Love Story Part 9

Love Story chap

Love Story part 9

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Do Kyung Soo

Lu Han

Han Seul Ra

Oh Sejoon

Genre : School Life, Romance, Drama/?

Rating : PG 15

Lenght : Chapter

Part Sebelumnya

“Aku tak tahu, namun entah mengapa perasaanku benar – benar kacau”

Author pov.

Sudah 2 hari sejak kejadian di dapur kantin sekolah. Suasana berubah menjadi duka. Kejadian yang terulang setahun yang lalu. Entah apa yang terjadi, tapi mengapa semua ini terasa ganjil. Mana mungkin Kyung Soo lupa mematikan kompornya, ia pasti tau jika itu bisa membuat ledakan.

Ia sempat mendengar suara seseorang di dalam dapur sebelum ledakan itu terjadi, dan anehnya pintu dapur terkunci. Ia tidak melihat siapapun memasuki dapur karena ia sedang melayani pelanggan melalui meja pesan. Sungguh aneh.

‘Kriiiingg’

Bel pulang berbunyi setelah ia melamun hingga lebih dari dua jam pelajaran.

Membosankan ? Ya, tentu saja. Selama dua jam tidak ada satu gurupun yang masuk ke kelas. Dan ia sedang duduk termenung selama dua jam ke arah lapangan. Luhan ? Dari kemarin namja itu tidak masuk, katanya sih sakit. Sehun ? Errr.. Dia sedang fokus dengan proyek keluaran baru ayahnya. Entah apa itu.

“Mau pulang ?” Lamunan Seul Rin terhenti ketika Sehun sudah duduk di sampingnya dengan senyuman yang terukir indah. Iapun memasukkan peralatan tulisnya kemudian berdiri mengikuti Sehun yang jalan duluan keluar kelas.

Lagi – lagi ia melamun sambil menunduk. Ia tak tau apa yang sedang dirasakannya dan apa yang dilamunkannya. Mungkin semua hal sedang ia lamunkan. “Aduh !”

Hampir saja Seul Rin menindih Sehun jika saja Sehun bukan namja. Namja itu lekas membalikkan badannya lalu melipat tangannya di dada. “Kau kenapa ? Ada masalah ?” Pertanyaannya membuat Seul Rin menghela nafas kemudian dilanjutkan dengan gelengan lemah. “Lalu ?”

“Aku juga tak tau” Ia kembali melanjutkan perjalanan. Mendahului Sehun yang masih memperhatikannya. Menatap gadis itu heran kemudian kembali mengejar gadis itu. Dengan cepat, Sehun merangkul bahu Seul Rin agar tubuh si gadis tidak jatuh. “Wae ? Apa masalah D.O ?”

“Iya, juga Luhan Ge. Sudah 2 hari ia tidak masuk.”

Sehun mengangguk anggukkan kepalanya mengerti, “Lalu maumu apa ?”

“Aku hanya khawatir, ingat kalau kami pernah tinggal seatap selama 9 tahun kan ?”

Sehun kembali mengangguk, “Arraseo, tapi bisakah kau berhenti mengatakan tinggal seatap ? Jika orang lain mendengarnya mungkin mereka salah paham. Auhh~ Yak !”

Jitakan Seul Rin tadi berhasil membuat Sehun berhenti, ia mendelik kemudian mengalihkan wajahnya ke depan. “Mereka akan lebih salah paham jika mendengar ucapanmu, Albino.”

Sehun menyengir, “Arraseo, jangan marah nee”

“Kenapa kau ulangi lagi huh ?!”

“Appa tidak mengerti !”

Langkah Seul Rin terhenti, ia mendengarkan seksama apa yang di ucapkan oleh orang di dekatnya, tepatnya di ruangan yang berada di dekatnya. “Shuuutt~” Ia menempelkan telunjuk ke bibir Sehun.

“Kau kira membakar itu mudah, itu sulit !”

“Dan kau berhasil membuatku rugi !”

