Love Story part 10

Love Story chap

Love Story part 10

Cast :

Han Seul Rin

Oh Sehun

Luhan

Seul Ra

Genre : School Life, Romance

Rating : PG 15

Lenght : Chapter

 

Part Sebelumnya

‘Entah kenapa akhir – akhir ini mereka terlihat semakin jauh dariku’

-Han Seul Rin-

 

“Hoamm”

Gadis itu membuka matanya dan melihat jendela kamar rawat Kyung Soo yang gelap. Sudah malam, pikirnya. Ia melihat sekeliling dan tidak melihat Sehun dimanapun. Dia belum kembali ?

“Sudah bangun ?”

Pandangan Seul Rin tertuju pada namja yang baru masuk kamar Kyung Soo yang tak lain adalah Sehun. Namja itu duduk di sebelahnya sambil memberikan sekantung hamburger yang ia beli tadi. “Aku tidak tega membangunkanmu.”

Seul Rin tersenyum tipis, bagaimana bisa ia berpikir bahwa namja ini melupakannya yang masih ada di sini. “Gomawo,” mungkin lebih baik mengisi perutnya dulu daripada memikirkan sesuatu yang tidak tidak.

“Setelah ini kita pulang, kau belum mandi dan masih mengenakan seragam. Cepat habiskan,” ujar Sehun dengan nada datar seperti biasa. Seul Rin hanya mengangguk dan memakan makanannya. Apa sesuatu terjadi hari ini ?

“Hyung, hari ini aku ikut denganmu !” teriak Sejoon sambil berlari – lari mengejar Sehun dan Seul Rin yang hendak memasuki mobil. Sehun tampak acuh dan memasuki mobilnya, disusul Seul Rin yang duduk di samping kemudi.

Sejoon mengatur napasnya yang terengah – engah. Seul Rin terkekeh melihat namja satu itu, iapun mengeluarkan botol minumnya. “Minumlah, kau seperti ikan yang baru dipancing.”

Dengan cepat botol minum itu berpindah ke Sejoon, dalam 10 detik ia hampir menghabiskan separuh botol sampai akhirnya…

“Bruuuffttt.. Astaga, aku berciuman dengan Seul Rin. Maafkan aku hyung, maaf,” namja itu langsung menutup botolnya dan memberikannya ke Seul Rin. “Aku benar – benar minta maaf.”

Sehun menekan klakson mobil dengan kesal, “Kau membuat mobilku kotor bodoh ! Bagaimana kau akan membersihkannya ?!”

“Tidak kotor hyung, hanya basah sedikit, sedikiiitt saja,” ujar Sejoon membela, tangannya bergerak gerak seperti mencubit angin, menunjukkan sedikit dengan bahasa tubuhnya. Ia melirik lirik tempat duduk Sehun yang sudah basah seperti terkena percikan air hujan. Sesekali ia meneguk ludahnya berat, seperti meneguk sebongkah es batu.

Sehun menghentikan mobilnya, kemudian membalikkan tubuhnya menatap adiknya. “Sedikit darimana ? Lihat rambutku ! Sudah basah kuyup karena semprotanmu itu ! Aishhh, bisa bisanya aku punya adik sepertimu” erangnya frustasi kemudian mengendarai mobilnya lagi.

Sejoon mem-poutkan bibirnya kemudian menatap Seul Rin, “Rin~ah, hyung memarahiku”

Gadis itu tidak membalas dan justru terkekeh dengan adegan adik – kakak di sampingnya ini yang sungguh langka. Adik yang manja dan ceroboh memiliki kakak yang dewasa dan tempramental.

“Rin~aahh, bantu ak-“

“Berhenti memanggil namanya, atau kujahit mulutmu ! Panggil dia Noona !”

Seul Rin semakin terhibur dan terkekeh, secara bergantian ia melihat Sehun dan Sejoon. Si pemarah dan si manja yang merengek minta bantuan dan maaf.

***

“2 Bulan lagi kalian akan menghadapi Ujian memasuki perguruan tinggi. Belajarlah yang rajin dan pilihlah universitas yang paling kalian impikan,” ujar Kim Ssaem sambil menutup buku pelajarannya.

