Never Give up! -Let’s do it

never give up

Let’s Do it

Rating : PG-15

Length : series

Genre : Soft-romance, slice of life,

Casts : EXO’s Chanyeol, Choi Jiyoung [OC], B.A.P’s Zelo

Disclaimer :: Except the storyline, OCs, and cover, I don’t own anything.

hai setelah lama hiatus. maaf baru post. dan aku hanya ingin memberitahu bahwa semua fanfic multichapterku tidak akan aku teruskan. kenapa? karena semua dataku hilang dalam satu harddisk.

Hope you enjoyed it

Yeah, Jiyoung tahu alasan kenapa teman temannya tidak ingin satu kelompok dengannya. Sikap perfectsionistnya. Dia tidak ingin yang sempurna, tapi lebih dari sempurna. Oleh karena itu beberapa temannya tidak tahan satu kelompok dengannya, karena ya cukup sulit untuk memenuhi kriterianya. Walaupun dia orang yang ramah, easy going, dan murah senyum, namun berbeda ketika dia sudah bekerja, kesempurnaan adalah yang dikejarnya.

Seperti hari ini, ketika ada proyek terakhir tentu saja inikan semester terakhir, membuat gedung perkantoran.Dan dia mendapat kelompok dengan Park Chanyeol –lagi- seperti bisa, hanya berdua padahal yang lain bertiga, kelompok sisa tentu saja. Kenapa? Karena Park Chanyeol sama perfectsionisnya seperti dirinya. Jiyoung memutar kursinya kebelakang, karena Park Chanyeol duduk dibelakangnya. Lebih dari 2 tahun.

“Kita mulai kerja kapan? Kita hanya mengerjakan rancangan atau kamu ingin kita membuat gedung sesungguhnya?” tanya Jiyoung membuka suara.

“Yeah, jika bisa. Tapi aku tidak ingin dengan perusahaan ayahku”

“Yah, siapa juga yang mau Chanyeol, jangan terlalu berharap begitu. berarti kita harus mulai mengerjakan proyek ini sekarang” ucap Jiyoung dan mengeluarkan skecthbooknya. Dia memutar mutar pensilnya, mencari ide.

“bagaimana kalau gedungnya kubus?” usul Chanyeol. Jiyoung berfikir, memikirkan usulan Chanyeol, yang setengah bagus setengah lagi tidak.

“Menurutku mungkin persegi empat namun semakin naik semakin kecil dengan bentuk elips dipuncak, dan yah dengan hiasan spiral yang memutari gedung. Dan kita membuat balkon di lantai paling atas” ucap Jiyoung sambil terus menggambar. Chanyeol menunggu hasil gambar Jiyoung. Karena saat ini dia tidak punya ide sama sekali. Jiyoung memperlihatkan rancangan asalnya. Menarik dan fresh, penuh dengan inovasi baru.

“Tapi ini berapa lantai Jiyoung?” tanya Chanyeol.

“Menurutmu? Kupikir mungkin 5 sampai 10. Entahlah”

“Pikiranmu sangat futuristik Jiyoung”

“Lalu kamu? Oh pikiran Oldman yang menyukai Antoni Gaudi” ejek Jiyoung. Chanyeol terlihat sedikit tersinggung.

“Hey aku bukan oldman, aku hanya mengaguminya. Dan jika ada 5-10 lantai fungsinya apa? Bukankah gedung perkantoran biasanya yah skyscaper?”

“Hey, kalau seperti itu sangat bisanya Park Chanyeol. Kita harus bisa mendobrak hal biasa dengan ide ide cemerlang. Kalau seperti biasa untuk apa ada inovasi inovasi baru? Jika tidak ada yang mendobrak inovasi mungkin hidup kita tidak akan ada warna dalam hidup kita. Jika tidak ada yang memberikan ide ide baru maka kita akan tetap pada masa dinosaurus, Chanyeol”

“Yayaya” balas Chanyeol, malas dan sebenarnya membenarkan ucapan Jiyoung.

