyul mengangguk. “Dia benar-benar playboy”

CHAPTER 1-

Bihyul melangkah sambil menjilati es krim ditangannya. Sore, ditaman dekat rumahnya menjadi nyaman sambil makan es krim dan duduk disana. Bihyul bersandar dibangku taman. Ia mengedarkan pandangannya dan mengeluh karena tak ada sosok yang bisa ia lihat. Padahal, setiap sore disini banyak namja yang bisa dibilang tampan, bermain dilapangan basket atau sekedar jogging kecil saat sore. Yah, seperti Kai dan teman-temannya akan bermain basket dilapangan ditaman ini. Sebenarnya, itu adalah salah satunya alasan. Ani, itu adalah alasan utama mengapa Bihyul selalu ketaman ini setiap sore. Karena hanya untuk melihat namja itu.

Bihyul menguap kecil. Tiba-tiba ia tak sengaja mendengar sesuatu saat dua orang yeoja duduk dibangku belakangnya.

“Bukankah kau sekelas dengan Kai-ssi?”

Bihyul mengangkat alisnya. Kai-ssi? Tunggu dulu, setahunya hanya ada satu namja di lingkungannya dan di seluruh pelosok Cheondam bernama Kai. Mungkinkah?

“Ne, waeyo?”

“Aniya, tapi kudengar dia akan pindah”

MWO? Bihyul membulatkan matanya sempurna dan seketika itu berbalik dan mengagetkan kedua gadis itu yang merasa ada yang memperhatikan mereka. Bihyul yang sedang memakai jaket yang memiliki pelindung kepala kemudian menurunkan pelindung kepalanya, ia harus menjaga kepopuleran Cosinus dan tak berulah.

“Jwosonghaeyo, aku tadi tertidur. Silahkan dilanjutkan” ucap Bihyul dan berbalik membelakangi kedua gadis itu.

Ia meruntukki dirinya dalam diam. Aish, hampir saja. Tapi, Kai pindah? Jeongmalyo?

Bihyul kembali menyandarkan tubuhnya dan kepalanya disandaran kursi taman tersebut.

“Ottokhae neo arra?”

“Ehmm, aku mendengarnya dari Chaerin, Kai yeojachingu. Katanya, Kai minta putus kepadanya karena ia akan segera dikeluarkan dari Cheondam SHS”

Bihyul tersenyum miring. Bohong, pasti gadis bernama Chaerin berbohong. Ia hanya tak ingin diputuskan atau digosipkan diputuskan oleh Kai.

“Jeongmalyo? Aku tak tahu jika Kai memutuskan pacarnya. Kau tau saja, Kai seorang playboy jadi bisa jadi ia memutuskan Cherin karna sudah bosan”

Bihyul tersenyum. Geurae, namja itu memang playboy. Dasar yeoja pabo!

“Tapi…” nada suara teman Kai menggangtung.

“Keundae, wae?”

“Kurasa dia benar-benar akan pergi”

MWO?! Bihyul mendekatkan kepalanya kearah yeoja dibelakangnya. Ottokhae geuraenni?

“Ne?”

“Kai jarang masuk. Dan dia sebenarnya sudah dalam masa percobaan saat naik kekelas dua. Dan melihat tingkahnya yang setiap datang kesekolah dan langsung menuju kantin serta tak masuk belajar… kurasa dia benar-benar akan dikeluarkan kali ini”

ANDWAEYEO! Bihyul terbangun dari tidurnya dan duduk mematung. Jeongmalyo? Di-dia…

Bihyul merasakan dingin dan lengket ice cream yang meleleh ditangannya. Sejak kedatangan kedua gadis dibelakangnya, ia sempat melupakan ice creamnya sendiri. Bihyul memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa aneh. Dan tanpa sadar gadis itu beranjak dari duduknya dan berlari sekencang-kencangnya.

BRUKK

Bihyul mundur beberapa langkah kebelakang setelah kepalanya dengan cepat menabrak tubuh seseorang. Bihyul memegangi kepalanya yang terasa pusing dan menatap objek tabrakannya. Namun, ia tak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya ketika sadar siapa yang ia tabrak.

Kai…

Namja itu adalah Kai. Ia menatap Bihyul datar dan menunduk sebentar. Dan dalam sepersekian detik namja itu berlalu disampingnya.

Bihyul tertegun. Dan tanpa sadar air mata menuruni wajahnya. Rasanya seperti Kai benar-benar meninggalkannya, saat namja itu berlalu disampingnya. Ia tak sanggup merasakan bayangan Kai yang berlalu pelan disampingnya. Rasanya seperti ada ribuan jarum yang menyergap hatinya ketika namja itu berjalan didekatnya.

“Gwenchana?”

Bihyul tersadar dan menengadahkan wajahnya. Seorang namja berdiri dihadapannya dan menatapnya khawatir.

