Diposkan pada Author, Baek Hyun, fantastic818, Horror, Lu Han, Se Hun, Twoshot

Room no. 13

Room No. 13

room-no-13

Cast :

Han Seul Rin

Oh Sehun

Lu Han

Byun Baek Hyun

Genre : Horror, Fantasy, School Life

Rating : PG 15

Lenght : Twoshoot

Seoul High School adalah sekolah yang paling terkenal di Korea, namun siapa yang menyangka bahwa sekolah itu memiliki suatu cerita yang menyeramkan dan tidak ada yang mengetahui cerita itu secara mendalam.

Pada tahun 1977, kejadian yang mengerikan terjadi disana. Seorang gadis mati terbunuh di sebuah ruangan yang terdapat di lantai 2 diantara kelas XI A dan XI B. Ruang yang cukup mengerikan apabila dilihat di luar namun aura yang mengerikan dapat terasa apabila kalian melewatinya, maka dari itu jendela di kelas itu ditutup dan dikunci beserta pintunya. Ruangan tersebut di sebut dengan ruangan nomor 13 karena apabila diurutkan dari arah manapun selalu saja urutan ke 13

Saat ini, suasana di koridor lantai 2 sedang sepi karena kegiatan belajar mengajar sedang dilaksanakan. Dikelas XI A, seorang Seonsangnim sedang mengajar Sejarah kepada murid – muridnya. Namun bukannya mengajar tentang kehidupan sejarah di korea, sang Guru justru menceritakan sebuah cerita tentang Ruangan no. 13 itu,

“Dahulu, ruangan itu adalah ruangan yang sangat menakjubkan. Ruangan itu adalah kelas favorit dan kelas yang menjadi impian semua siswa namun karena kejadian pembunuhan seorang gadis yang mengakibatkan ruangan tersebut menjadi angker. Jadi, kalian jangan sekali – kali untuk mendekati ruangan tersebut. Arraseo ?” ujar Park Seonsangnim

Seluruh siswa tidak memperdulikan cerita –yang membosankan- itu, mereka asyik dengan barang – barang mereka. Entah itu buku, laptop maupun PSP yang dibebaskan untuk dibawa kesekolah. Namun diantara sekian banyak siswa disana, hanya seorang siswi yang sepertinya tertarik dengan cerita Park Seonsangnim. Bahkan ia sangat tertarik dengan hal – hal yang berbau horror.

Guru yang berumur 54 tahun itupun mendesah berat, mana mungkin ada yang percaya dengan hantu di zaman yang modern ini. Hanya TV saja yang menampilkan sosok – sosok seperti itu, pikirnya.

“Baiklah, terserah kalian ingin melakukan apa yang penting Seonsangnim sudah selesai memberikan materi. Baiklah, 5 menit lagi sudah pulang kalian bersiap – siap saja. Seonsangnim mau keluar dulu. Annyeong” pamit Park Seonsangnim.

Seluruh siswa menyiapkan peralatan mereka dan tak lama kemudian bel pulangpun berbunyi.

“Hey manis !” sapa seorang namja yang wajahnya sangat manis dan ceria sambil merangkul yeoja yang baru saja keluar dari kelasnya.

“Ada apa Lu ?” tanya yeoja yang di panggil manis tadi.

“Tak apa – apa, aku hanya ingin memanggilmu. Kau kenapa ?” tanya Luhan sambil melepas rangkulannya pada Seul Rin, yeoja yang dipanggil manis tadi.

Seul Rin terdiam, Luhan semakin bingung dengan sikap yeoja itu, “Katakan saja” paksanya

Seul Rin mendesah berat kemudian tatapannya mengarah ke ruangan yang berada di samping kanan ruang kelas mereka. “Ruang nomor 13, kau tau kan ?”

Luhan terdiam, bulu kuduknya mulai merinding. Iapun memberanikan diri untuk melihat ruangan itu, hanya kayu – kayu yang dapat ia lihat di jendela ruangan itu. Kayu – kayu itu sengaja dipasang untuk menutupi isi dari ruangan tersebut.