“Warnanya apa?” tanya Jinyoung.

“Maumu apa?”

“Kalau aku sih biru, tentu saja. Biru langit dan spiral bewarna perak” ucap Jiyoung.

“Cukup bagus. Tapi spiralnya berwarna hitam, lebih terlihat anggun”  Jiyoung berfikir dan mengeluarkan pensil warnanya. Dia mulai mewarnai gambarnya. Mewarnainya perlahan.

“Cukup bagus dan menarik” ucap Jiyoung.

“Tapi aku tidak bisa sampai pulang, aku ada janji”

“Memang hanya kamu  yang sibuk. Jangan sok sibuk begitu”

“Ya! Choi Jiyoung”

“Berisik tahu Chanyeol” bentak Jiyoung pelan, Chanyeol sedikit tersentak pelan, kaget dibentak Jiyoung.

—-

Jiyoung berjalan memasuki cafe dengan malas. Kalau saja bukan karena ancaman ibunya, dia pasti sudah tidak datang dengan berbagai alasan. Mana ada sih seorang gadis berumur 22 tahun yang menyukai kencan buta? Dia masih kuliah dan masih ingin meniti karir. Ibunya memang benar benar menyebalkan. Mata elangnya mencari keseluruh sudut cafe. Itu ibunya, didekat jendela yang menghadap keluar dengan meja berbentuk bulat dengan warna krem yang dipoles halus, bersama seorang ahjumma seumuran ibu dan seorang laki laki. Hey, laki laki itu mirip Park Chanyeol. Jiyoung menyipitkan matanya, melihat seorang laki laki dengan sebuah jaket kulit hitam dengan kaus putih, jeans dan sneakers biru dongker. Jiyoung menghampiri ibunya sembari tidak percaya. Dia menatap laki laki yang duduk didepan ibunya, memastikan bahwa itu Chanyeol. Ternyata memang benar benar Chanyeol.

“Eomma” panggilnya. Ibunya, teman ibunya, dan Chanyeol menengok.

“Chanyeol?” tanya dia tidak percaya. Dia menyesal mengenakan Apricot Chiffon Summer Style Round Neckline keluaran Musim panas tahun lalu dan dan kitten heels setinggi 3 centi berwarna aprikot, sebuah jepit rambut berwarna perak dan dia memoles makeup natural, untuk Park Chanyeol, seharusnya dia memakai jeans saja dengan sneakers.

“Jiyoung?”

“Kalian saling mengenal?” tanya ibu Jiyoung, Jiyoung hanya diam dan memilih duduk daripada menjawab pertanyaan ibunya.

“Kami satu kampus, satu kelas, dan dia duduk didepanku” ucap Chanyeol singkat, memilih untuk menjawab.

“Wah kalau kalian saling mengenal, kalian tidak memerlukan lagi acara perkenalan yang panjang. Ini langsung pergi saja” ucap Ibunya Chanyeol sambil memberikan tiket sebuah film. Jiyoung berdiri, merapihkan dressnya.

“Baiklah. Ayo pergi Park Chanyeol” ucap Jiyoung datar dan segera pergi begitu saja.

“Annyeonghaseyeo eomma, Jieun imo” ucap Chanyeol dan segera berlari mengejar Jiyoung. Dia segera menyamakan langkahnya dengan Jiyoung begitu dia sudah berada disebelah gadis itu.

