Love Story part 7

Love Story chap

Love Story part 7

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Lu Han

Oh Sejoon

etc.

Genre : School Life, Romance

Rating : PG15

Summary : Han Seul Rin, gadis asal korea yang merupakan pindahan dari China pindah ke negara asalnya untuk mencari Gegenya, namun ketika di Korea kehidupannya menjadi kusut seperti benang, terutama kisah cintanya.

Part Sebelumnya

****

“Ayolah, setidaknya makan sesuap saja ne ?” rengek Sehun pada Seul Rin sambil terus menyodorkan sedok yang berisi bubur labu kesukaannya, ya walaupun ia sendiri tidak tau apakah Seul Rin menyukainya atau tidak.

“Dari tadi kau belum makan sama sekali, kalau sakit bagaimana ?”

Ya, sejak pagi tadi Seul Rin memang belum makan, bahkan sejak kemarin. Awalnya Sehun bingung mengapa gadis ini nafsu makannya tiba – tiba hilang. Dan ia baru menyadari sesuatu, lebih tepatnya setelah ia mengatakan perihal drama kelasnya itulah Seul Rin mulai ngambek. Ia bahkan terkaget mendengar ucapan Seul Rin kemarin.

****

Luhan terdiam, ia tahu ia salah. Tapi kata dokter yang menanganinya bahwa pengobatan korea justru lebih maju ketimbang negaranya. Maka dari itu Luhan memutuskan pergi, lalu masalah tanpa pamit ? Itu ia lakukan agar tidak membuat adik dan Mamanya khawatir. Ia tak mau Mamanya semakin terbebani.

            Dan Seul Ra, dia bisa dibilang sebagai malaikat penolong Luhan. Selama pengobatan, Seul Ralah yang selalu menemani dan membantunya. Bahkan Luhan sendiri bingung ingin membalas kebaikan gadis itu dengan apa.

            “Aku tahu aku salah, tapi jika kau mendengar penjelasanku mun-“

            “Aku tak butuh penjelasanmu !!” Potong Seul Rin cepat, di wajahnya tersirat perasaan marah. Luhan sendiri selama 11 tahun ini tak pernah melihatnya, apa gadis ini benar – benar marah ?

            “Aku minta maaf, tapi bagaimana dengan…” Luhan memotong kalimatnya, hendak menyinggung masalah drama yang menjadikan ia sebagai pangeran dan Seul Rin sebagai Cinderellanya. Mana mungkin pangeran dan Cinderella saling membencikan ?

            “Kita ada pementasan drama, dan kau sebagai Cinderellanya, Cher,” jelas Sehun. Ia menghela napasnya kemudian mengusap kepala Seul Rin. “Jangan berteriak seperti itu, para pangeranmu mungkin akan kabur”

            Seul Rin masih bingung, ia mengerutkan alisnya memikirkan sesuatu. Tidak ada hari besar, kenapa ada pementasan ? “Kuharap kau Pangerannya, Albino”

Sehun menahan tawaannya.

            “Hei, kenapa ?”

            Sehun menghela napasnya kemudian berucap, “Luhan Hyunglah pangerannya, aku hanya cadangan”

            Mata Seul Rin membesar, tersirat kebencian diwajahnya. “Apa !! Aku dengannya ?” tanyanya sambil nunjuk Luhan.

            “Iya, kalian pasangan di drama nanti” jelas Sehun

            “Tck,” Seul Rin menghembuskan napasnya berat, seolah – olah berat menerima keputusan. “Aku dengannya ? Mana sudi !!”

            Baru kali ini, Luhan mendengar adiknya mengatakan hal seperti itu padanya.

****

            Ya, hanya mengatakan yang sebenarnya. Apa itu salah ? Tidak, Sehun justru ingin jujur pada Seul Rin sejujur-jujurnya.

“Aku mau tidur”

Singkat, padat, hanya mengatakan tiga kata itu ia langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Astaga, padahal sudah pukul 5  tapi belum makan juga. Sehun tak pergi, tentu saja. Untuk apa jika orang yang memerlukannya ia tinggalkan jika orang itu membutuhkannya.

