Stupid Cupid [ Part 2]

Stupid

Title                 : Stupid Cupid [ Part 2]

Author             : Park Hana

Cast                : Kim Joon myun, Zhang Yixing, Park Chorong, Irene.

Genre             : Romance, School Life, comedy

Rating            : 15+

Summary       : Dicurigai tidak menyukai laki-laki Chorong pun kesal, kemudian dia mengatakan bahwa dia kan menemukan pacar untuk membuktikan bahwa dia menyukai laki-laki. Lalu dia meminta Kim Joon myun yang merupakan salah satu seorang dari empat pria popular disekolahnya untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Semula Joon myun menolak tapi setelah Chorng mengancam akan membeberkan sifat asli Joonmyun yang ternyata berbeda jauh dari sifat yang selalu dia tunjukan didepan semua orang akhirnya Joon myun pun menyetujuinya dengan satu syarat.

Part 1

Part 2-Tell Me Your Wish

Suasana kelas selalu saja ramai seperti biasanya, Chorong mengeluarkan buku novel yang kemarin baru saja dia beli. Dia tersenyum karena itu adalah buku novel yang sudah dia tunggu-tunggu. Sebuah buku karya penulis ternama saat ini yaitu Yesung yang berjudul the secret of Prince charming. Merasa tidak sabar, Chorong pun membuka halaman pertama novel tersebut.

‘Dia mungkin berwajah tampan dan bersifat ramah pada setiap orang. Tak ada orang yang tidak menyukainya, bahkan semua wanita sangat mengidolakannya meskipun dia bukan seorang Idola. Tapi ada satu hal yang tidak mereka ketahui dari pangeran tampan itu, bahwa sebenarnya dia membenci semua orang dan sifatnya tak sebaik yang selalu dia tunjukan. Hatinya yang terlihat hangat diluar namun kenyataanya dingin didalam’. Meskipun diluar dia terlihat bersinar seperti matahari musim semi tapi di dalam hatinya terdapat malam musim dingin ya penuh badai salju’

Membaca tulisan tersebut, Chorong kembali teringat pada kejadian dimana Joon myun menjatuhkan cupcake pemberian seorang gadis lalu menginjakknya.

Dia menyenderkan badannya di punggung kursi, lalu mendesah. Nicole yang saat itu baru saja datang dan melihat Chorong yang terlihat tidak bersemangat langsung menghampirinya.

“Hei Park Chorong kau kenapa? Ekpresi wajahmu mengkhawatirkan”

Chorong tak menjawab, dia malah menatap Nicole tajam yang membuat Nicole tiba-tiba merasakan bulu kuduknya berdiri. Ya, pikiran bodoh bahwa Chorong tidak menyukai laki-laki kembali perputar-putar dipikiran Nicole sekarang ini.

“W-wae?” tanya Nicole gelagapan.

“Tidak ada” Jawab Chorong sambil mengalihkan kembali pandanganya pada novel yang tengah dia pegang.

“Eungh. .”

Nicole tidak bisa mengalihkan pandanganya pada Chorong seakan dia ingin membuktikan suatu hal bodoh yang ada di pikirannya.

“Agioo orang ini terus mengganggu pikiranku. .” Kesal Chorong dan langsung beranjak dari duduk nya lalu pergi.

Nicole meremas ujung roknya, jantungnya berdetak kencang. Dia merasakan kengerian, Wajahnya pun langsung memucat.

“Dia. . benar-benar tertarik pada wanita” guman Nicole.

***

Angin berhembus, keheningan terjadi di tempat Chorong serta Joon myun berada saat ini. tidak ada siapapun disana kecuali mereka berdua.

Chorong menatap Lelaki didepannya itu dengan malas, namun tidak ada lagi yang bisa dia lakukan kecuali membuat Joon myun membantunya. Pikiranya begitu buntu, sehingga dia melakukan hal tersebut.

“Kim Joon myun-ssi” panggil Chorong

Joon myun tersenyum ramah pada Chorong, namun malah dibalas decakan dari Chorong.

Chorong melipat tanganya di dada, dia menatap Joon myun dari bawah sampai atas. Dan kini suara hati Chorong terdengar.

Dia begitu tampan dan pintar. Semua orang mengira dia sangat sempurna karena sikapnya sangat ramah pada semua orang. Dia bagaikan tokoh utama di Hyde and jack il. Apakah orang ini memiliki kepribadian ganda?”

Joon myun yang merasa tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Chorong lantas berdehem.

“Bukankah kau bilang ingin mengatakan sesuatu padaku Park Chorong-ssi?” ujar Joon myun ramah.

“Berhenti bertingkah seperti itu!” ucap Chorong dingin.

Senyuman Joon myun menghilang seketika, dia memiringkan kepalanya dan menunjukan ekpresi tidak mengerti dengan sikap Chorong.

Chorong memajukan langkahnya semakin mendekati Joon myun. Chorong menghela napas panjang, terbersit sebuah keraguan serta rasa takut di hatinya namun dia benar-benar tidak punya pilihan lain.

“Kim Joon myun-ssi kemarin aku tidak sengaja melihat dirimu menginjak sebuah hadiah dari seseorang”

Deg!!

Joon myun terdiam. tidak bisa di pungkiri ucapan Chorong barusan berhasil membuat Joon myun terkejut, namun sebisa mungkin Joon myun segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi seperti biasa kembali yaitu ekpresi wajah ramah di tambah senyum manisnya.

“Benarkah?” tanya Joon myun

“A-aku punya video kau menjatuhkan kue itu, lalu kau menginjaknya dengan tidak berperasaan”

Ekpresi ramah itu menghilang dari wajah Joon myun diganti dengan ekpresi dingin. Joon myun menengadahkan wajahnya kearah atas, dia menghela napas panjang lalu membuangnya dengan kasar.

Pandangan mata Joon myun kini mengarah pada gadis yang berada didepannya itu, tatapan yang terlihat sangat dingin dan penuh kemarahan.

Perlahan Joon myun melangkah mendekati Chorong. Setelah berada tepat di hadapan gadis itu, Joon myun menatapnya lekat. Gugup, itulah yang bisa di tangkap Joon myun ketika melihat wajah Chorong saat ini.

