Posted in Baek Hyun, Chapter, Comedy, Drama, Family, friendship, leejieun93, Suho

What should I do with this girl? [Chapter 11]

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 11]

Author          : Park  Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kim Joonmyun , Park Chorong,

Other cast     : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4  | Chapter 5 |  Chapter 6 |Chapter  7

Chapter 8 | Chapter 9  |  Chapter 10

Chapter 11

Chorong memasuki ruangan yang semuanya didominasi warna putih, dia berjalan terus sampai dia meliat sebuah pintu.

Chorong mendekati pintu tersebut yang sedikit terbuka, dia melihat kearah dalam dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang perempuan yang sedang terbaring dengan darah yang mengalir dari tangannya.

Dengan cepat, Chorong menghampiri gadis tersebut dan langsung berusaha menolongnya.

“Agashi gwaenchana?” tanya Chorong dengan wajah Khawatir.

Perempuan itu menatap Chorong dengan mata yang terlihat begitu sayu.

“To-long ak-ku!” ucap perempuan itu terbata

Seulas memory ketika dia berada dirumah sakit kini terlintas dikepalanya. Dan hal itu membuat kedua matanya membelalak sempurna.

Chorong langsung mengedarkan pandanganya kesegala sudut dan ternyata saat ini dia sedang berbaring diatas kasurnya. Badannya penuh keringat dan dia tampak terengah-engah.

Chorong mengusap dahinya yang berkeringat menggunakan punggung tangannya.

Blush!!

Angin berhembus dan kini muncuah hantu halmoni disebelah Chorong.

“Apa kau mimpi buruk?”

Chorong mengangguk mengiyakan ucapan hantu halmoni barusan.

“Chorong-ah, aku ingin kau mengunjungiku besok!”

Chorong menatap hantu halmoni tak mengerti, namun hantu halmoni malah tersenyum kearah Chorong saat ini.

***

Jonghyun menatap frame foto Joon myun bersama nenek mereka. dan seulas senyum kini terukir di bibirnya.

“Halmoni, aku selalu menyesal karena tidak bisa menghadiri pemakamanmu!”

Jonghyun mengambil frame foto tersebut kemudian menatapnya lekat. Sebuah bayangan kembali muncul, bayangan ketika dia bermain piano dengan neneknya.

Karena memory yang muncul tersebut, kepala Jonghyun kembali sakit. Dia kemudian menyimpan frame foo itu kembali, lalu menuju kamarnya untuk istirahat.

Sambil berbaring dengan tangan sebelah tangan menutup matanya, Jonghyun mulai menyanyikan sebuah lagu.

Dari cermin yang ada disana kini terlihat sebuah bayangan hantu halmoni yang tengah menatap Jonghyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Hanya sebentar bayangan hantu halmoni terlihat karena setelah itu bayangannya menghilang saat Jonghyun menurunkan tangannya dari mata miliknya.

***

Siang itu Jonghyun berjalan disebuah bukit dengan sebuah bucket bunga di kedua tangannya. Jonghyun terus berjalan sampai kini dia sampai disebuah pemakaman.

Jonghyun membelalakan kedua matanya ketika dia melihat ada seorang perempuan berdiri didepan makam yang dia akan datangi.

“Halmoni, sebenarnya untuk apa kau menyuruhku kesini?”

Jonghyun  lebih mendekat kearah gadis tersebut dan setelah tepat berada di belakang gadis tersebut, Jonghyun segera menyentuh bahu gadis tersebut.

Gadis itu langsung menoleh begitu bahunya di sentuh Jongyun.

“Neo!!”  pekik nya yang membuat Jonghyun tersenyum sedangkan gadis itu malah diselimuti kebingungan.

Perlahan bayangan hantu halmoni kini mulai muncul dibelakang gadis itu yang tak lain adalah Chorong.

Melihat hantu halmoni Jonghyun yang tiba-tiba muncul, kini Jonghyun pun membelakan kedua matanya.

Melihat ekspresi jonghyun, Chorong segera melihat kearah pandangan mata Jonghyun.

“Halmoni” guman Chorong.

***

Seperti biasa pagi itu Taeyon tengah duduk di ayunan yang berada di luar rumah. Dia menatap langit yang tampak sedikit cerah. Kini Seulas memory mulai tergambar di ingatanya.

Flashback

Taeyon tengah berjalan disebuh jalan yang diselimuti salju. Beberapa kali dia meniup telapak tangannya karena kedinginan.

