Diposkan pada Author, Fanfiction, fantastic818, Se Hun

Black Day

blackday08

Black Day

Author : Fantastic818

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

EXO Member

Seul Rin friends

EXID Member

etc.

Genre : University life (?), Romance

Rating : PG

Lenght : Oneshoot

*Poster miliknya puhpuh.wordpress.com , Fantastic cuma pinjam gambar karena lagi mager ngedit, nanti bakal diganti kok.

 

Happy Birthday Oh Sehun

Happy Valentine Hunnie

I can (not) be your boyfriend

 

“Rin~ah, kau tidak merayakan Black day ?”

‘Mana mungkin, 2 hari yang lalu saja aku merayakan ulang tahun Sehun’

 

Jam sudah menunjukkan pukul 8, seperti biasanya Seul Rin sudah tiba di kampus sejak sejam yang lalu. Ia memutuskan untuk mencari bahan – bahan skripsi, bisa dibilang ia lelah dengan dunia perkuliahan sekarang jadi memutuskan berkuliah hanya 3 tahun di jurusan kedokteran.

“Ah, dapat !”

Ia mengambil buku tentang pengobatan alami, bukunya sangat tebal dan berdebu, seperti buku keluaran tahun 50-an. Ia bersandar di dinding dekat rak buku itu. Tak ingin jauh – jauh agar ia bisa mengembalikan buku itu dengan mudah –jika buku itu tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan tentunya.

“Rin~ah !” Seseorang memanggil Seul Rin yang masih membersihkan sampul buku itu. Orang itu berjalan ke arah Seul Rin dengan tenangnya kemudian memberikan sebotol susu cokelat, “Untukmu”

Seul Rin mengernyitkan alisnya, iapun mengendikkan bahunya lalu menerima susu cokelat itu. “Thanks”

Junghwa –orang itu- mengangguk antusias, “Happy Black Day ! Yey ! Kau ikut kami kan ? Aku, Hyeri dan Hani akan mengadakan acara untuk para jomblo”

Mata Seul Rin terbelalak, “Apa ? A-aku..”

Junghwa kembali mengangguk. “Eumm.. Memangnya kenapa ?” Senyumannya terlihat begitu cerah. Apa mungkin karena hari para jomblo telah tiba ? Err, tapikan Seul Rin tidak jomblo.

Seul Rin menggeleng. “Tak apa, sepertinya aku tak bisa, mian”

Junghwa mendesah sambil mengerucutkan bibirnya, “Arra, kau pasti sibuk sekali dengan skripsimu kan ?”

“Ah, bu-bukan sepe-“

“Tak apa, jika aku jadi kau mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Beasiswa itu sangat berharga kan ?”

Seul Rin menununduk, jika Junghwa tau apa alasannya mungkin gadis itu akan membencinya sekarang. Ya, mungkin lebih baik ia menyembunyikannya dulu. Untuk sementara waktu.

“Semoga berhasil Rin~ah, aku akan kekelas Yui untuk mengajaknya. Sampai jumpa !”

Punggung Junghwa semakin menjauh, Seul Rin menghembuskan napasnya berat kemudian melihat buku yang ia pegang. “Aku harus lulus tahun ini, harus !”

***

Di ruang dance, EXO tengah mempelajari koreografi album baru mereka. Beberapa member tengah bersitirahat karena lelah. Ada yang bersandar di dinding dan ada pula yang tiduran di lantai.

“Hei ! Kalian merasa aneh tidak ?” tanya Chanyeol pada Baekhyun,Suho, Kai, D.O, Lay dan Xiumin. Dan balas gelengan oleh yang lain.

“Kalian lihat bocah itu ?” tunjuk Chanyeol kearah Sehun yang tengah duduk diseberang mereka sambil memasang wajah bodohnya. “Dia mulai aneh setelah mendapat handuk dari Seul Rin” Ia melirik handuk Pink yang bergambar chibi Sehun (?), “Tuhan, jangan sampai aku segila itu”

D.O menggeleng, “Kurasa kalau kau mendapat hadiah dari yeojamu kau akan lebih parah dari Sehun, Hyung”

Yang lainnya ikut mengangguk, “Dia sangat menyayangi Seul Rin, ia tak mau kehilangan Seul Rin lagi. Sejak malam tahun baru itu, Sehun akan menyempatkan waktu untuk berkencan dengan Seul Rin. Bahkan setelah mereka merayakan valentine, mereka semakin manis saja” timpal Baekhyun.

