The way we love [Chapter 2]

TWl

Title                 : The way we love [Chapter 2]

Author                        : Park Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kang Seulgi, Luhan.

Genre             : Romance.

Rating            : 15+

Warning         : Typo dimana-mana dan don’t be plagiator^^

Summary         :Haruskah aku mengatakan bahwa aku menyukaimu? Haruskah kita memulainya dari awal lagi? bukankah aku yang lebih memahami rasa sakit dirimu selama ini.

Chapter 1

Chapter 2

Di dalam kamarnya yang gelap Eunji menonton sebuah Video yang diputar menggunakan sebuah proyektor.

Video saat dia berumur 6 tahun dan tengah merayakan ulang tahun. Terlihat ayah Eunji tengah menggendongnya sambil menyuruh Eunji meniup lilin. Tak elak hal itu membuat Eunji teringat saat-saat dulu, juga hal itu membuat Eunji merindukan ayahnya.

Tetesan air mulai berjatuhan di pipi Eunji tanpa dia sadari. Eunji melipat lututnya dan langsung memeluknya.

Didalam hatinya kini Eunji berguman memanggil-manggil ayahnya. Tak bisa dia bohongi dirinya bahwa dia rindu pada ayahnya.

“Appa, aku merindukanmu. Apakah appa baik-baik saja disana? apa kau merindukanku?”

Di sisi lain kini di kantornya Baekhyun tengah duduk sambil melamun. Rekan Baekhyun yang memperhatikan Baekhyun sedari tadi mulai mendekatinya.

“Hyak Byun baek kau kenapa?” tanya rekannya yang sama-sama detektiv kepolisian tersebut.

“Eo sanbae aku baik-baik saja” bohong Baekhyun dengan senyuman yang terlihat dipaksakan.

Sanbae Baekhyun yang bernama Lee Jonghyun itu pun hanya bisa menepuk bahu Baekhyun dan langsung pergi.

Setelah Jonghyun pergi, Baekhyun segera mengambil ponsel miliknya lalu mengirim pesan pada seseorang.

***

Seorang gadis berdiri di hadapan Baekhyun yang saat itu tengah menuangkan soju di gelas miliknya.

Baekhyun melirik kearah wajah wanita itu dan tersenyum sambil mempersilahkan wanita itu duduk.

“Jadi kau mengajakku kesini hanya untuk menemanimu minum?” tanya wanita yang sama yang waktu itu di temui oleh Eunji yang adalah Kang Seulgi.

Baekhyun tersenyum kecil, dia lantas meletakan segelas kecil soju di depan Seulgi.

Seulgi menghela napasnya panjang, lalu mengambil gelas soju yang diberikan Baekhyun. setelah Soju tersebut ditegak habis, Seulgi kembali menatap baekhyun yang tampak tengah bersedih.

“Kau tahu, Eunji menyiramku menggunakan soju setelah bertemu denganmu tempo hari!”

Baekhyun terkekeh kecil mendengar pengakuan Seulgi dan dia pun berguman dalam hatinya bawha Eunji sama sekali tidak berubah.

“kenapa kau tersenyum?apakah ceritaku lucu untukmu?” tanya Seulgi lagi setelah meneguk segelas soju untuk kedua kalinya.

“Dia tidak berubah sama sekali” ucap Baekhyun

Seulgi menatap baekhyun, dan terlihat sorot mata kesedihan di mata Seulgi saat itu.

‘Kau salah, dia berubah banyak. Sangat banyak”

Seulgi kembali meneguk sojunya yang ke tiga. Kemudian setelah itu dia mengarahkan pandangannya ke lain arah seakan tidak bisa menatap Baekhyun.

Sambil menuangkan soju kegelas miliknya, Baekhyun bertanya pada Seulgi apa dirinya yang membuat Eunji berubah seperti yang Seulgi katakan barusan.

Seulgi tidak mengatakan iya atau tidak, dia hanya tersenyum seakan tidak mau menjawab pertanyaan Baekhyun tersebut.