Dia menggerakan tanganya menuju wajah Chorong. Dielusnya wajah Chorong menggunakan punggung tanganya. Hal tersebut berhasil membuat Chorong harus menahan napas karena gugup diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki.

Joon myun mulai dari pipi sampai dagu dan saat posisi sudah berada di leher, chorong menutup kedua matanya karena mengira bahwa Joon myun akan mencekiknya. Namun kenyataannya berlainan dengan apa yang Chorong pikirkan.

Pletak!

“Bodoh!”

Sebuah getokan mendarat di kepala Chorong membuat Chorong membuka matanya yang terpejam. Arah tatapannya kini mengarah pada wajah Joon myun yang tengah menatapnya dengan tatapan menakutkan.

Chorong segera memundurkan langkahnya menjauhi Joon myun sambil memegangi kepalanya.

Bel masuk berbunyi, membuat sebuah decakan terdengar dari mulut Joonmyun.

“Haishh, bel sialan itu merusak suasana hatiku.” Ucap Joon myun

Dia lantas menatap Chorong kembali.

“Hei kau, urusan kita akan aku urus nanti” tambah Joonmyun lalu pergi.

Chorong tersadar bahwa dia bukan hanya bodoh tapi juga sial. Dia merasa menyesal karena harus berurusan dengan Nicole, Yura juga Nana karena mereka lah yang membawanya kedalam masalah seperti ini.

“ini merepotkan. Orang-orang sangat merepotkan, aku membenci mereka” gumannya sedih.

***

Chorong membereskan barang-baranganya dengan lesu. Jika orang-orang melihatnya, pasti mereka menyangka bahwa Chorong tidak mempunyai semangat hidup lagi.

Helaan napas terdengar keras dari mulutnya beberapa kali. Bahkan yang lebih buruk lagi adalah Irene mengatakan tidak bisa menghibur karena dia harus bertemu dengan guru keseniannya saat pulang sekolah.

Suasana ribut gadis-gadis di sana pun tidak bisa CHorong dengar karena dia hanya berada di lamunanya saja. semua gadis di kelasnya yang akan pulang mendadak mengurungkan niat mereka dan malah masih berada di kelas sambil berteriak histeris, apalagi alasan gadis-gadis itu kalau bukan karena Joon myun yang datang ke kelas mereka.

“Park Chorong. . Hei park CHorong” teriak Joon myun di pintu kelas.

Semua gadis dikelas yang tengah histeris itu semakin histeris ketika mengetahui Joon myun memanggil Chorong, namun orang yang dipanggil malah tidak mendengar dan masih asik berada di lamunannya.

Karena di hiraukan, Joon myun memasuki kelas untuk menghampiri chorong membuat Semua mata kini menatap kearah mereka sambil berbisik-bisik penasaran ada urusan apa Joon myun yang seorang pangeran di sekolah menghampiri gadis aneh seperti Chorong.

“Hei ayo pulang” ucap Joon myun

“Apa ini? bahkan sekarang mataku bisa melihtanya di depanku, apa aku sudah gila? Kenapa dia terus menghantuiku.” Ucap Chorong dalam hatinya sembari terdiam menatap Joon myun yang ada di hadapannya yang dia sangaka sebagai halusinasinya saja.

Joon myun memajukan wajahnya mendekati wajah Chorong lalu meniup wajah Chorong pelan dan cukup berhasil membuat kesadaran Chorong pulih.

“A-apa yang ka-u lakukan di sini?” tanya Chorong terbata dengan mata membelalak karena wajah Joon myun yang hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya.

“Aku menjemput pacarku” Ujar Joon myun dengan senyum ramah,

“P-pa-pacar?”

Joon myun menggerakkan tanganya keatas kepala Chorong, lalu mengusap rambut Chorong lembut. dan sedari tadi terdengar teriakan histeris dari para gadis yang ada disana. Mereka begitu terkejut dengan perlakuan Joon myun pada Chorong, ditambah lagi Joon myun yang mengatakan bahwa CHorong adalah pacarnya.

“Tentu saja, kau pacarku!”

Entah kenapa ketika mendengar ucapan pacarku keluar dari mulut Joon myun, Chorong merasa seluruh bulu kuduknya merinding. Dia merasa ucapan itu lebih terdengar seperti sebuah ancaman pembunuhan untuknya.

“Ayo kita pulang”

Joon myun segera berjalan duluan. Dengan kepala menunduk serta hati pasrah akhirnya Chorong pun mengikuti Joon myun diiringai tatapan serta bisik-bisik dari orang-orang yang ada disana

Nicole, Nana dan Yura yang masih ada disana juga adalah beberapa orang yang masih terdiam karena rasa terkejutnya.

Risih, itulah yang di rasakan Chorong ketika semua orang menatap kearahn dia dan Joon myun sepanjang sekolah. Dia merasa seperti seorang penjahat yang tengah di tuntun memasuki ke ruang persidangan.

Irene yang baru sampai di ruang seni setelah bertemu gurunya di ruang guru tak bisa menutupi keterkejutannya ketika mendengar obrolan dua orang temannya tentang gossip terbaru saat itu.

“Hei aku dengar Kim Joon myun mempunyai pacar. Dia tadi menghampiri pacarnya ke kelas. Pacarnya siswa di kelas 1-2”

“Apa dia cantik?”

“Menurutku dia tidak terlalu cantik, apa kau tahu dia gadis aneh si peringkat kedua itu. .”

Menyadari bahwa Pacar yang di maksud kedua orang itu adalah Chorong, Irene pun tersenyum karena tidak percaya bahwa Chorong berhasil mewujudkan ide bodohnya.

“Tsk. . . akhirnya dia berhasil, aku tidak menyangka” guman Irene Pelan dengan senyuman tipis.

***

“Hei kau” panggil Chorong.

Joon myun menghentikan langkahnya. Dan saat ini mereka sudah tidak berada di sekolah lagi.

“Apa maksud semua ini?” tanya Chorong.

Joonmyun menoleh kearah Chorong, lalu menatapnya dengan tatapan seperti seekor srigala yang akan mamangsa si kerudung merah.

“Bukankah kau ingin aku jadi pacarmu? Dan aku melakukan apa yang kau minta”

“Eungh”

Joon myun menyeringai.

“Girl Generation”

“Eungh. .Girl generation?”

Tanda tanya besar kini muncul diatas kepala Chorong karena tidak mengerti arah pembicaran Joon myun.

