Diposkan pada Baek Hyun, Chapter, Comedy, Family, leejieun93, Suho

What should I do with this girl? [Chapter 2]

What

 

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 2]

Author            : Park  Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kim Joonmyun , Park Chorong,

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1

Chapter 2

 

Suasana diantara ibu dan anak itu terlihat sangat serius saat ini. Nyonya Park tengah menatap Chorong yang duduk didepannya dengan wajah datarnya.

“Chorong-ah ayolah, umma mohon untuk sekali ini saja. kau hanya cukup jadi asisten madam Choi” bujuk umma Chorong.

Brak!!

Chorong menggebrak meja dengan keras, namun ekspresi wajahnya masih tidak berubah sama sekali.

“Sirho. Kalau begitu umma saja yang jadi asisten nyonya Choi”

Umma Chorong menghela napas kasar saking kesalnya.

“Hya Park Chorong, lakukan hal itu hanya sampai kita bisa melunasi semua hutang. Ini juga demi appamu. apa kau tak bisa melakukan itu hah?”

Chorong berdiri dan segera pergi dari sana tanpa mempedulikan ocehan Ummanya yang terus menyuruhnya menerima tawaran nyonya choi sebagai asistennya.

Chorong berada dikamarnya saat ini, dan kini dia tengah duduk di bawah tepat dipinggir tempat tidurnya.

“Apa dia tidak tahu aku tak mau melihat hantu-hantu itu dan kali ini aku disuruh untuk menjadi asisten ahjuma gila itu”

“Hah tampaknya hidupmu sangat menyedihkan Park Chorong!”

Tiba-tiba hantu halmoni sudah berada disebelah Chorong saat ini.

“Halmoni ayo kita minum arak” ajak Chorong

“Aigoo, aku sudah tua jadi tak boleh minum karena kesehatanku akan memburuk, lagi pula au masih dibawah umur jadi jangan berpikir untuk minum dulu ”.

Chorong pun menempelkan dagunya di atas lututnya yang melipat itu.

“Tsk bagaimana mungkin seorang hantu memperdulikan kesehatannya, toh kalian sudah meninggal dan tak bisa merasakan sakit”

Cibir Chorong dan langsung mendapat tatapan malu dari hantu halmoni.

Bush!!

Hantu halmonipun pergi, dan kini Chorong kembali sendirian. Dia mengalihkan pandangannya kearah jendela, memikirkan apa yang selalu neneknya katakan.

“Chorong-ah carilah orang yang tak bisa kau baca pikirannya, dialah yang bisa menolongmu”.

***

Bruk!!

Baekhyun mengebrak meja belajarnya kesal, karena tak bisa konsentrasi akibat suara teriakan ummanya dan Eunji yang tengah berkaroke ria di ruang keluarga.

Baekhyun segera beranjak dan berencana untuk  menghampiri ummanya juga Eunji dan memberitahu mereka agar tak berisik.

“Hya kalian berdua, apa bisa tak berisik? Aku jadi tak bisa konsentrasi belajar!” Protes Baekhyun.

Baekhyun lalu menatap keduanya yang saat ini tengah memakai baju kebesaran mereka.  Yaitu, topi serta sandal panda, hoodie kebesaran yang sama percis serta kacamata.

Baekhyun melipat tangannya didada sambil menatap keduanya dari atas sampai bawah.

“Ck ck ck, hya umma apa umma akan terus seperti ini? apa umma tak malu  degan umur?”

“Mwo? Wae? Umurku baru 39, bahkan aku masih pantas bila disandingkan dengan Jo insung atau Won Bin!” jawab Umma Baekhyun dan hal itu membuat Baekhyun berdecak. (Disini ceritanya Baek baru 19 tahun).

“Umma kau benar-benar bertemu makhluk sejenis!” ledek Baekhyun sambil melirik Eunji.

Eunji lalu mendekati Baekhyun, kemudian memegang kedua pipi Baekhyun dan tersenyum. Hal itu entah kenapa malah membuat Baekhyun serasa akan mendapat hal buruk.

Dug!!!

Eunji membenturkan keningnya pada kening Baekhyun sampai membuat Baekhyun menjerit.

“HYA APA KAU GILA HAH, KAU INGIN MEMECAHKAN KEPALAKU DENGAN KEPALAMU YANG SEPERTI BATU ITU!” pekik Baekhyun sambil mengusap-ngusap kepalanya kesakitan.

