Nerd For Popular {Get Well Soon, Eun & Jong In}

KJI

Nerd For Popular {Get Well Soon, Eun & Jong In}

Kim Jong In & Oc [Han Soo Eun]

Romance >.<

A lil story by @123adinda

Wanna copycut ? :v

Before : Be My Girlfriend || The First Day

Typo itu permainan kata dan untuk alurnya, silahkan saja tanya otakku, kenapa berpikiran untuk buat series ini..

Jangan terlalu serius dan menyuruhku untuk update cepat..

Guys, i have something important to do..

9 juni adalah pertarungan yang luar biasa, jadi jangan berharap terlalu banyak dariku.

Aku, memperingatimu ^_^

Happy Reading❤

[Author POV]

Hari ini, entah kenapa Soo Eun merasa kepalanya sangat berat, bahkan deretan tulisan yang ada di papan tulis terlihat kabur olehnya. Ia sering kali menyipitkan mata untuk memfokuskan penglihatan. Namun tetap saja, kata – kata dan angka yang tertera di papan seperti bertaut. Memiliki garis penghubung dan lebih parahnya lagi, hanya berbentuk sebuah garis. Soo Eun menggeleng pelan dan lebih memilih menyelundupkan wajahnya di atas meja dengan kedua lengannya sebagai tameng. Mungkin karena kejadian kemarin, ia jadi begini.

[FLASHBACK ON]

~
~

Soo Eun baru saja selesai memasukkan semua bukunya ke dalam tas, ketika mendapati segerombolan gadis tengah berdiri di depan kelasnya. Alis Soo Eun bertaut, pandangannya bergerak mengedar ke seisi kelas.

Kosong. Hanya Soo Eun dan beberapa gadis itulah yang berada di dalam kelas.

Ingin berpura – pura tidak melihat, Soo Eun mulai melangkahkan kakinya menuju keluar kelas. Tapi, para gadis tak di kenal itu malah menarik tas Soo Eun, membuat Soo Eun hampir terjungkang ke belakang jika saja ia tak segera memegang salah satu meja kelasnya.

“Hei ? Hei ?!” salah satu gadis mendekati Soo Eun dan menepuk – nepuk pipi Soo Eun kasar. Ia juga berteriak dengan tidak sopan pada Soo Eun. Membuat Soo Eun memejamkan matanya erat – erat dan semakin menundukkan kepalanya. Jika yang ada di hadapannya adalah Jong In, mungkin Soo Eun akan balik membalas meneriakinya. Tetapi gadis itu bukan Jong In. Tentu saja bukan, dari gender saja mereka berbeda.

Soo Eun diam.

“kau pikir kau siapa ? bisa mengencani Jong In Oppa ? lihatlah, wajahmu sama sekali tidak memiliki daya tarik.” Gadis itu kembali bersuara dan lebih parahnya lagi, ia mendorong kepala Soo Eun cukup kuat. Dan hal itu ia lakukan beberapa kali. Tapi Soo Eun tetaplah Soo Eun. Ia tidak membalas dan hanya bisa mencengkeram meja kuat – kuat sebagai pelampiasan.

Gadis yang telah berbuat kasar pada Soo Eun tadi menaikkan sebelah bibirnya. Ia menampakkan senyum liciknya. Dengan lembut, ia memajukan kepalanya. Mendekatkan bibirnya dengan telinga Soo Eun, dan mulai berbicara dengan pelan. Sangat pelan. “apa kau memberikan dirimu pada Jong In Oppa secara Cuma – Cuma ?”

Soo Eun tersentak kaget mendengar ucapan lembut gadis itu. matanya bahkan terbelalak dan secara reflek, Soo Eun langsung menampar gadis yang mengatainya dengan kata – kata paling keji. Ya, menurut Soo Eun kata yang dilontarkan dengan lembut itu memiliki arti yang dalam. Bahkan seorang pembantu akan langsung menampar majikannya jika di tuduh seperti itu.

“YA ?!!!” Gadis yang menghina Soo Eun tadi kembali berteriak seraya memegang pipinya yang baru saja Soo Eun tampar. Tatapannya berubah semakin ganas. Bahkan beberapa gadis lainnya juga menatap Soo Eun seperti itu.