“Aku penasaran Lu” ucap Seul Rin lagi, kali ini mata mereka bertatapan. Luhan melihat tatapan sendu dari Seul Rin.

“Jangan, aku tak mau kau kenapa – kenapa”

“Tapi aku penasaran Lu” desak Seul Rin, mungkin ia memilki alasan mengapa ia selalu mendesak.

“Tapi Rin, nanti kau ke-“

“Rin~ah, Lu ! Kalian kenapa belum pulang ?” tanya seorang namja yang baru datang menghampiri mereka, di belakang namja itu terdapat namja yang paling muda dari mereka semua.

“Ah, tidak apa – apa. Aku dan dia hanya berdiskusi, iyakan Rin ?” ujar Luhan sambil menutupi topik pembicaraan mereka yang sebenarnya.

Seul Rin tak menjawab, ia melihat Sehun – namja yang termuda- yang sedang melihat pintu ruangan nomor 13.

“Hun ?” panggil Seul Rin, sontak Sehun mengalihkan pandangannya ke Seul Rin.

“Ada apa Noona ?” tanya Sehun dengan sopan karena Seul Rin memang lebih tua darinya walaupun hanya 5 bulan.

Tanpa menjawab pertanyaan Sehun, Seul Rin menarik tangan Sehun untuk menjauhi ruangan itu.

Luhan menatap punggung kedua orang itu yang semakin menjauh, ia menunduk.

“Kau kenapa Lu ?” tanya Baekhyun, namja yang memanggil mereka tadi. Luhan menjawabnya hanya dengan gelengan.

“Sebaiknya kita harus bergegas Baek, hari mulai gelap.” ajak Luhan dan disetujui oleh Baekhyun.

~~~~~

Sehun dan Seul Rin telah tiba di halaman sekolah, lapangan yang mulai sepi dan hanya menyisakan mereka berdua dan 2 penjaga sekolah dan juga Luhan dan Baekhyun yang masih berada di bangunan sekolah.

“Hun” panggil Seul Rin, Sehunpun menoleh

“Kau tadi sedang apa ?” tanyanya, Sehun berhenti

“Maksud Noona ?”

Seul Rin mendesah berat “Tadi, waktu kau berhenti di depan ruang nomor 13”

Sehun menyipitkan matanya karena bingung “Ruangan ?”

“Iya, ruangan yang sudah lama tidak diisi oleh pihak Sekolah. Kau tau ? Park Saem bilang ruangan itu angker” jelas Seul Rin

Kali ini Sehun mengernyitkan alisnya karena bingung “Angker ? Tadi aku mendengar suara musik disana, kukira itu ruangan Seni yang baru”

Seul Rin terperanjak mendengarnya “Jangan main – main Oh Sehun, jelas – jelas ruangan itu tertutup dan gelap”

“Ya sudah kalau Noona tidak percaya padaku” ucap Sehun kemudian meninggalkan Seul Rin yang terdiam sendirian.

“Apa kau juga melihatnya Oh Sehun ?” ucapan Seul Rin membuat Sehun berhenti.

“Apa kau melihat seorang yeoja yang menyanyi disana ?” tanyanya, kali ini Sehun berbalik, ingin sekali ia menjawab ya.

“Aku sudah sering melihatnya namun aku tak berani mengatakannya pada kalian” ujar Seul Rin lagi

“Ne, aku juga melihatnya Noona. Yeoja yang memakai kemeja putih disertai jas almamater warna hitam dan rok kotak – kotak yang panjangnya hampir sampai mata kaki.” Ucap Sehun dalam hatinya.

“Dan yang ku ketahui, yeoja itu dibunuh oleh seorang namja yang –“

“Hentikan Han Seul Rin !” teriak Luhan yang entah kapan tiba disana. Sontak Sehun melihat namja yang berteriak tadi.

Seul Rin  melihat Luhan yang semakin dekat dengannya, Baekhyun mengikuti Luhan yang telah meninggalkannya di belakang.

“Hentikan semua omong kosongmu itu !” ujar Luhan yang mulai marah.

“Aku tak berbohong Lu, ini nyata. Aku melihatnya dan dia tidak mengerikan” bantah Seul Rin

“Kumohon Rin, jangan menyakiti dirimu sendiri” pinta Luhan sambil memelas.

“Kumohon Lu, percayalah padaku. Kali ini aku jujur, aku melihatnya. Dia baik dan dia butuh pertolongan kita” ucap Seul Rin meyakinkan.

Luhan mendesah, ia menatap Sehun yang kini menatapnya tajam kemudian menatap Seul Rin lagi “Terserahlah, aku tak mau ikut campur” ucapnya kemudian meninggalkan ketiga orang itu – Sehun, Seul Rin dan Baekhyun-.

Seul Rin menatap punggung Luhan yang semakin menjauh, ia menundukkan kepalanya dan merasa bersalah.

“Ayo pulang” ajak seseorang, Seul Rin menatap namja itu kemudian mengangguk.

“Dia hanya khawatir padamu, jangan terlalu dipikirkan. Nanti dia juga akan baik dengan sendirinya” ucap Baekhyun –Namja itu-. Seul Rin menjawabnya dengan anggukan dan Sehun mengikuti mereka dari belakang.

“Bunuh Shin Mira !” Sehun menghentikan langkahnya kemudian berbalik melihat gedung Sekolah. Karena tak melihat apa – apa, iapun menaikkan bahunya dengan malas kemudian menyusul Seul Rin dan Baekhyun serta Luhan tentunya.