Joon myun yang menyadari bahwa Chorong tidak mengerti arah ucapannya kemudian melipat tanganya di dada sambil memejamkan matanya.

“kau tahu lagu Girl generation yang berjudul Genie?”

Chorong mengangguk, dan Joon myun pun yang sudah membuka kedua matanya lagi langsung tersenyum. Chorong semakin di buat pusing akan sikap Joon myun, kalau bisa dia ingin segera berlari dari hadapan Joon myun untuk menyelamatkan dirinya.

“Tell me Your Wish. . .”

“Eungh. . “

Pletak!!

Kembali kepala Chorong menjadi sasaran getokan dari Joon myun, Dia begitu kesal karena Chorong tidak juga mengerti apa yang dia maksud.

“Bodoh. .”

Mulut Chorong menganga ketika suatu bayangan muncul, dimana dia memakai pakaian yang di pakai Girl generation di Video music Genie lalu menari di hadapan Joon myun.

“Dance cover?” ucap Chorong

Joon myun menghela napasnya karena frustasi pada Chorong. Dia tak habis pikir, bahwa gadis didepannya itu adalah peringkat dua disekolahnya atau dengan kata lain orang yang terpintar kedua setelah dirinya. Padahal jika dipikir bukan Chorong yang bodoh karena orang lain pun pasti tidak akan mengerti maksud Joon myun jika hanya dia mengucapkan kata Girl generation.

“Hei park Chorong bagaimana bisa kau meraih peringkat kedua, padahal otakmu seperti keledai”

“MWEO?”

Kedua mata Chorong melotot begitu Joon myun mengatakan otaknya seperti otak keledai, dia menghela napasnya kasar. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun kepalanya, tanganya juga di kepal.

“Hei, kau marah?” tanya Joon myun sembari menarik kedua pipi Chorong.

Joon myun tertawa melihat wajah Chorong yang tampak lucu ketika pipinya di tarik.

“Hei, Park Chorong aku tidak menyuruhmu untuk meniru Girl generation sambil menyanyi dan menari. Aku hanya ingin kau menjadi Genie ku. Mengabulkan apapun yang aku inginkan. Sambil mengatakan Tell me Your Wish. .”

Chorong merasakan aura kegelapan yang baru saja muncul dari badan Joon myun setelah mengatakan maksud dia menyetujui keinginan Chorong menjadi pacar pura-puranya. Bahkan kini di khayalannya dia bisa melihat dirinya yang berada didalam panci yang besar dan Joon myunm sendiri tengah membawa korek api besar serta sayuran.

“Kau bercanda, aku tidak punya kekuatan magic”

Joon myun segera berbalik lalu melanjutakn langkahnya.

“Tidak apa-apa karena itulah yang lebih menyenangkan”

Bulu kuduk Chorong langsung berdiri, dia merasa bahwa dirinya sudah masuk ke dalam istana penyihir jahat yang akan membuatnya menderita. Chorong melihat kearah langit dia berharap bahwa ini hanyalah mimpi, dan saat ini dia tengah tidur diatas ranjangnya yang hangat.

***

Sebuah gedung apartemen terlihat di depan Mata Chorong, dia mengedip-ngedipkan kedua matanya. Tanganya pun di genggam erat Joon myun.

“Kita mau kemana? “ tanya Chorong menghentikan langkahnya.

Joon myun menoleh pada Chorong dan dengan nada malas Joon myun menjawab bahwa mereka akan kerumahnya.

Chorong begitu histeris saat mengetahui dia akan di bawa kerumah Joon myun. Sambil berjalan, pikiran Chorong dipenuhi prasangka-prasangka buruk pada Joon myun. Tapi dia kembali berpikir, bahwa mungkin rumah Joon myun aman karena disana ada kedua orang tuanya.

Saat di lift, melihat wajah Chorong yang tegang Joon myun pun menyeringai. Seakan ide untuk menjahili Chorong mengalir begitu deras di kepalanya.

“Di rumahku, aku tinggal sendiri jadi jangan berharap bahwa akan ada yang menolongmu”

Wajah Chorong berubah pucat, bel lift pun berbunyi. Pintu lift terbuka. Joon myun menarik Chorong, namun Chorong segera berpegangan pada pegangan didalam lift dia tidak mau keluar karena dia benar-benar takut Joon myun melakukan hal buruk padanya.

Kini tarik menarik terjadi antara mereka. Joon myun terus menarik Chorong keluar lift sedangkan Chorong tetap berpegangan pada pegangan di dalam lift.

“Aku ingin pulang” protes Chorong.

“Aku tidak akan ikut denganmu, jangan pikir karena aku meminta mu menjadi pacarku maka aku juga mau melakukan hal semacam itu?”

Chorong menghempaskan tangan Joon myun sekuat tenaga dan akhirnya genggaman tangan mereka terlepas. Disusul Joon myun yang menatap Chorong dengan wajah yang masam, tampaknya dia marah pada Chorong.

Keringat dingin mulai menetes keluar di sekujur tubuh Chorong. Dia tidak menyangka jika ini akibat dia berurusan dengan Joon myun.

Karena kesal, Joon myun pun menghampiri Chorong lalu menggendongnya secara paksa. Chorong berteriak meminta tolong, namun tampaknya hal itu tidak akan berguna karena disana sangat sepi dan tidak ada orang.

“Hei ini penculikan, aku akan melaporkanmu pada polisi” ancam Chorong.

Joon myun menurunkan Chorong, lalu menarik pipinya kembali.

“Bodoh” ucap Joon myun.

“Hei berhenti mengataiku bodoh” protes Chorong dan kini dia berusaha melepaskan tangan Joon myun yang mencubit pipinya.

“Berhentilah berpikiran yang aneh, Karena aku tidak tertarik melakukan hal-hal aneh padamu. Asal kau tahu levelku tinggi”

“Mweo?”

Chorong terkejut mendengar ucapan Joon myun barusan dan sekarang Joon myun melihat Chorong dari atas sampai bawah, bahkan tatapan itu terlihat seperti tatapan nakal begitu beralih pada bagian dada Chorong, lalu Joon myun pun menyeringai.

“Kau tahu, bahkan ukuranmu itu ukuran anak Sekolah dasar jadi bagaimana aku bisa tertarik padamu!”