“Ne Seonsangnim”

Seul Rin melihat bangku di sampingnya yang masih kosong, apa Luhan memang sakit parah ? Ia begitu takut, walaupun ia masih jengkel dengan kelakuan Luhan selama ini tapi bukan berati ia membencinyakan ? Dan juga, ia tak ingin ditinggal oleh orang yang ia sayangi lagi. Cukup Mama Lu yang pergi. “Ssaem ?”

Kim Ssaem hampir saja mengucap salam pada murid muridnya namun ia urungkan, dan beberapa anak terdengar begitu kesal dengan panggilan Seul Rin yang membuat jam istirahat mereka tertunda.

Seul Rin menggigit bibirnya, ia merasa takut dan cemas. Helaan nafas panjang terdengar begitu jelas di sana. Membuat murid – murid yang lain terdiam dan merasa kikuk dengan suasana ini. “Luhan.. Tidak masuk.”

Desahan kecewa begitu saja, beberapa orang terdengar begitu memaki Seul Rin yang mengucapkan hal yang –menurut mereka- tidak penting. Kim Ssaem memukul – mukul meja sebagai tanda perhatian.

“Luhan sakit beberapa hari ini, memangnya ada apa Nona Han ?”

Seul Rin menggeleng kemudian tersenyum, “Aniya, aku hanya penasaran.” Apakah penyakitnya memang parah ?

Kim Ssaem mengangguk mengerti kemudian berjalan meninggalkan kelas tersebut. Seul Rinpun berdiri sambil membawa kotak bekalnya lalu berjalan ke atap sekolah. Ia duduk di pinggiran lalu menggoyangkan kakinya pelan.

“Banyak yang berubah,” gumamnya lembut disertai senyum miris yang terlihat menyayat hati. Ia membuka kotak bekalnya dan sedikit demi sedikit menggigit saladnya. Ia menatap garpu yang ia gunakan untuk mengambil buah – buahannya. “deja vu, bagus Rin~ah.”

Ia kembali memakan saladnya sendirian disertai senyuman dan helaan panjang. “Apa aku memang ditakdirkan untuk tidak bahagia ?”

***

Luhan menatap jendela kamar rawatnya, memperhatikan pasien pasien yang terlihat tidak begitu terbebani oleh penyakit mereka. Apakah penyakit mereka tidak parah maka mereka terlihat begitu bahagia dan tidak terbebani ?

Ia lelah, tentu saja. Setiap enam bulan sekali ia rutin terapi agar kekebalan tubuhnya tetap vit. Kata dokter yang spesialisnya, HIV bisa saja tidak menjadi AIDS apabila kekebalan tubuhnya tetap vit. Tapi ia masih berfikir, apakah menunda bisa menghilangkan ?

Luhan berjalan meninggalkan kamarnya –masih menggunakan seragam pasien. Entah kenapa hatinya tergugah untuk pergi ke taman, mungkin aku bisa bahagia seperti mereka.

Luhan duduk di salah satu bangku panjang berwarna putih di bawah pohon Akasia. Ia memperhatikan anak – anak yang berseragam sama dengannya namun bermotif boneka beruang, mereka tampak asyik bermain kejar – kejaran. Terlihat seperti tidak membawa bebanpun. Sesekali, ia tersenyum ketika anak anak itu saling pukul disertai tawaan.

“Oppa ?”

Luhan menoleh begitu mendengar seseorang memanggilnya, ia melihat seorang gadis berkepang dua yang duduk diatas kursi roda. Kulit gadis itu begitu pucat dan sangat kurus. Namun matanya begitu cantik, sepadan dengan bibir tipis gadis itu yang memberikan kesan sempurna. Gadis itu tersenyum, membuat mata gadis itu melengkung seperti bulan sabit.

“Oppa pasien disini juga ?” tanya gadis itu sambil mendorong kursi rodanya mendekati Luhan.

Luhan mengangguk, “Tentu saja, seragam kita sama.”

Gadis itu menepuk dahinya karena merasa begitu bodoh. Kemudian menatap Luhan, “Luhan Oppa sakit apa ?”

Luhan mengerutkan dahinya bingung, ia memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama tapi tetap saja ia merasa asing. “Kau tau namaku ?”

