Stupid Cupid [part 1]

Untitled-1234

Title                 : Stupid Cupid [ Part 1]

Author                        : Park Hana

Cast                : Kim Joon myun, Zhang Yixing, Park Chorong, Irene.

Genre             : Romance, School Life, comedy

Rating            : 15+

Summary       : Dicurigai tidak menyukai laki-laki Chorong pun kesal, kemudian dia mengatakan bahwa dia kan menemukan pacar untuk membuktikan bahwa dia menyukai laki-laki. Lalu dia meminta Kim Joon myun yang merupakan salah satu seorang dari empat pria popular disekolahnya untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Semula Joon myun menolak tapi setelah Chorng mengancam akan membeberkan sifat asli Joonmyun yang ternyata berbeda jauh dari sifat yang selalu dia tunjukan didepan semua orang akhirnya Joon myun pun menyetujuinya dengan satu syarat.

Part 1- i’m not Lesbi

Aku tidak tahu kenapa setiap kali para wanita berkumpul, mereka itu senang sekali membicarakan soal pacar-pacar mereka, meskipun aku juga wanita tapi aku tidak bisa mengerti pikiran mereka.

Aku mencoba fokus membaca bukuku, meskipun sedari tadi aku merasa sedikit terganggu oleh obrolan ketiga temanku. Ya apalagi yang mereka bicarakan kalau bukan soal pacar-pacar mereka.

“Hei Park Chorong,gomong-ngomong kenapa kau selalu sendiri?”

Aku melirik kearah Yura masih dengan wajah malas. Ya, wanita ini adalah salah satu dari temanku yang sedari tadi mengoceh tentang pacarnya bersama kedua sahabatnya yang lain yaitu Nana dan Nicole. Boleh percaya atau tidak, mereka bertiga itu adalah perempuan yang cukup popular. Wajah cantik bak selebriti dan juga badan mereka memiliki porsi yang bagus.

“Aku tidak minat. . .” ujarku sekenanya.

Yura tampak menyeringai, dia menyentuh dahiku menggukankan jari telunjukanya kemudian mendorongnya.

“Jika kau terus-terusan tidak mempunyai pacar, maka akan beredar gossip bahwa kau penyuka sesame jenis. . .”

Kedua mataku menyipit mendengar ucapan Yura yang sama sekali tidak masuk akal. Aku berdiri dari dudukku kemudian memegang kening Yura.

“Aku rasa kau sakit, segeralah pergi ke ruang kesehatan” ucapku dingin lalu duduk kembali.

Yura melipatkan kedua tanganya,begitu juga Nicole dan Nana. Kini mereka menatapku dengan tatapan aneh yang membuatku muak. Mereka mendekatkan wajahnya menuju wajahku. Dengan mata penuh rasa penasaran serta selidik mereka pun bertanya sesuatu yang benar-benar membuatku ingin mencakar wajah mereka yang cantik.

“Hei Park Chorong, apa mungkin benar bahwa kau tidak menyukai laki-laki?”

“OMO!” teriak Nicole histeris sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tanganya.

“Aishh, kalian. . “

Pletak-Pletak-pletak

Aku memukul kepala mereka satu persatu bergantian.

“Aigoo, otak kalian rusak” ucapku kesal pada mereka bertiga.

Karena kesal, akupun beranjak dari tempat duduku hendak pergi, namun tiga gadis menyebalkan itu menghalangiku.

“Minggir”

“Hei Park Chorong, kalau kau memang menyukai laki-laki maka tunjukan buktinya, karena selama ini kau tidak pernah bercerita tentang laki-laki ataupun dekat dengan laki-laki bahkan apa kau tahu semua nama laki-laki kelas kita?”.

Aku terdiam karena memang benar, sudah berada hampir satu tahun dikelas ini tapi jujur saja aku masih belum tahu atau lebih tepatnya tidak pernah mau tahu nama-nama teman-teman sekelasku. Selama ini aku datang kekelas, ketika pelajaran aku focus pada pelajara, saat istirahat aku habiskan untuk membaca buku, membaca komik, tidur atau terkadang aku menemui sahabatku BaeChu. Kalau bukan karena selalu satu kelompok dalam tugas mungkin aku tidak akan kenal dengan Nana, Nicole dan Yura.

“Maaf tapi, aku tidak harus menceritakan kisah percintaanku pada kalian” sergahku

Mereka tersenyum mencurigakan seakan sedang mengejeku. Merasa tidak suka di tatap serta di ejek oleh mereka aku pun akhirnya mengatakan suatu hal bodoh yang nantinya pasti akan menjadi masalah yang sangat merepotkan untukku.

“Baiklah kalau begitu, aku akan tunjukan pacarku pada kalian!”

Ekspresi mereka mulai berubah begitu aku mengatakan hal barusan dan itu membuat aku merasa senang meskipun hal itu bodoh. Tapi ternyata memang dasarnya mereka menyebalkan, jadi kebahagianku tidak berlangsung lama karena mereka berhasil menyudutkan aku lagi.