Chorong menurunkan pandanganya kearah mata Joon myun tertuju saat ini. wajahnya berubah jadi memerah karena malu dan langsung menutup dada nya menggunakan kedua tanganya. Chorong kini tak berani menatap ke wajah Joon myun karena malu.

“Kau byuntae” pekik Chorong , namun hal itu malah membuat Joon myun tertawa keras.

Seperti sebuah bintang yang berjatuhan begitu indah dilangit musim panas, kini wajah Joon myun terlihat. Chorong yang sedari tadi tak berani menatapnya, kini sudah menatap Joon myun yang tertawa.

Chorong merasa wajahnya tiba-tiba memanas melihat itu semua, dia berpikir apakah ini yang dirasakan para gadis ketika melihat Joon myun.

Greb!!

Setelah puas tertawa, Joon myun kembali menggengam tangan Chorong dan menariknya.

“Lelaki ini, sebenarnya siapa dia? kenapa dia sampai bisa mempunyai dua wajah seperti itu?”

***

Kedua mata Chorong membelalak begitu melihat keadaan didepanya. Rumah Joon myun terlihat seperti rumah yang baru saja kedatangan perampok.

Bekas mie ramen dan minuman kaleng di meja depan televise, bungkus snack juga berserakan di bawah meja. Chorong mengalihkan padanganya kearah dapur yang tidak jauh dari sana.

Tumpukan mangkuk serta gelas juga bertumpuk dan terlihat jelas gelas-gelas serta mangkuk kotor. Bukan hanya itu saja bahkan bau tidak sedap pun tercium dari tadi.

“Ah rumahku agak berantakan” ujar Joon myun sambil menunjukan cengirannya.

“Kau bilang ini agak? Kata yang tepat seharusnya sangat bukan agak”

Ekpresi Joon myun berubah menjadi menakutkan kembali. Dia menatap Chorong bagaikan seorang ibu tiri jahat yang akan menyiksanya. Sasaran Joon myun kembali pada pipi Chorong, dia menariknya kembali membuat Chorong kembali berteriak padanya.

Seringaian puas terlihat di wajahnya, bahkan tawa Joon myun pecah setelah itu. namun ditelinga Chorong tawa Joon myun lebih terdengar seperti tawa seorang setan yang bahagia karena berhasil menjerumuskan manusia pada dosa.

“Inilah tugas utama dirimu sebagai Genie. Kau harus mengabulkan permintaan tuanmu Bereskan rumahku karena aku merasa sedikit tidak nyaman akhir-akhir ini”

Joon myun melepaskan cubitan tanganya di pipi Chorong. Gerakan matanya menunjukan bahwa Chorong bisa memulai pekerjaannya sekarang juga.

Yang bisa Chorong lakukan hanya menurut pada Joon myun, karena setelah ini tidak akan ada yang meragukan bahwa Chorong tidak menyukai laki-laki. Setidaknya hal itulah yang membuatnya sedikit bersemangat.

***

Diatap sekolah kini Irene dan Yixing tengah berada, hembusan angin membuat keadaan terasa dingin. Beruntunglah mereka memakai jaket saat itu, dan juga di tangan mereka, mereka memegang sebotol kopi panas.

“Aku dengar Joon myun memacari sahabatmu!”

“Eungh, aku juga dengar, tapi aku belum mendengarnya langsung dari Chorong yang aku tahu, dia di tolak oleh Joon myun waktu itu” jawab Irene.

“Apa kau khwatir?”

“yak, aku khawatir setelah tahu bagaimana dia yang sebenarnya”

Yixing tersenyum, lalu meminum kopi panasanya.

“Jangan khwatir, meskipun dia berpura-pura baik didepan orang dan tampak jahat dibelakang. Tapi dia bukan tipe orang yang akan mencelakai orang lain apalagi seorang wanita”

Irene memperhatikan wajah yixing ketika dia membicarakan Joon myun, dan bisa Irene lihat kepercayaan yixing pada Joon myun. Irene merasa bahwa dia juga harus mencoba percaya pada Joon myun karena yixing terlihat begitu mempercayainya. Tiba-tiba hal itu membuat ujung bibir nya tertarik. Yixing yang menyadari Irene tersenyum langsung menatapnya dengan tatapan heran.

“Kenapa kau tersenyum?”

“Tidak apa-apa” jawab Irene yang langsung memalingkan wajahnya lalu meminum kopinya.

“Hei kenapa kau tidak mau memberitahuku, ada apa? apa kau terpesona pada ketampananku?”

Irene menunjukan wajah terkejut begitu Yixing mengatakan hal barusan, dia merasa perutnya dikelitik saat itu. dan tiba-tiba tawa nya pecah seketika.

Susana dingin itu berubah menjadi hangat karena kebersamaan mereka. dan andai saja ada orang yang melihat mereka pasti mereka akan iri melihat kebersamaan Yixing serta Irene.

Sementara itu, di rumah Joon myun saat ini Chorong tengah mencuci mangkuk, gelas serta semua peralatan dapur Joon myun yang kotor.

Dengan kasar, Chorong membasuh semua peralatan tersebut. didalam hatinya dia terus menggerutu. Dia mengutuk Joon myun yang sangat kejam dan dia berpikir kalau sebutan Pangeran tidak pantas untuk Joon myun karena Joon myun lebih tepat di sebut si brensek.

“Chorong-ah aku lapar. . “

Kedua mata Chorong membelalak ketika Joon myun menempelkan dagunya di bahu Chorong dari belakang. Chorong segera menghidar namun karena gugup akhirnya gelas yang dia pegang terjatuh.

“Hyak kau memecahkan gelasku” protes Joon myun pada Chorong

Chorong masih terdiam dan terlihat begitu gugup.

“Yak itu salahmu, kenapa kau melakukan hal barusan, kau mengagetkanku. . “ bentak Chorong.

Joon myun melotot pada Chorong karena tidak terima di bentak oleh Chorong.

“Awas minggir”

Joon myun mendorong Chorong dan dia pun berjongkok untuk membersihkan pecahan gelas tersebut.

“kau harusnya lebih hati-hati. Aku tidak bisa bayangkan kalau setiap hari kau memecahkan barangku. Aku bisa bangkrut karena mu, asal kau tahu aku ini anak yatim piatu.”