~~~~~~~~

Di sebuah kamar yang bernuansa putih, dua orang namja sedang melakukan aktivitas keseharian mereka. Luhan sedang mengerjakan tugas Matematika dari Cho Seonsangnim sedangkan Sehun sedang membuka laptopnya untuk mem-browsing sesuatu yang sepertinya sangat misterius. Mereka berdua memang tinggal sekamar, karena Orangtua Luhan yang memang hidup di Beijing dan Sehun adalah sepupunya membuat mereka jadi serumah saat ini, bahkan sekamar.

“Ah, akhirnya selesai juga” ucap Luhan sambil merenggangkan otot – ototnya yang kaku. Ia mengalihkan pandangannya ke Sehun yang sepertinya sangat fokus dengan layar laptopnya. Iapun mendekari Sehun.

“Kau sedang apa Hun ?” tanya Luhan bingung, ia melirik judul dari artikel yang dibaca adiknya itu. Kemudian ia mengerutkan alisnya dengan sedikit curiga

“Kau percaya padanya ?” tanya Luhan lagi, kali ini Sehun menoleh

“Siapa ?”

“Seul Rin”

Mendengar nama itu, jantung Sehun seakan semakin berdetak. Degub jantungnya semakin kencang,

“Kau percaya padanya tentang ruangan no. 13”

Ah, sepertinya Sehun mengerti arah pembicaraan Hyungnya ini. Kemudian Sehun mengangguk

Luhan mendesah berat “Jangan konyol Hun, zaman sekarang tidak ada hantu”

Sehun menggeleng “Aku percaya Hyung, aku pernah melihatnya dan itu di ruang no. 13 yang dikatakan Seul Rin Noona itu benar Hyung, ia tak berbohong”

Luhan membelakkan matanya “Sekarang kau yang semakin konyol Hun, kau ma-“

“Tidak Hyung, aku masih waras. Sudah malam,sebaiknya kita tidur Hyung” ucap Sehun karena ia tak ingin mendebatkan masalah itu semakin dalam. Iapun mematikan laptopnya dan menarik selimutnya kemudian menutup matanya seolah – olah ia terlelap.

