Diposkan pada Fanfiction

Roses Fall

FF titipan dari teman. Enjoy, and don’t forget to leave a comment 🙂

kyu

Title: Roses Fall

Author: WWW

Genre: Little Romance

Leght: Drabble

PG: 10

Cast: Kyungsoo and you

Disclaimer: Terinspirasi saat author pulang malam.

“Aku selalu menantinya di bawah malam berbintang ini.”

Dari balkon rumahnya, Kyungsoo tersenyum pada langit malam. Memposisikan diri senyaman mungkin di atas kursi rodanya, kemudian dalam hati bertanya pada langit malam itu ‘Apakah dia sudah sampai kemari? Kalau belum, dia masih ada dimana?’. Jelaslah hanya angin malam bisu yang merespon. Walau demikian, Kyungsoo tetap menampakkan senyum berbentuk hati andalannya pada langit malam –sehingga membuat siapapun yang melihat, ingin mencubit pipi bocah 20 tahun itu-.

TKTK

Bisunya angin malam mengantarkan suara tapakan langkah seorang gadis sampai ke telinga Kyungsoo. Suara itulah yang Kyungsoo tunggu-tunggu. Ah bukan! Tapi pemilik langkah itu yang ia tunggu-tunggu. Refleks, mata Kyungsoo mengarahkan seluruh tubuhnya pada gadis yang sedang melewati rumahnya itu.

Senyum Kyungsoo lebih merekah. Bahkan membuat pipinya merah merona.

***

Kira-kira apa yang membuat Kyungsoo jatuh cinta pada gadis itu?

Gadis itu masih duduk di bangku SMA, dengan kesibukan menuju ujian nasional hingga membuatnya harus pulang malam. Hal lain yang terlihat kalau gadis itu sedang sibuk adalah tas punggung birunya yang selalu terlihat seperti tas para pendaki di tubuh mungilnya. Belum cukup dengan itu, lelah selalu tergambar di wajahnya. Jadi, darimana Kyungsoo bisa jatuh cinta padanya? Apakah kalian tahu?

Si mungil Kyungsoo baru saja 1 minggu pindah di rumah yang kini ia tempati. Di malam pertama ia pindah, ia tak sengaja melihat gadis itu dari atas balkon. Gadis itu berjalan sambil mendengarkan musik di earphonenya. Kemudian tiba-tiba angin  membelai rambutnya hingga seluruh wajahnya terlihat. Si gadis tidak peduli, ia tetap berjalan. Saat itulah Kyungsoo diam-diam terpanah, hingga membuatnya setiap malam berada di balkon supaya bisa melihat gadis itu.

Cukup simple.

***

Malam ini, Kyungsoo ingin mencoba memberikan sinyal keberadaannya pada gadis itu, setelah selama ini si gadis itu tidak mengetahui keberadaannya. Setangkai mawar sudah Kyungsoo persiapkan untuk gadis itu. Seperti biasa, Kyungsoo menanti kedatangannya di balkon.

TKTK

            “Dia datang!” hati Kyungsoo berbunga ketika bayangan si gadis mulai datang.

“Ayo Kyungsoo, kamu pasti bisa!” dia menyemangati dirinya sendiri untuk memberikan mawar itu pada si gadis. Si gadis kini hampir separuh melewati rumah Kyungsoo. Kalau Kyungsoo tidak segera memberikannya, akan sia-sia saja.

“Ayolah Kyungsoo…” takut dan ragu membuat persendian Kyungsoo kaku.

PLK!

Akhirnya keberanian Kyungsoo menang. Ia berhasil memberikan mawar itu dengan cara melemparkannya dari atas. Mawar itu jatuh menimpa punggung si gadis. Sontak menghentikan langkahnya dan mencari tahu dari mana mawar ini berasal.

GRRRRT

Kyungsoo tersentak lalu spontan memundurkan kursi rodanya ke dalam ruangan untuk bersembunyi. Ia takut ketahuan. Rupanya ia masih malu  untuk menampakan diri walau dalam hatinya ia berbunga-bunga.

***

Kyungsoo merasa belum puas sekaligus ketagihan untuk memberikan sinyal keberadaannya. Keberhasilan kemarin meletupkan keyakinannya untuk memperkenalkan diri pada si gadis. Hari ini, ia akan melakukannya.

“Dia datang!”

            Kyungsoo memandang sejenak setangkai mawar beserta secarik kertas yang menempel di batangnya bertuliskan‘Hai, namaku Kyungsoo. Aku tinggal di rumah no 365. Tengoklah ke balkon rumah itu, kau akan melihatku. Maukah kau berkenalan denganku?’.

Lagi-lagi persendiannya kaku karena takut.

“1… 2… ayo lakukan Kyungsoo!!”

            Si gadis hampir menghabiskan jalan di depan rumah Kyungsoo, tapi Kyungsoo masih beperang dengan ketakutannya.

“Lihat! Dia hampir menghilang!”

SYUUUTT

Akhirnya Kyungsoo beranikan diri melemparkan setangkai mawar itu ke arah si gadis.

PLK!

Sayang sekali, mawar itu tidak tepat sasaran.

“Aish!” eluh Kyungsoo, ia kecewa pada dirinya. Sepertinya usahanya hari ini sia-sia.

Perlahan, ia mundurkan kursi rodanya masuk ke dalam dengan lesu dan menutup pintunya.

***

Kyungsoo tidak menyerah. Hari ini ia akan melakukan hal yang sama seperti kemarin.

Jam sudah menunjuk pukul 9, tapi si gadis itu tidak kunjung datang. Sampai akhirnya melewati pukul 10. Kyungsoo tetap menunggu hingga akhirnya malam berganti hari. Kyungsoo tetap tidak menyerah di keesokan harinya. Ia berprasangka bahwa kemarin si gadis tidak masuk sekolah.

Tapi hari ini juga demikian, si gadis tidak kunjung datang. Dan itu berlangsung di keesokan harinya dan keesokan harinya lagi.

Kyungsoo berprasangka bahwa si gadis mungkin sedang sakit, jadi Kyungsoo tetap menantinya sambil berharap si gadis lekas sembuh.

Namun kenyataan yang sebenarnya, si gadis itu lewat jalan lain. Ia takut lewat depan rumah Kyungsoo lagi. Kenapa begitu?

Sebenarnya, kemarin si gadis memungut mawar itu. Eluhan Kyungsoo akan kegagalannya tanpa ia sadari telah menghentikan langkah si gadis. Si gadis menoleh kebelakang, mencari suara eluhan itu yang menurutnya horor. Tapi yang ia temukan malah setangkai mawar di belakangnya.

              “Mawar lagi?” batin si gadis. Ia merengut heran dan semakin penasaran siapa pemilik mawar itu. Ia pungut mawar itu dan membaca isi suratnya. Kemudian ia melakukan apa yang tertera di surat itu. Dan yang ia dapati tidak seperti yang ada di surat itu. Hanya gelap yang menerangi balkon Kyungsoo. Seketika bulu kuduk si gadis merinding, lalu ia mempercepat langkahnya.

END

____

A/N: Bagi yang ingin berkunjung ke blog authornya, silahkan klik di sini. Dan kalau ingin mampir ke blog saya, klik di sini.

#ngibrit setelah promosi

Iklan

Penulis:

Writer - Painter - Gamer - Reader

11 tanggapan untuk “Roses Fall

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s