“Maaf kan aku. . “

Chorong membungkuk, dia meminta maaf pada Joon myun. Joon myun yang sudah beres membersihkan pecahan gelas, kembali mencubit pipi Chorong.

“Berhati-hatilah. Kalau tidak pipi lebarmu ini jaminannya”

“Hei lew-pashkan” ucap Chorong terdengar tidak jelas.

“Tsk. “

Joon myun menatap Chorong dengan mata menyipit serta tangan yang diusap-usap didagu seakan tengah mencurigai sesuatu.

“Hei park Chorong kau belum pernah berkencan ya?”

“A-ap-pa? aishhh kau membicarakan hal yang tidak penting”

Chorong yang gugup karena katahuan tidak pernah berkencan pun membalikan badanya lalu melanjutkan mencuci gelas lagi agar Joon myun tidak melihat kegugupannya, namun Joon myun menyadari bahwa perkataannya adalah fakta dan dia pun tersenyum puas.

***

Berita Joon Myun dan Chorong yang berkencan sudah menyebar keseluruh sekolah. Dan kini para gadis yang menyukai Joon myun tengah di landa kegalauan dan kesedihan karena lelaki pujaan mereka sudah memiliki pacar. Dan saat ini salah seorang teman Joon myun yang penasaran pun langsung bertanya soal kabar yang beredar pada Joon myun.

“Hei Kim Joon myun apa benar kau berpacaran dengan gadis di kelas 1-2?”

“Hemp” ucap Joon myun singkat tanpa menatap orang yang mengajaknya berbicara, karena dia tengah sibuk dengan ponselnya.

“Aigoo kau membuang waktu” ucap orang itu lagi.

Setelah selesai mengetik pesan untuk seseorang Joon myun mengalihkan pandanganya pada lelaki yang sedari tadi mengajaknya berbicara. seorang lelaki dengan kulit putih serta sangat licin seperti sebuah porselin. Belum lagi tatanan rambut hitamnya yang sangat rapi serta tindikan di salah salah satu telinganya membuat dia tampak begitu tampan dan modern.

“Kim Kibeom kenapa kau ada di kelasku?” ujar Joon myun seperti mengusir orang bernama kibeom atau yang sering orang-orang panggil key itu.

“Aigoo, Kim Joon myun aku hanya memberitahumu karena semua wanita itu hanya bisa menyusahkan. Mereka seperti domba di depan para lelaki namun di belakang mereka adalah srigala. Aishhh itu merepotkan bukan?”

Joon myun menyeringai, lalu menarik dasi Key dan membuat badanya tertarik mendekati Joon myun.

“Bukankah aku juga seperti itu!” ujar Joon myun pelan dan lebih terdengar seperti bisikan yang hanya bisa didengar oleh Key.

“Ehemp. .”

Irene datang menghampiri Joon myun serta key. Dia menatap kearah lain karena merasa canggung melihat posisi Key serta Joon myun saat ini.

Joon myun langsung melepaskan tanganya yang menarik dasi key ketika menyadari Irene menghampiri mereka.

“Kau, tumben sekali. Ada apa?apa kau ada urusan denganku” tanya Joon myun ramah. Sedangkan key menunjukan wajah yang tampaknya tak tertarik.

“Aku pergi” ucap key sambil melangkah.

Irene melipat tangan didada, dia lantas berdecak melihat Joon myun yang sangat ramah padanya. Kalau saja dia tidak melihat sendiri dengan mata kepalanya insiden Joon myun waktu itu, dia pasti hanya akan beranggapan bahwa Joon myun pria yang baik. Meskipun Yixing membuatnya percaya bahwa Joon myun tidak mungkin menyakiti Chorong, namun tetap saja ada perasaan khawatir pada Chorong.

“Aku dengar kau berpacaran dengan Park Chorong”

“Ya. . . lalu?”

“Aku hanya bertanya saja. . .”

“Kau merasa cemburu?”

“Tsk, tidak sama sekali. Dia sahabatku”

“Oh kau sahabatnya, maafkan aku kalau begitu”

Irene menggebrak meja Joon myun pelan sambil menatapnya tajam seperti sebuah tatapan peringatan bagi Joon myun.

“Aku harap kau tidak menyakitinya. Hanya itu yang ingin aku katakan”

Irene pergi setelah mengatakan hal barusan, namun baru beberapa saat ucapan Joon myun membuat dia menghentikan langkahnya yang baru sekitas dua meter.

“Tentu saja, dan aku harap juga kau tidak menyakiti temanku”

Irene menoleh menatap Joon myun yang tengah tersenyum lebar padanya, dia merasa sedikit merinding dan merasa ngeri pada Joon myun. Dia tidak tahu apakah senyum Joon myun itu asli atau hanya senyum palsu yang ketika pandangan Iren tidak menjangkaunya maka senyumnya berubah jadi sebuah seringaian jahat. Dia berpikir apakah harus dia berbicara pada Yixing sekali lagi, agar lebih bisa membuat hainya yakin bahwa Joon mun tak akan menyakiti Chorong.

***

Joon myun terus memandangi Chorong yang tengah makan di hadapannya. Chorong menyadari sedari tadi dia di perhatikan Joon myun, namun sebisa mungkin dia tidak menunjukan rasa gugupnya karena Joon myun pasti akan meledeknya.

“Hei, kau tidak makan?’ tanya Chorong.

Joon myun kini menopang wajahnya menggunkan tangan kirinya lalu menghela napas panjang. Dia mengambil kotak susu lalu meminumnya.

“Hei Park Chorong, Tadi Sahabatmu menemuiku”

Chorong menghentikan kegiatan makanya, lalu beralih menatap Joon myun.

“Eungh, Baechu?” tanya nya.

“Baechu? Jadi kau memanggilnya Baechu. Aigoo gyeowo kalian sangat lovely dovely” ucap Joon myun namun malah terdengar seperti sebuah ledekan di telinga Chorong.

“Kalian berteman sejak kapan?” tanya Joon myun lagi sambil meminum kembali susu kotaknya.

“Sejak kami di Junior high school”

“Oh . . .dia mengatakan agar aku tidak menyakitimu”

“Benarkah? Ah dia memang terbaik ” Ucap Chorong dengan bangga pada sahabatnya itu.