            “Kau dengar itu ?” Seul Rin menanyakan itu dengan lirih. Mata terus melirik sekitar lalu kembali ke Sehun, lalu kembali ke sekitar dan begitupun seterusnya.

“Setidaknya kau harus-“

            ‘hoksina gieokhani neon joyonghi ilkeojueoss-‘

            “Kajja Sehun~ah !”

Seul Rinpun berlari sambil terus menggenggam tangan Sehun. Ia tak peduli jika ia dibilang Sehun apapun nantinya, yang pasti ia ingin selamat dari acara menguping di ruang tadi.

“Kau kenapa sih harus berlarian seperti itu ? Seperti maling yang takut ketahuan mencuri.”

Seul Rin menatap tajam Sehun kemudan menghempaskan tangannya dengan kesal. “Kau menyebalkan, dan benar saja, aku memang mencuri Tuan Oh. Mencuri rahasia orang lain tepatnya, dan kau mengacaukannya.”

“Aku ? Kenapa aku ?” Oh sial, padahal ia tadi bersyukur bahwa gadis itu menggeggam erat tangannya namun sekarang malah menyalahkannya.

“Kenapa kau tidak menggunakan mode silent sihh ? Aishh, dasar tidak peka ! Lagipula kenapa kau suka sekali dengan lagu Lovelyz itu ?”

Sehun terkekeh kemudian mengacak rambut Seul Rin gemas, namun si empunya rambut malah menghempaskan tangan Sehun lagi. “Berhenti menggodaku !”

“Aku tidak menggodamu sayang, seharusnya kau bersikap manis seperti Jung Yein atau mungkin sering seringlah ber-aegyo seperti Kei,” goda Sehun sambil merangkul bahu Seul Rin lagi sambil membawa mereka ke parkiran, “akhir – akhir ini kau sering sekali marah”

Seul Rin menghela napasnya berat, ia juga bingung mengapa dia mulai seperti ini. Apa mungkin karena tamu bulanannya akan datang sebentar lagi ? Tapi tidak mungkin, biasanya juga biasa – biasa saja.

“Kau melamun lagi, ayo kita ke rumah sakit” ajak Sehun ketika mereka sudah duduk tenang di dalam mobil. Mendengar tak ada respon dari sang kekasih, iapun mencubit pipi gadisnya itu dengan gemas. “Yakk ! Appo”

Sehun kembali terkekeh, iapun memasang sabuk pengaman Seul Rin kemudian mengecup keningnya sekilas. “Jangan khawatirkan apapun, aku akan bersamamu mulai sekarang.”

Seul Rin mengangkat kedua ujung bibirnya sedikit, kemudian mengalihkan wajahnya ke jalanan.

****

            Kyung Soo sudah dua hari dirawat di sini, lukanya juga cukup parah kata dokter bahkan lebih parah dari kecelakaan tahun lalu. Mungkin karena pintunya terkunci jadi Kyung Soo agak terlambat untuk diselamatkan, dan syukurlah ia masih bisa diselamatkan walau luka bakarnya mencapai 60%.

Sehun dan Seul Rin sudah tiba di kamar rawat Kyung Soo. Seul Rin meringis begitu melihat tubuh Kyung Soo yang penuh dengan perban, bahkan melihatnya saja sudah membuat siapapun merasa teriris. Sungguh, siapapun yang melakukannya pasti akan mendapat hukuman yang setimpal pula.

“Apa kalian keluarganya ?”

“Ne ?” Seul Rin dan Sehun menggeleng bersamaan, “Kami temannya” lanjut Sehun.

Dr. Lee menganggukkan kepalanya mengerti, “Lalu apa kalian mengenal keluarganya ?”

Kedua remaja itu menggeleng. “Memang kenapa ?”

Dr. Lee mengajak keduanya keluar dari ruangan Kyung Soo walaupun mereka tau bahwa Kyung Soo tidak mungkin mendengarkan pembicaraan mereka.

