Room No. 13 part 2 (END)

room-no-13

Room No. 13 part 2 (END)

Cast :

Han Seul Rin

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Lu Han

Genre : Horror, School Life,

Rating : PG-17

Lenght : Twoshot (part 1)

“Ruangan no. 13.. Aku tahu jawabannya !”

“Katakan siapa Shin Mira, Park Youngjae !”

“Rin~ah, dia ibuku”

Aku berharap, masalah ini selesai.

-Han Seul Rin-

Ketika melihat foto Park Youngjae, Seul Rin benar – benar merasa familiar. Dan wajah Shin Mira juga. Malam itu, hari ketika ia menemukan foto itu. Ia tak bisa tidur dan terus memikirkan siapa itu Park Youngjae ? Siapa Shin Mira ? Mengapa Park Young Ra meminta tolong padanya ? Apa hubungannya ?

“Han Seul Rin, ayo sarapan”

“Ne !”

Bergegas, ia keluar dari kamar setelah selesa mandi dan menyiapkan perlengkapan sekolahnya.

“Kau kenapa nak ?” tanya Eommanya yang sedari tadi menatapnya. Bahkan Appanya juga walau lebih memilih bungkam.

“Huh ? Ah, aniya.” Jawab Seul Rin sembari tersenyum,

“Jangan membuat Eommamu khwatir” ujar Appanya dengan nada dingin. Uhh, kenapa Eommanya mau menikah dengannya ? Dasar Appa Es Balok.

“Appa, Eomma, aku tak apa – apa. Hanya saja..”

Eomma Seul Rin semakin khawatir dengan semata wayangnya itu.

Seul Rin tampak makan begitu buru – buru kemudian berdiri lalu pamit ke kedua orang tuanya.

****

Seul Rin pov.

Pelajaran sejarah yang membosankan (lagi). Tak bisakah kita berhenti belajar sejarah ? Semakin lama, maka semakin banyak juga yang harus dihapal. Seperti sekarang, Park Ssaem menjelaskan lagi tentang Ruangan No. 13.

Tunggu.. Ruangan no. 13 ?

Park Ssaem ? Park Young Jae ?

Bagaimana bisa si tua itu tau cerita tentang ruangan itu ?

“Dahulu, ruangan itu adalah ruangan yang sangat menakjubkan. Ruangan itu adalah kelas favorit dan kelas yang menjadi impian semua siswa namun karena kejadian pembunuhan seorang gadis yang mengakibatkan ruangan tersebut menjadi angker. Jadi, kalian jangan sekali – kali untuk mendekati ruangan tersebut. Arraseo ?”

Penjelasan Park Ssaem tempo hari membuatnya bergidik.

Angker ? Ruangan menakjubkan ? Gadis ? Pembunuhan ?

Bagaimana bisa ia mengetahui semua ?

“Apa kalian benar – benar tidak ada yang tertarik dengan pelajaranku lagi ?”

Mendengar pertanyaan Park Ssaem, semua siswa mengangguk mengiyakan pertanyaan Ssaem itu.

“Ssaem ?”

Entah darimana aku memiliki keberanian, yang pasti aku harus mengetahuinya, harus !

“Ne”

“Siapa nama asli Ssaem ? Kapan kau lahir ?”

Bahkan semua siswa menatapku heran, jika kalian jadi aku mungkin kalian akan melakukan hal yang sama.

“Aku lahir tahun 1961, ada apa ? Tumben kau bertanya”

“Aku butuh nama dan tanggal lahir Ssaemm !!”

Oh, maafkan aku yang berteriak dengan tidak sopannya. Tapi ini benar – benar penting, nama, tanggal lahir untuk membuka artikel itu jika Park Ssaem benar – benar Park Young Jae.

“Park Young Jae, untuk tanggal lahir aku tidak bisa memberi tahunya. Aku permisi,”

“Kapan Park Young Ra ulang tahun ?”

Ia terdiam ketika hendak membuka pintu, semua tatapan tertuju padaku. Kulirik Luhan yang menatap mohon padaku untuk tidak menanyakan yang lebih lagi.

Ia menoleh, Park Young Jae menoleh. Dengan tatapan tajam yang penuh amarah, sirat kebencian begitu terlukis di wajahnya. Aku salah lagi ?

“Lalu siapa Shin Mira ?”

Tapi ia jusru pergi, Park Young Jae. Satu – satunya orang yang harus memberi keterangan tentang semua ini, Ruangan no. 13 yang angker, gadis berseragam di ruangan itu yang terus mengangguku dan Sehun.