Melihat sebuah kursi, diapun duduk. Taeyon duduk setelah sebelumnya melihat kekanan dan kekiri. Begitu banyak orang yang lalu lalang disana saat ini.

Taeyon melihat jam tangannya kembali, lalu menghela napasnya.

“Bagaimana ini? aku bisa pulang terlambat kalau seperti ini”.

“Taeyon-ah~”

Saat mendengar seseorang memanggil namanya, Taeyon langsung menoleh dan menatap kearah seorang lelaki yang saat ini tengah berlari kearah Taeyon.

Melihat lelaki itu, taeyon langsung berdiri dan tersenyum.

Dengan napas terengah-tengah kini lelaki tersebut sudah sampai didepan Taeyon.

“A-pa ak-ku ter-lambat?” tanya lelaki itu.

Taeyonpun melipat tangannya didada seraya menatap lelaki itu dengan tatapan yang seakan dibuat kesal.

“Kau sangat terlambat Kim Jonghyun!” ujar Taeyon.

Lelaki yang adalah Jonghyun itupun kini membenarkan posisinya kemudian memegang kedua tangan Taeyon.

“Mianhae!” ucapnya sambil tersenyum.

Jonghyun kemudian melepaskan salah satu genggaman tangannya , untuk diarahkan kepucuk kepala Taeyon.

“Kajja!” ajak Jonghyun yang setelah itu menarik tangan Taeyon.

Sebuah senyuman kini terukir dibibir Taeyon.

“Lelaki ini! apa aku bisa bersamanya  untuk selamanya? Aku selalu berpikir bagaimana kalau dia menghilang dari hidupku!” batin Taeyon.

Flashback End

“Apa yang sedang noona pikirkan?”

Taeyon langsung menoleh, dan ternyata Joon myun datang menghampirinya lalu duduk di sebelahnya.

“Apa memikirkan masa lalu?” tanya Joon myun lagi.

Taeyon menunduk, dia tersenyum tipis namun langusung menengadahkan wajahnya lagi.

“Udaranya begitu segar, ayo bermain ice skating”

Semula Joon myun begitu terkejut dengan permintaan Taeyon, namun tak beberapa lama kemudian sebuah senyuman dia tunjukan.

Joon myun segera  memutar badannya kearah taeyon kemudian menggerakkan bahu Taeyon agar mengahdap kearahnya.

“Baiklah, kalau itu yang noona inginkan, ayo kita pergi. pakailah sesuatu yang hangat agar kau tidak flu”

Begitu mendengar ucapan Joon myun barusan, entah kenapa Taeyon merasa kalau dia seperti melihat Jonghyun yang berada didepannya.

Taeyon segera melepaskan tangan Joon myun dari bahunya, lalu dia berdiri dan langsung memalingkan wajahnya.

“Aku lelah jadi sebaikanya kita tunda, aku akan kekamar”

Saat Taeyon akan pergi, Joonmyun langsung meraih tangannya erat kemudian memeluk Taeyon dari belakang.

“Noona aku mohon lupakan Jonghyun hyung. Walaupun bukan aku orangnya tapi temukanlah cintamu lagi agar aku bisa tenang melihatmu!”

Taeyon menunduk, dan kini dia mulai mencoba melepaskan pelukan Joon myun.

“Lepaskan aku!” bentak taeyon.

Begitu Joonmyun melepaskan pelukannya, Taeyon berbalik kemudian menatap Joon myun. Dia memegang kedua pipi Joon myun.

“Seharusnya kau membenciku, bukannya menjagaku seperti ini!”

Dipegangnya kedua tangan Taeyon yang memegang pipinya, lalu dia genggam dengan erat.

Mereka saling bertatapan. Dan tanpa sadar kini perlahan Joonmyun mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Taeyon, begitu dekat dan semakin dekat.

Kini hidung mereka sudah bersentuhan, Taeyon sedari tadi hanya terdiam seperti seseorang yang sudah pasrah bahkan jika dia dibunuh sekalipun dia tidak akan melawan.

“kenapa kau seperti ini Noona?” tanya Joonmyun yang tiba-tiba menanyakan hal barusan dengan wajah yang masih berada tepat didepan Taeyon.

Joon myun segera menjauhkan wajahnya dari wajah Taeyon dan melepas jaket miliknya, lalu dipakaiakn ke badan taeyon.

“Kau pasti kedinginan, ayo masuk” ajak Joon myun sambil merangkul Taeyon dan mengajaknya masuk kedalam rumah.