“Jadi selama ini kau mempunyai pacar?”

Dengan ragu-ragu dan terbata-bata aku pun menjawab tidak, dan sialan mereka tertawa sangat keras. Aku malu setengah mati karena tiga gadis cabe itu.

“Hyak berhenti tertawa, meskipun aku sekarang belum punya pacar tapi. . .” ucapku terputus

Mereka pun mulai menghentikan tawa menyebalkan mereka lalu menatapku tajam.

“T-tapi. . aku akan mendapatkan pacar dalam sebulan ini, jadi kalian siap-siap saja menyambut pacarku. Aku bahkan bisa mendapatkan lelaki yang lebih tampan dari lee Jongsuk, lebih hot dari Kim Woobin atau bahkan Choi Siwon sekalipun!”

Mereka terdiam dan hanya bisa mengedip-ngedipkan kedua mata mereka , namun tidak lama kemudian mereka tetawa sangat keras, Yura memegangi perutnya, Nana memukuli meja, sedangkan Nicole berjongkok menutupi wajahnya. Entahlah apa alsan dia menutup wajahnya karena hanya dia sendiri yang tahu alsanya. Apa dia tengah tertawa atau terharu mendengar ocehanku yang tidak masuk akal barusan atau malah tnegah bersedih, ya entahlah. Seketika itu aku kembali berpikir, apa ekpresi yang mereka tunjukan tidak terlalu berlebihan?. Mereka sangat berlebihan dalam menanggapi ucapan tidak masuk akal yang keluar dari mulut ku ini.

***

Normal POV

Dengan wajah cemberut, Chorong tengah curhat pada sahabatnya Bae Joohyun-irene atau yang sering dia panggil Baechu.

Chorong menarik-narik lengan baju Irene masih dengan wajah cemberutnya.

“Baechu bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?”

“Kau bodoh” sahut Irene singkat.

Chorong menghela napasnya sambil menundukan kepala merasa semakin terjatuh pada dasar jurang penderitaan mendengar ucapan Irene barusan.

Irene menaruh kuas serta paletnya karena kalau dia terus melukis dalam keadaan dimana Chorong terus mengoceh di pinggirnya maka lukisannya akan hancur. Kini Irene menatap Chorong dengan tangan melipat didada.

“Hei Parck Chorong, kau benar-benar bodoh! Bagaimana bisa kau mengatakan hal konyol seperti itu didepan mereka? tidak bisa dipercaya kalau Selama ini kau adalah peringkat kedua disekolah. “

Chorong tertunduk sedih mendengar ucapan Irene, dia sebenarnya datang untuk meluapkan kesedihannya pada Irene tapi yang dia dapat hanya kata-kata menyakitkan dari Irene yang menyudutkannya. Dari sisi persahabatan pun perlakuan Irene tidak bisa dibenarkan, itulah pikiran Chorong.

“Hei Baechu, kau seharusnya memberikan aku jalan keluar bukannya menyudutkan ku atas kebodohanku” ujar Chorong pelan dengan pandangan kesegala arah seakan tidak bisa menatap Irene.

Irene mengubah ekspresi wajahnya menjadi lebih bersahabat, dia bahkan mtersenyum kearah Chorong dan tidak lupa dia merapikan rambut serta bajunya agar rapi. Kemudian dia duduk di kursi dengan kaki diangkat diatas kaki lainnya supaya duduknya terlihat anggun.

“Cha, mari kita bicara dari hati kehati”

Chorong memicingkan matanya, lalu dalam hatinya dia mengatakan bahwa meskipun mereka bersahabat lama namun dia masih belum mengerti tentang Irene sepenuhnya. Itulah kenapa dia selalu mengatakan bahwa dia tidak mengerti tentang wanita meskipun dia sendiri seorang wanita.

Chorong mengambil kursi, lalu dia meletakannya didekat Irene duduk dan mulai bercerita.

“Jadi apa yang membuat dirimu yang selama ini tidak pernah memusingkan segala hal dan sekarang kau mengatakan hal bodoh seperti itu?”

“Mereka mengatakan bahwa aku tidak menyukai laki-laki” Ujar Chorong dengan mata penuh kekesalan.

Irene melirik Chorong.

“Jadi?. . “

Merasa tidak menyukai tatapan mata Irene, Chorong pun meneloyor kepala Irene sambil berdecak kesal. dia juga mengatakan bahwa dia benar-benar tidak seperti apa yang Nana, Nichole dan Yura katakan.

“Aku kesal, aku ini perempuan normal. . .”

“Yah kalau begitu tidak seharusnya kau menanggapi mereka Chorong-ah yang tahu dirimu bagaimana yak au sendiri, seharusnya kau tidak perlu memusingkan tanggapan orang lain, bukankah itu Chorong yang selalu aku kenal”

“AKu tidak tahu aku juga kenapa. Tapi baechu. . .”

