[2nd] Dark of The Blood(Dark in Shadow)

dark-of-the-blood1

Nealra Present Dark of The Blood-Dark in Shadow

Casts :
Kim Junhee(OC)||Park Chanyeol||Kim Jongin||Oh Sehun||Tao

and Kang Minah(OC)||Min Jaein(OC)||Kim Junmyun

in Supernatural||Fantasy||School-life||Romance||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Jungleelovely @ Poster Channel

Previous 1st-Beginner Death Baca lebih lanjut

[1st] Dark of The Blood(Beginner Death)

dark-of-the-blood1

Nealra Present Dark of The Blood-Beginner Death

Casts :
Kim Junhee(OC)||Park Chanyeol||Kim Jongin||Oh Sehun||Tao

and Kang Minah(OC)||Kim Junmyun||Min Jaein(OC)||Kim Minseok

in Supernatural||Fantasy||School-life||Romance||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Jungleelovely @ Poster Channel

Gadis berambut hitam pekat dengan bola mata hitam itu berjalan menyusuri rindangnya pepohonan. Sesekali rambutnya mengibas tertiup oleh angin. Musim panas ini tidaklah dingin, tapi gadis manis itu tak henti menggosok kedua tangannya seolah ia merasa kedinginan.

“Hey!” Suara berat mengalun di telinga gadis itu Baca lebih lanjut

Love Story part 5

Love Story chap

Love Story part 5

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Zhang Yi Xing as Lay

Lu Han

etc.

Genre : School Life, Romance

Rating : All Age

 Part sebelumnya

‘Siapa bilang kita tak dapat bersatu ?’

Preview

Entah kesengajaan atau bukan, Seul Rin terpeleset ke kolam renang yang memiliki kedalaman 2,5 m. Dan buruknya, ia tak bisa berenang. Rara hanya melihatnya diam, tak berniat untuk menolong adiknya itu..

‘Byurr’

Seseorang dengan rambut kuning emas meluncur dengan lihainya ke kolam itu, sosok yang tak seorangpun mengenalnya. Sosok itu berenang untuk menyelamatkan Seul Rin. Baca lebih lanjut

The Liar on Us

black-and-white-blurred-photography-road-snow-Favim.com-67054

 

Manusia paling bahagia mungkin saja adalah pembohong nomor wahid di dunia.

 

Harum hujan di penghujung musim gugur ini mengingatkanku pada cerita Jongin hari itu, di lapangan belakang sekolah kami yang sepi.

“Kau tahu, ia bilang ia adalah orang paling bahagia sedunia dan itu sungguhan membuatku iri. Orang tuanya punya banyak uang. Ia bisa mendapatkan tiket konser Maroon 5 dalam tiga detik kalau ia mau, belum termasuk jalan-jalan keliling dunia dan tidur di hotel bintang lima”.

Separuh memoriku mungkin saja telah luruh, sebab satu-satunya yang kuingat dari cerita itu adalah gumpalan mendung di atas kami. Itu sore yang muram. Angin menyapu muka bumi seperti kasmir yang menari-nari, dingin mencumbu kulit. Mungkin ketika Jongin bercerita, aku sibuk menatap dunia sehingga lupa mengingat-ingat bagaimana ekspresinya. Apa ia bersungut-sungut? Apa ia tersenyum? Atau jangan-jangan datar-datar saja? Baca lebih lanjut