“Dia sangat membenciku. Aku bisa melihat sorot matanya terhadapku. Aku hanya ingin meminta maaf padanya. Seharusnya dulu aku berada disisinya ketika dia berada disituasi yang sulit. Aku Seharusnya melindungi Eunji dan bukan malah berdiam diri melihatnya di olok-olok juga di permalukan oleh semua orang dan juga seharusnya aku tidak pernah menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada appaku”

“Penyesalan itu selalu datang dibelakang, setelah kita menyadari apa yang kita ambil adalah jalan yang salah”

“Aku menyesal ketika aku selalu berpura-pura tidak menyukainya. Bahkan aku selalu mengacuhkannya!”

Seulgi meneguk sojunya lagi dan menghela napas panjang sambil menatap Baekhyun dengan tatapan prihatin.

“Orang bilang antara cinta dan benci itu tipis, dan itu juga yang terjadi pada kalian. Eunji begitu mencintaimu jadi rasa sakit nya terasa berkali-kali lipat dia rasakan dibandingkan rasa sakit yang orang lain berikan!”

“Apakah tidak terlambat kalau aku mengatakan pada nya sekarang bahwa aku sangat menyukainya. Bahkan sudah bertahun-tahun berlalu aku masih tetap menyukainya. Aku menjadi seperti sekarang juga karena dirinya. Dia selalu mengatakan bahwa ayahnya adalah orang yang sangat keren. Oleh karena itulah aku menjadi seorang Polisi seperti sekarang”

“Kau menyedihkan!”

Seulgi tersenyum tipis pada Baekhyun, yang langsung dibalas oleh anggukan Baekhyun.

“Benar, aku sangat menyedihkan. Lelaki pengecut yang menyedihkan!”

***

“Aku selalu menyukai senyumanmu itu”

Eunji mengalihkan pandanganya pada seseorang di sebelahnya.

“Eo oppa kau ada disini ternyata, sejak kapan kau berada di sebelahku?

Luhan menunjukan wajah sedang berpikir yang sangat lucu dan hal itu membuat Eunji terkekeh.

‘Aigoo. Doctor Xi Luhan anda begitu menggemaskan!” ucap Eunji dengan senyum lebar

“Kalau kau begitu menyukai anak-anak kenapa kau tidak menikah saja dan kau akan mendapatkan anak!”

Eunji menatap Luhan sambil tersenyum penuh arti. Kemudian tanpa diduga dia mengaleng lengan Luhan.

“Ya, memang benar aku seharusnya menikah. Lalu kenapa kita tidak menikah?”

“Jadi kau sedang melamarku?” tanya Luhan

Eunji menatap Luhan, begitu juga Luhan dan tidak beberapa lama mereka saling menatap, mereka pun tertawa.

Eunji lantas pamit pada Luhan karena dia harus memeriksa pasien-pasien nya. Begitu Eunji pergi, Luhan menghela napas panjang dia tertunduk dengan raut wajah yang terlihat sedih.

“Seharusnya kau tidak melakukan hal seperti tadi Eunji-ya. bagimanapun aku berharap hal itu, namun hal itu sudah tidak akan mungkin.” ucapnya pelan

***

Malam sudah larut dan kini Eunji tengah dalam perjalan pulang menuju rumahnya. Begitu sampai di depan rumahnya, Eunji sedikit terkejut melihat sebucket bunga didepan pintu rumahnya. Dia berjongkok mengambil bunga tersebut. Dengan bingung dia pun melihat kesekelilingnya.

Eunji mengambil sebuah kartu yang ada di dalam bucket bunga tersebut. Kedua mata Eunji menyipit begitu melihat isi kartu yang adalah sebuah gambar. Gambar dua orang anak kecil lelaki-perempuan yang tengah memegang balon.

Menyadari siapa pengirim bunga itu, Eunji pun berjalan menuju pagar rumahnya. Dia membuka pagar menuju tempat sampah di depan rumahnya, lalu membuang bunga tersebut kesana.

Eunji memasuki rumahnya, sambil menelepon seseorang. begitu tersambung, Eunji langsung berteriak pada orang yang dihubunginya.