***

Chorong manatap langit malam yang sedang turun salju saat itu. dia menghela napasnya berat seakan dia tak mempercayai apa yang terjadi apdanya.

Hantu halmoni muncul dipinggirnya, kemuidan ikut manatap salju yang turun.

“Mianhae!” ujar Hantu halmoni.

Chorong menatap hantu halmoni dengan wajah datar miliknya.

“Mereka berdua cucuku yang sangat aku sayangi”

Ujar hantu halmoni dengan pandangan yang masih mengarah kearah luar jendela.

Flashback

Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Jonghyun yang membuat  seorang wanita  paruh baya yang adalah ibunya sendiri langsung menghampirinya dengan air mata.

“Yeobo sudah hentikan” ucap ny. Kim pada suaminya

Tuan Kim yang adalah suaminya sekaligus ayah dari jonghyun sendiri kini hanya bisa menatap Jonghyun dengan mata penuh amarah.

“Pergi kalian dari sini!” pekik nya dengan keras.

Mendengar teriakan suaminya, Ny. Kim pun segera mengajak Jonghyun keluar dari ruangan tersebut yang tak lain adalah ruang kerja tuan kim.

Begitu Mereka berdua keluar, diluar sudah menunggu Joon myun beserta neneknya.

“Jonghyun-ah” panggil neneknya parau

Karena perasaannya masih kesal Jonghyun pun tak menanggapi neneknya, dan hanya pergi begitu saja meninggalkan nenek, ibu serta adiknya yang sudah menunggunya.

Ny. Kim ingin mengejar Jonghyun, Namun dengan segera Joon myun memegang lengan ibunya itu. dia kemudian menggelengakn kepala untuk memberikan kode agar ibunya membiarkan Jonghyun sendiri dan tak mengejarnya.

Flashback end

“Mereka berdua sangat terluka, saat melihat mereka seperti itu aku meminta pada Tuhan agar mereka diberi kebahagiaan”

Chorong mengalihkan pandangannya pada hantu halmoni.

“Suatu hari ketika Joon myun dan Jonghyun kecil, ada seorang wanita mengatakan bahwa Joon myun mempunyai hati yang sangat tulus dan baik. aku begitu senang mendengarnya tapi dia juga mengatakan bahwa suatu yang buruk akan terjadi pada Jonghyun namun ketulusan adiknyalah yang akan menyelamatkannya”

Chorong terus mendengarkan cerita hantu halmoni dengan seksama, dia lantas tersenyum san mengiyakan dalam hatinya kalau hal tentang Joon myun benar.

“Ketika hal yang buruk terjadi pada cucuku, aku bahkan tak bisa melakukan apa-apa karena aku hanya terbaring di tempat tidur dan sampai Tuhan memanggilku aku tak bisa melakukan apapun!”

Mata Chorong tampak berkaca-kaca mendengar cerita hantu halmoni. Dia selalu menyangka bahwa masalahnya begitu besar, namun ternyata masih ada orang-oranga yang mempunyai amsalah lebih besar darinya.

“Aku mencari wanita itu ketika aku sudah jadi arwah, dan aku jadi arwah seperti ini mungkin karena mungkin urusanku masih belum selesai”

“Lalu apa kau berhasil menemukan wanita itu?” tanya Chorong.

“Aniya, wanita itu sudah meninggal. Dan saat mengetahui itu aku langsung putus asa. Tapi, saat aku merasa putus asa. Dia datang dihadapanku sebagai Arwah!”

Chorong merasa kasihan pada hantu halmoni setelah mendengarkan ceritanya barusan, matanya pun  terlihat berkaca-kaca saat ini.

“Chorong-ah bisakah aku jujur padamu tentang suatu hal dan bisakah kau membantuku!”

Chorong mengerutkan dahinya, karena merasa suatu hal yang akan dikatakan hantu halmoni adalah hal yang penting.

“Nde, malhaebwa” ujar Chorong.

***

Pagi itu, Eunji dan Baekhyun berangkat bersama seperti biasa. Namun selama di perjalanan, Eunji hanya terdiam tidak seperti baisanya.

Baekhyun memperhatikan Eunji yang terdiam sedari tadi. Muncul keinginan dihatinya untuk bertanya ada apa dengan Eunji, namun saat hendak bertanya tiba-tiba Chanyeol muncul.

Saat di bis ketika Baekhyun asik mengobrol dengan Chanyeol. Seorang lelaki menghampiri Eunji kemudian menyapanya.