“Membicarakan apa ?” tanya Chen yang baru saja datang dari kamar kecil.

“Bukan urusan anak kecil !” balas kedelapan member bersamaan.

****

Seul Rin tengah merangkum skripsinya, jika 3 bulan ini ia selesai maka ia bisa langsung sidang dan lulus. Ia membayangkan, betapa bahagianya wisuda dalam waktu 3 tahun dan diumur 20 tahun.

Seul Rin melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 10. Ah, sebentar lagi jamnya akan masuk. Ia membaca pesan yang baru saja masuk di ponselnya, dari Sehun ?

 

From My Hunnie ^^

            Rin~ah, malam ini kita kencan, okay ? Di cafe Lay Hyung, nanti kujemput.

 

“Tunggu.. Cafe Lay ? Otomatis Cafe Yui juga, bukankah Yui dan yang lain akan merayakan Black Day disana ?”

Seul Rin mulai panik, iapun dengan cepat menelepon Sehun namun tak juga diangkat, bahkan ia berkali – kali mengirimnnya pesan namun belum juga dibalas. Apa Sehun sengaja ? Ah, tidak mungkin, Sehun tak mungkin tega.

“Noona, kau belum masuk ?”

“Hah ?” Seul Rin menoleh dan melihat Seung Woo berdiri dengan kedua tangan disaku celananya, sungguh manly. “Ah, sebentar lagi. Kau sedang apa ?”

Seung Woo menghendikkan bahunya malas, “Yui cerewet, ia terus mengajakku ke Cafe keluarganya. Dasar Noona Noona” ejek Seung Woo tanpa sadar. Siapa yang tidak suka ? Sejak kejadian tahun lalu, saat Noonanya bertengkar dengan Sehun, Yui terus mengejarnya bahkan secara blak – blakkan mengatakan bahwa ia menyukai Seung Woo. Apa – apaan itu ?

“Mungkin ia tulus menyukaimu, kenapa tidak kau terima ?” usul Seul Rin dan dibalas dengan gelengan kuat oleh adiknya itu. “Wae ?”

“Aku masih mau bekerja keras, dikiranya kita bersekolah untuk main – main ?”

Itulah yang disukai Seul Rin tentang adiknya, ia tak pernah mau bermain – main dalam mencari ilmu. Mereka berdua memang kurang mampu dan yatim piatu, maka dari itu mereka bersekolah dengan sungguh – sungguh.

Seul Rin melihat jam tangannya, “Hei, aku masuk kelas dulu. Sampai jumpa”

Seung Woo melihat punggung Noonanya yang semakin jauh itu. Noonanya memang manis walau tidak terlalu cantik, tapi ia adalah tipe pekerja keras dan cerdas maka dari itu banyak dosen yang menyukainya. Satu hal yang membuanya kagum terhadap Noonanya, berpacaran dengan member EXO.

Eitss, jangan mengira bahwa Seung Woo adalah gay, ia normal. Maksudnya, ia terheran bagaimana bisa Noonanya yang sederhana itu bisa berkenalan bahkan berpacaran dengan magnae EXO itu. Kalau dipikir – pikir, itu sangat mustahil.

“Seung Woo~ya, kau disini ternyata ?”

Dan Seung Woo tak habis pikir, kenapa adik Malaikat Penyembuh EXO itu bisa menyukainya ? Tunggu.. Yui disini ?

“Ya ! Mengapa kau disini ?!!”

****

Selama pemberian materi oleh Dosen Ahn, Seul Rin sama sekai tak fokus, begitu pula dengan teman – temannya. Rata – rata mereka bergosip dan membicarakan hal tentang hari ini, Black Day. Hei ! Begitu menyedihkannyakah single ? Sampai membuat hari tersendiri ? Bahkan sebelum ia berpacaran dengan Sehun saja tak pernah merayakan hari itu.

Walaupun tak fokus, tapi Seul Rin tetap berusaha untuk tetap memerhatikan materi Dosen Ahn, si Kacamata Owl –itulah panggilan dari mahasiswa disini, jahat bukan ?. Terkadang ia kasihan, mengapa Dosen sebaik ini harus diacuhkan ? Padahal materi yang ia ajarkan mudah dimengerti –Seul Rin mengakui-.

“Hoaamm” Seul Rin menguap sedikit dan membenamkan kepalanya diantara kedua lengannya. Kapan jam membosankan ini berakhir ? Sekarang masih pukul 1 siang, apa ia membolos saja hari ini ? Ah, tidak ! Ia tak boleh malas.