“apa kau tidak berpikir sebelum berbicara ? apa orang tuamu tidak mengajarkan cara berbicara yang baik ?” Soo Eun membalas dengan tatapannya yang tajam. Jujur saja, ini kali pertama ia membangkang jika di bully. Tapi, Hei. Siapa juga yang ingin berdiam diri jika ia dikatakan ‘menjual diri secara Cuma – Cuma ?’

“Sialan, Gadis ini !!” gadis yang Soo Eun tampar tadi mendesis. Ia kemudian berbalik menatap gadis lainnya. Soo Eun tidak tau apa yang mereka rencanakan. Namun dalam hati kecilnya, Soo Eun merasa akan ada sesuatu hal buruk yang akan menimpanya. Dan dengan cepat, Soo Eun mengambil langkah untuk melarikan diri.

Apa Soo Eun terlambat ?

Tidak, Soo Eun berhasil keluar dari kelas dengan suasana mencekam itu. ia sedikit menyunggingkan senyuman karena berhasil lolos dari satu bullyan. Namun Soo Eun tidak tau, ternyata masih ada hambatan di lorong lantai 1.

“ingin melarikan diri ? hmm.” Soo Eun terbelalak kaget ketika mendapati ada dua orang gadis yang tampaknya sudah menunggui lorong dari tadi. sepertinya rencana mereka tersusun sempurna. Soo Eun memilih mundur dan hendak menuju pintu belakang. namun sayangnya, gadis yang tadi berada di kelasnya telah turun beserta kawannya.

“setelah menamparku, kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja ?” gadis itu kembali berkata sinis. Ia menuruni tangga bersama temannya dengan cukup dramatis. Soo Eun berhenti melangkah. Percuma saja jika ia lari. Dengan mudah, ia pasti akan tertangkap.

“ingin meminta maaf ?” gadis itu mendesak. Ia sudah berada di depan Soo Eun.

“dalam mimpimu.” Balas Soo Eun tak kalah sinis. Bibirnya juga terangkat sebelah.

Gadis yang menjadi lawan bicara Soo Eun lantas mengelus puncak rambut Soo Eun, lalu di detik selanjutnya ia mencengkeram kuat rambut berwarna gelap itu. ia bahkan menariknya sekuat tenaga. Membuat Soo Eun merasa kesakitan.

“AAA” Pekik Soo Eun.

“ingin berubah pikiran ?” tanya gadis tadi.

Tidak membalas, Soo Eun hanya menatap tajam ke arah gadis itu. merasa di tantang, gadis tadi kembali menarik rambut Soo Eun.

Jika kalian bertanya kenapa Soo Eun tidak menghentikan aksi penyiksaan gadis itu. maka aku hanya menjawab, semua alat gerak Soo Eun telah di pegang oleh gadis lainnya. Ia tidak bisa bergerak ataupun melawan. Hanya mata dan mulut lah yang maju sebagai senjata.

“kau tidak menjawab ? apa lidahmu juga perlu kusakiti ?” gadis itu kembali berkata sakartis. Soo Eun hendak membalas ucapan gadis itu, namun ia merasakan ponsel yang ada di dalam sakunya bergetar. Jika boleh percaya diri, alasan utama kenapa ponsel Soo Eun bergetar pastilah karena Jong In. Ya, siapa lagi kalau bukan Jong In.

Soo Eun menundukkan kepalanya. Ia juga berusaha melepaskan pegangan teman gadis sadis tadi sekuat yang ia bisa. Ia, sangat ingin di bantu oleh Jong In saat ini. Sangat.

“LIHAT AKU BODOH !!!” Gadis sadis kembali beraksi. Ia mencengkram rahang Soo Eun. Menariknya sehingga sekarang Soo Eun terpaksa melihat wajah sadis itu.

“ini bukan permintaan ataupun permohonan. Aku, akan kembali jika kau masih dekat dengan Oppa.” Gadis itu menyudahi pembicaraannya. Dan pembullyan yang sesungguhnya baru saja di mulai.

Tangan Soo Eun dan kakinya memang di lepas, namun selanjutnya ia mendapati kedua tangan dan kakinya terikat oleh tali. Soo Eun menatap tak percaya ke arah gadis yang ada di depannya, dan gadis itu hanya mengeluarkan senyum mengejek dari bibir tipisnya. Ia kemudian mengeluarkan selotip hitam dari belakang, menempelkannya di mulut Soo Eun sebatas yang ia inginkan.