“KA! hya Byun Baek PERGI SANA!!” teriak Eunji dengan mata melotot

Tidak terima diteriaki Eunji, Baekhyun langsung mendekati Eunji dan menatapnya lekat, jari Baekhyun kini dia arahkan pada kening Eunji, lalu menusuk-nusukkannya.

“HYa BAIKLAH AKU AKAN PERGI, JADI JANGAN BERTERIAK KARENA AKU TIDAK TULI!” teriak Baekhyun membalas.

Dan saat ini Umma Baekhyun tengah mengabadikan moment pertengkaran antara Eunji dan Baekhyun, menggunkan handicamp miliknya yang entah sejak kapan sudah ada ditangannya.

“Aigoo mereka sangat imut” gumannya karena gemas pada Baekhyun dan Eunji.

Baekhyun yang menyadari kalau dia tengah di rekampun langsung melirik pada Ummanya.

“umma, berhentilah merekam kami!”

Pletak!

“Hya jangan pernah berteriak pada Eommo-nim” protes Eunji pada Baekhyun.

Baekhyun melipat tangannya dipinggang, menengadahkan wajahnya, lalu menghela napas.

“Aigoo, aku bisa gila” Ujarnya, lalu pergi dari sana.

Ternyata saat itu juga, Baekhyun pergi kerumah Eunji. Baekhyun memasuki rumah, dan langsung menuju ruang televise yang dimana saat ini Tuan dan Nyonya Jung serta Eunjo tengah berkumpul.

Baekhyun langsung duduk dipinggir Eunjo yang tengah memainkan iped miliknya.

Tuan dan Nyonya Jung menatap Baekhyun, dan seakan tahu penyebab wajah kusut Baekhyun.

‘Hei Baekhyun-ah apa mereka membuat onar lagi?” tanya tuan Jung.

“Samchon, eommonim apa kalian tidak merasa mereka itu sangat mirip, bagaimana  ada orang seperti mereka di dunia ini? eommonim apa saat hamil Eunji anda membeci ummaku?” oceh Baekhyun panjang lebar.

Aa yang dikatakan Baekhyun barusan, sontak saja membuat tuan dan Nyonya Jung saling berpandangan, dan tak beberapa lama kemudian mereka tertawa.

“Ya Baekhyun-ah mereka itu unik dan begitulah ummamu. Ini sudah 20 tahun aku berteman dengannya dan dia tidak berubah sama sekali” jawab umma Eunji yang membuat Baekhyun mengangguk.

“Jadi malam ini hyung akan tidur di sini?” ucap Eunjo yang mulai bersuara, namun pandangannya masih terpaku pada layar iped nya.

“Eo, wae? ”

“Aniya,  hanya bertanya!”

“Eo Eunjo-ya apa kau mau bermain game denganku?” tanya Baekhuyun antusias.

Eunjo kini mengarahkan pandanganya pada Baekhyun.

“Mianhae Hyung tapi aku harus tidur cepat! Terlalu lama bermain game itu tidak baik bagi siswa”

Eunjo beranjak dari duduknya, dan pamit pada orang-orang disana untuk pergi tidur duluan.

Baekhyun menghela napsanya sambil melihat punggung Eunjo yang semakin menjauh.

‘Eommonim, apa anda membenci appaku saat hamil Eunjo? Aku rasa mereka sangat mirip. Tampaknya kau sangat membenci keluargaku”

Sekali lagi umma dan appa Eunji tertawa mendengar ocehan Baekhyun tentang umma dan appanya.

***

Chorong menundukan kepalanya dan tak berani menatap wanita didepannya saat ini. wanita paruh baya itu menatap, ah lebih tepatnya tengah mengintimidasi Chorong dengan tatapannya.

“Hei nona Park, bagaimana dengan tawaranku?”

Tanyanya sambil menyeruput segelas kopi miliknya.

Chorong meremas roknya karena dia merasa ketakutan dengan apa yang dia lihat saat ini.

“Tugasmu sangat mudah, kau hanya perlu menjadi asistenku, aku akan memanggil para hantu yang ingin ditemui klienku dan kau yang akan berbicara dengan mereka, itu mudahkan. Aku sangat iri denganmu karena kau bisa berbicara dan melihat mereka sedangkan aku, hanya bisa memanggil mereka tanpa bisa berkomunikasi. Jadi bagaimana kalau kita bekerja sama?”