Dengan mata berbinar, serta wajah di penuhi aegyo. Chorong memegang kedua tangan Irene. Merasa suasana menjadi aneh ditambah sikap ganjil Chorong. Irene mulai menyadari bahwa pasti ada sebuah niat aneh yang akan diutarakan Chorong pada nya.

Irene menarik tanganya yang tengah digenggam Chorong kemudain dia melipatnya didada kembali.

“Niat busuk apa yang kau punya?” terka Irene tepat sasaran.

Senyuman setan kini menghiasi wajah Chorong, dia begitu bangga pada sahabatnya karena mengetahui bahwa dia mempunyai suatu niat tersembunyi meskipun kata-katanya terdengar menusuk dengan mengatakan niat busuk.

“Lee . . .”

Irene menyipitkan kedua matanya tidak mengerti kenapa Chorong mengatakan Lee.

“Lee jinki oppa. . . sepupumu itu, katakan padanya agar membantuku untuk berpura-pura menjadi pacarku”

“Lupakan. . “ ucap Irene dengan cepat dan singkat.

“Wae?” chorong merasa kecewa.

“Dia sedang berpetualang keseluruh dunia, untuk mencari segala resep masakan untuk ayam. Kau tahu kan cita-cita nya menjadi pemilik restoran ayam ter. .”

“Cukup!” Corong mengangkat tangannya dan menyuruh Irene berhenti menjelaskan.
“Lee Hyuk jae oppa” Chorong mengedip-ngedipkan matanya.

Irene menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata tertutup.

“Jangankan menjadi pacar bohongan, menjadi pacar aslipun dia pasti mau. Tapi. .”

Chorong menatap penuh harap pada Irene.

“ Tidak bijak bila kau menjadi pacarnya, kau tahu sendiri dia seperti apa. . .“

Chrorong menutup mulut Irene menggunakan tanganya saat dia ingat betapa maniaknya sepupu Irene yang bernama Hyukjae itu pada film dewasa. Karena hal itu langsung membuat bulu kuduknya berdiri.

Sesaat dia mulai patah semangat karena harapannya pupus pada sepupu-sepupu Irene, namun sebuah nama kembali muncul di kepalanya membuat senyuman setan kembali muncul di bibirnya.

“Hei Baechu, bagaimana kalau si imut Taemin!”

Kedua mata Irene membelalak mendengar nama yang keluar dari mulut Chorong, dia mencengkram kragh baju Chorong kemudian mengguncang-guncangkan badan Chorong sambil berteriak keras.

“HYAK KAU, DASAR BYUNTAE. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAU MENYENTUH TAEMIN!! ” pekik Irene.

“Baiklah, baiklah lupakan Lee Jinki, Lee Hyuk jae dan lee taemin sepupu-sepupumu itu. Aku hanya akan menemukan calon pacarku sendiri”

Irene melepaskan Chorong dan dia pun duduk kembali di kursinya.

“Kau membuat masalahmu sendiri maka selesaikan sendiri!”

Chorong memegangi kepalanya yang terasa pusing karena diguncang-guncangkan oleh Irene sedangkan Irene memandang Chorong dengan wajah datarnya seakan tanpa dosa.

***

Seminggu sudah berlalu, dan waktu Chorong menemukan pacar hanya tinggal tiga minggu lagi. Kini yang bisa dia lakukan adalah menghindari Nana, Yura serta Nicole, karena sudah dipastika ketiga orang itu akan bertanya apa Chorong sudah dekat dengan seorang laki-laki. Akan bahaya jika mereka mengetahui bahwa Chorong belum dekat dengan siapa-pun. Oleh karna itu, kini Chorong lebih suka menghabiskan waktunya diperpustakaan untuk membaca buku dibanding diam dikelas karena ya itulah alasanya karena ketiga temannya.

Disela-sela membaca sebuah Novel karya Jane Austen berjudul pride and Prejudice, Chorong menolehkan wajahnya kearah sebelahnya dimana saat ini seorang lelaki duduk disana dengan wajah serius kearah buku yang tengah dia baca.

“Tampan” batinnya dalam hati.

Chorong kembali menoleh kearah lain, matanya kini seperti tengah mencari sesuatu.

“Tampan” Batinya lagi.

“Apa yang aku lakukan selama ini? kenapa aku baru menyadari bahwa lelaki di sekolahku tampan-tampan?” tambahnya sambil menundukan kepalanya merasa kecewa pada dirinya sendiri.

***

Disepanjang jalan menuju rumah, kepala Chorong terus saja dipenuhi oleh pemikiran tentang para pria tampan di sekolahnya.