Jam istirahat sudah berbunyi, entah sejak kapan.

“Ayo ke kantin” Luhan mengajakku, entah kenapa sekarang aku mulai jauh dengannya.

“Tidak, aku mau mencari data Pa-“

“Aku tahu, meskipun sedikit.”

Apa ? Luhan mengetahuinya ?

“Kita bicarakan di kantin, bersama Sehun dan Baekhyun”

****

Author pov.

“Jjjangg ! Ini Bubble Tea Seul Rin dan ini punya Sehun, ini Milkshake Luhan dan ini susuku”

Ketiga orang di depannya justru terdiam, apa ada yang salah ?

“Kalian kenapa hmm ?” tanya Baekhyun sambil meminum susu stroberinya.

Seul Rin menghela napas berat, iapun melirik Sehun.

“Ada bukti lagi ?”

Sehun terkejut kemudian mengangguk, ia mengeluarkan foto kemarin. “Mereka kembar,”

“Siapa ?”

“Young Jae dan Young Ra, kurasa”

Seul Rin mengambil foto itu dan mengiyakan Sehun, wajah keduanya mirip walau tidak begitu identik.

“Dia ibuku, Rin~ah”

Sehun, Seul Rin dan Baekhyun menoleh ke arah Luhan bersamaan.

“Shin Mira, dia ibuku”

Baekhyun tersedak mendengarnya, “Bukankah Ibumu orang China, Lu ?”

Luhan menggeleng, “Appaku yang orang China, Ibuku merubah namanya menjadi Xin Mei.”

Semuanya menghembuskan napas, ada yang lega dan ada juga yang semakin pusing.

“Baiklah, sekarang apa rencana kalian ?” tanya Baekhyun sambil terus menyedot susunya.

“Memasuki ruangan itu, melihat keadaannya” jawab Seul Rin cepat.

“Apaa ??”

Seul Rin mengangguk tanpa ragu, ia menatap ketiga orang di sekitarnya dengan percaya. “Aku ingin mengetahui keadaannya, kenapa ruangan itu sangat tertutup ? Kenapa auranya terlalu horror dan.. Aku bisa merasakan dendam disana.”

Luhan menunduk, ia tahu ceritanya. Ia tahu, tapi tidak ingin membuat masalah semakin rumit. “Jangan kesana, kumohon.”

Seul Rin menggeleng. “Aku akan kesana, pulang nanti”

****

Seul Rin tentu saja tidak suka main – main, ia melakukan apa yang ia katakan tadi. Ia berdiri di depan ruangan itu. Tak ada Luhan, Sehun maupun Baekhyun. Ia sendiri, benar – benar sendiri.

Ia menatap lekat pintu itu kemudian memegang engselnya, menggerakkannya pelan. Pintu terbuka, jadi selama ini pintu itu tidak terkunci ? Hanya jendela – jendela yang tertutup oleh kayu – kayu yang membuat semua orang tidak bisa melihat isi ruangan itu.

‘Ceklek’

Ia menyalakan lampu, ruangan itu bersih, rapi, warna putih serta bangku – bangku kayu benar – benar membuat ruangan ini terkesan mewah dan berkelas, walau saat itu tahun 1977 pasti ini kelas idaman semua siswa.

“Kau sudah datang ?”

Seul Rin melihat seorang yeoja yang duduk dengan anggunnya di kursi kayu itu. Bukankah itu Park Young Ra ? Kenapa ia berpenampilan berbeda dengan yang ia lihat di internet ? Wajahnya begitu ceria namun ia terlihat sedih.

“Duduklah disini,” ujar Young Ra sambil menepuk bangku di sebelahnya, tak lupa senyum manis yang terpasang di wajah cantiknya. Ia benar – benar mirip Park Young Jae.

Seul Rinpun duduk di sampingnya, dengan perasaan khawatir. Ia bingung, bagaimana bisa gadis ini terbunuh ? Mengapa wajah gadis ini begitu sedih ? Apa ia memiliki masalah yan begitu berat ?

“Lepaskan Oppaku,”

Seul Rin menatap dalam matanya, permintaan yang sungguh – sungguh. Seperti mengatakan, “Aku tidak ingin kau melukai Oppaku”

“Kau akan pindah ke Beijing kan ? Aku mendengarnya dari teman sekelas, Oppa belum tau. Ia benar – benar mencintaimu Mira~ya.”