Semula Eunji tampak bingung, namun kemudian dia membelalakan kedua matanya ketika menyadari bahwa itu adalah Sunbaenya ketika di Junior high School.

‘Sunbae” ujar Eunji riang.

Baekhyun tampak tidak suka apalagi saat Sunbae itu meminta nomor ponsel Eunji, bahkan dia juga mengatakan bahwa Eunji banyak berubah.Chanyeol terkekeh melihat Ekspresi Baekhyun yang terlihat sedang cemburu.

Chanyeol lantas membungkukkan badannya dan berbisik pada Baekhyun.

“Hei, kau cemburukan? Kalau begitu tunjukkan pada semua orang kalau dia milikmu!”

Mendengar ucapan Chanyeol, Baekhyun mengelak seraya mengatakan bawah dia bukan pencemburu.

Chanyeol kembali terkekeh, karena dia tahu benar Baekhyun seperti apa.

Begitu turun dari Bus, Baekhyun sengaja tak menunggu Eunji dan hanya meninggalakannya. Tujuannya adalah agar Eunji memarahinya karena mengabaikannya, namun tampaknya sedari tadi Eunji seperti sedang memikirkan suatu hal yang membuatnya terus terdiam.

Baekhyun terus berjalan, namun karena Eunji tak kunjung memanggilnya akhirnya dia menoleh kearah belakang. Dan kini kedua matanya membelalak karena saat ini ada seorang lelaki yang tengah memegang lengan Eunji.

Dengan perasaan geram, baekhyun mendekati Eunji dengan lelaki tersebut.

“Hya Jung Eunji kau genit sekali. . . kajja!”

Baekhyun menarik lengan Eunji dengan perasaan kesal, sedangkan Eunji hanya tersenyum tipis dengan sikap baekhyun yang seperti itu padanya.

“Hya Byun baek lepaskan lenganku. Kau menyakitiku!” ujar Eunji.

Baekhyun menghentikan langkahnya, lalu menatap Eunji dengan tatapan tajam.

“Hya Jung Eunji, apa kau mencoba menggoda lelaki tadi?” terka Baekhyun

Eunji berdecak lalu mengalihkan pandangannya dengan tangan yang sudah berada di pinggangnya.

“Hya Byun Baek dia membantuku berdiri karena kami bertabrakan!”

Baekhyun menyipitkan matanya seakan tak mempercayai ucapan Eunji barusan.

Eunji kemudian meraih salah satu tangan Baekhyun dan tersenyum.

“Aku senang kau cemburu!”

Wajah Baekhyun berubah memerah saat Eunji mengatakan hal barusan, sedangkan Eunji yang menyadari perubahan wajah Baekhyun langsung terkekeh.

“Kajja Baekhyun oppa!” ajak Eunji

Begitu  Eunji memanggilnya Oppa, Baekhyun langsung tersenyum malu-malu dan menghela napasnya.

“Ok Kajja Chagiya!”

Kini mereka pun berjalan bersama tanpa menyadari bahwa sedari tadi Chanyeol sudah tidak ada disana.

***

Dikelasnya, Chorong tengah menatap lapangan sekolah yang di penuhi salju. Dia menopang dagu menggunakan salah satu tangannya.

Helaan napas panjang terdengar beberapa kali. Di pinggirnya juga ada hantu halmoni yang tengah menatap Chorong.

Drt drt drt

Ponsel Chorong berbunyi dan langsung saja Chorong mengambil ponsel miliknya.

From : My Suho

Kau kemana saja? aku hampir jarang melihatmu!

Chorong menunjukan ekspresi datar yang tidak biasanya dia tunjukan jika berhubungan dengan Joon myun. Dia menyimpan ponselnya di atas meja kemudian melanjutkan apa yang sedari tadi dia lakukan.

“Kenapa kau tak membalasnya?”

“Aku sedang tidak ingin membalas pesan siapapun!” jawab Chorong.

“Maafkan aku Chorong-ah!”

Chorong tidak menjawab, dia hanya terus focus pada apa yang sedari tadi dia lakukan.

“Mianhae Chorong-ah!”

Hantu halmoni menghilang diiringi bel sekolah yang berbunyi, namun Chorong tetap saja seperti itu.

Tanpa disadari kini setetes air mata keluar dari ujung matanya. Saat ini hatinya terasa sangat sakit.

Kini ucapan hantu halmoni semalam mulai terdengar kembali ditelinganya dan hal itulah yang membuat Chorong seperti sekarang ini.