“Park Chorong bodoh, kenapa selama ini kau terus saja berada didunia alam bawah sadarmu dan tidak menyadari bahwa banyak lelaki tampan. Menyedihkan”

Napas CHorong tersenggal-senggal akibat meluapkan isi hatinya barusan. Tangannya t dikepal, kedua matanya melotot serta ekpresi wajahnya terlihat sangat aneh. Terlihat begitu aneh membuat orang-orang disekitarnya mulai memperhatikannya sambil berbisik-bisik. Chorong yang menyadari tengah di tatap dengan tatapan naeh, langsungmenarkan ekpresi wajahnya menjadi normal kembali. Dan kali ini dia yakin seratus persen bahwa orang-orang akan menganggapnya siswi SMU yang gila dan tertekan.

Karena malu, Chorong pun menundukan wajahnya, dikepalanya kini muncul ide agar dia bisa melampiaskan semua rasa frustasinya.

“Tampaknya aku harus pergi untuk bermain Game online”

Chorong tersenyum puas atas ide cemerlang yang terlintas dipikirannya kali itu. dan saat akan pergi kesana dengan riang. Dia pun merasakan semangatnya seketika itu naik.

***

Seorang lelaki yang memakai seragam sama dengan Chorong kini tengah dihadang oleh dua orang berstelan hitam di depan sebuah restoran fastfood. Name tag di bajunya tertulis Kim Joon myun.

“Mau apa kalian?” tanya lelaki bernama kim Joon myun tersebut.

“Tuan Kim baru saja datang dan dia Ingin bertemu dengan anda!”

Joon myhun menghela napas berat dengan mata tertutup. Dia mencoba untuk pergi, namun di hadang oleh kedua orang berstelan tersebut.

Joon myun menajamkan alisnya juga tatapannya.

“Minggir” ujarnya tegas.

“Maaf, anda harus ikut kami”

Saat putus asa memikirkan cara untuk kabur, tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepala Joon myun begitu melihat seorang gadis yang memakai seragam sama dengannya, disebrang jalan. Sebuah senyuman terlukis dibibirnya.

Joon myun lantas berteriak sambil melambaikan tangannya memanggil gadis yang memakai seragam yang sama dengannya yang ternyata adalah Chorong.

“Hei Chagiya disini. . “

Kedua orang berstelan itu menolehkan wajahnya kearah sebrang dimana Chorong berada.

“Aigoo, aku rasa dia tidak mendengarku. . jadi permisi karena pacarku sudah ada disini”

Joon myun pun berlari menghampiri Chorong diikuti oleh kedua orang berstelan. Begitu sampai didepan Chorong, Joon myun pun memeluk Chorong sambil mengusap kepala Chorong lembut.

Chorong yang terkejut karena tiba-tiba da seseorang yang memeluknya, hanya bisa mematung sambil mengedip-ngedipkan matanya. Namun, tak lama dari itu sebuah bisikan terdengar di telinganya.

“Untuk beberapa saat, tolonglah berpura-puralah menjadi pacarku”

Chorong mendorong badan Joon myun dan langsung menyilangkan kedua tangannya di dada. Dengan tatapan penuh kewaspadaan kini Chorong menatap Joon myun.

Melihat gerak-gerik Chorong, kedua orang berstelan itupun tidak yakin bahwa CHorong adalah pacar Joon myun seperti apa yang tadi Joon myun katakan pda mereka.

Dengan sigap, Joonmyun merangkul Chorong, dia kemudian tersenyum. dan berbisik kembai.

“Untuk sekali ini tolong aku, bukankah kita satu sekolah?”

Kini Joon myun mengarahkan pandanganya pada kedua orang berstelan didepannya.

‘”Bilang pada tuan Kim kalian, bahwa aku akan pergi berkencan dengan pacarku. Jadi aku tidak bisa menemuinya!”

Setelah selesai mengatakan hal barusan, Joon myun pun menarik Chorong untuk pergi sedangkan Chorong masih merasa terkejut sekaligus bingung dengan keadaannya saat ini.

***

Joon myun membungkuk di hadapan Chorong untuk meminta maaf.

“Maafkan aku karena menyeretmu padahal kita tidak saling mengenal.”

Chorong mastidak berkata apapun, hanya matanya saja yang terus berkedip-kedip seakan dia masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya.

“Apa kau baik-baik saja?”

Chorong mengangguk, wajahnya kali ini tampak seperti anak ayam yang kehilangan induknya dimata Joonmyun karena tidak bisa mengatakan sepatah katapun. Sikap Chorong yang seperti itu membuat Joon myun terkekeh pelan.

“Kenapa kau tertawa?” tanya Chorong yang mulai tersadar.

“T-tidak” jawab Joon myun singkat serta berusaha menahan tawanya.

Dalam pikiran Chorong saat ini dia berpikir apakah ini sebuah takdir, bahkan ide konyol untuk menjadikan lelaki didepannya sebagai pacarnya tiba-tiba tersersit. Gila memang, tapi Chorong berpikir lagi bukankah lelaki ini yang memulainya duluan menyuruh Chorong berpura-pura menjadi pacarnya.