Mira ? Apa ia sekarang menjadi Shin Mira ?

“Kumohon, lepaskan Oppaku. Aku tidak ingin ia tersiksa saat kau meninggalkannya.”

Park Young Ra menangis, ia bahkan memelukku begitu kuat. Menekan leherku begitu kuat.

“Ra~yaa, ssakkitt”

Bukan, bukan aku yang mengatakannya, mulutku bergerak sendiri. Leherku begitu sakit, apa ia ingin membunuhku ?

“Daripada Oppaku yang tersiksa, lebih baik dirimu yang tersiksa”

Apaa ? Jadi ia membuhuh Shin Mira ? Lalu kenapa Mama Luhan adalah Shin Mira ?

“Eungghh” Aku bernapas tersengal – sengal. Apa aku akan mati ?

‘Srekkk’

Ia terhempas begitu saja, rambutnya ditarik oleh seorang namja yang kuketahui adalah Young Jae, Park Young Jae.

“Gwenchana ?” tanya Young Jae sambil memegang bahuku erat, ia menatapku dalam. Benar, ia adalah Park Ssaem ! Dia adalah Park Ssaem !

Akupun menghempaskan tubuhnya dan berlari ke sudut lain, aku meringkuk. Aku takut, kenapa aku menjadi Shin Mira disini ? Apa aku yang akan mati ? Apa aku yang akan terbunuh ? Kumohon jangann.

“Mati kau Park Young Ra !!”

Kudongakkan kepalaku dan melihat Young Jae yang berdiri dengan sebilah pisau di tangannya, di bawahnya ada Young Ra yang berteriak ketakutan. Young Jae tersenyum sinis.

“Selamat ulang tahun Adikku sayang”

‘Crasshhh’

Kututup mataku ketika mendengar suara Young Ra yang merintih kesakitan, teriakannya sungguh memengikkan, kakiku membeku. Aku ingin menolongnya ! Aku ingin ! Aku melihat jam tanganku, 12-06-1977.

“Akan kubunuh kau Shin Mira !!”

Suara terakhir yang kudengar, apa ini alasan kenapa Mama Luhan tidak pernah kesini dan mengganti namanya ? Mengapa semua begitu rumit ? Young Ra ingin membunuh Mira ? Lalu Young Jae membunuh Young Ra, mereka saudara ! Sehun benar, wajah mereka begitu mirip.

“Kau disini ternyata Han Seul Rin ?”

Baru kusadari latar berubah, menjadi ruangan seperti gudang. Apa ini ruangan no. 13 yang sekarang ? Dan itu suara,

“Park Ssaem ?”

Aku sontak berdiri, kenapa ia disini ? Apa ia ingin membunuhku ? Ia tersenyum sinis, dengan tangan yang memegang sebilah pisau yang mirip dengan yang tadi, walau di kegelapan aku bisa melihat ketajaman pisau itu.

“Kau sudah mengetahui semuanya eoh ?” tanyanya sambil terus mendekatiku. Ia mengelus pipiku dengan sisi tumpul pisau itu. “Kau mengingatkanku pada adikku”

Park Young Ra, kumohon tolong aku. Luhan, Sehun, Baekhyun kalian dimana ?

“Mana rusamu itu eoh ? Aku ingin menikahi Mamanya”

“Jangan lakukan ini !! Young Ra ada disini”

Ia meremehkanku. “Mana ada orang yang sudah mati bisa hidup bodoh. Aku tak percaya padamu,”

‘Crashh’

Ia menyilat lenganku, perihh. Luhan~ah, kau dimana ?

‘Brakkk’

Luhan, Sehun dan Baekhyun baru saja membuka pintu ruangan itu. Keringat di wajah mereka menandakan kalau mereka terburu – buru.

Young Jae menoleh dan melihat ke arah Luhan. “Hai calon anakku”

Luhan tak memerdulikannya, ia menyuruh Baekhyun dan Sehun menghampiriku. Mereka menutup lukaku kemudian mengikatnya erat.

“Gwenchana ? Kenapa kau langsung kesini ? Bukankah harusnya kita masuk sama – sama ?”

“Mian, aku sangat penasaran” jawabku atas pertanyaan Baekhyun itu.

“Mama tidak menyukaimu ! Jangan mengejarnya !”

Young Jae smirk. “Aku tidak peduli, kami sudah janji sehidup semati.”