“Chorong-ah soal kau yang harus mencium Joon myun agar kekuatanmu hilang itu adalah bohong. Semua itu rencana nenekmu dan aku”

Kecewa, marah dan sakit hati dirasakan oleh Chorong. Dia merasa di bohongi oleh hantu halmoni dan neneknya.

Yang ada dipikiran Chorong saat ini adalah alasan yang membuat kedua nenek itu membohonginya.

***

Sore itu, Eunji sedang asik di ruangan miliknya berkutat dengan gergaji dan kayu-kayu yang sangat dia cintai.

‘Ah aku sangat menyukai bau kayu ini” ujarnya seraya mengelus kayu-kayu yang ada dihadapannya.

“Aegiya eomma akan membuat kalian berguna!” ujar Eunji lagi.

“Hei Jung Eunji kau benar-benar sudah gila. Bahkan kau menganggap kayu-kayu itu anakmu” ledek baekhyun yang tiba-tiba saja muncul.

Eunji mendelaik pada baekhyun sebentar, namun kemudian tak menanggapinya. Dia mengambil gergaji mesin miliknya yang membuat Baekhyun sedikit terkejut.

“Aigoo gadis menakutkan ini mulai lagi” batin Baekhyun dengan sedikit ngeri pada gergaji Eunji.

Melihat Baekhyun yang ketakutan, EUnji menyeringai puas karena lagi-lagi berhasil menjahili Baekhyun.

“Ada urusan apa kau kesini/” tanya Eunji ketus.

“Eo benar”

Baekhyun mengambil sesuatu dari saku jaketnya, dan setelah didapatkan diapun tersenyum.

“Tangkap ini” ucap baekhyun seraya melemparkan benda dari sakunya pada Eunji.

Eunji yang sedang memegang gergajinya, hanya terdiam tidak menangkap benda yang dilempar Baekhyun dan membiarkannya jatuh ke lantai.

“Hya kenapa kau tak menangkapnya” pekik Baekhyun karena kesal.

“Apa kau tak lihat aku sedang memegang Gergaji ini!”

“Haishhh kau ini menyebalkan sekali!” pekik Baekhyun lagi.

Eunji berdecak kesal karena diomeli Baekhyun. dia pun menanruh gergaji kesayangannya, lalu mengomel juga seperti apa yang dilakukan baekhyun.

“Memangnya apa yang kau lempar? Siapa tahu kau melemparkan sesuatu yang berbahaya!”

“Hya aku tidak mungkin melakukan itu pada pacarku sendiri!” bela baekhyun.

Eunji mengambil benda yang dilempar baekhyun tadi dari lantasi.

‘Lagi pula kenapa kau tak pernah mau masuk kesini dan memberikannya secara baik-baik”

Oceh Eunji yang masih berjongkok mengambil benda yang dilempar baekhyu. Setelah dia dapatkan kedua matanya menyipit.

Eunji menatap kotak kecil yangs aat ini ada di tangannya, dia bertanya-tanya apa isinya.

‘Ini apa?” tanya Eunji sambil membuka kotak tersebut.

Baekhyun tiba-tiba saja tersenyum, sedangkan Kedua mata Eunji membelalak melihat isi dari kotak tersebut.

“Ambillah itu cincin pasangan kita” ucap Baekhyun seraya memperlihatkan salah satu jarinya yang memakai cincin yang sama.

Eunji mengalihkan pandangannya pada Baekhyun. karena masih tak percaya dengan apa yang Baekhyun lakukan.

“Kau senangkan?” tanya Baekhyun.

Eunji tersenyum.

“Aniya!. . . kenapa aku harus memakai ini?”

“Ini tren berpacaran saat ini, jadi pakai saja karena aku sudah membelinya”

“Tsk. .”

“Sudah, aku pergi dulu. pakai saja dan jangan gunakan itu sebagai ganjal meja”

“Tsk. . “ Eunji tersenyum mendengar ucapan baekhyun barusan.setelah Baekhyun pergi, Eunji segera berjingkrak-jingkrak karena bahagia. dia pun memakai cincin itu.

Eunji mengangkat tangannya dan melihat jari-jarinya kemudian dia tersenyum malu-malu. Jantungnya berdetak kencang dan ingin rasanya dia melompat-lompat karena bahagia.

Tanpa Eunji sadari, saat ini Baekhyun, Eunjo, dan Umma Eunji tengah mengintip Eunji.

“Aigoo, hyung kau benar-benar membuat noonaku yang gila menjadi tambah gila’ ucap Eunjo.

Pletak!