“Aku akan menerima kencan buta ini” ucap Jiyoung. Chanyeol heran. Bukankah gadis ini tidak tertarik dengan cinta dan hubungan. Yang Chanyeol tahu gadis disebelahnya ini hanya pernah mengatakan bahwa Zelo –junior mereka- tampan dan multi talenta –satu satunya yang pernah didengar satu kampus bahwa Jiyoung mengatakan seseorang tampan terlebih dahulu, biasanya temannya mengatakan orang itu tampan dan dia mengiyakan – Jangan salah, cukup sulit untuk membuat seorang Jiyoung memuji wajahmu. Mungkin dia bisa menghargai karya seseorang namun dia tidak pernah memuji orang setinggi itu. Tapi jangan jangan gadis itu menyukaik-

“Jangan salah paham. Setidaknya, aku tidak akan dijodohkan lagi dan aku bisa pergi mengerjakan proyek dengan alasan pergi denganmu” lanjut gadis itu datar, seperti bisa membaca pikiran Chanyeol. Dan Chanyeol segera sadar, gadis itu yang dipirkannya hanya belajar, bekerja dan tidur, oh jangan lupakan makan. Dan seharusnya dia tidak terlalu berharap kepada gadis itu.

“Oh, bagaimana kalau kita ketempat itu dulu?” ucap Jiyoung menunjuk sebuah toko yang menjual kue kue manis. Chanyeol hanya mengangguk, dan ikut berjalan bersama Jiyoung memasuki toko itu. Memilih tempat duduk yang ditengah toko dan memesan makanan. Chanyeol cukup kaget dengan banyak makanan yang Jiyoung pesan. 2 potong red velvet , 2 potong chocho tiramisu, hazelnut delice, 6 potong Macaroon, 2 potong devil chocho, 2 potong fruit cake, dan cupcakes kecil rasa coklat dengan krim rasa keju, dan vanilla milkshake untuk Jiyoung dan Greentea untuk Chanyeol.

Jiyoung makan dengan lahap, sedangkan Chanyeol hanya memakan sepotong redvelvet, chocho tiramisu, devil chocho dan macaroon, dan dia sudah tidak kuat lagi memakan makanan manis itu, ini sudah batas kemampuannya dan dia ingin muntah. Namun, Jiyoung memakan semuanya dengan santai dan lahap seperti rasa manis itu tidak ada artinya. Chanyeol berfikir, bagaimana mungkin seorang Jiyoung yang sangat menyukai manis dalam batas diatas normal –padahalkan kue seperti ini mengandung banyak lemak yang bikin gendut- namun tubuhnya masih sangat ideal tinggi 167 cm dengan berat 47 kg.

Setelah Jiyoung membayar semuanya mereka segera keluar, kembali menelusuri pusat perbelanjaan Myeondong yang sangat ramai. Mereka kembali berjalan, melihat lihat barang yang dijual namun tidak ada satupun yang menarik perhatian mereka. Tiba tiba jiyoung berhenti begitu melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.

“Chan! Ada Harajuku crepes, ayo beli” ucap Jiyoung semangat.

“Ayolah Choi Jiyoung, aku sudah mual karena terlalu banyak memakan makanan manis, dan kau ingin membuatku muntah?”

“Belikan saja untukku. Aku ingin sekali~ yayaya~ aku ingin crepes dengan kiwi” rengeknya. Chanyeol terdiam, untuk pertama kalinya dia melihat Jiyoung merengek. Dia ingin menolak tapi tidak tega dengan muka meminta ala anak kucing milik Jiyoung.

“Baik baik, tunggu sebentar” ucap Chanyeol. Jiyoung tersenyum senang dan duduk dibangku terdekat, tak lama Chanyeol kembali dan memberikan crepes itu kepada Jiyoung.

“Gomapta. Kau mau?” tanyanya sambil memakan crepesnya. Chanyeol menggeleng, dia sebenarnya tidak terlalu menyukai manis.

“Kita ketoko itu bagaimana?” tanya Chanyeol menunjuk sebuah toko topi. Jiyoung mengiyakan, mungkin makanan manis membangkitkan moodnya. Mereka segera masuk kedalam toko yang Chanyeol maksud.

“Kamu sangat menyukai topi, Chanyeol-ah?” ucap Jiyoung masih sibuk dengan crepesnya. Chanyeol mengangguk dan mulai memilih topi. Namun, tidak ada satupun yang menarik perhatiannya.