“Aku mandi dulu, jangan lupa habiskan buburnya” pesan Sehun lalu beranjak dari ranjang tidurnya. Iyap, Seul Rin menginap di rumah Sehun karena ia tak memiliki hubungan yang baik dengan Seul Ra. Dari pada ‘bunuh diri’ lebih baik ia menghindar kan ?

Seul Rin membuka selimutnya yang membuat napasnya terengah – engah, ia melihat nampan yang berisi bubur buatan Sehun. Warnanya saja tidak menggugah selera, malah justru ingin membuat siapapun muntah.

‘Ceklek’

Seul Rin melihat kearah pintu yang baru saja dibuka seseorang. Jujur, ia berharap orang itu adalah Sehun, tapi malah yang masuk adalah Sejoon.

“ Kau sudah enakan ?” tanya Sejoon sambil berjalan mendekati Seul Rin yang terduduk di ranjang. Seul Rin hanya mengangguk meng-iyakan.

Mata Sejoon menyipit. “Ah, tidak. Kau masih sakit,” ujar Sejoon sambil meraba dahi Seul Rin yang panas. “mau keluar tidak ? Aku traktir,”

Seul Rin terdiam, sejujurnya ia ingin tapi ia juga ingin bersama Sehun.

“Noona ?”

Seul Rin tersenyum ketika Sejoon memanggilnya Noona.

****

“Kyaaa~ ini menyenangkan Adik Ipar !” teriak Seul Rin ketika Roller Coaster yang ia tumpangi mulai melambat. Ia menoleh kesamping dan melihat wajah Sejoon yang memutih, ah bukan karena bedak, pemutih atau apapun, tapi karena namja itu takut ketinggian tapi ia menyembunyikkannya.

“Kau tak apa ?” tanya Seul Rin yang mulai khawatir, bahkan wajah Sejoon mulai berkeringat.

“Tak apa, kau ingin naik apa lagi ?”

“Kau tak memanggilku Noona ?” tanya Seul Rin, padahal saat di rumah tadi ia sangat senang ketika Sejoon memanggilnya Noona, ada kebanggaan tersendiri, haha.

Sejoon berdiri dan berjalan menjauhi wahana ‘mengerikan’ ini, ia duduk di salah satu bangku sambil memegang perutnya. Seul Rin mengikutinya lalu memukul punggungnya, “Tck, kau ini badan tinggi tapi takut ketinggian”

Sejoon mendelik ketika diejek oleh Kakak Iparnya ini, ia berniat membalas namun ia urungkan.

“Ayo ! Aku lapar, hari sudah gelap”

Sejoon terperanjak ketika Seul Rin menariknya, kemudian ia hanya mengikuti gadis itu pergi entah kemana. Dan ternyata mereka menuju Coffee Shop.

“Vanila Latte satu dan.. Kau apa Sejoon~ah ?” tanya Seul Rin

“Sama saja”

“Ah, baiklah. Vanila Latte dua”

Tak menunggu lama, pesanan merekapun tiba. Mereka duduk di meja paling pojok karena ingin menikmati malam yang begitu indah, lampu – lampu dijalanan mulai bersinar dengan warna yang bervariasi.

“Noona ?”

Seul Rin mengalihkan pandangannya dari suasana luar ketika Sejoon memanggilnya. “Wae ?”

“Kau ada masalah dengan Sehun Hyung ?”

Tidak, tidak ada masalah sama sekali. Aku hanya malas membicarakan Rusa China itu dari mulut Sehun.

“Kenapa kau begitu dingin padanya sejak kemarin, apa masalahnya begitu rumit ?”

Ya, sangat.

“Mengapa kau diam saja Noona ?”

Karena kau bertanya, jawab Seul Rin dalam hatinya.

“Lalu kenapa kau mengajakku jalan – jalan ?”

“Ne ?” Sejoon kebingungan ketika pertanyaannya dijawab pertanyaan pula, ia menghembuskan napasnya. “Aku kasihan pada Sehun Hyung, lagipula… Anggap saja ini One Day Dating”

Seul Rin terkekeh ketika Sejoon mengajaknya, walaupun ia lebih muda dari Sejoon entah kenapa ia merasa jadi seperti Noona – noona yang berselingkuh dengan adik pacarnya.

“Ayo pulang”

Sejoon menatap Seul Rin yang beranjak dari bangkunya.