Chorong semakin meremas roknya, karena entah kenapa dia terus merasa ketakutan  melihat sosok anak kecil dan wanita dewasa yang sedang berpegangan tangan dengan badan berlumuran darah.

“Anak ini benar-benar sangat menarik, jika aku bersamanya maka aku akan beruntung” batin madam Choi yang bisa didengar oleh Chorong.

***

Dret dret!!

Chorong merasakan ponselnya berbunyi, lalu meihat siapa ornag yang menghubunginya saat itu.

Chorong terkejut saat melihat ternyata appanya yang menelepon.

“Hya appa!” histeris Chorong.

“….”

“Aku? aku ada di sekitar Hongdae! Appa dimana?”

“…”

“Mwo Jeju? Itu sangat jauh, appa kapan kau pulang? Kau tahu, umma membuatku kesal. dia terus-terusan memaksaku jadi asisten wanita gila itu!”

Saat Chorong sedang asik berbicara dengan appanya, tiba-tiba saja seseorang menabraknya sampai membuat ponsel Jatuh.

“Eo Josonghamnida” ucap orang yang menabrak Chorong yang langsung berjongkok untuk mengambil Ponsel Corong di atas jalan.

‘Hya tuan, apakah anda tidak tahu kalau aku sedang berbicara dengan. . “

Chorong tiba-tiba menghentikan perkataanya saat melihat wajah orang yang menabraknya itu. Chorong menatap wajah orang itu, terutama matanya.

“Maldo Andwae” guman Chorong tak percaya.

Orang didepan Chorong langsung mengernyitkan dahinya melihat sikap aneh Chorong.

“Ini”

Ucap lelaki didepannya yang adalah Joonmyun, sambil menyerahkan dan menaruh ponsel Chorong di telapak tangannya.

Chorong bukannya menawab, tapi malah terdiam sambil terus menatap Joonmyun tanpa berpaling sedikitpun. Dia merasa ada sebuah yang aliran listrik yang menyengatnya ketika Joonmyun menyentuh tangannya tadi, bahkan bisa dia lihat bunga-bunga bermekaran juga bisa mencium wangi bunga tersebut yang sangat harum. Bahkan kini terdengar suara lagu Good day IU di telinganya. Padahal itu berasal dari toko sebelah, yang sedang memutar lagu tersebut.

‘Aigoo bahkan terdengar lagu good day ditelingaku!” ucap Chorong.

“Mwo?” sahut Joonmyun tak mengerti.

“He Joonmyun-ah sedang apa kau?”

Tiba-tiba seorang lelaki berperawakan tinggi dan tampan datang menghampiri mereka.

“Eo Kau park Chorong kan?”

Tanya lelaki yang aru datang itu yang ternyata mengenali Chorong. Dan saat Chorong lihat ternyata lelaki itu adalah kakak dari Sulli yang bernama Choi Minho dan merupakan klien Chorong.

Sret!!

Sesosok wanita berwajah seram kembali terlihat dibelakang Minho, dan langsung membuat Chorong terhenyak. lalu langsung memundurkan langkahnya.

Chorong kemudian membungkuk, dan pergi dari sana dengan cepat karena takut pada sosok wanita tersebut.

“Apa kau mengenalnya mino-ya?” tanya Joonmyun.

“Ah dia itu gadis yang adikku kenalakan untuk membantuku, namun entah kenapa saat bertemu denganku dia langsung menolaknya. Dan berlari seperti barusan tanpa berani menatapku, Padahal dia yang minta bertemu denganku. Apa mungkin dia pikir wajahku jelek?”

“Eo, jinja? Dia terlihat sedikit aneh!”

“Nde, dia memang aneh. Kata sulli dia selalu seperti itu. Aneh dan misterius. Tapi katanya dia itu hebat dalam menangani masalah cinta. Tapi entah kenapa dia bilang tak mau menolongku, padahal tadinya dia mau bahkan dia sudah menerima uang pembayarannya!”

Terlihat kekecewaan diwajah minho karena ternyata Chorong menolak untuk membantunya saat itu, dan alasan Chorong yang sebenarnya adalah karena dia takut pada sosok wanita yang selalu mengikuti minho dan Sulli.

“Ah sudahlah, ayo pergi” ajak Joonmyun kemudian.

***

Chorong melangkahkan kakinya menuju rumahnya, dia kali ini melewati sebuah gang gelap. Bahkan lampu jalanan selalu berkedap kedip.