“Tidak ada yang menarik perhatianku” ucap Chanyeol dan keluar. Jiyoung mengangguk mengerti dan mengikuti Chanyeol.

“Jadwal nontonnya jam berapa?” tanya Jiyoung. Chanyeol megeluarkan tiketnya dari saku celana jeansnya.

“Jam setengah lima” ucapnya sambil mengecek waktu di arloji yang melekat ditangan kirinya.

“15 menit lagi. Ayo pergi” ucap Jiyoung. Untungnya mall tempat mereka menonton tidak jauh dari tempat mereka berada dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Setidaknya, Jiyoung tidak harus terkena jebakan maut Chanyeol untuk yang kesekian kali.

Mereka segera menuju mall yang dimaksud. Jiyoung menerima salah satu tiket dari Chanyeol dan tidak yakin dengan apa yang akan mereka tonton. Namun, dia akhirnya dia menarik nafas panjang dan mengikuti Chanyeol masuk kedalam ruang bioskop setelah membeli popcorn dan soda.

Dan setelah menonton Jiyoung marah marah lagi dengan Chanyeol. Seperti bisa. Dia sangat membenci setiap adegan film yang ditontonnya. Sangat menjijikkan.

“Pulang saja yuk” aja Chanyeol, tak mengubris semua caci maki dan sumpah serapah yang dikeluarkan Jiyoung pelan. Jiyoung mengangguk dan mengikuti Chanyeol yang bejalan keluar dari pusat perbelanjaan. Mereka menyusuri jalan dan sampai dicafe tadi. Jiyoung menepuk dahinya. Dia lupa. Kenapa dia dengan santainya mengikuti Chanyeol menuju jebakan mautnya? Gadis bodoh. Harusnya dia menuju halte didekat mall tadi. Chanyeol memakai helm dan menyodorkan jaketnya pada Jiyoung. Jiyoung menyerit bingung. Kenapa laki laki freak ini memberikan jaketnya padanya.

“Pakai dan naik” ucap Chanyeol. Jiyoung pasrah. Dia kembali menaiki jebakan maut Chanyeol. Dia memakai jaket itu dengan pasrah dan menaiki motor Chanyeol. Dan memberikan alamat apeartemennya.

Ini kencan kedua mereka dan mereka memilih menghabiskan waktu dicafe dekat kampus mereka. Dengan iced amerikano untuk Chanyeol dan latte untuk jiyoung.

“Apa yang kau pikirkan tentangku?” tanya Chanyeol tiba tiba. Jiyoung menyeritkan alisnya dan bola mata jernihnya menatap Chanyeol aneh.

“Kamu aneh, berisik, hiperaktif, dan lebih utama menyebalkan” ucap Jiyoung singkat. Chanyeol memasang tampang masam, seharusnya dia tidak menanyakan hal itu pada Choi Jiyoung.

“kalau yang kamu pikirkan tentangku?” lanjut Jiyoung. Chanyeol terdiam dan berfikir.

“Perfecsionist, gadis pemarah, labil, keras kepala dan menyebalkan” ucap Chanyeol dengan senyum penuh kemenangan, dia bisa membalas semua ucapan Jiyoung. Jiyoung tidak merespon apapun selain mengangguk nangguk tanda mengerti.

“Dan, apa yang kamu sukai dari Zelo?”

“Apa ya? Mungkin bakatnya, at the first. Menari, rap beatbox. Dia juga bisa bermain skateboard, basket, sepakbola, dan baseball dengan sangat baik. Dia selalu masuk kedalam peringkat 20 besar paralel. Dia juga pemengang sabuk hitam karate” balas Jiyoung. Chanyeol tersenyum kecut, gadis ini sangat mengetahui Zelo. apakah gadis ini benar benar menyukai junior mereka?

“Yang kedua?” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Chanyeol. Namun dia sadar dia tidak sanggup mendengarnya.