“Tentu, aku fans Oppa di sekolah. Tapi sejak dirawat jadinya aku tidak masuk sekolah,” jelasnya dengan wajah yang menggemaskan, namun seketika wajahnya berubah kaget. “Oppa lupa padaku ?”

***

Seul Rin berjalan dengan malasnya, ia duduk di bangkunya lalu mengeluarkan alat tulis dari dalam tas. Ketika matanya melihat ke bangku Luhan, hembusan nafasnya terdengar begitu kerasnya.

“Cherry, ada masalah ?”

Seul Rin menidurkan kepalanya begitu melihat Sehun duduk di bangku Luhan. Gelengan lemah memberikan jawaban pasti pada Sehun kemudian namja itu ikut menidurkan kepalanya. “Begitu sedihnya kau tak melihatnya.”

“Dia kakakku, tentu saja aku sedih jika tak melihatnya”

“Jawabanmu ambigu,” ujar Sehun sambil membenahi poni Seul Rin yang menutupi matanya. “ini mengganggumu.” Setelah itu, Sehun kembali ke bangkunya lalu berpura – pura fokus membaca buku matematika. Ah, matematika.

Seul Rin mengelus poninya, kemudian melirik ke Sehun yang masih fokus ke buku matematikanya. “Tidak juga, besok akan kujepit,” gumamnya lalu ikut tenggelam dalam angka – angka matematika.

***

Hari hari sekolah memang menyenangkan, tetapi mengapa beberapa hari ini rasanya berbeda. Begitu sepi, jenuh dan membosankan. Klub Memasak resmi ditutup, dan Seul Rin hanya bisa melihat keadaan kantin saja walaupun tangannya begitu gatal untuk memasak. Keputusan sekolah memang sulit dielak.

Perpustakaan menjadi sasarannya ketika Klub Memasak resmi tutup, walaupun menjelang ujian tetapi perpustakaan tetap sepi seperti biasa. Apa mungkin karena mereka santai saja karena Kyung Soo tidak ada ? Jadi peringkat mereka bisa naik.

Seul Rin membuka buku Biologi lalu mulai mengisi buku catatannya lalu mulai mencatat hal hal yang sekiranya belum lengkap. Ia berusaha keras agar apa yang ia baca bisa ia pahami lalu tulis. Namun tetap saja pikirannya kemana – mana, ia membanting pulpen hingga membuat penjaga perpus melototinya.

Ia menunduk dan kembali mencatat, berusaha agar pikirannya bisa fokus walau hatinya gelisah. Ia harus bisa.

Sehun. Nama itu terlintas begitu saja, mengapa namja itu sering tidak bersamanya ? Tidak biasanya. Apa mungkin perusahaan Tuan Oh mengeluarkan produk baru dan Sehun harus ikut serta dalam produk itu. Dan juga, akhir akhir ini ia jarang sekali melihat Seul Ra. Semuanya terlihat menjauh.

“Huff,” helaan nafas Seul Rin yang kesekian kalinya hanya bisa menemaninya, tidak bisa menghibur dan mengisi kejenuhannya. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk menidurkan kepalanya diatas meja, ia ingin tidur. Saat ia bangun, ia berharap semua yang ia alami akhir – akhir ini hanyalah mimpi.

-TBC-

 

Huaaa,,, mianhae cuma nulis segini.. Semenjak SMA, fantastic gak ada waktu buat nulis lagi.. gimana nih :” .. Tangan fantastic gatel buat nulis FF tapi entah kenapa yang garukin/? Adalah tugas tugas dari Ssaem yang isinya nge-rangkum semuaa~~~ Huaaa..

Readers yang nungguin ini *Krikk krikk

Oke, kayanya gak ada..

Cuma fantastic mau ngasih tau, ada kemungkinan FF ini berakhir Sad Ending.. Jadi yang berharap Happy Ending mohon maaf ne ? *bow* Soalnya pas fantastic baca ulang dari part 1 emang udah diramalkan/? Kalau berakhir sad ending.. Untuk Last Chapternya masih belum tau, insyaallah sebanyak chapternya Triple & EXO atau mungkin kurang..

Sekali lagi, gomawo buat para readers ^^~

 

21 thoughts on “Love Story part 10

  1. Ping-balik: [END]Love Story part 12 | Han Seul Rin

  2. Ping-balik: EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s