“Tidak ! Kau yang memaksanya ! Kau menyukai Adikmu kan ? Tapi kau malah berpura – pura menyukai Mama, selalu mengejarnya hingga membuat perasaan Adikmu sakit. Kalian saling menyukai tapi kalian adalah anak kembar, iyakan ?”

Young Jae bungkam, ia tak lagi menggenggam pisaunya dengan erat.

“Mama menyayangi Adikmu, ia bahkan membiarkan lehernya dicekik oleh Adikmu agar rasa penyeselannya terbalaskan.”

Luhan benar, saat Young Ra mencekikku aku tak meronta hanya mengatakan sakit.

‘Brukk’

Young Jae tiba – tiba pingsan, di belakangnya ada Young Ra yang berdiri terdiam. Ia tidak semengerikan yang kulihat pertama kali, ia seperti saat duduk tadi.

“Luhan~ssi”

Luhan menatap Young Rae takut, bahkan ia berjalan mundur.

“Jangan takut Luhan~ssi. Aku hanya ingin berterima kasih dan minta maaf”

Young Ra menunduk. “Kau berhati baik, seperti Mira. Kau selalu melindungi semua teman – temanmu, termasuk dia.” Ujarnya sambil menunjukku.

“Sebenarnya ada bukti dari pembunuhan ini, dulu ada perekam yang dipasang di sudut sana. Tapi tak ada yang tahu, ambillah”

Young Ra memberikan kotak yang bentuknya seperti kaset yang isinya pita. “Ya, walaupun tidak bergambar tapi aku yakin ini akan menjadi bukti kuat.”

“Terima kasih Luhan~ssi, Seul Rin~ssi, dan kedua temanmu juga”

****

“Misteri Ruangan No. 13 di Seoul High School akhirnya terungkap. Pada tahun 1977, seorang siswi mati dibunuh Oppanya sendiri yang diketahui adalah guru di Seoul High School sendiri. Sudah 38 tahun ruangan itu menjadi angker dan ditakuti oleh semua siswa, padahal dulunya ruangan itu adalah ruang seni yang paling diidamkan.

Misteri Ruangan ini benar – benar membuat semua siswa ketakutan, dan sudah melegenda di Korea. Nona Park, semoga kau tenang beristirahat disana.”

Tak lama setelah pembacaan narasi itu, Park Young Jae terekam di kamera dengan wajah kusut. Ia bahkan berteriak seperti orang gila, tak seorangpun yang menjaganya. Ia tak memiliki anak, karena terlalu obsesi dengan Mira dan Young Ra.

****

“Rin~ah, ayo kekantin”

“Sebentar !”

Seul Rin membuka sebuah artikel kemudian membacanya, tak lama setelah itu ia menutup browser dan berlari mengejar Luhan. “Tunggu aku !”

–EPILOG—

Password = Ulang Tahun Oppa ^^

Masukkan kata sandi [12 – 06 – 1961]

 

 

            Hai, tahun berapa kalian membaca artikelku ? Ah, ini benar – benar menakjubkan. Padahal di tahun 1977 belum ada komputer, kkk~.

Kalian tahu akukan ? Park Young Ra, adik kembar Park Young Jae yang sekaligus orang yang kusuka sejak lahir. Tapi ia menyukai Shin Mira.

Terima kasih untuk Seul Rin, Luhan, Sehun dan Baekhyun yang telah mengungkap pembunuhan ini. Tanpa kalian, aku takkan bisa tenang sekarang.

Mira, anakmu sungguh tampan dan sangat mirip sepertimu. Semoga ia menjadi namja yang hebat di masa depan nanti.

Sudah dulu artikel ini, padahal di perbaharuan kemarin aku sungguh mencaci Shin Mira, maafkan aku. Ah iya, selamat ulang tahun ke 55 ^^

Terakhir di perbarui, 12 – 06 2015.

 

-THE END-

Hiyaa, jelek ya ? Mianhae,oh iya jangan lupa RCL ok. Mian soalnya fantastic gak posting Triple & EXO, kemarin padahal udah buat part 8-nya tapi ternyata Fdnya ketinggalan di rumah temen😥 .. Pada mau nunggin FF itu gak ? Hiks, fantastic sedih..

Oh iya, yang SMP mana nih ? Lulus kan ? Fantastic juga, yey ! Semoga se-Indonesia lulus 100% #Aamiin

Sekali lagi mohon RCL ^^

43 thoughts on “Room No. 13 part 2 (END)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s