Luhan menatap tubuh Sehun yang berbalut selimut sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi ? Mengapa hantu di Ruangan no. 13 ingin sekali mengganggu mereka ? Atau ingin meminta bantuan seperti di film – film di TV ? Entahlah, yang pasti Luhan tak tahu maksud mereka sebenarnya.

Luhan menarik selimutnya kemudian mengelus punggung Sehun yang tidur membelakanginya “Jalja Sehun~ah” ucapnya sambil tersenyum kemudian ia berlayar di mimpinya.

~~~~~~~

Dilain tempat, Seul Rin sibuk membrowsing tentang sejarah sekolahnya dulu. Tepatnya kejadian di tahun 1977.

Di sebuah artikel menyebutkan bahwa memang ada seorang yeoja yang mati di ruang kesenian yang sekarang berubah menjadi ruangan nomor 13 itu. Yeoja bernama Park Yeong Ra yang mati ditemukan dengan sebilah pisau di tangan kanannya sedangkan pergelangan tangan dan perutnya berlumuran darah, bahkan darahnya sudah mengalir di penjuru ruangan. Namun kronologis kejadiannya belum diketahui, dan tak sebuah artikelpun yang menyebutkan mengapa gadis itu bunuh diri.

Karena penasaran, Seul Rin mengetik “Park Yeong Ra 1977”

‘Klik’

Terdapat berbagai macam artikel, namun ada sebuah website yang memberikan berbagai macam foto Park Yeong Ra, dari SD sampai SMP. Sebnarnya wajah Park Yeong Ra sangat familier, selain mirip wajah yeoja dengan seragam rok panjang itu, ia yakin kalau wajahnya mirip seseorang. Isi website itu adalah curahan hati. Ia yakin, itu adalah website Park Yeong Ra walaupun ia sendiri tak yakin.

Matanya tertuju pada artikel yang berjudul “My Love (Password : Tanggal Lahir Oppa ^^)”

Ia sungguh menyesal, itu satu – satunya bukti yang dapat ia pakai untuk memecahkan misteri matinya Park Yeong Ra yang tak wajar.

“Hoaaam” Seul Rin melirik desktopnya yang menunjukkan pukul 23.13 KST. “Ternyata sudah malam, dan lagi – lagi no. 13. Mengerikkan”

Dengan gontai ia menuju ranjang tidurnya untuk tidur, mungkin besok ia bisa melanjutkannya.

~~~~~~~

“Hei !” Lamunan Seul Rin kembali terpecah, ia menatap wajah Luhan dengan sinis.

“Hehe, mian. Habisnya kau melamun terus” ujar Luhan jujur.

Seul Rin kembali melanjutkan menulis catatannya, bayang – bayang artikel berpassword yang ia termukan tadi malam masih terus terngiang. Oppa ? Apa zaman dulu sudah ada yang namanya berpacaran ? Atau dia memiliki seorang kakak laki – laki ? Lalu kenapa ia bunuh diri ?

“Ssaem, Appa meminta data siswa tahun 1987, ia lupa data dirinya.”

Seul Rin menoleh dan menatap Raena yang mengetik sesuatu di komputer di meja penjaga perpustakaan.

“Data diri ? 1987 ?”

Segera Seul Rin berlari ke komputer di sebelah Raena dan mencari data siswa tahun 1977. Namun sayang, sepertinya datanya sudah terhapus. Ia melihat data yang dimiliki mulai dari tahun 1980.

“Hanbyul Ssaem ?” panggil Seul Rin sambil mengacungkan jarinya. Ia melihat Hanbyul Ssaem yang berjalan mendekatinya. “Data siswanya, mengapa dimulai dari tahun 1985 ?”

“Karena dari tahun itulah kami menyimpan data para siswa menggunakan sistem komputer. Memang kau mencari tahun berapa Rin ?”

“Eumm.. 1975 – 1980. Apa datanya sudah tidak ada ?”