“Sehun akan khawatir, ayo !”

Dan Sejoon benar – benar kagum dengan Seul Rin yang terlihat begitu keren.

****

“Darimana saja ?” tanya Sehun ketika melihat Seul Rin dan Sejoon yang masuk bersamaan dari pintu masuk.

“Taman bermain” jawab Seul Rin singkat.

Sehun mendekati mereka berdua lalu menatap Seul Rin tajam. “Jika kau pergi setidaknya kirim pesan, jika terjadi apa – apa bagaimana ?”

Seul Rin maupun Sejoon sama – sama terdiam, ya mereka memang salah.

“Ayo ke ruang makan, sudah waktunya makan malam”

Keduanya menatap punggung Sehun yang semakin menjauh, kemudian mereka saling bertatapan lalu berjalan mengikuti Sehun. Itulah yang mereka sukai dari Sehun, berwajah dingin namun tak pemarah.

Mereka sedang duduk anteng di ruang makan, menikmati kebersamaan malam ini. Tidak ada Ahjussi Oh karena sedang ada tugas ke luar kota. Lalu mereka juga tidak berniat mengajak teman – teman yang lain.

“Kenapa kalian bisa bersama ?”

Seul Rin menghentikan acara makan buburnya, kemudian menatap Sehun dan Sejoon bergantian.

“Noona sedang tidak enak badan, jadi kuajak jalan – jalan”

“Oh”

Seul Rin tau, pasti Sehun tak begitu percaya dengan jawaban Sejoon. Walau mereka baru kenal beberapa bulan yang lalu bukan artinya ia tak tahu Sehun sama sekali kan ?

“Sejoon benar,” Seul Rin menyuap buburnya lalu menelannya. “aku mual dan butuh udara segar jadi ia mengajakku keluar”

“Kenapa tidak bilang ? Akukan bisa mengantarmu, berkeliling se-korea lagi. Jangan sama bocah ini”

Seul Rin tertawa, begitupun Sejoon –walau tidak sekeras Seul Rin-. Sehun cemburu, mungkin saja. Entah mengapa wajah Sehun begitu lucu jika begitu.

“Baiklah, aku tak mengulangnya”

Dan malam itu, mereka bertiga tertawa begitu lepas.

****

Seul Rin sudah kembali seperti biasa, bahkan ia mulai bisa tersenyum pada Luhan walau belum bisa menyapanya. Sepertinya rasa kehilangan terhadap Mama Lu benar – benar membuatnya bersedih. Bahkan sudah hampir sebulan dan minggu depan adalah pementasannya.

“Baiklah, Luhan – Seul Rin. Kalian latihan yang benar, jangan lupakan dialog dan terus berlatihm mengerti ?”

Luhan dan Seul Rin sama – sama mengangguk, merekapun berlatih disaat cinderella kabur hingga selesai. Awalnya Seul Rin bingung, mengapa ia tak melihat Sehun berlatih sama sekali ? Meskipun cadangankan harus tetap berlatih.

Latihan berakhir, hanya tinggal berlahir gladi bersih 3 hari lagi. Semua orang berdoa agar diberi kelancaran dalam pementasan drama lalu saling menunduk satu sama lain.

“Sehun~ah !”

Sehun menoleh ketika melihat Sehun yang berjalan memunggunginya. “Wae ?”

“Kau tidak berlatih ?”

“Tidak”

“Sekalipun ?”

“Aku improvisasi”

Seul Rin hanya mengangguk lalu berjalan disamping Sehun.

“Lihatlah penampilanku nanti, kau pasti akan terpesona”

“Apa ?”

TBC

Seperti yang sudah ditulis di past sebelumnya, setelah chap ini itu dramanya, khusus drama aja. Keren kok, dijamin,, kkk~ :v.. Semoga suka sama Ffnya dan jangan lupa RCL.. Oh iya, bagi yang mau copas jangan lupa cantumin nama fantastic818.. Kalo gak, berarti plagiatt

44 thoughts on “Love Story part 7

  1. anyeong
    wuufh ,, ya ampun , ni beneran deh , kurang panjang ,hahaha ,
    masalh typo nggak papa , tetep lanjut deh , buat ffnya ,

    @_@ofighting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s