Satu jitakan lagi-lagi didapatkan Eunjo dari ummanya karena mengatai Eunji.

“Eunjo kau juga harus seperti Baekhyun saat kau dewasa” ujar umma Eunji.

‘Aku,  harus seperti manusia-manusia aneh seperti mereka. ah umma kau bercan. . “

Belum selesai Eunjo berbicara dua jitakan didapatkannya dan kali ini bukan hanya dari ummanya melainkan juga dari Baekhyun yang kesal dikatai aneh.

‘Hya Eunji memang makhluk aneh tapi aku bukan!”

Eunjo langsung menggeleng-gelengkan keplanya karena merasa berbicara dengan Baekhyun, Eunji dan ummanya itu tidak ada gunanya karena mereka itu satu spesiaes. Itulah yang dipikirkan Eunjo.

“Kenapa tidak ada orang normal disini? Ah tunggu, tapi setidaknya Byun ahjussi normal” Batin Eunjo yang setelah itu dia pun menghela napasnya panjang.

Baekhyun kemudian pamit untuk pulang, namun diperjalan pulang dia pun mengirimi Eunji pesan.

To : Monji ( Monji = Monster Eunji)

Berdandanlah yang normal layaknya manusia karena nanti  jam 7 kita kencan seperti manusia kebanyakan.

Baekhyun terkekeh kecil ketika melihat pesa yang dia kirimkan untuk Eunji

***

Di luar rumah Eunji, Baekhyun sudah menunggu. Coat warna hitam serta syal merah membuat Baekhyun sedikit hangat malam itu. dia terus menunggu Eunji disana Karena Eunjilah sendiri yang menyuruhnya menunggu di luar.”Apa kau menunggu lama?”

“Haishh Monster sialan itu benar-benar menyebalkan” keluh Baekhyun.

“Ehem. . “

Deheman Eunji yang baru saja datang membuat Baekhyun Menoleh kearah belakanganya. Dia hendak memarahi Eunji, namun tidak jadi setelah melihat penampilan Eunji malam itu.

“Eotte?” tanya Eunji.

Baekhyun sebenarnya sedikit terpesona dengan penampilan Eunji malam itu, karena tidak biasanya Eunji memakai dress.

Eunji malam itu memang memakai Dress berwarna putih serta di balut sweater berwarna navy, bukan itu saja bahkan malam itu Eunji memakai high heels.

“Bagimana? Bukankah aku cantik?” tanya Eunji seraya mengedipkan sebelah matanya.

Baekhyun tertawa dan langsung mengiyakan sambil berkata bahwa Eunji akan menyesali ini semua jika dia tahu mereka akan kemana.

***

Chorong terdiam di tempat duduk yang biasa dia duduki di dekat apartemen Joon myun. Dia terdiam disana sudah cukup lama. Dia sendiri bingung dengan perasaannya.

“Aku apa yang aku lakukan disini?” ucapnya.

Saat hendak pergi dari sana, tiba-tiba saja seseorang menahan tangannya. Chorong menoleh kearah orang itu.

Tersenyum, itulah yang orang itu lakukan saat ini.

‘Nona Park Chorong” ucapnya.

Chorong menatap orang didepannya yang adalah Jonghyun. Dia menatap kearah mata Jonghyun.

“Aku kesini bukan untuk menemui Joon myun” ucap Chorong yang seakan menjawab ucapan didalam hati Jongyun.

Jonghyun sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Chorong barusan, karena tentu saja Jonghyun belum tahu selain bisa melihat hantu, Chorong juga bisa membaca pikiran orang.

“Tolong lepaskan aku ingin pulang” Pinta Chorong pasa Jonghyun yang masih saja menggenggam tangannya.

“Eo”

Jonghyun segera melepaskan tangan Chorong dan membiarkan dia pergi. Saat Chorong sudah agak menjauh, tiba-tiba saja Jonghyun mengejar Chorong dan kembali menarik tangannya.

Saat mengetahui tangannya di genggam Jonghyun kembali, Chorong langsung menatap Jonghyun dengan atatapan yang seakan menanyakan apa lagi yang Jonghyun inginkan.

“bisakah kita berbicara tentang nenekku?”

Chorong tak menjawab apa-apa, dia hanya terdiam dnegan tatapan mata kearah mata Jonghyun.

Kini Jonghyun dan Chorong sudah berada di sebuah tenda pinggir jalan yang menejual makanan.

Jonghyun memberikan cola pada Chorong sedangkan untuk dirinya dia membawa Soju. Tidak lupa juga dia membawa semangkuk tteokboki.