“Dua hari ini tidak ada orang yang menjenguknya, hanya kalian berdua. Kami sudah menelepon keluarganya namun nomornya tidak aktif lalu tidak ada lagi yang dapat kami hubungi selain kalian.”

Ucapan Dr. Lee membuat kedua remaja di depannya terbelalak. Kemudian Sehun mengangguk tegas, “Berikan saja semuanya padaku, biar saya yang urus. Nanti saya akan mengabari keluarganya dan teman – temannya yang lain.”

Dr. Lee mulai tersenyum, “Baiklah, kau yang bertanggung jawab Tuan Oh.”

“Ne” Setelah mengucap itu, mereka melihat Dr. Lee yang berjalan menjauhi mereka.

Seul Rin menatap Sehun dengan wajah khawatir, ia seperti meminta jawaban kepada Sehun namun Sehun dengan cepat menggelengkan kepalanya seolah ia juga tak tahu. Seul Rin kembali memasuki kamar rawat Kyung Soo dan diikuti Sehun.

“Namja yang malang,” bisik Seul Rin sambil menatap sendu wajah Kyung Soo yang penuh perban. Sehun hanya melihatinya, ia ikut prihatin dengan namja itu. Setahunya, Kyung Soo anak yatim yang memiliki 2 adik yang usianya berbeda sangat jauh dengannya, kehidupannya tidak berkecukupan maka dari itu ia membuat proposal untuk membuat Klub Memasak saat itu. Ia mengetahuinya dari Ayahnya.

Siapapun yang melihat wajah Kyung Soo mungkin ia berpikir bahwa Kyung Soo berkecukupan, memiliki harta berlimpah dan sangat beruntung, ia juga memiliki senyuman ceria yang membuat orang – orang tidak melihat isi hatinya.

Setidaknya Sehun tahu sedikit, hanya sedikit. Tapi ia tidak ingin mengatakannya pada siapapun, ia tak ingin luka Kyung Soo semakin banyak. Dan ia bukan siapa – siapanya, hanya orang yang sedikit mengetahui kehidupannya dari Ayahnya.

Sebuah tepukan membuat Sehun tersadar dari lamunannya, Seul Rin berdiri di sampingnya sambil memegang perut. “Aku lapar”

Sehun tersenyum kemudian mengusap kepala Seul Rin dengan gemas, “Biar aku yang beli, kau temani saja D.O” Dengan patuh, Seul Rin mengangguk antusias. “Burger, aku mau burger.”

“Baiklah, tunggu saja Cherry~ya”

Dan Sehun berjalan dengan santai keluar dengan senyuman merekah di wajahnya karena sebelumnya ia mendapat ciuman terima kasih dari sang kekasih.

****

            Sehun dengan sabarnya menunggu pesanannya sambil berdiri di dekat meja kasir, ia tersenyum – senyum karena terus melihati isi dari galeri fotonya yang berisi berbagai macam foto Seul Rin. Entah itu saat gadis itu tidur, belajar di kelas, bahkan saat gadis itu makan. Semuanya Sehun ambil secara sembunyi – sembunyi.

“Tolong bubur labunya seperti biasa,”

Tangan Sehun membeku ketika mendengar suara yang tak begitu asing baginya, ia mengangkat wajahnya perlahan dan melihat gadis itu ada di depannya, benar – benar di depannya dalam jarak sedekat ini.

Jantung Sehun berdetak tak karuan, ia merindukan gadis ini. Benar – benar merindukannya karena tak pernah melihat gadis itu lagi.

Gadis itu tak begitu menyadari kehadiran Sehun dan ia malah asyik bersenandung sambil membaca menu – menu restoran itu. “Kau membuat sushi ? Apa itu enak ?”

Suara gadis itu kembali terngiang, begitu lembut. Berbeda jauh ketika Sehun terakhir kali berbicara dengannya. Gadis itu makin gemuk, mungkin karena namjachingunya mengurusnya dengan baik. Apa ia menyesal ? Mungkin jawaban saat ini tidak.