“HYAK, KANG SEULGI KAU BENAR-BENAR MEMBUAT MASALAH DENGANKU. DASAR KAU GADIS SIALAN!”

Sementara Eunji terus berteriak sambil mengutuk Seulgi, Seulgi yang saat ini tengah dalam perjalan pulang menuju rumahnya hanya bisa tertawa.

“Aigoo Jung Eunji, ada apa. kenapa kau tiba-tiba mengutukku seperti itu?” tanya Seulgi dengan santai.

“Kau benar-benar sialan. Kenapa kau beri tahu alamat rumahku pada Lelaki sialan itu?”

“Memangnya kenapa? Apa dia datang kerumahmu? Aigoo, nyalinya besar juga”

“Hyak kang Seulgi sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan? Tampaknya kau benar-benar membenciku” Eunji mulai memelankan suaranya.

Seulgi terdiam dan mulai membuka mulutnya kembali.

‘Eunji-ya dia hanya ingin meminta maaf padamu. Jadi itulah alasan kenapa aku memberi tahu rumahmu dan bahkan mengatur pertemuanmu denganya”

“Aku bersumpah jika saat ini kau berada di hadapanku akan aku jambak rambutmu sampai semua rambutmu tidak tertancap lagi di kulit kepalamu”

Seulgi tertawa keras mendengar ancaman Eunji, dia lalu berpura-pura takut sambil mengatakan bahwa dia harus memakai topi jika bertemu Eunji.

Mendengar ucapan Seulgi, Eunji tiba-tiba tersenyum. namun dengan cepat dia merubah ekspresi wajahnya kembali.

“Seulgi-ya, aku mohon padamu. Jangan lakukan ini. jangan membantunya lagi. bukankah kau tahu sebanyak apa rasa sakit yang dia berikan padaku!”

“Dia mengatakan bahwa dia mencintaimu!”

Deg!!!

Eunji terdiam, dia terpaku mendengar perkataan Seulgi.

“Ah rasanya aku lapar, aku baru saja sampai di rumah. Nanti kita sambung lagi. ok bye”

Eunji menutup sambungan teleponya, tanpa memperdulikan Seulgi yang sedari tadi memanggil-manggil namanya.

Begitu Eunji menyimpan ponsel miliknya, dia kemudian duduk di depan meja riasnya.

Eunji menatap dirinya dengan tatapan kosong dari pantulan cermin didepannya. Digerakan tanganya kearah dadanya yang berdetak kencang saat ini.

“Kenapa jantung ku masih berdetak kencang saat gadis sialan itu mengatakan dia menyukaiku. Aku tidak boleh seperti ini, dia orang yang membuat sesuatu dalam hidupku hilang. Aku tidak bisa, tidak bisa”.

***

“Kau sudah pulang?”

Seulgi menoleh pada seseorang yang saat ini tengah berada di dapur yang tampak sedang menyiapkan makan malam.

“Mandilah.lalu kita makan bersama”

Seulgi menaruh tas miliknya di lantai kemudian dia mendekati orang tersebut yang tak lain adalah Luhan.

Seulgi memeluk Luhan yang membuat Luhan keheranan karena tidak biasanya seulgi seperti itu.

“kau kenapa?apa terjadi sesuatu?” tanya Luhan

Seulgi menggelengkan kepalanya, dia lantas menenggelamkan wajahnya di dada Luhan dan semakin mengeratkan pelukannya pada luhan.

“Oppa, aku menyukaimu sangat menyukaimu. Terima kasih karena memilihku”

Luhan tersenyum dan membalas pelukan Seulgi. Didalam hatinya kini Luhan berdoa agar dia tidak pernah mengecewakan Seulgi seperti apa yang selalu dia takutkan.

***

Dikamarnya, Eunji tengah menatap sebuah undangan pernikahan. Eunji tersenyum sinis begitu membaca nama mempelai wanitanya, Hyeri.

“Tsk apa gadis tengik ini sengaja mengundangku?”

Eunji berdecak kesal, kemudian dia membuang undangan pernikahan tersebut kedalam tempat sampah dengan kasar.