Hanbyul Ssaem membuka buku catatannya, kemudian menatap Seul Rin. “Ada, di ruang kesiswaan atau ruang kepala sekolah. Kau mau mencari apa ? Bahkan di tahun itu saya belum lahir, haha”

Seul Rin tersenyum, kemudian menunduk “Gomawo Ssaem, ada sesuatu yang penting yang harus cepat diselesaikan. Saya permisi,”

Saat Seul Rin akan keluar, tiba – tiba tangannya dicekal dan saat menoleh ia melihat Luhan yang menahan pergelangan tangannya. “Kau mau kemana ?”

Seul Rin berdecak kemudian melepas tangan Luhan perlahan, “Aku mau ke ruang kesiswaan”

“Buat apa ?”

Oh, bisakah ia memplester mulut Luhan sekarang ? Dari kemarin – kemarin ia begitu cerewet jika ia ingin pergi kemana-mana tanpa pamit.

“Aku mau mencari data Park Young Ra, minggirlah aku mau kesana”

Luhan tak mau menyingkir bahkan sekarang ia menatap Seul Rin tajam.

“Luhan, kumohon jangan seperti ini. Aku lelah jika terus terbayang-bayang gadis di ruangan itu,” ujar Seul Rin dengan nada lirih. Ia berkata jujur, suara indah namun memberikan kesan merinding terus terngiang di telinganya saat pelajaran sejarah. Entah apa artinya itu,

“Eoh, Noona ? Kenapa kau berdiri disitu ?”

Seul Rin menatap Sehun yang kini berhadapan dengannya, sedangkan Luhan membelakangi Sehun *Ngerti gak ?

“Sehun~ah, aku dapat petunjuk” ujar Seul Rin tiba-tiba sambil berjalan mendekati Sehun, bahkan Luhan saja diabaikan.

“Apa ?”

“Ayo kita ke ruang kesiswaan mencari datanya, namanya Park Young Ra”

Tanpa babibu Seul Rin menarik tangan Sehun menuju ruangan tujuannya.

Luhan hanya menatap gadis itu yang mulai menjauh, ia tersenyum lirih. Gadis itu semakin lama semakin jauh darinya, apa ia keterlaluan ?

~~~~

Setelah mendapat izin dari kepala sekolah, Seul Rin dan Sehun segera mencari data gadis yang bernama Park Young Ra angkatan 1977. Namun ia tak menemukannya, bahkan mereka sudah mencari dari tahun 1975 – 1980.

“Kau yakin namanya Park Young Ra ?”

Seul Rin mengangguk tanpa menoleh ke Sehun, Sehun menghembuskan napasnya berat. Nama yang ia sering dengar bukan Park Young Ra tapi Shin Mira.

“Noona,” panggil Sehun pelan

“Hm ?”

“Tck, Noona bisakah kau membantuku mencari data Shin Mira ?”

Tangan Seul Rin berhenti mencari, ia menoleh ke Sehun.

“Nama itu, sering disebut di ruangan itu. Mungkin ada hubungannya,”

Seul Rin mengangguk lalu mencari data Shin Mira juga.

‘Whuss~’

Sebuah foto jatuh di depan kaki Seul Rin, ia mengambilnya. Ketika di perhatikan foto itu terasa familiar, foto dua orang siswi dan seorang siswa. Foto itu masih hitam putih dan dibalik foto itu tertulis : Young Ra, Mira, Young Jae ❤

Dan wajah Young Jae, benar – benar familiar.

-TBC-

Mianhae belum posting Love Story part 8.. Lagi sibuk ngurusin perpisahan kelas, semoga suka ya ? Mian cerita ff ini agak gaje :v… RCL yaa~

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

63 tanggapan untuk “Room no. 13

  1. Thor~ telat komen gpp kan? Kkk
    thor aku masih mikir, kok ada kelas yg d pugar d sekolah ternama sih…
    Tapi rasanya, d tiap sekolah ada rumor tentang hantu, jadi inget sama hantu Hanako /ngelantur :v

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s