Merasa canggung, akhirnya Joon myun berinisiatif mengakhiri pembicaraannya bersama Chorong. Joon myun membungkuk sambil mengucapakan terima kasih. Dia pun pamit untuk pulang.

Karena Chorong tidka menanggapi ucapannya sedikitpun, Joon myun berinisiatif untuk meningglkan tempat itu.

“kalau begitu aku pergi. . “

Joon myun berbalik dan berjalan menjuhi Chorong, namun.

“Tunggu. . .”

Saat Chorong memanggilnya, Joon myun berbalik. Wajah Chorong tampak gugup, dia ragu-ragu untuk mengatakan permintaan bodohnya pada Joonmyun. Chorong tampak gelisah,lidahnya tampak kelu bahkan mulutnya tampak susah untuk digerakan.

Joon myun menyipitkan kedua matanya, dia menunggu CHorong mengucapakan sepatah atau dua patah kalimat yang akan keluar dari mulut CHorong. Namun hal itu tidak juga terjadi.

“Baiklah, tampaknya ku salah. Sepertinya tidak ada yang ingin kau katakan!”

Saat akan berbalik lagi-lagi Chorong mencegah Joon myun untuk pergi. hal itu sedikit membuat Joon myun kesal, namun sebisa mungkin Joon myun berusaha tenang.

Joon myun menaikan sebelah alisnya. CHorong masih terdiam, dia berusaha membuka mulutnya dan. . .

“Siapa namamu?”

Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Chorong saat ini. dia terlalu takut untuk mengatakan ide bodoh nya pada Joon myun. Karena bagaimana bisa Joon myun akan menyetujui ide bodoh Chorong bahkan mereka pun tidak saling mengenal.

“Namaku Kim Joon myun”

“Dia tersenyum dan dia…sangat tampan “ batin Chorong “ Eh, namanya sepertinya aku pernah mendengarnya”

Kini hati Chorong berdebar kencang begitu melihat senyuman Di wajah Joon myun ketika dia memberitahu namanya pada Chorong. Bahkan sebuah angin berhembus pelan, seakan angin tersebut ingin memberikan efek drama romantis saat itu.

***

“Wajahmu jelek saat cemberut seperti itu”

Sebuah kotak makan di letakan di atas meja tepat didepan wajah Chorong yang tengah bergalau ria. Lingkaran hitam di bawah matanya menandakan bahwa dia tidak tidur nyenyak semalaman.

“Imo-nim yang memberikannya padaku, dia bilang kau tidak sarapan lalu menyuruhku memberikan ini padamu. Bahkan dia tadi datang ke sekolah. . .”

Chorong membenturkan kepalanya di meja, otaknya sedang tidak bisa berkonsentrasi saat itu, karena yang ada dipikirannya saat ini adalah memikirkan nasibnya.

Helaan napas terdengar begitu keras dari mulut Chorong.

“Sepulang sekolah mari jalan-jalan”

Mendengar ajakan Irene, Chorongpun menatap Irene dengan tatapan terharu.

“kau memang sahabat terbaik Baechu”

“Ya. .Ya aku tahu. Sampai jumpa..”

Irene lantas pergi diiringi lambaian tangan dari Chorong dengan mata berbinar. Tanpa dia sadari kini beberapa pasang mata menatap kearahnya.

Hidup itu memang penuh ujian dan salah satu ujian yang harus di hadapi Chorong saat ini adalah Nana yang baru saja datang dan tengah tersenyum manis kearahnya. Namun entah kenapa Chorong malah merasa bulu kuduknya merinding melihat senyuman yang ditunjukan Nana padanya.

“Berhenti tersenyum seperti itu atau gigimu akan kering” ucap Chorong dengan wajah datar.

“Bagaimana? Apakah kau sudah menemukan laki-laki yang lebih tampan dari Lee Jongsuk dan lebih Hot dari Kim Woobin?”

Chorong menopang wajahnya menggunakan sebelah tangan, dan tatapan matanya terlihat sangat malas menjawab pertanyaan Nana karena sudah dipastikan jawabannya adalah tidak.

“Jangan bilang kalau jawabanya tidak ada!”

Kedua mata Chorong kini beralih pada pemandangan diluar kelas, sesosok laki-laki yang dia kenal kini tengah berjalan di luar kelasnya.

“Ah bukankah dia. . “ Guman Chorong sambil tersenyum.

Dia pun mulai beranjak dari duduknya, senyuman memancar diwajahnya dia pun pergi. Nana yang merasa kesal karena ditinggal begitu saja oleh Chorong hanya bisa menunjukan wajah cemberutnya.

“Park Chorong. . .” ujar Nana kesal sambil mengepalkan tanganya.

Sementara itu diluar kelas.

“Kim Joon myun-ssi”

***

Hening, itulah suasana yang tercermin saat ini. Chorong terdiam dengan kepala menunduk. Tadi begitu melihat Joon myun yang ada lewat didepan kelasnya, Chorong pun memberanikan diri untuk memanggilnya dan mengajak Joon myun berbicara berdua.