“Tuan, ini pesanan anda” Gadis itu menoleh ke arahnya begitu mendengar pesanan Sehun telah tiba. Wajah gadis itu begitu kaget namun kemudian ia kembali menatap pelayan yang berada di depannya yang juga memberikan pesanannya.

“Terima kasih, besok aku akan kembali lagi,” ujar gadis itu sambil mengambil kantong plastik setelah membayarnya.

“Titip salamku pada pacarmu ya ?”

Gadis itu tersenyum kikuk kemudian melirik Sehun sekilas, iapun mengangguk. “Iya, pasti Oppa senang jika mendapat salam darimu Seohyun Eonni. Aku pergi dulu,”

Sehun dengan cepat mengikuti gadis itu kemudian berjalan di sampingnya. “Mau kuantar ?”

Gadis itu tersenyum miris kemudian menggeleng, “Tidak perlu Sehun~ssi,”

“Apa kau masih marah padaku karena aku lebih memilih Han Seul Rin daripada kau ?”

Gadis itu membeku, ingin sekali ia menjawab ‘iya’. Tapi ia masih mengingat kedua orang yang selalu menjadi bayang – bayangnya, Luhan dan juga adiknya.

****

            Seul Rin berbaring malas di atas sofa, sudah setengah jam lebih Sehun meninggalkannya hanya untuk membeli sebuah burger, atau mungkin dua ?

Dia penasaran dengan siapa sih Oh Sehun itu ? Dan iapun iseng men-searching nama ‘Oh Sehun’ di daum.             Dan ternyata banyak sekali berita tentangnya, bahkan berita ketika ia sedang drama dengan Seul Rinpun ada.

Gerakan tangannya terhenti ketika melihat foto Sehun dan Rara menjadi model di sebuah perusahaan dan sepertinya itu perusahaan keluarganya. Dengan iseng ia menulis keyword ‘Sehun Seul Ra’ dan ‘Klikk’

Dan hasilnya berhasil membuat Seul Rin meringis, banyak sekali foto mereka bersama. Mereka sama – sama menjadi model di perusahaan yang sama. Selain seragam, mereka menjadi model musim dingin, musim panas, musim gugur dan juga musim semi.

Seul Rin begitu iri melihat tubuh Seul Ra yang mungil dan wajahnya yang imut, bahkan jika dilihat – lihat, wajah Seul Ra terlihat lebih muda darinya.

Ia tak sengaja melihat sebuah foto yang benar – benar menarik perhatian, Sehun dan Seul Ra sama – sama memakai baju pengantin. Seul Ra dengan gaun selututnya dengan bahu terekspos dan Sehun dengan tuxedo hitam yang elegan. Mereka benar – benar serasi. Namun judul dari artikelnya yang berhasil membuat hatinya terguncang.

‘Batal Tunangan, Seul Ra digantikan ‘Adiknya’ menjadi Istri Sehun’

-TBC-

Hiyaaaa, part ini pendek banget ya ? Memang iya xD..

Feelnya dapet gak ?

Atau fantastic bikinnya terlalu ngebosenin ?

Apa ada yang udah lupa ceritanya ?

Yang komen kemarin dikit sih, jadinya gak ada semangat buat lanjutin ff-nya..

Lagipula, minggu lalu Fantastic udah UTS..

Hiyaaa, susah gileee.

Udah ah, kalian para fans fantastic *kaya ada fansnya aja* jangan lupa RCL yaa~

Cheerio ^^~

26 thoughts on “Love Story Part 9

  1. omo..
    Ksian juga sih si seul rin😦
    Btw sehun itu suka dg siapa sih ?? Seul rin ato seul ra ??
    Klo seul ra , apakh sehun hnya mnjdikan seul rin sbg penggantinya gt ??
    next thor.. mkin seru deh🌸

  2. Ping-balik: Love Story part 10 | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s