Namja itu kemudian tertegun melihat wajah Bihyul yang dihiasi oleh sungai kecil disepanjang pipinya. Dan tanpa sadar tangan namja itu terangkat dan mengusap wajah Bihyul perlahan.

Bihyul sadar dan reflex mundur beberapa langkah. Namja itu tersenyum dan menampilkan lesung pipi diwajahnya.

“Jwosonghae. Wae ulgoyo? Oh, apakah sahabatku melukaimu?”

Bihyul mengerutkan keningnya. Eh?

“Yak! Jong In-ah!” teriak namja itu sambil melambai.

Bihyuk menegang. Dan reflex berbalik kearah pandang namja dihadapannya. Dan betapa terkejutnya Bihyul ketika sosok Kai berdiri tak jauh dihadapannya. Jadi, sahabat namja itu adalah…

“Waeyo?” suara husky Kai berhasil mendera pendengaran Bihyul dan membuatnya tak menyangka untuk beberapa saat.

“Kau harus meminta maaf”

Bihyul menegang. Meminta maaf? Dengan siapa? Apakah dengannya?

Kai berjalan kearah mereka dan hal itu terasa seperti film slow motion dimata Bihyul. Bahkan, hanya berjalan. Kai bisa membuat jutaan kupu-kupu hinggap diperutnya, padahal Bihyul tak pernah memakan kembang sebelumnya -,- (?).

“Mwoya?” tanya Kai saat sampai dihadapan Bihyul.

“Yak! tadi kau menabraknya kan? Palli minta maaflah” omel namja dibelakang Bihyul dan menunjuk kearah gadis itu.

“Nan wa-“

“Oh, aniya! Nan gwenchana! Mianhae hajima. Nan gwenchana” sergah Bihyul. Inikan hanya ditabrak biasa. Dan lagipula Bihyul tak terjatuh bahkan tak terluka. Dan seingat gadis itu dirinyalah yang telah menabrak Kai -.- dan juga tadi Kai sempat membungkuk tanda minta maaf kepadanya.

“Geuraeyo?” tanya sahabat Kai.

“Ne” bihyul mengangguk mantap.

“Keundae, wae ulgoyo?”

Kai menatap sahabatnya dan mengerutkan alisnya bingung. Sementara itu, Bihyul menunduk. Meruntukki dirinya sendiri.

“Ulgo?” tanya Kai bingung.

“Ah, a-aniyo-“

Bihyul mengatupkan mulutnya ketika tanpa terkira tangan Kai menyentuh dagunya dan membuat wajahnya menengadah menatap Kai.

“Neo nun…”

Bihyul mengalihkan pandangannya. Ia tahu apa yang ingin Kai katakan. Matanya sipit, dan memiliki lipatan mata yang tak terlalu kentara. Jadi, walau Bihyul memakai soft lens sekalipun. Matanya akan tetap terlihat kecil layaknya orang-orang cina.

“Yeppeoseo. Tapi, mengapa terlihat sembab?”

Bihyul menegang ditempat. Lagi-lagi ia merasa telinganya telah rusak. Apakah ia benar mendengarkan Kai bilang bahwa matanya cantik?

“Yak! jangan menggodanya. Mianhae, temanku memang seperti itu”

Kai tersenyum dan menurunkan tangannya dari wajah Bihyul sehingga membuat Bihyul bisa menundukkan kepalanya dan dengan leluasa menyembunyikan rona merah diwajahnya. Oh, ia tak ingin terlihat seperti kepiting rebus dihadapan Kai.

“Jwosonghamnida. Dan untuk yang tadi, aku tak bermaksud melukaimu” ucap Kai.

Bihyul mengangguk pelan. Saking malunya, ia bahkan sampai tak bisa berkata-kata.

“Keurom-yo. Aku berharap kau sampai dirumah dengan selamat. Annyeong” ucap sahabat Kai dan menepuk pelan bahu Bihyul.

Kedua sahabat itupun beranjak meninggalkan gadis itu. Dan setelah kepergian keduanya, Bihyul juga berbalik pulang dengan wajah menunduk. Namun, perlahan ia mengangkat wajahnya dan tersenyum senang. Kyaaaaaaaa! Hahaha… Bihyul berteriak tertahan dan tertawa dalam hati. Ia memegangi kedua pipinya dan tersenyum senang. Ia berharap apa yang terjadi hari ini bukan mimpi dan akan terulang kembali.

To Be Continue…

Annyeong!

Saya kembali setelah beberapa waktu sempat menghilang! Hari ini saya bawa sebuah FF yang tetap sama yaitu FF gaje hasil buah pikiran anak-anak labil.

I’m so glad to post this ff, but so sad too. I think this will be my first chaptered Ff. I don’t hope anything except your comment and like. Please… and let me see you in the next chapt!

BIG THANKS

REVABIP

12 thoughts on “Never Let You Go

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s