Chorong berpikir mungkin Joon myun adalah orang yang bisa membantunya, karena jujur Chorong adalah tipe gadis yang tidak terlalu banyak bersosialisasi jadi dia tidak mengenal banyak laki-laki.Selama ini dia lebih senang berdiam diri dirumah dibanding berjalan-jalan atau pun berkumpul bersama gadis sebayanya. Sahabat yang dia punya pun hanya Irene.

Kesukaannya pada anime, komik, drama dan game membuat dia selalu memilih berdiam diri di rumah atau di warnet game online.

“Kim Joon myun-ssi bisakah kau menolongku?”

Dengan ramah Joon myun menanyakan apa yang bisa dia tolong. Chorong mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengatakan permintaan bodohnya pada Joon myun. Dia sudah tidak punya cara lain lagi selain ini, lagipula kemarin Joon myun memintanya berpura-pura jadi pacarnya dan bukankah dia juga bisa melakukan hal yangs ama yaitu meminta Joon myun berpura-pura jadi pacarnya.

“A-anu Berpura-puralah jadi pacarku, seperti kemarin. .”

Angin berhembus pelan, menerpa wajah mereka berdua membuat rambut mereka sedikit berterbangan. Joon myun yang sedari tadi menunjukan wajah ramahnya, kini hanya bisa mematung setelah mendengar permintaan tidak masuk akal Chorong.

***

Jarum jam terus berdetak melaju melewati setiap detik tanpa berhenti, waktu kali ini juga sudah menunjukan pukul 7 malam. Chorong duduk melipat kakinya di bawah lantai pinggir tempat tidurnya, kepalanya menunduk sampai dagunya bisa menyentuh dagunya.

Irene yang saat itu duduk di depan Chorong hanya bisa menunjukan wajah datar , kedua matanya memejam tanganya juga dia lipat didada. Dia masih tidak habis pikir dengan otak temannya itu.

“Otakmu berubah jadi otak keledai” ujar Irene dengan kejam.

Chorong memanyunkan bibirnya, dia merasa sedih karena memang yang Irene katakan adalah benar adanya.

“Dia menolaknya. .”

Irene mengangguk-nganggukan kepalanya, merasa bahwa tindakan Joon myun sudah benar dengan menolak permintaan Chorong.

“Sudah tentu dia akan menolak permintaan konyol darimu. .”

“Tapi kemarin dia juga melakukan hal yang sama padaku”

“Mungkin dia punya alasan kuat melakukan hal itu, bukankah kau bilang dia sedang bersama dua peria menakutkan mungkin dia ingin menghindari pria itu”

“Aku juga sama, aku ingin menghindari ketiga orang itu serta rumor diriku”

“Tidak ada rumor tentang dirimu”

Chorong mengerucutkan bibirnya karena dia sadar jika dia tidak akan pernah menang berdebar dengan seornag Irene. Selama ini dia yang selalu kalah jika beradu argument dengan Irene dan kali ini pun sama.

“Kau tahu, orang yang kau mintai pertolongan itu adalah salah satu flower Boy disekolah kita”

Chorong agak terkejut mendengar ucapan Irene. Dia baru tahu kalau Joon myun adalah pria popular, ya memang seperti yang sudah di jelaskan bahwa Chorong seseroang yang tidak terlalu suka bergaul dan mengurusi rumor-rumor yang menyebar di sekolah. Dia hanya akan menghiraukannya karena selalu berpikir itu bukan urusannya dan akan merepotkan mengurusi urusan orang lain.

“Jadi dia sangat popular”

“Hemp. . “ jawab Irene singkat “Jika di Sunkungkwan scandal ada quartet jalgem dan di Boys before flower ada F4 maka disekolah kita juga ada empat pria paling populoer, bukan karena wajah mereka yang tampan tapi juga latar belakang dan kemampuan mereka uga patut dikagumi.”

Chorong mendengarkan cerita Irene sangat serius. Ekpresi wajahnya terlihat seperti anak kecil yang sangat excited mendengar sebuah dongeng sebelum dia tidur.

“Dengarkan baik-baik” ucap Irene. “Aku akan memberitahumu satu persatu dari mereka”

Chorong mengangguk-nganggukan kepalanya, dia terlihat begitu bersemangat mendengarkan cerita Irene.

“Pria yan mengisi urutan pertama bernama Choi Minho, dia atlit sekolah. Basket, futsal, sepak bola, renang, tenis dan masih banyak lagi olah raga yang dia kuasai. Dia tinggi, dia anak pelatih sepak bola salah satu kub di luar negri. Yang kedua, Kim Joon myun dia pria yang ramah dan dia sekelas denganku. Dia pintar dan apa kau tahu orang yang selalu menempati peringkat pertama disekolah adalah dia”

“Eungh. .” Chorong agak terkejut karena dia baru bisa mengingat nama Kim Joon myun.