Chorong mengeratkan jaketnya, seraya menoleh kearah kanan dan kirinya.

“hiks hiks hiks”

Tiba-tiba terdengar suara menangis anak kecil, Chorong mencoba mengabaikannya dan terus berjalan seakan dia ta mendengar apapun. Namun Sebuah tarikan diunjung jaketnya berhasil membuat Chorong menghentikan langkahnya.

Kedua matanya kini membulat, dan tak bisa berkedip. Wajahnya juga terlihat tegang, bahkan kini Chorong menelan ludahnya.

“Noona, kenapa kau tak menyapaku?”

Chorong menoleh pada arah kanannya diaman kini ada seorang anak kecil yang tengah memegang ujung jaketnya.

“Kyaaaa~~”

Chorong menjerit, sambil berjongkok dan menutup wajahnya karena ketakutan akan anak kecil tersebut yang bolaamtanya keluar serta berlumuran darah. Belum lagi pisau yang tertancap dilehernya dan kaki yang tidak ada sebelah.

“Pergi, aku mohon pergi jangan ganggu aku!” ujar Chorong dengan nada gemetar.

Perlahan suara dan sosok itu menghilang, dan barulah Chorong bisa membuka matanya.

Chorong terududuk lemas ditanah, dia mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi. Dan tak beberapa lama kemudian diaterisak.

***

Joonmyun memasuki apartemennya, dan langsung menuju kamarnya. dia mengambil sebuah frame foto yang beisi foto dia yang sedang memeluk seorang wanita tua, yanga dalah neneknya.

“Halmoni, apa kabarmu disana?” ucapnya pelan.

Kini disimpannya frame foto tersebut setelah sebelumnya dia mengusap gambar neneknya tersebut.

Kini seulas memory terringat kembali di kepalanya. Itu adalah saat diaman Joonmyun bermain piano sambil bernyanyi, lalu dipinggirnya nenek Joonmyun tengah tersenyum hangat menatapnya.

Joonmyun tersenyum mengingat masa-masa itu, namun beberapa detik kemudian wajahnya berubah sedih.

“Bukankah aku sudah menjadi anak yang baik seperti yang kedua orang tuaku inginkan, tapi kenapa aku merasa sedih setiap kali melihat foto halmoni?”

***

Pagi itu cuaca begitu terasas angat dingin, namun itu tak mengurungkan niat Baekhyun yang saat ini tengah membawa semangkuk es batu.

“Uhhhh, ini pasti sangat dingin!” ujar Baekhyun dengan tersenyum jahil.

Baekhyun perlahan membuka pintu kamar diaman saat ini Eunji tengah tertidur. Senyum jahil kembali dia perlihatkan saat melihat Eunji yang masih berada dialam mimpi.

Baekhyun menghampiri Eunji, lalu duduk di dekat Eunji.

“Aigoo, jung Eunji bahkan saat tidur kau terlihat sangat menggelikan. Ck ck ckc ck” ucap Baekhyun pelan.

Baekhyun lantas memakai sarung tangan karet yang sudah dia siapkan tadi, setelah itu dia mulai mengambil es batu. Baekhyun melirik bagian kaki Eunji, lalu dia menarik Kaos kaki Eunji dan memasuki es batu kedalamnya dengan senyum bahagia.

Kini ekspresi wajah Eunji mulai terlihat berbeda, dan saat itu juga Baekhyun segera pergi dari sana.

Baekhyun kini tertawa keras saat berada dikamarnya. Dia bahkan memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.

Bugh!

“Byun Baekhyun!!!”

Terdengar suara sesuatu terbentur, lalu disusul dengan suara teriakan keras dari Eunji. Dan hal tersebut membuat Baekhyun semakin tak bisa menahan tawanya.

“Aigoo Jung Eunji, kau akan merasakan apa yang namanya kaki membeku. Byun Baekhyun kau benar-benar nakal” ucapnya pada dirirnya sendiri.

***

Eunji datang kekelas Chorong dengan wjaah ditekuk serta mulut yang terus mengoceh tanpa henti, yang membuat seisi kelas Chorong mulai menatapnya dengan tatapan aneh seperti biasa.

Chorong yang tengah duduk kini mulai mengarahkan pandangannya pada Eunji.

“Pabo!”

Ujar Chorong yang membuat Eunji tercengang.