“Perempuan tengik” rutuk Eunji yang setelah itu menuju tempat tidurnya.

Eunji berbaring dan langsung menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut, namun tiba-tiba bayangan Gadis bernama Hyeri itu muncul. Bayangan dimana Eunji memergoki Hyeri yang tengah bermesraan dengan Baekhyun di toilet sekolah.

Flashback

Baekhyun menatap gadis didepannya yang menyandarkan badannya di dinding seraya tersenyum manis, dia menyentuh pipi gadis yang adalah hoobae nya itu dengan lembut membuat wajah gadis tersebut bersemu merah. Perlahan Baekhyun mendekatkan wajahnya mendekati telinga gadis itu. kemudian berbisik.

“Kau sangat cantik Hyeri-ya”

Bisikan Baekhyun, diikuti oleh sebuah ciuman yang mendarat di pipi gadis yang bernama Hyeri itu.

Perlahan kini baekhyun mengarahkan wajahnya menuju titik yang dia incar sedari tadi yaitu bibir dari Hyeri.

Sedikit lagi, Baekhyun akan berhasil mencium Hyeri. Namun suara camera yang tengah memotret membuat kegiatan Baekhyun terhenti.

“Haisshhss” kesal baekhyun dan langsung menatap kesal kearah seorang perempuan yang berdiri dengan ponsel di tanganya dengan posisi yang sedang memotret kegiatan baekhyun serta Hyeri.

Begitu mengetahui bahwa perempuan itu Eunji, Hyeri segera pergi dari sana meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam dengan wajah dingin.

Tanpa berkata apapun, Eunji pun pergi. namun baru sekitar tiga langkah Eunji menghentikan langkahnya.

“Tenang saja, aku tidak akan melaporkan kegiatan kotor kalian pada kepala sekolah” ucap Eunji yang langsung pergi.

Begitu Eunji pergi baekhyun langsung memukul tembok menggunakan telapak tangannya, raut wajah Baekhyun juga terlihat sangat kesal pada Eunji.

***

Eunji memperhatikan Hyeri dari ujung rambut sampai ujung kaki dari jauh, dengan badan Yang menyender serta permen karet yang tengah dia kunyah.

“Hyak, Eunji-ya apa yang sedang kau lakukan?” tanya Bomi yang baru saja mengahmpiri Eunji.

Eunji melirik kearah Bomi sebentar kemudian tersenyum kecil. Kini jari telunjuk Eunji dia arahkan pada Hyeri.”Gadis itu, bawa dia padaku sepulang sekolah!”

Bomi tertawa sepertinya dia dangat bahagia dengan apa Eunji perintahkan.

“Aku sangat suka idemu, perempuan itu sangat merepotkan karena dia begitu cantik. Aku sangat senang jika kita sedikit bersenang-senang dengan perempuan itu sebentar”

***

Pintu kelas seni di buka secara kasar yang sudah dipastikan itu adalah perbuatan Eunji. Sedangkan seorang siswa yang tak lain adalah Seulgi, masih saja bersikap tenang. Dia seakan tak memperdulikan Eunji yang dengan kasarnya membuka pintu.

Eunji berdiri didepan Seulgi yang saat ini tengah melukis, dengan tatapan datar Eunji meantap Seulgi namun Seulgi seperti tidak mau menghiraukan Eunji dan hanya berkonsentrasi pada lukisannya.

Karna merasa diacuhkan, Eunji pun menendang pelan kaki penyangga kanvas Seulgi, sehingga membuat lukisan Seulgi sedikit tercoret.

Seulgi menghela napas dan tetap tidak mau menghiraukan Eunji. Seulgi berdiri, dia membuka celemeknya lalu pergi dari sana.

Eunji berdecak kesal, lalu merutuk karena kesal pada Seulgi.

“Dasar wanita sialan!!”

Diluar kelas, Seulgi menghentakan kakinya keras ke lantai. Jari-jari dia remas, sebenarnya dia kesal pada Eunji dan ingin sekali menampar Eunji. Namun kalau dia melakukan hal itu, maka imagenya yang baik akan hancur.