“Oh pantas saja aku seperti pernah mendengar namanya saat dia menyebutkan namanya”

Pletak~

Irene memukul kepala Chorong karena Chorong mengoceh sendiri dan tak mendengarkan ceritanya. Chorong mengusap-ngusap kepalanya yang sakit tanpa protes Chorongpun menyuruh Irene melanjutkan ceritanya.

“Yang ketiga adalah Kim Kibum, dia itu bagaimana ya aku mejelaskannya. Yang pasti dia itu fashionista”

“Apakah dia lelaki yang memiliki kulit bening seperti porselin dan juga dandanan yang aneh serta heboh?”

Irene mengangguk dengan mata memejam serta tangan dilipat didada. Chorong agak terkejut karena bagaimana bisa pria seperti dia disukai banyak wanita, bahkan pikir Chorong Kulit dia dengan pria bernama Kibum itu masih lebih skiny Kibum.

“Dan yang keempat?” tanya Chorong.

“Eungh. .Oh iya benar aku baru sampai tiga?”

Irene tersipu malu sambil mengaruk kepalanya yng tak gatal, dan hal itu membuat Chorong menunjukan ekpresi yang agak aneh.

“Cham, yang keempat itu Zhang Yixing. Dia itu anak kedutaan besar China untuk Negara kita. Dia orang yang baik dan tidak banyak bicara, joon myun pun sama tidak banyak bicara tapi Joon myun sangat ramah pada orang-orang. Sedangkan Yixing, dia lebih suka menghabiskan waktunya di ruang music”

Chorong bertepuk tangan setelah cerita Irene selesai. Dia tidak menyangka bawha Irene akan mengetahui banyak tentang pria-pria popular itu.

“kau hebat, akau berubah banyak”

“Tidak juga, aku tahu mereka karena hampir setiap gadis dikelasku membicarakan mereka”

Irene pun beranjak dari duduknya, dia pamit pada Chorong karena waktu sudah menunjukan pukul 7.30 malam. Meskipun rumah Irene tidak terlalu jauh dari rumah Chorong, namun tetap saja dia tidak bisa pulang terlalu malam.

***

Udara malam terasa dingin. Jalanan pun terasa begitu sunyi, sayangnya disana bukanlah sebuah pedesaan yang dimana saat malam hari kita bisa mendnegar suara jangkrik saling bersahutan. Disana adalah kota besar dan aynag ada hanya lah suara mobil yang beberapa kali melintas yang seakan berhasil memecahkan kesunyian malam di jalanan yang tengah Irene lewati itu. Jalanan yang tidak tampak asing karena dia sudah bisa pulang pada jam-jam sekarang dari rumah Chorong.

Sebuah siluet seorang laki-laki yang tengah menyender di sebuah tembok sebuah rumah bisa dilihat oleh Irene. Dia tajamkan penglihatannya agar bisa melihat jelas siapa orangtrsebut, dan begitu menyadari bawha orang itu adlah ornag yang dia kenal Irenepun sedikit menambah kecepatan langkahnya.

Seorang lelaki dengan headset yang terasang di kedua telinganya, mulai membuka kedua matanya yang sedari tadi terpejam. Sebuah senyuman terukir begitu melihat Irene berdiri didepannya.

Dengan tangah yang di lipat dada serta tatapan dingin Irene menatap lelaki tersebut, ekspresinya kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Berbeda dengan Ireen yang menunjukan wajah dingin, lelaki yang sepertinya tengah menunggu iren itu malah menunjukan wajah bahagia.

“Apa yang kau lakukan disini. .Zhang Yixing-ssi?”

Lelaki itu membenarkan posisi berdirinya, lalu di beranjak medekati Irene. Di pegangnya tangan Irene dan bisa dia rasakan kini tangan Irene yang dingin.

“Tanganmu terasa sangat dingin, dan itulah sebabnya aku menjemputmu. .”

Ujung bibir Irene tertarik dan kini sebuah senyuman mengukir dibibirnya, senyuman yang bahkan bisa menyamai keindahan bulan sabit malam itu.

“Ayo pergi. . “

Kini tangan Irene ditarik dan mereka pun mulai melangkahkan kaki mereka.

“Jangan pernah menunjukan wajah dingin seperti tadi lagi padaku, karnea hal itu sellau membuat aku menyangka kau marah padaku”.

Irene mengeratkan genggaman tangan mereka dan bahkan dia berjalan agak cepat agar bisa sejajar dan tidak terlihat seperti Yixing menarik tangan Irene.

Setelah bisa berjalan sejajar dengan Yixing, Irene melirik kearahnya sambil tersenyum.

Kini mereka telah sampai di depan gerbang rumah Irene, namun pegangan tangan mereka masih blm terlepas. Sepertinya tidka ada yang mau lebih dulu melepaskan pegangan tangan tersebut.

“Masuklah. .” ucap Yixing.

“Apa kau tidak akan bertemu appa dulu?”