“Ya Pak ?”

Kepala Seul Rin terangkat begitu saja ketika mendengar panggilan telepon Dosen Ahn, dalam hati ia berharap semoga saja ia ada acara dan pelajaran ini berakhir. Ah, betapa menyenangkannya itu.

“Anak – anak ?”

Seul Rin menatap Dosen Ahn penuh harap, semoga ia memulangkan semua mahasiswa disini, semoga..

“Hari ini pelajaran berakkhir dan kalian boleh pulang..”

“Yey !” Sorakan terdengar dimana – mana, bahkan si Cerdas –Seul Rin- ikut tersenyum bahagia.

“Tetapi setelah kalian mengumpulkan laporan tentang Virus Ebola yang kemarin sedang booming. 2 jam lagi bapak akan kembali, kalian boleh pulang setelah mengumpulkan laporan itu. Selamat siang”

Ketika sepasang kaki itu keluar dari ruangan ini, banyak sekali ejekan dan cemooh yang keluar dari mahasiswa disini. Dalam hati, Seul Rin menggerutu dan ingin sekali menjambak kepala si botak itu. Ah, lupakan si Kasihan namun menyebalkan itu.

“Kau mau kemana ?”

Seul Rin menghentikkan langkahnya ketika melihat Sehun berjalan kearahnya, apa aku lupa mengatakan bahwa Sehun juga mahasiswa disini ?

“Aku mau ke perpustakaan, wae ?” tanya sekaligus jawab Seul Rin. Sehun tersenyum, “Aku boleh ikut ?” tanyanya. Kemudian dijawab dengan gelengan, “Tidak !”

Semua orang disini tau bahwa keduanya memang dekat –sejak tahun baru ini- , tapi tidak sering bersama. Di tahun kedua Seul Rin langsung naik ke semester 7.

“Wae ?” tanya Sehun heran, tak biasanya ajakannya ditolak oleh Seul Rin.

Seul Rin hanya mengendikkan bahu, “Tak apa, aku hanya ingin sendiri. Aku pergi dulu !”

Sehun tak habis pikir, apa mungkin ia melakukan kesalahan hingga gadisnya itu tidak mau bersamanya ? Hei, ia baru tiba sejam yang lalu setelah latihan, rencananya Sehun ingin mengajak Seul Rin mengerjakan skripsi bersama atau kalau tidak mereka berkencan sambil belajar.

“Hei ! Aku ikut !”

Kalian tahukan kalau Sehun tak ingin kehilangan gadisnya lagi ?

****

Disinilah mereka sekarang, dengan ikatan kepala yang dihiasi dengan sapu tangan yang dibentuk menjadi bando lalu kacamata hitam besar yang menutupi seluruh matanya. Jangan lupakan ikat rambut yang menempel aneh di kepala Seul Rin.

“Kau seperti maling saja kalau seperti itu” komentar Sehun dengan jujurnya.

Seul Rin menurunkan kacamatanya kemudian manatap Sehun tajam, “Apa katamu ?”

“Aisshh, lupakan. Kau kenapa dandan seperti itu eoh ? Memalukan..” komentar Sehun sambil menyilanngkan kedua tangannya didepan dada.

“Ah, jadi kau malu ?”

Sehun dengan cepat melepaskan kedua tangannya (?). “Apa ?” Dengan cepat Sehun menggeleng, “Bukan seperti itu..”

“Lalu ? Kalau kau memang kau malu berpacaran denganku mengapa kau mau ? Aku pergi”

Inilah sifat Seul Rin sebenarnya, si Cerdas kebanggaan Dosen yang memiliki tempramental yang tidak bisa dikendalikan, kalaupun bisa itupun sulit.

“Hahaha, aku tahu itu. Noonamu itu memang sangat cantik..”

Suara familiar itu berhasil membuat Seul Rin kembali ke tempat duduknya, kepalanya ia tundukkan. Sehun yang melihatnya hanya menggeleng tak percaya.

“Kau takut ketahuan ?” tanya Sehun dan dijawab dengan anggukkan oleh Seul Rin. “Wae ? Sebentar lagi aku juga akan memperkenalkanmu ke publik”

‘Pletaakk’

“Ya ! Kau kasar sekali dengan calon suamimu !” ringis Sehun sambil mengelus – elus kepalanya.

Seul Rin hanya mehrong kemudian mengerucutkan bibirnya, “Yang akan menjadi istrimu juga siapa ? Dasar aneh.” Seul Rin melihat kearah Yui dan teman – temannya yang baru saja memasuki cafe tersebut. Matanya memincing ketika melihat Seung Woo juga ada disana. “Aishh, bocah itu.”