“Hya Eonni bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” rengek Eunji

“Bagimana bisa kau membenturkan kepalamu karena kakimu terasa mati rasa akibat es batu?”

“Hya Eonni, aku pikir sistem sarafku tak berfungsi karena kakiku terasa kaku dan beku jadi aku mencoba membenturkan kepalaku dan rasanya sakit, benar-benar sakit” ucap Eunji sambil menekankan pada kata sakit.

Eunji juga menunjuk sebuah memar di dahinya akibat benturan tersebut.

“Itulah Jung Eunji, Pabo”

Tiba-tiba Baekhyun datang dan membuat Eunji menoleh padanya dengan wajah kesal.

Eunji segera menghampiri Baekhyun dan mencengkram leher Baekhyun sebelum Baekhyun bisa melarikan diri.

Eunji mencengkram Baekhyun menggunakan lengannya dan membuat Baekhyun meringis kesakitan.

“Hya dasar Byun bacon sialan, awas kau akan aku botaki rambutmu menggunakan gergajiku, lihat saja nanti kau akan menyesali semua perbuatanmu pagi ini padaku” pekik Eunji dengan kesal.

Sedangkan Baekhyun hanya bisa berteriak kesakitan dan menyuruh Eunji melepaskannya. Dan tanpa mereka sadar saat ini seisi kelas tengah menatap kearah mereka sambil tertawa, karena ini adalah pemandangan yang biasa mereka saksikan setiap kali Baekhyun dan Eunji bertengkar.

“Hya Jung Eunji, apa tak cukup pagi ini kau dan umma menyiksaku dan sekarang kau menyiksaku kembali, wuah kau sungguh jahat luar biasa!”

“HYA APA KAU BILANG HAH?” pekik Eunji dan semakin keras mencengkram leher Baekhyun.

***

Sulli da teman-temannya seketika itu menghentikan kegiatan makannya, saat tiba-tiba Chorong duduk didepannya.

“Sanbae wae?” tanya Sulli dengan sedikit tergagap.

“Aku hanya ingin menanyakan tentang teman oppamu yang bernama Kim Joonmyun!”

Sulli menyipitkan matanya karena heran pada Chorong yang bisa mengenal Joonmyun.

“Kau tak usah bingung dan bertanya-tanya dari mana aku kenal lelaki bernama Joonmyun itu!”

“M-wO? aniyo sanbae, aku hanya kaget karena ternyata kau juga kenal Joonmyun oppa!”

“Jadi apa dia sekelas dengan oppamu? Dimana tempat tinggalnya dan aku ingin tahu nomor ponselnya!”

“Mwo?” kaget sulli

Chorong menyipitkan matanya sambilo menatap mata sulli cukup lama.

“Sudahlah, kau lama sekali”

Chorong beranjak dari duduknya, kemudian pergi dari sana meninggalkan Sulli dan teman-temannya yang sedari tadi terdiam sambil mengedip-ngedipkan matanya.

Setelah beberapa langkah, Chorong menghentikan langkahnya. Dan tanpa menoleh pada Sulli juga teman-temannya, Chorong tiba-tiba mengucapkan terima kasih.

“Gomawo sulli-ya”

“Eo, Mwo?” sahut sulli tak mengerti.

***

Chorong tengah duduk di sebuah café, dia tampaknya sedang menunggu seseorang. Chorong melihat jam tangannya dan tanpa sadar dia sedikit menyunggingkan senyumnya.

“Kenapa dia lama sekali?” guman Chorong.

Flashback

Chorong menyenderkan badannya di dinding, kemudian dia mengambil ponsel miliknya dan berencana menghubungi seseorang.

“Yoboseyo, apakah ini Kim Joonmyun-ssi?”  tanyanya.

“Oh nde disini Kim Joonmyun, dangsineun nuguseyo?”

“Eo, Aku orang yang kemarin bertabrakan denganmu. Kau teman oppanya sulli kan?”

“Eo itu kau, ada apa? apa ponselmu rusak? Kalau iya, maka akan aku perbaiki!”

“Animida, ponselku baik-baik saja. hanya saja bisakah kita bertemu? Tapi kalau anda tidak sibuk!”

“Eo!. . .”

Tak ada jawaban dari Joonmyun yang membuat Chorong gugup dan meremas ujung baju seragamnya.

“Eo baiklah, dimana kita akan bertemu”

Seketika itu juga Chorong melepaskan remasan pada seragamnya, dan langsung tersenyum.