Yixing menggeleng sambil mengatkan bahwa dia akan menemui tuan Bae nanti. Irene melepaskan pegangan tangan mereka, dia berjalan menaiki tangga gerbang rumahnya. Tangannya diangkat kemudian dia melambaikan tangannya.

“Hati-hati. . “

“hemp. .”

Irene berbalik dan mulai akan membuka pintu gerbang rumahnya, namun dia kembali berbalik setelah namanya dipanggil.

“Joohyun-ah saranghae. .”

Sedikit terkejut dengan ucapan Yixing, Irene hanya bisa terdiam beberapa saat, namun tak lama dia kembali tersenyum. sedangkan saat ini Yixing sudah tak ada lagi didepannya karena setelah dia mengatakan hal barusan, dia langsung berlari. Mungkin karena dia sangat malu, itulah pikiran Irene.

“Ya, aku juga menyukaimu Zhang Yixing” gumannya pelan seakan membalas ucapan cinta dari Yixing.

***

Chorong POV

Kim Joon myun, lelaki itu selalu tersenyum pada setiap orang. Dia begitu ramah dan sangat bersahabat. Terlihat bahwa banyak orang yang menyukainya, bahkan ada beberapa gadis yang memberinya sebuah hadiah.

Kalau ditanya, dari mana aku tahu. Jawabanya adalah sudah selama dua hari semenjak dia menolak permintaanku, aku seperti menjadi sesaeng fannya.

Ini benar-beanr tidak bisa aku bayangkan sebelumnya bahwa aku akan menjadi seperti ini. bukankah ini seperti cerita-cerita dikomik-komik atau drama yang sering aku baca dan tonton. Si wanita menjadi stalker si pria, benar apa yang dikatakan Irene bahwa otaku berubah menajdi seperti otak keledai saat ini.

Seseorang menarik-narik kragh bajuku membuat pernapasanku sedikit terganggu, aku menoleh kearah belakang dengan tatapan murka. Namun orang yang tak lain adalah Irene itu malah menunjukan wajah dinginnya.

“Hei, park Chorong ini benar-benar membuang waktu” gerutunya.

Aku menaruh jari telunjukku didepan bibirku, memberi tahunya untuk diam. Karena aku takut ketahuan oleh Joon myun. Ya, saat ini aku tengah memata-matainya. Seperti yang sudah aku katakan bahwa aku sudah berubah jadi sesaeng fans lelaki itu.

Jangan kan Irene, aku sendiri pun masih belum menyangka bahwa aku bisa melakukan hal ini.

Irene sedari tadi memasang wajah tidak bersahabat, karena kali ini aku memaksanya untuk ikut padahal tadi dia sedang melukis. Aku terkadang berpikir bahwa aku adalah teman yang kejam.

“Ini bodoh, Park Chorong bagaimana bisa kita mengintip Orang seperti ini?”

Aku menatap dengan tatapan aegyo agar dia tidak berisik lagi dan hanya tenang. Karena aku penasaran dengan lanjutan hal yang aku lihat. Karena Saat ini seorang perempuan tampaknya tengah mengungkapkan isi hatinya pada Joon myun. Wanita itu juga membuat sebuah cupcake.

Meskipun aku tidak bisa mendengar apa yang mereka sedang bicarakan ,namun bisa aku lihat wajah perempuan itu sangat merona saat ini bahkan beberapa kali dia emgang pipi nya. Jika dalam sebuah drama atau komik maka perempuan itu dibilang sedang jatuh cinta. Joon myun sendiri sedari tadi terliaht biasa saja bahkan sesekali dia tersenyum, ya tidak bisau elakkan kalau senyumnya sangat menawan.

Dengan wajah masih memerah perempuan itu pergi begitu cupcakenya diserahkan pada Joon myun.

“Apa kau puas, itu sudah berakhir, ayo kembali kekelas” ajak Irene, namun aku menahan tangannya karena terkejut melihat adegan setelah perempuan itu pergi.

Ekpresi Kim Joon myun berubah seketika setelah wanita itu pergi, dia menatap cupcake tersebut yang ada di tanganya. Lalu dia menjatuhkannya, dan yang lebih membuatku terkejut lagi Kim Joon myun dengan ekpresi dingin menginjak cupe cake tersebut.

Aku yang terkejut, mulai menarik baju Irene.

“Hei baechu, apa kau tahu dia seperti itu? ”

“Selama ini dia selalu tersenyum pada setiap orang, tapi aku tidak tahu jika tidak ada orang lain dia akan seperti ini. hal ini membuatku merinding” ujar Irene.

***

TBC

44 thoughts on “Stupid Cupid [part 1]

  1. Ping-balik: Stupid Cupid [ Part 3] | EXO Fanfiction World

  2. Halo^ udh lama banget aku gk baca karyanya author. Pas aku liat castnya, ternyata uri leader Sohu. dan ternyata critanya sangat menarik bs dgn merubah mood aku yg sebelumnya lagi galau…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s