Joon myun tersenyum manis sembari mengatakan bahwa dia tidak mungkin menyakiti seorang wanita apalagi wanita itu pacarnya. Dia juga mengatakan bahwa dia dalah lelaki tipe penyayang.

Mendengar bualan Joon myun membuat Chorong ingin memuntahkan kembali makanan yang sudah dia telan, karena di dalam otak Chorong, Joon myun itu adalah seorang penyihir jahat yang menyamar jadi pangeran. Dan dia berharap suatu hari Joon myun di kutuk jadi seekor katak.

“Chorong-ah hari ini kau kerumahku lagi”

“Eungh? Untuk apa? bukankah aku sudah membereskan semua nya. Atau jangan-jangan kau memberantaki lagi rumahmu?”

Pipi Chorong kini ditarik lagi oleh Joon myun, entah kenapa Joon myun selalu saja menikmati ketika menarik pipi Chorong dan dia sangat suka melakukannya.

“Hei, kau itu kan Genie ku jadi kau harus mengabulkan permintaanku. “

CHorong mendesah keras dan dengan kepala menunduk dia pun mengangguk menyetujui keinginan Joon myun. Maka sebuah senyuman lebar pun terpancar dari Joon myun.

“Tapi kau mau aku melakukan apa lagi?”

Joon mun tersenyum kemudian dia menepuk pelan kepala Chorong sambil berkata bahwa Chorong sekarang mulai pintar.

“kau pintar, itulah tugas seorang genie kau harus menanyakan pada tuanmu keinginanya. Tetaplah pintar seperti ini”

Didalam hatinya Chorong ingin sekali benar-benar menjadi seorang genie yang mempunyai kekuatan magic lalu dia ingin melenyapakan Joon myun dengan cara merubahnya jadi seekor katak atau kura-kura.

“Aku ingin kau setiap hari kerumahku untuk mencuci bajuku, mensetrika dan memasak untukku”

“Mweo? Itu bukan genie tapi pembantu” teriak Chorong histeris dengan mata melotot.

“Ah kau berisik sekali”

Joon myun menutup telinganya karena teriakan Chorong yang begitu keras seraya mengeluh bawa Chorong bisa menyebabkan gendang telinganya rusak.

***

Di ruang kesehatan kini seorang lelaki tengah duduk sambil berkutat dengan ponsel miliknya. Suara pintu ruang kesehatan terbuka, lalu dia pun tersenyum begitu melihat seseorang yang datang.

“Akhirnya kau datang juga” ucap lelaki tersebut.

“Minho-ya aku tidak menyangka kau mengajaku bertemu disini!” ucap gadis bernama Sunhwa itu dengan malu-malu.

Lelaki yang bernama lengkap Choi Minho itu langsung menghampiri Sunhwa dan memeluk Sunhwa yang membuat gadis aliran darah gadis tersebut berdesir serta jantung berdebar kencang serta wajahnya berubah menjadi memerah.

Didekatkannya kini bibirnya di telinga Sunhwa lalu dia membisikan sesuatu.

“Sepulang sekolah, tunggu aku di karoke X,”

“Kau mengajakku berkencan?” tanya Sunhwa gugup sekaligus senang.

“Terserah kau menganggapnya apa!”

Dikecupnya kini bibir sunhwa kilat membuat gadis itu semakin di mabuk kepayang, dia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. darahnya mengalir begitu cepat membuat gairah rasa mudanya meningkat.

Minho melepaskan pelukannya lalu dia pun pergi dari sana diiringi sebuah seringaian yang menunjukan suatu arti tertentu.

Minho terus memperlihatkan senyumnya di sepanjang koridor kepada setiap orang, terutama gadis-gadis. Bisa dibilang dia adalah orang paling bangga dengan ketampanannya.

Saat melihat Irene yang menuju kearahnya senyuman minho semakin melebar, dia kemudian berlari kecil dan langsung memblokir jalan Irene.

Irene yang tidak terlalu senang bertemu Minho hanya menunjukan wajah masam pada Minho. Irene selalu menganggap Minho lelaki pengganggu juga Playboy nomor 1 di sekolahnya.

“Hai Joo hyun-ah” sapanya seraya mengangkat tangan kanannya.

“Minggir” ucap Irene dingin tanpa membalas sapaan dari Minho.

Minho melipat tanganya didada lalu memanyunkan bibirnya, seakan-akan dia kecewa dengan sikap Irene yang selalu mengabikannya.

“Kau satu-satunya wanita yang selalu mengacuhkanku disekolah ini”

“Kau menghalangi jalanku”

“Joohyun-ah, kenapa kau selalu mengabaikanku?aku menyapamu, seharusnya kau membalas sapaanku. Normalnya begitu kan?”

“tsk. . kau menganggu”

Irene pergi dari hadapan Minho, sedangkan Minho tersenyum. Entah kenapa sikap dingin yang selalu Irene tunjukan adalah sikap yang membuat Minho tertarik pada gadis itu. berbeda dengan gadis-gadis lain yang jika didekati pasti akan selalu takluk padanya and berakhir menyukai Minho. Didekat Irene Minho merasa ada sebuah tantangan baru dalam hidupnya.

“Dia selalu menarik” Guman Minho.

***

Dengan wajah yang kusam, rambut berantakan serta lingkaran hitam di bawah matanya yang tampak jelas, membuat Chorong terlihat seperti Zombie. Dia merasa hidupnya benar-benar tidak bisa tenang sekarang, dia tidak bisa bermain game, menonton aime kesayanganya karena lelaki bernama Kim Joon myun.

Bukan hanya itu saja, sekarag setiap hari dia mendapati lokernya di penuhi kertas ancaman, siapa lagi kalau bukan fans Joon myun yang melakukannya.

Tekanan itu bukan hanya dari Joon myun tapi juga dari dans-fansnya, Chorong berpikir dia benar-benar sial.

“Hei Park Chorong”

Chorong mengalihkan wajahnya saat namanya di panggil. Dia menatap Ornag yang memanggilnya yang adalah Nana.

“Kenapa? Apa kau mau memujiku karena bisa mendapatkan pria popular?” tanya Chorong

Nana tersenyum dan tanpa berkata apapun dia menunjuk seseorang yang saat ini berada di pintu kelas.