“Ayo makan” ujar Jonghyun

Chorong masih tetap terdiam dan tak sedikitpun mengeluarkan suaranya. Dia tetap menatap Jonghyun. Jonghyun sendiri menyadari kalau sedari tadi Chorong terus menatapnya, namun dia sepertinya tidak ingin mempermasalahkan hal itu.

‘Ayo makan”

Jonghyun memberikan sumpit pada Chorong.

“Jonghyun-ssi. . “ panggil Chorong.

‘Eungh. .” sahut Jonghyun

“Bagaimana aku mengatkannya padamu? Bagaiamana aku menolongmu. Apa yang harus aku lakukan?. Bahkan berpikir kalau selama ini aku di bohongi oleh nenekku sendiri  dan orang yang aku anggap seperti nenekku, membuat hatiku begitu sakit!”

“Hya Chorong-ssi, Chorong-ssi” panggil Jonghyun seraya mengipas-ngipaskan tangannya ddepan wajah Chorong.

“Eungh” akhirnya Chorong tersadar dari lamunannya yang membuat Jonghyun kembali tersenyum.

“kau melamunankan apa? apa kau merindukan adikku?” tanyanya jahil.

Chorong tetap terdiam, sedangkan Jonghyun mulai mengatakan terima kasih pada Choron g. Jonghyun berterima kasih karena selama ini dia berteman dengan neneknya.

“Aku selalu berpikir semua ini menakutkan, melihat hantu, jauh dari kedua orang tua dan adikku, juga tidak mengingat masa laluku”

“Saat aku di new York, aku bertemu seorang lelaki. Dia memanggilku namun aku tidak mengingat satu hal pun tentang dia. aku hanya terdiam ketika dia berbicara karena aku tidak bisa ingat satupun, bahkan itu semakin menyakitkan saat aku tak bisa menanyakan siapa dia pada keluargaku karena mereka tidak disisiku”

Jonghyun tersenyum pilu, meratapi dirinya sendiri yang merasa sangat malang.

“Aku hanya bisa berbicara dengan para hantu karena jika aku berbicara pada seseorang maka mereka akan mentertawakanku. Dan aku akan lebih ingin tahu bagaimana masa laluku. . .“

Chorong tiba-tiba saja brdiri sebelum Jonghyun menyelesaikan ceritanya. bisa Jonghyun lihat sebuah air mata yang keluar dari ujung mata Chorong.

Tanpa mengatakan apapun, Chorong pergi meninggalkan Jonghyun, namun seklai lagi Jonghyun mengejar Chorong.

Sekali lagi Jonghyun menahan Chorong dnegan memengan tangannya. Kini terlihat wajah Chorong yang basah. Sifat gentle Jonghyun pun muncul, dia mnarik Chorong lalu memeluknya.

Dipelukan Jonghyun saat ini, Chorongpun menangis tersedu-sedu. Tidak sedikitpun Chorong menanyakan apa alasan Chorong menangis,. Dia hanya ingin memberikan sandaran seperti layaknya seorang laki-laki jika ada seorang wanita yang menangis. Jonghyun menepuk-nepuk bahu Chorong pelan, seakan ingin menenangkannya.

Sebuah mobil lewat,dan ternyata pengemudi mpobil tersebut adalah Joon myun. Didalam mobil, Joon myun melihat Jonghyun yang sedang memeluk Chorong, namun dia tidak tahu kalau itu Chorong karena dia tidak bisa melihat wajahnya.

Setelah melewati Jonghyun, Joon myun segera berguman dengan mengatakan bahwa itulah yang harus dilakukan Jonghyun.

“Dan itu juga yang harus Dia lakukan, melupakan Jonghyun Hyung lalu kembali ke kehidupannya!”

***

Eunji mendengus kesal pada baekhyun yang sangat menyebalkan baginya, sedangkan baekhyun malah terkekeh berkali-kali. Melihat Eunji yang berjalan pelan dan kaki yang lecet.

“Hya Jung Eunji, sudah aku katakan kalau kau akan menyesal” guman Baekhyun pelan.

“Seharusnya kau tanya dulu kita mau kemana” ujar Baekhyun calm.

Eunji langsung memberikan tatapan maut pada baekhyun.

“kau benar-benar menghancurkan kencan kita” ujar Baekhyun lagi.

“Kau yang sialan, seharusnya kau bilang kalau kita akan ke namsan, jadi aku tidak akan memakai high heels. Kau menyebalkan.. “ pekik Eunji

Eunji berjongkok dan tampak menangis.