Sehun melihat kearah pandangan Seul Rin, ia mulai risih karena acara kencannya mulai terganggu. Iapun dengan cepat menarik tangan Seul Rin untuk keluar dari Cafe, mencari tempat lain untuk berkencan.

“Hei ! Itu Sehun Oppa ?!!” teriak Hani histeris, ia berencana untuk mengejarnya namun ditahan oleh Taesuk.

“Dia bersama yeoja ? Nugu ?” tanya Junghwa heran.

Yui mengendikkan bahunya, “Mungkin ia bersama Seu- Hmpppttt”

Seung Woo dengan cepat membekap mulut ember Yui, gawat jika mereka tahu yang sebenarnya. Seung Woo mendekatkan bibirnya ke telinga Yui, “Jangan sekali – kali membuat masalah dengan Noonaku”

Dengan rasa gugup, Yui hanya mengangguk, hei ! Bayangkan jika orang yang kau suka berada dijarak sedekat ini ? Tadi tangan Seung Woo ada di wajahnya kan ?

Seung Woo menjauhkan tubuhnya,  “Kapan acaranya ? Lama sekali”

****

Berjalan beriringan dibawah cahaya bulan memang mengasyikkan. Apalagi jika kekasih kalian ada disamping kalian.

“Han Seul Rin ?”

“Hmm ?” Seul Rin melihat Sehun yang menatapnya dalam. “Kau kenapa ?”

Sehun menggeleng, ia melihat bulan yang bersinar terang walaupun bukan saat purnama.

“Kau ada masalah ?”

Lagi – lagi Sehun menggeleng, ia menghela napasnya berat, “Kapan kau akan muncul di publik ? Aku lelah menyembunyikannya.”

Seul Rin tersenyum miris, “Aku tak apa, sungguh. Biarkan aku sukses dulu, aku tak mau kejadian seperti Baekhyun Sunbae terjadi padamu.”

Ia ingat, hubungan Baekhyun dan Taeyeon yang tidak direstui oleh EXO L maupun SONE. Mengingatnya saja membuatnya sedih.

“Taeyeon Sunbae yang sudah sangat sukses saja tidak direstui seperti itu, apalagi diriku yang kurang ini.”

Sehun merasa bersalah, benar kata Seul Rin. Apabila gadis itu sudah sukses mungkin EXO L tidak akan mempermasalahkannya.

“Sehun~ah”

“Hmm ?”

Seul Rin memasang gelang rajut berwarna cokelat ungu di pergelangan tangan Sehun. “Gelang pasangan, kau suka ?”

Sehun mengangguk, “Cantik, seperti yang membuat.”

“Apa ?” Seul Rin mendelik, “Ya ! Kalau begitu pacaran saja sama Ahjumma itu.”

Sehun gelagapan, “Ah, bukan begitu… Aish, aku bingung.. Kukira ini buatanmu,  kau kan sering membuat aksesoris.”

‘Chuu’

Sehun terdiam, bibirnya… Dicium oleh Seul Rin ? Apa ini mimpi ?

“Kau memang pengertian, ini memang buatanku”

Senyuman Sehun mulai mengembang, iapun menarik wajah Seul Rin dan mengecup keningnya, “Kau manis, aku suka”

Seul Rin memeluk Sehun, “Kau albino, sebenarnya aku benci albino kecuali kau”

Sehun tersenyum, “Aku menyayangimu”

 

‘Hari ini, 14 April 2015. Ketika semua orang merayakan Black Day, aku dan Sehun malah berkencan. Kkk~, akupun tak percaya.

Aku bahagia bersamanya, walaupun mungkin tak selamanya. Saat memilki kesempatan, aku akan memberikan hal indah untuknya.

Jika suatu hari aku menyakitinya dan ia membenciku, aku ingin mengulang pertemuan pertama kami menjadi buruk dan takkan bisa bersama. Agar kami takkan terluka.’

 

“Aku juga menyayangimu Oh Sehun”

 

THE END

 

Eitss, ada tambahan sedikit

 

Seul Rin yang baru saja selesai mandi segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Hari ini tidak ada kelas, makanya hari ini akan ia isi dengan beres – beres rumah. Sudah lama sekali rumahnya tidak di bereskan. Seung Woo juga ada kelas hari ini, jadinya rumah akan kosong dan itu akan membuatnya semakin mudah.