“Pacarmu mencarimu” ucap Nana

Dengan senyum yang dipaksakan, Chorong pun berterima kasih pada Nanan lalu menghampir Joon myun.

“Ada apa” tanya Chorong ketus, namun malah di balsa senyuman dari Joon myun yang sudah bisa Chorong pastikan itu adalah senyuman palsu.

“Chorong-ah aku lapar”

Chorong memegangi keningnya sendiri karena tidak habis pikir dengan Joon myun yang menemuinya hanya karena lapar.

“Hei Kim Joon myun-ssi apa kau tidak salah? Jika kau lapar seharusnya kau pergi ke kantin bukan menemuiku. Apa kau pikir aku punya kantong doraemon yang bisa mengeluarkan apapun ketika kau meminta?’

Joon myun berdecak.

“Aku ingin kau menemaniku makan di kantin. Apa kau tidak khawatir pacarmu ini di sentuh oleh gadis lain. aku ini pria popular”

“tsk. . . berhenti membual. Kau membuatku ingin muntah”

Joon myun berjalan duluan sambil tersenyum, disusul Chorong di belakangnya. Saat melihat punggung Joon myun kembali teringat suatu hal yang di katakan Joon myun padanya semalam.

“Tidak ada yang dinamakan sahabat sejati karena bagaimanapun dekatnya kalian pasti ada suatu hal yang disembunyikan antara satu sama lain”

“Terlalu baik pada orang itu hanya akan membuat kita terus di manfaatkan. Aku hanya tidak ingin jadi orang seperti itu

Chorong merasa kalau dia sedikit mirip dengan Joon myun. Sikap Joon myun yang berbeda ketika di depan dan di belakang orang-orang terlihat seperti sebuah benteng perlindungan yang sejujurnya Chorong juga melakukan hal yang sama. Dia tidak pernah mau mempunyai teman selain Irene karena dia juga ingin membuat sebuah benteng pertahan untuk dirinya. Dia tidak ingin disakiti oleh orang lain apalagi seseornag yang dinamakan teman.

Joon myun begitu menikmati roti yang sedang dia makan. Chorong malah melihat Joon myun seperti orang yang tidak makan selama lima hari. Menyadari Tatapan aneh Chorong padanya, Joon myun menghentikan kegaiatan makannya.

“Kenapa?”

Chorong menggeleng lalu mengatakan agar Joon myun tidak menghiraukannya dan hanya makan.

“Tsk.. aku belum makan, ramen yang aku makan bersamamu kemarin sore itulah terakhir kalinya aku makan” ujar Joon myun.

Chorong membukakan botol minuman lalu memberikannya pada Joon myun.

“Kau menyedihkan” ucap chorong sambil menggelengkan kepalanya.

“dirumahku tidak ada makanan lagi karena ramen terakhir yang aku miliki kita makan kemarin”

“Jadi semalam kau meneleponku dan memintaku menemanimu di telepon itu karena kau lapar?”

“hemh begitulah. . “

“Aigoo otakmu rusak Kim Joon myun-ssi. Harusnya kau pergi untuk membeli makan”

“Aku malas terlalu dingin pergi di malam hari. Tadinya akau menelponmu agar kau membawa makanan kerumahku”

“Tsk. . . Otakmu rusak”

“Harusnya kau berterima kasih aku berbaik hati tidka menyuruhmu kerumahku malam-malam”

“Kau sakit sekaligus kejam “

Chorong kini memeluk badannya sendiri karena merasa ngeri pada Joon myun, dia bisa membayangkan bagaimana nasibnya kedepan jika terus bersama Joon myun.

***

“Park Chorong. .”

Teriakan Joon myun terdengar keras dari arah pintu membuat Chorong yang tengah membereskan bahan makanan di lemari es, langsung berlari menghampirinya.

Dengan celemek berwarna pink bunga-bunga, Chorong muncul di hadapan Joon myun Membuat Joon myun agak terkejut begitu melihat penampilan Chorong.

“Gyeowo” ucapnya dingin sambil melewati Chorong dan masuk kedalam.

Chorong mengikuti Joon myun kedalam. Saat melihat kearah dapur Joon myun memicingkan matanya meihat bahan makanan yang belum selesai dibereskan oleh Chorong.

“Kau berbelanja Chorong-ah?” tanya Joon myun

“Ah iya, aku bosan terus-terusan makan mie instan di rumahmu. Itu akan membuatku gemuk”

Chorong kembali membereskan bahan makannya, sedangkan Joon myun melihat-lihat isi rumahnya yang sedikit berbeda.

Sebuah meja di dekat kamarnya yang tadinya kosong, sekarang terisi oleh bunga dan juga ada sebuah frame foto kosong disebelah vas bunga. Disana juga terdapat sebuah pengharum ruangan. Bahkan sebuah lukisan juga kini menghiasi dinding putih polos Joon myun.

Joon myun beralih pada tirai yang selama ini tidak pernah dia buka, namun kali ini tirai rumahnya terbuka membuat sinar matahari masuk kedalam rumahnya. Joon myun merasa kalau rumahnya terasa hangat seperti saat kedua orang tuanya masih ada.

“Kim Joon myun-ssi “

Chorong memanggil manggil Joon myun namun orang yang di panggil hanya terdiam tak menyahut.

Chorong menghampiri Joon myun lalu menepuk bahunya. Ekpresi wajah Joon myun terlihat berbeda, Kedua matanya juga terlihat berbeda.

“Kau kenapa?” tanya Chorong

Joon myun memalingkan wajahnya lalu pergi menuju kamarnya.

“Dia kenapa? Apakah dia sakit?” guman Chorong.

***

Yixing serta Irene saat ini tengah menikmati indahnya bunga sakura yang bermekaran. Musim semi yang datang membuat suasana hangat untuk bertamsya dan kali ini itulah yang di lakukan Yixing serta Irene.

“Apakah makanannya enak?” tanya Irene.

“Keahlian memsakmu semakin membaik” puji Yixing dan berhasil membuat Irene tersipu malu.

“Chorong membantuku banyak”

Yixing tersenyum lalu dia pun bersyukur.