“wajahnya yang manly, gaya rambutnya yang selalu keren. Dia selalu percaya diri dengan dirinya. Dia percaya diri dengan anting anting dan tindikan di kupingnya. Dia memiliki tinggi sekitar 185 cm. Dan aku suka cara dia berpakaian” gadis itu mengetahui semua hal tentang Zelo.

“Lantas apa yang tidak kamu suka dari Zelo?”

“Kenapa kamu sangat ingin tahu tentang Zelo?”

“Hanya ingin tahu”

“Yakin? Aku tidak percaya”

“Karena aku menyukaimu. Aku menyukaimu sejak satu tahun yang lalu. Aku sangat ingin tahu apa yang membuatmu sampai menyukai junior”

“Dia sangat menyukai gula. Dia sangat suka minuman manis yang sangat diatas normal. Dia tidak bisa beragyeo, atau hal lucu lainnya. Dia juga memiliki selera humor yang aneh. Dia sangat manly sehingga terkadang sisi lucunya tidak terlihat” Chanyeol terdiam, bahkan gadis ini tidak menghiraukan pernyataanny barusan bukan. Dia sangat menyedihkan.

“Dan aku menganggap pernyataanmu tadi tidak kudengar. Berusahalah untuk mendapatkanku jika kamu benar benar menginginkanku. Mungkin sulit, tapi buat aku percaya aku bisa mempercayakan hatiku padamu. Dan carilah satu rahasia antara aku dan Zelo. terimakasih atas Latte dan kencannya Yeol. Paipai” ucap Jiyoung, dia berdiri dan pergi meninggalkan Chanyeol. Chanyeol masih mencerna semua perkataan Jiyoung.

“Jadi, aku masih punya kesempatan?”

“Noona aku ingin ini saja” ucap Zelo kepada Jiyoung, dan menaruh barang yang dibawanya kedalam troli hati hati. Jiyoung mengangguk, dan kembali berjalan mendorong troli bersama Zelo.

“Rambutmu sudah panjang sekali Zelo” ucap Jiyoung. Zelo memegang rambutnya. Ya benar sudah cukup panjang, Zelo menangguk. Mungkin besok dia harus memotong rambutnya.

“Sudah bayar sana” ucap Jiyoung mendorong Zelo dan troli menuju antrian kasir. Zelo menggerutu namun tetap saja menuruti ucapan Jiyoung. Sedangkan Jiyoung segera pergi keluar dan menunggu Zelo didepan. Zelo mengantri dan membayar dengan kartu kredit. Dia mengambil kartu kredit, dan mengucapkan terima kasih dan membawa kantung belanjaan menghampiri Jiyoung yang sedang terduduk didekat kasir sambil memakan eskrim. Zelo ikut duduk disebelah Jiyoung dan menaruh kantung belanjaan di lantai. Jiyoung memberikan cup eskrim kepada Zelo.

“Gomawo noona” ucap Zelo. Cup. Zelo mencium pipi kiri Jiyoung. Jiyoung melotot kepada Zelo. Zelo tertawa, dan memilih membuka tutup eskrim dan menyendokkan sekrimnya, tidak menghiraukan Jiyoung yang sedang cemberut. Lalu, Jiyoung menggeleng dan memilih tidak perduli.

“Masih mau jalan jalan Zelo?” tanya Jiyoung. Zelo tampak berfikir, dan tak lama dia mengangguk, “Ayo. Kita taruh belanjaan ini dimobil dan pergi” ucap Zelo.  Jiyoung mengangguk dan mengikuti Zelo menaruh kantung belanjaan kegarasi mobil, karena dia sendiri tidak tahu dimana Zelo memarkir mobil. Setelah mereka menaruh kantung belanjaan kebagasi mobil, mereka kembali memasuk kedalam mall.

“Noona, noona yakin dengan Park Chanyeol?” tanya Zelo ragu. Alis Jiyoung bertaut tidak mengerti. Kenapa Zeo bertanya hal seperti ini? Dia menatap Zelo meminta penjelasan, namun lelaki itu tidka membuka suaranya.