“Eh, hanya ada telur dan mie instan ?” Seul Rin mengambil dua telur yang tersisa dan mie instant itu. “Setelah sarapan aku akan ke super market”

Seul Rin memasak mie instat itu, kedua telurnya ia masukkan ke dalam kuah mie saat mienya hampir matang. Ia membawa mie itu ke meja makan lalu menyeruput dan memakannya perlahan. “Huaa, sudah lama tidak makan ini.”

‘Drrrttt drrttt’

“Yeoboseyo ?” Seul Rin mengangkat panggilan itu sambil menyeruput mienya.

“Halo, Noona. Kau di rumah kan ?”

Seul Rin mengangguk, ia meminum kuah mienya sedikit sebelum menjawab Seung Woo. “Iya, mungkin setelah ini aku akan keluar membeli bahan – bahan. Ingin menitip ?”

“Jangan ! Jangan keluar untuk hari ini sampai minggu dep- Ah mungkin bulan depan.”

Seul Rin mengerutkan alisnya, ia meletakkan sumpitnya. “Kenapa ?”

“Noona searching nama Sehun Hyung sekarang. Pokonya jangan keluar ! Biar aku yang membeli bahan, jika noona lapar beli delivery saja tapi atas namaku. Arra ?”

Seul Rin segera menutup panggilan itu. Ia men-searching nama Sehun dan ya.. Banyak artikel yang membuat matanya melotot bahkan jantungnya menjadi berdebar – debar.

 

Black Day, Oh Sehun Kencani Seorang Gadis ?

Tanpa Samaran, EXO L Yakin Bahwa Itu Adalah Oh Sehun

Mahasiswi Universitas ‘S’ Benarkan Bahwa Oh Sehun Dekat Dengan Seorang Gadis

‘Y’ Membenarkan Bahwa Oh Sehun Pacaran Dengan Mahasiswi Universitas ‘S’

Seseorang Mendapat Gambar Sehun EXO Berciuman Dengan Seorang Gadis

 

Seul Rin tak percaya dengan semua artikel itu. Apa mungkin ia akan berakhir sampai disini ? Ia merefresh halaman itu dan sebuah artikel membuatnya semakin terbelalak.

SM Entertainment Benarkan Oh Sehun Sudah Berpacaran

            Beberapa hari yang lalu (14/04) seorang EXO L yang sedang merayakan Black Day tak sengaja menangkap gambar yang ia yakini bahwa itu adalah Oh Sehun EXO. Ia baru menyadari ketika ia memperbesar gambarnya yang diambil tak jauh dari tempat Sehun berada. Banyak yang merasa tak yakin dengan adanya rumor ini, namun apakah ini hanya rumor atau memang benar adanya ?

            Hari ini (17/04) SM Entertainment membenarkan bahwa Oh Sehun telah berpacaran bahkan hubungan itu telah berjalan beberapa tahun. “Oh Sehun memang dekat dengan seorang gadis, ia satu universitas dengan gadis itu dan mereka memang sudah berhubungan,” Ujar Manager EXO. “Uri Sehun memang sudah berpacaran, mereka memang menyembunyikannya demi karir keduanya. Yeojachingunya sedang sibuk dengan skripsinya, maka dari itu Sehun mengajaknya ‘berlibur’” imbuh Leader EXO itu. “Jangan khawatir, kami mengenal gadis itu. Ia adalah gadis yang sangat baik dan sabar,” tambahnya.

            Beberapa mahasiswa mengetahui bahwa Sehun dan siswi itu memang dekat namun mereka tidak menyangka bahwa mereka berpacaran. “Aku sih setuju saja, toh Seul Rin anaknya baik dan pintar” ujar Jung Hwa, mahasiswi Universitas ‘S’.

 

THE END

 

Aloo, mian telat update dan bukan malah ngelanjutin LS. Fantastic baru aja ngubek – ngubek folder oneshoot dan nemu keanehan. Perasaan gak pernah deh nulis ff ini dan kenapa tiba – tiba ada, walaupun baru selesai separo haha. Ya udah mendingan ngelanjutin ini dulu, kasian berdebu dan ntar malah lupa lagi kalau sempet nulis ini.

Oh iya, buat memperjelas aja. Seul Rin sama Sehun itu selisihnya 2 tahun. Tapi sekarang mereka sama – sama udah ditingkat akhir, karena waktu SMA Seul Rin ikut akselerasi dan di kampus dia loncat setahun.

RCL nee~ Saranghae ^^

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

6 tanggapan untuk “Black Day

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s