“Joon myun, dia selalu makan Mie instan. Aku merasa lega kalau Chorong pintar memasak berarti Joon myun akan makan dengan baik”

“Kau begitu memperhatikan Nya. Tampaknya dia begitu berarti untukmu”

Yixing mengangguk mengiyakan, meskipun perteman mereka tidak seerat Chorong dan Irene, bahkan mereka juga jarang berbicara tentang perteman mereka atupun tentang diri mereka pada masing-masing tapi bagi Yixing Joon myun adalah seseorang yang berharga baginya.

Irene bisa merasa bahwa bukan hanya Yixing yang merasakan hal itu, melainkan Juga Joon myun. Dia ingat betul ucapan joon myun ketika mereka berbicara.

“Tentu saja, dan aku harap juga kau tidak menyakiti temanku”

Melihat Irene yang melamun Yixing mengusap kepala Irene lembut. dia mulai mengambil gitarnya lalu menawarkan untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya.

***

“Ayo makan”

Joon myun duduk di kursi dan agak sedikit takjub dengan makanan yang ada di depan matanya.

“Hei Park Chorong, kau yang memasak semua ini?” tanya Joon myun

“Tentu saja, kau pikir pembantu di rumahmu ada berapa?”

Joon myun tersenyum mendengar ucapan Chorong yang tampaknya bercanda namun Joon myun malah menggoda balik Chorong mengatakan bahwa Chorong memang pembantu yang baik.

“Aku tidak tahu apa ini sesuai seleramu atau tidak tapi. . “

“Ah ini enak. . “

Chorong tersenyum melihat ekpresi Joon myun yang puas dengan masakannya. Dan Joon myun pun makan dengan lahap. Ketika memakan masakan Chorong, Joon myun merasa bahwa dia seperti kembali ke masa dimana ibunya masih hidup dan selalmu memasakan makanan untuk dia, kakak serta ayahnya.

“Ah ini sudah lama sejak aku memakan masakan rumah. Aku hanya memakan mie instan selama ini”

Chorong terkikik melihat ekpresi Joon myun, dia merasa bahwa Jo myun tampak seperti seorang anak kecil yang baru pulang sekolah dan merasa lapar kemudian dia bahagia setelah memasak makanan ibunya.

“Aku tidak tahu kau pintar memasak” ucap joon myun

“Ternyata otakmu tidak bodoh” tambah Joon myun

Chorong memasang wajah kesal karena perkataan Joon myun. Ingin rasanya dia menyiram Joon myun menggunkan minyak panas agar wajahnya yang tampan hilang dan otomatis kesombonganya juga hilang.

“kalau aku tidak bisa memasak maka aku dan ibuku akan kelaparan”

“Oh.. ibumu tidak bisa memasak juga?”

“Dia wanita yang sempurna, pintar memasak dan sangat lembut. namun semenjak kedua orang tuaku bercerai. Dia mulai sibuk bekerja, dia akan pulang malam dan ketika dia pulang aku yang selalu menyediakan segalanya untuknya karena ibuku tipe orang yang tidak biasa makan diluar. Oleh karena itu aku tidak bisa pulang telat karena aku harus memasak untuk ibuku”

“Apa kau mencoba curhat padaku? Aku kira kita tidak sedekat itu untuk kau bercerita kisah hidupmu. Tapi terima kasih kau menceritakannya padaku”

“Tsk.. harusnya tiap malam aku tidak menerima teleponmu, kau setiap malam merengek untuk di temani dan bahkan kau ingin selalu aku dongengi. Aigoo, kim Joon myun aku rasa otakmu bermasalh”

Joon myun menghentikan makannya, lalu dia menjejalkan makanan kemulut Chorong yang membuat Chorong melotot. Meskipun Chorong tidak menyadarinya, namun Ini lah pertama kalinya lagi Chorong banyak berbicara dengan orang selain ibunya serta Irene.

***

Joon myun POV

Park Chorong, wanita yang tiba-tiba datang padaku lalu memintaku menjadi pacarnya. Aku sedikit terkejut dan mengira bahwa dia adalah salah satu gadis yang menyukaiku dan itulah caranya untuk menjadi dekat denganku.

Ketika dia meminta ku untuk berpura-pura menjadi pacarnya, aku langsung menolak karena aku tahu itu akan merepotkan. Berurusan dengan orang-orang ataupun menolong seseorang itu sangat merepotkan.

Tapi, setelah kejadian itu aku menjadi penasaran padanya. Ketika aku melewati kelasnya aku melihat dia tengah duduk sendirian sedangkan yang lain berkumpul dengan gerombolan mereka masing-masing. Dia hanya terdiam sambil membaca bukunya.

Aku selalu menadapat ranking pertama di sekolah dan aku tidak pernah ingin tahu orang-orang dirangking selanjutnya tapi begitu mengetahui bahwa wanita itu adalah peringkat dua, aku semakin lebih penasaran padanya.

Lagi, dia terlihat sendiri. Di pelajaran PE. Dia sendiri duduk memperhatikan yang lain, dengan headset yang terpasang di telinganya.

Entah kenapa aku merasa bahwa gadis itu pasti merasa nyaman dengan dirinya sendiri atau mungkin dia seseorang yang tidak suka bergaul dengan orang.

Sedikitnya entah kenapa aku melihat diriku pada dirinya. Jadi aku menyetujui permintaannya saat dia mengatakan lagi padaku untuk berpura-pura menjadi pacarnya apalagi dia tahu sifat asliku. Entah bagaimana dia tahu, namun ini semakin menarik.

“Park Chorong dia gadis yang takut pada orang-orang disekitarnya. Dia mencoba untuk tidak terlalu baik pada orang lain karena dia takut di sakiti orang lain”

Gadis itu pasti mengalami sesuatu dimasa lalunya sehingga dia seperti itu. setidaknya aku sedikit merasa sama dengan Chorong. Gadis itu perasaan takut disakiti oleh orang lain aku mngerti benar bagaimana rasa takut itu.

Joon myun POV end

TBC

Hai-hai semuanya (^_^)/ kayanya part duanya panjang banget deh. Tapi semoga gak ngecewain^^ Love ya ^^

47 thoughts on “Stupid Cupid [ Part 2]

  1. Ping-balik: Stupid Cupid [ Part 3] | EXO Fanfiction World

  2. Huaaaa… Part 2 seru banget… Mereka berdua bener2 lucu kalo lagi adu mulut. Minho itu suka yah sama lrene?? Irene-kan udh sama Yizing…

    aku tunggu selanjutnya!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s