“Maksudmu?”

“Maksud ku dengan pilihan noona mengencani Park Chanyeol, mungkin noona sudah mengenalnya selama 3 tahun. Tapi noona yakin dengan pilihan noona?”

“Aku hanya menerimanya akarena kami satu proyek, Jongie. Aku melakukannya agar mempermudah proyek ini. Lagipula aku mengenalnya bukan, apa salahnya?”

“Bukan apa apa sih noona-“

“Kamu cemburu ya?” potong Jiyoung sambil tertawa.

“Tidak noona” rengek Zelo sambil cemberut.

“Jinja?” Jiyoung kembali menggoda Zelo. zelo semakin cemberut

“Percaya padaku Zelo” ucap Jiyoung sambil mengacak rambuk Zelo. lalu jiyoung mendorong Zelo memasuki toko topi. Mereka mulai memilih milih topi untuk Zelo. jiyoung memilih sebuah topi. Dan memakaikannya kepada Zelo.

“Ini bagus” ucap Jiyoung. Zelo berkaca dan mengangguk. Pilihan Jiyoung memang selalu terbaik. Zelo memilih untuk membelinya dan membayarnya.

“Mau kemana lagi?” tanya Jiyoung sambil keluar dari toko.

“Bagaimana kalau kita menonton film?” tanya Zelo. jiyoung mengangguk setuju dan mereka menaiki eskalator. Zelo menyisipkan jemari jemari kecil jiyoung kedalam tangannya yang besar. Jiyoung memandang Zelo.

“Nanti noona hilang dikerumunan, hari ini premier film romance terbaru yang dibintangi Lee Minho, dengan tinggi noona yang seperti ini dan noona yang tidak memakai high heels susah mencari noona dikerumunan orang, jadi jangan jauh jauh dariku” Tanpa menyadari bahwa dari tadi ada seseorang yang mengikuti mereka, dan mengawasi mereka.

“Chanyeol pasti akan sangat patah hati” ucap salah satu mereka, denga mata yang sipit dan bibir yang kecil. Yang satu lagi mengangguk mengiyakan.

“Pasti, sangat” ucap satu lagi yang bermata besar.

Let’s do it -tamat-

Haii.. makasih yang udah baca. i hoped there’s no silence reader.

RCL Juseyeo

Ada yang bisa menebak 2 orang terkhir dan hubungan antara Jiyoung dan Zelo

11 thoughts on “Never Give up! -Let’s do it

  1. pasti hubungan zelo ama joyoung sodaraan secara mereka punya marga yg sama ‘choi’..
    dan dua org yg ngikutin mereka siapa lagi kalo bukan BaekSoo si sipit  ̄﹏ ̄ dan bermata besar (⊙o⊙)

    lanjutkanlah karya2nya😀

  2. pasti hubungan zelo ama joyoung sodaraan secara mereka punya marga yg sama ‘choi’..
    dan dua org yg ngikutin mereka siapa lagi kalo bukan BaekSoo si sipit  ̄﹏ ̄ dan bermata besar (⊙o⊙) ^^

    lanjutkanlah karya2nya😀

  3. pasti hubungan zelo ama joyoung sodaraan secara mereka punya marga yg sama ‘choi’..
    dan dua org yg ngikutin mereka siapa lagi kalo bukan BaekSoo^

    lanjutkanlah karya2nya😀

  4. Keren^^ kasian abang chanyeolnya huhu-,-
    Aku tebak sih 2 orang terakhir itu baek sama d.o mungkin😀. Okay,Btw keep writing^o^

  5. klo menurutku mereka itu pacaran… kasian chanyeol.. sini chanyeol sama aku aja.Plak/ngarep.😆 okeh.. ditunggu next chapnya.. janga lama” yoo..
    KEEP WRITING!! ^_^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s