“hal ini akan menyenangkan.” Gadis itu tertawa cukup keras dan tanpa aba – aba, ia menumpahkan sekantong tepung di atas kepala Soo Eun. Ia tersenyum puas.

Gadis lainnya memecahkan beberapa telur di atas kepala Soo Eun, membuat bau anyir dari telur menyeruak dari Soo Eun. Oh, kedua gadis yang memecahkan telur di kepala Soo Eun juga tertawa puas.

Selanjutnya ?

Dua buah ember yang berukuran cukup besar sudah berada di atas Soo Eun. Soo Eun tidak tau apa yang ada di dalam ember itu. ia mungkin saja berharap itu air. Tapi tidak, isi ember itu bukanlah air. Melainkan air kaldu yang sudah di diamkan selama berhari – hari.

“si cupu Soo Eun, akan menjadi hidangan yang lezat malam ini.” Ungkap gadis yang beradu mulut dengan Soo Eun tadi. kedua ember yang telah berada di atas kepala Soo Eun telah miring 35 derjat. Air kaldu telah terlihat di bibir ember dan siap membasahi Soo Eun kapanpun dan FOR Your Information, air kaldu yang di diamkan berhari – hari adalah parfum terburuk yang pernah ada. Percayalah.

Air kaldu tumpah. Membasahi seragam Soo Eun dan juga, Jong In ? sejak kapan lelaki itu berada di sana. Gadis yang mulanya sangat senang dengan pembullyan yang ia lakukan, kini hanya meninggalkan wajah cengo dan terkejut. Para gadis yang menumpahkan air kaldu tadi malahan sudah lebih dulu melarikan diri. Sekarang, hanya gadis bermulut racunlah yang ada di sana.

“Jo—Jong In Op—pa ?” gadis itu terbata dengan tangan yang di letakkan di atas mulut. Merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Kim Hee Joo, tindakanmu sungguh kekanakan.” Jong In berkata sinis dan iapun langsung menarik Soo Eun pergi dari lorong lantai 1. Meninggalkan Hee Joo –gadis yang berbicara kasar– dengan pernyataan pembelaan diri yang banyak. Ia merasa kesal sekaligus takut.

Kesal karena Jong In dengan mudahnya membantu Soo Eun. Takut, karena Jong In akan membencinya ketika mengetahui perbuatannya.

“SIALANNN!!!” Hee Joo berteriak frustasi seraya menarik rambutnya kuat – kuat.

Jong In memberhentikan langkahnya di dekat mobil yang biasa ia pakai ke sekolah. Ia berbalik, menatap Soo Eun dengan teliti dari ujung rambut sampai kaki. “Kau—baik – baik saja ?” Jong In bertanya dan Soo Eun mengangguk lemah.

“Bajumu, basah” lirih Soo Eun namun Jong In masih dapat mendengarnya.

“Di saat seperti ini, kau mengkhawatirkanku ? Woahh, baru kali ini kau berbicara lembut padaku.” Balas Jong In sedikit tertawa.

Soo Eun tidak menjawab lagi, ia hanya bisa menundukkan kepala. Terlalu malu baginya untuk memperlihatkan wajah jeleknya pada Jong In sekarang ini. Jong In yang merasa di acuhkan kemudian menjongkokkan dirinya. Ia mendongak, menatap wajah Soo Eun yang tertunduk.

“kenapa kau tidak melawan mereka ?” tanya Jong In masih pada posisinya.

Soo Eun hanya diam. Masih memilih untuk menundukkan kepala, walau sebenarnya ia tahu. Jong In berjongkok di bawahnya, menatap ke arah wajah jeleknya dengan senyuman terkembang yang memiliki maksud entah apa.

“tidak bisakah kau menangis ? mengadu kepadaku tentang perbuatan jahat mereka ?” tanya Jong In setengah frustasi, namun yang lelaki itu dapat sebagai balasan adalah sebuah bersin. Ya, Soo Eun bersin di atas wajah Jong In.

~

~

[FLASHBACK OFF]

Soo Eun kembali merasakan pusing yang sangat pada kepalanya. Sepertinya memang benar, gara – gara kaldu yang disiramkan padanya dan terlebih lagi pada saat itu udara benar – benar dingin. Dan beginilah hasilnya. Kepalanya pusing dengan suhu badan yang berada di atas rata – rata.