“Ah baiklah, aku akan kirimkan alamtnya lewat pesan”

“Eo baiklah”

Plip

Flashback end

“Apa kau sudah lama menunggu?”

Tanya seseroang yang membuat Chorong menatap orang tersebut, Namun beberapa detik kemudian Chorong beranjak dari duduknya.

“Kenapa oppanya sulli ikut?” tanya Chorong.

Telihat sebuah kekecewaan di wajah chorong saat ini saat melihat seorang yang datang bersama orang yang dia tunggu yang tak lain adalah Joonmyun.

Dia kini menatap Joonmyun seakan meminta jawaban, kenapa Joonmyun datang berasama Minho.

“Eo, itu bukankah alasan kau memintaku bertemu untuk ini?” ucap Joonmyun ragu

“Chorong-ssi jadi bagaimana apakah kita bisa mulai konsultasinya?”

Tanpa diminta, kini Minho pun duduk, seolah dia sudah siap melakukan konsultasi dengan Chorong.

Chorong menundukkan kepalanya, lalu duduk kembali.

“Oppanya Sulli, bisakah anda pergi? Aku ada hal yang ingin aku bicarakan dengan teman anda?”

Minho menatap heran Chorong, lalu menatap Joonmyun dan kini Joonmyun dan Minho tengah saling menatap.

Joonmyun menggelengkan kepalanya seraya memberikan kode untuk tidak pergi dari sana. Bukan karena apa-apa Joonmyun melakukan itu, tapi bukankah itu aneh karena Joonmyun tidak mengenal Chorong dan akan terasa aneh jika mereka berdua saja, itulah pikiran Joonmyun saat ini.

Chorong terus menunduk, dan kini dia mulai meremas ujung roknya, badannya terlihat bergetar. Joonmyun menyadari perubahan pada Diri Chorong, sedangkan Minho hanya terdiam tak mengerti keadaan saat ini.

“Minho-ya bisakah kau tunggu aku dimobil?”

Mino tampak terkejut, karna bukankah tadi, Joonmyun sendiri yang memberikan kode agar Minho tetap diam disana, tapi sekarang Joonmyun malah menyuruh Dia pergi.

Joonmyun memberikan kode sekali lagi agar minho pergi, dan dengan berat hati maupun penasaran diapun akhirnya pergi.

Setelah Minho pergi, Joonmyunpun duduk di kursi depan Chorong dan tengah menatap Chorong yang saat itu masih menunduk.

“Kenapa kau bersikap seperti itu?siapa kau? apa kau mengenalku? Kenapa kau ingin bertemu denganku?”

Tanya Joonmyun beruntun.

Chorong kini mulai menengadahkan wajahnya kembali, namun raut wajahnya masih terlihat tegang yang membuat Joonmyun semakin merasa aneh dengan gadis didepannya itu.

“Kenapa dia terus mengikutinnya, ini sangat mengganggu!” guman Chorong pelan, namun Joonmyun masih bisa mendengarnya.

“Park Chorong itu namamu kan?” tanya Joonmyun.

Chorong langsung menatap Joonmyun, lalu mengangguk.

“Jadi apa alsanmu mengajakku bertemu? Apa ponselmu rusak?”

Chorong menggeleng.

“Lalu kenapa?”

“Aku. . aku hanya . . ingin bertemu dengan anda!”

Chorong menajwab sambil menatap wajah Joonmyun tanpa bisa mengalihkan padangannya pada Joonmyun, hal itu malah membuat Joonmyun merasa risih karena ditatap seperti itu oleh chorong.

“Ini benar-benar terjadi, orang ini..”

“Aku tak bisa membaca pikirannya!” Batin Chorong sambil terus menatap Joonmyun.

TBC

Akhirnya bisa selesaiin part 2 samai Tbc *eh????

Pokoknya makasih buat yang udah baca dan buat yang udah comment, saya kasih flying kiss *Muahhhh*

Sekali lagi, mian kalau ceritanya kurang sreg dihati anda sekalian (?) atau kurang greget atau kurang horror. Cz ini memang bukan ff horror.hhe ^^

Pokoknya makasih buat smeua reader.

 

 

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

122 tanggapan untuk “What should I do with this girl? [Chapter 2]

  1. wah keren apalagi si couple baekhyun eunji. bikin ngakak.. ah di tambah lagi chorong yang bisa liat makhluk lain, hehehe seru seru

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s