Ponsel Seulgi bordering, dia pun membuka pesan masuk yang ternyata berasal dari Eunji. Eunji memberi tahu bahwa sepulang sekolah aka nada pertunjukan menarik lagi jadi Eunji ingin Seulgi bisa melihatnya.

“Siapa lagi kali ini yang akan jadi korban gadis itu?” ucap Seulgi pelan sambil meremas ponselnya kuat.

***

Sebuah Seringaian terukir di bibir Eunji begitu melihat seorang gadis yang tengah duduk di depannya dengan kepala menunduk di dalam suatu ruangan yang remang-remang karena hanya di terangi sebuah lampu yang sekitar 5 watt.

Meja di depan gadis itu duduk saat ini sudah tersedia berbagai macam makanan dmn minuman mulai dari jjajangmyun, tteokboki, kimchi, spageti, ramen bahkan roti pun tersedia.

Eunji yang sedari tadi duduk sambil menatap tajam gadis didepannya yang adalah Hyeri.Eunji menawari untuk menyantap makanan yang sudah dia siapkan untuk menyambut drinya

Di dalam ruangan itu mereka memang berdua karena teman-teman geng Eunji menunggu Eunji di luar ruangan yang adalah markas mereka.

“Kau mau makan yang mana?” tanya Eunji

Hyeri merasa ketakutan saat ini, badannya bergetar matanya mulai memerah. Dia benar-benar takut pada Eunji karena Eunji memang dikenal sebagai brandalan wanita di sekolahnya

“Sunbae, kau mau apa? apa aku punya salah padamu sanbae?”

Eunji tertawa keras saat mendengar pertanyaan polos dari Hyeri. Namun tidak dengan Hyeri yang semakin takut pada Eunji.

Setelah menghentikan tawanya, Eunji pun menyenderkan badanya di punggung kursi. Dia juga melipat tanganya di dada.

“Santai sajalah. Kenapa kau tegang begitu?”

Eunji mengambil minuman kaleng kemudian membukanya. Dia meneguk minuman kaleng tersebut, sementara itu Hyeri menatap eunji masih dengan hati berdebar dan was-was.

Siapa di sekolahnya yang tidak mengenal Eunji. Eunji adalah pembuat masalah dan wanita yang kasar. Sering di hukum oleh guru karena berkelahi dengan murid sekolah lain.

“San-bae.. bisakah aku pulang?” tanya Hyeri yang mulai meremas ujung roknya.

Eunji menatap Hyeri, lalu mendekatkan wajahnya sembari mengangkat dagu Hyeri agar menatap matanya.

“Kau kenapa buru-buru. Bukankah sudah aku katakan tenang saja dan nikmati hidangan yang sudah aku siapkan!”

Eunji semakin keras mencengkram dagu Hyeri yang membuatnya sedikit meringis kesakitan.

“San-bae kau menyakitiku”

Eunji menyeringai, dan akhirnya dia mau melepaskan Hyeri. Terdengar isakan elan di bibir Hyeri, yang membuat Eunji bedecak kesal.

“Kau cengen sekali!”

Seseorang membuka pintu ruangan tersebut dan orang itua dalah Seulgi. Eunji tersenyum lalu menyambut Seulgi seraya mengucapkan selamat datang.

“Kau datang sangat tepat”

Eunji menghampiri Seulgi, kemudian hendak merangkulnya dan mengajaknya masuk, namun Seulgi malah menepis tangan Eunji.

“oouw” ucap Eunji sambil menunjukan wajah yang seakan dia tengah kecewa oeh perlakuan Seulgi.

Seulgi menghampiri Hyeri, kemudian menarik tangan hyeri untuk menyeretnya keluar dari sana.

“Ayo kita pergi!”

Seulgi menarik Hyeri dan saat dia berpapasan dengan Eunji, Seulgi menatap tajam Eunji. Tanpa berkata apapun Seulgi pun pergi diiringi lambaian tangan serta senyum lebar dari eunji.