Merasa tak kuat lagi, Soo Eun memutuskan untuk meminta izin pada guru yang mengajar. Ia memilih beristirahat di ruang kesehatan, daripada pingsan di dalam kelas. Akan menjadi hal yang lebih buruk jika Soo Eun pingsan di kelas. Bukannya menolong, teman sekelasnya pasti akan melakukan sesuatu yang tidak – tidak padanya. Itulah yang Soo Eun pikirkan.

Soo Eun tiba di depan ruang kesehatan. Ia menggeser pintunya dan mendapati seorang guru sedang bertugas. Sebelum menuju ke tempat tidur, Soo Eun disuruh untuk melaporkan keluhan yang ia rasakan. Soo Eun mengatakan pada guru yang bertugas jika kepalanya pusing dan badannya terasa panas.

“beristirahatlah dulu. Obat dan air minummu akan datang sebentar lagi.” Guru itu berkata pelan dan mempersilahkan Soo Eun untuk mengistirahatkan badannya. Soo Eun membungkuk sedikit sebelum berjalan menuju tempat tidur yang ada di ruang kesehatan.

“Soo Eun ?” Soo Eun yang kala itu baru saja menyibak tirai, dikejutkan dengan kehadiran seorang lelaki. Alis Soo Eun tertaut, merasa tidak percaya dengan lelaki yang ada di depannya.

“kau sakit ?” tanya Soo Eun parau. Suaranya entah sudah lari kemana. Merasa kepalanya semakin memberontak, Soo Eun lantas menjatuhkan badannya di atas tempat tidur yang bersebelahan dengan lelaki yang menyapanya.

“Eumm” lelaki itu mengangguk. “badanku panas dan kepalaku terasa pusing” jelasnya dan Soo Eun hanya mengangguk pelan dengan posisi kepala yang sudah menyentuh bantal.

“sepertinya kau sakit karena siraman air kaldu kemarin. Maafkan aku Jong In.” Soo Eun kembali bersuara, dan Jong In membalasnya dengan sebuah kekehan.

“mungkin saja. tapi, kau bukan penyebabnya. Hee Joo-lah yang menjadi dalang ini semua.” Balas Jong In geram. Ia juga membentuk sebuah kepalan tangan dari tangannya.

“tapi tetap saja. jika kau tidak menolongku, kau tidak mungkin berakhir di ruang kesehatan.” Soo Eun memelas. Ia masih merasa bersalah dengan sakit kepalanya Jong In.

“lau, kau membiarkanku untuk tetap melihat tanpa berniat menolongmu ? kau pikir aku ini kekasih seperti apa ?” Jong In merengut. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Bibirnya sengaja ia kerucutkan, berpura – pura marah ceritanya.

Soo Eun yang melihat raut wajh Jong In pun lantas tersenyum. “aku mengerti. Kim Jong In adalah kekasih yang baik.” Ucap Soo Eun di sertai sebuah senyum tulus.

Jong In yang melihat itu entah kenapa merasa tenang dan damai. Bibir lelaki itu juga secara reflek melengkung, menghasilkan sebuah senyuman manis yang biasanya sangat susah ia lakukan. “Sebaiknya kau istirahat. Aku tidak ingin keadaanmu semakin memburuk.” Ucap Jong In gemas. Tangannya bergerak menggapai puncak kepala Soo Eun, mengacak rambut gadis itu pelan.

Soo Eun mengangguk. “kau juga, sebaiknya istirahat.” Balas Soo Eun dan Jong In mengangguk masih dengan senyum yang terpatri di wajah tampannya.

“Lekas sembuh Eun” ucap Jong In.

“Lekas sembuh juga, Kim Jong In.” Balas Soo Eun dan selanjutnya gadis itu telah terlena dengan tidurnya.

Hei Jantung ! kau bodoh ? kenapa berdetak secepat ini ?

Oke, ini gaje kan ? pasti gaje..

Jangan bully aku ya~

Ini hanya secuil kisah yang udah aku rencanakan bakalan jadi sesi ke tiga dari cerita ini, cuman baru sempet ngetik sekarang..

Butuh komentar reader dan juga likenye..

Terima kasih all~

Saranghae❤

32 thoughts on “Nerd For Popular {Get Well Soon, Eun & Jong In}

  1. oh oh oh….
    ngebutt nihh bacanyaa baru nemuu ni ff…
    deabak bagus thorr…
    ditunggu deh next chapnyaaa…
    hwaiting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s