Setelah Seulgi juga Hyeri pergi. Eunji merubah raut wajahnya menjadi datar. Dia berjalan menghampiri tempat duduk dan menyenderkan badanya lalu menutup kedua matanya menggunakan tanganya.

Bomi serta teman-temannya yang lain menghampiri eunji dan bertanya apa Eunji baik-baik saja. dan eunji pun hanya berdehem.

Eunji berdiri untuk mengambil tas miliknya lalu pergi.

“Kalian makanlah semuanya aku harus pulang”

***

Di perjalan pulang Eunji melamun seraya menendangi kerikil kecil. Dan tanpa disangka ketika akan berbelok, Eunji berpapasan dengan Baekhyun.

Mereka saling menatap satu sama lain, dari tatapan mata mereka seperti nya begitu banyak hal yang ingin mereka katakan pada satu sama lain, namun entah kenapa kata-kata itu seakan tidak mau keluar dan hanya menghasilkan keheningan.

Baekhyun menghela napas panjang kemudain melanjutkan jalanya tanpa menyapa Eunji.

“Woi, Byun Baekhyun” Panggil Eunji.

Mendengar Eunji memanggilnya ,Baekhyun pun berdecak kesal. dia menghentikan langkahnya lagi namun tidak berbalik kearah Eunji.

Eunji lalu menghampiri Baekhyun kembali dan berdiri tepat didepan Baekhyun. dia menatap baekhyun.

“Hyak Byun Baekhyun. kenapa kau selalu menghindariku? Apakah kau takut padaku?”

Baekhyun mengalihkan pandanganya kelain arah, lalu dia pun berdecak.

“Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu?”

Eunji melangkahkan kakinya agar lebih mendekat pada Baekhyun, namun Baekhyun malah melangkah mundur seakan tak ingin Eunji semakin mendekat padanya”

Menyadari Baekhyun yang semakin menjauh, Eunji pun menunduk, dan tiba-tiba tersenyum tipis. Senyuman yang sangat lirih.

“Baiklah kalau begitu, aku akan menjauh!”

Eunji memundurkan langkahnya sebanyak lima langkah.

“Kau bisa pergi”

“Tanpa disuruh aku akan pergi, dan jangan mendekatiku lagi.”

Deg!!!

Eunji tertunduk akibat ucapan Baekhyun. ya meskipun ucapan itu selalu keluar dari mulut Baekhyun setiap kali bertemu Eunji, namun entah kenapa hati Eunji selalu terasa sakit karenanya.

Baekhyun melanjutkan langkahnya, sedangkan Eunji masih terdiam di tempat. Dia kemudian menolehkan kepalanya lalu menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh.

“Kenapa selalu saja terasa sakit ketika dia meantapku dengan tatapan dinginnya? Aku selalu merindukan dia yang dulu yang selalu tersenyum padaku bahkan selalu melindungiku”

“Byun Baekhyun kenapa kau berubah begitu banyak?”

TBC

Huwah. . .. sudah lama gak update, karena biasa saya orang yang so sibuk.hhe

Agak kangen ma Baekji jadi putusin lanjutin yang ini ajah. ^^

Dan pasti reader pada udah lupa ceritanya T.T maklum yah kelamaan update.hhe

Tapi semoga aja lah masih ada yang mau baca. Hhe

14 thoughts on “The way we love [Chapter 2]

  1. wah BAEKJI..♥♥♥
    di tunggu loh lanjutannya
    soalnya masih penasaran apa yg terjadi antara baekhyun sama eunji
    kalo bisa jangan lama-lama ya thor…

  2. Bagus. Tapi update-nya jangan terlalu lama, keburu lupa alurnya, hoho. Itu Luhan nikah sama Seulgi? Luhan sama Eunji dokter, Seulgi jaksa/hakim dan Baekhyun polisi, benar kan? Jujur, aku masih belum terlalu mudeng hubungan Eunji dan Seulgi. Dan alasan Eunji benci Seulgi. Juga Luhan itu sebenarnya siapa:( ah mungkin aku udah lupa di chapter 1. Buruan di update, Author:( aku nunggu ff ini dari duluuuu, wkwk.

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s