“kau tahu, kakiku sakit aku tak biasa memakai sepatu sialan ini!” ucap Eunji dalam tangisnya.

Baekhyun mendekati Eunji, lalu berjongkok juga.

“Bangunlah”

“Sirho” tolak Eunji

“Ayo pulang” ajak Baekhyun.

“Kau menyebalkan”

Baekhyun menghela napas panjang, kemudian dia mencopot sepatunya.

“pakai sepatuku”

Eunji lantas mengangkat kepalanya, dan menatap Baekhyun dengan mata basah. melihat eunji yang menangis, Baekhyunpun segera mengelap air mata di wajah eunji oleh kedua tangannya.

‘Ini kedua kalinya, aku melihatmu menangis karena aku” ucap Baekhyun yang terlihat raut serius diwajahnya.

“Jangan lagi menangis, maafkan aku. karena aku tidak tahu kalau kau akan memakai heels”

“Kau tahu, aku ingin seperti gadis kebanyakan saat kencan yang memakai pakaian bagus. Aku hanya ingin terlihat seperti gadis-gadis yang selalu kau perhatikan”

Baekhyun tersenyum  lalu mengelus pucuk kepala Eunji.

“Aku menyukai Jung Eunji, karena memang dia Jung Eunji yang selalu menjadi dirinya sendiri. Semula aku juga sangat suka kau berpenampilan seprti sekarang karena kau terlihat cantik. Tapi aku sadar, kalau kau jauh lebih cantik jika kau seperti biasanya. Jangan pernah jadi orang lain hanya untuk membuatku senang atau karan aku selalu memperhatikan gadi lain. itu wajah saat lelaki melihat seorang perempuan, tapi itu hanya pandangan sesaat saja. karena yang akan selalu dilihat oleh pria itua dalah gadis yang dia suka, bagaimanapun buruknya gadis itu atau bagai manapun jeleknya gadis itu”

“Hya jadi dengan kata lain kau mengatakan kalau akau ini jelek?” pekik Eunji.

Baekhyun kembali tersenyum. lalu diapun memegang kedua tangan Eunj dan membantunya berdiri.

“Pakai sepatuku, dan kita pulang!” ucap baekhyun.

“lalu kau?”

“Aku? apa aku harus memakai heels milikmu?” bingung Baekhyun dan langsung saja membuat Eunji tertawa.

Baekhyun melihat Eunji tertawa dan langsung  tersenyum. dia bahkan mencubit pipi Eunji setelah itu.

“Inilah Jung Eunji. Jangan lagi menangis karena aku! Arra!”

Eunji mengagguk dan langsung mengaleng lengan Baekhyun.

“Oppa, pakailah sepatumu, dan gantinya kau harus menggendongku sampai rumah”

Kedua mata Baekhyun membelelak saat mendengar ucapan Eunji barusan.

“Mwo? Kau bercanda?” teriak Baekhyun

“Aniya!” jawab Eunji dengan gaya yang dibuat semanis mungkin.

Baekhyun menghela napasnya dan mengusap dadanya.

“hya kau kenapa?” protes Eunji.

“Eunji-ya lebih baik kita cari toko sepatu karena kalau aku menggendongmu maka semua tulangku akan patah.”

“MWO?”

“Eunji-ya maafkan aku tapi aku tak mungkin menggendongmu dengan bobot badanmu yang seperti sekarang”

Baekhyun tampak menatap Eunji dengan tataapn mengejek. Sedangkan Eunji mendengus kesal karena itu.

“MWO?. . HYA Byun Baekhyun!!!!”

Teriakn Eunji barusan membuat Baekhyun langsung berlari sambil membawa sepatu miliknya yang tadi dicopot, sedangkan Eunji yang melihat Baekhyun berlari langsung melepas sepatunya dan langsung meleparkannya kearah Baekhyun.

“HYA BYUN BAEKHYUN BACON SIALAN KEMBALI KAU HAH, MATI KAU!!!”

***

Madam Choi melenggang memasuki sebuah restoran mewah. Dia tampak berjalan mendekati seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk.

Madam Choi langsung duduk tepat di kursi depan lelaki paruh baya tersebut.

‘Lama tidak bertemu Tuan Kim Jongwon” ujar madam Choi.

Pria paruh baya bernama Kim Jongwon itu tidak tersenum sedikitpun, dan terus menunjukan wjah seriusnya.

‘Madam. Aku sedikit khawatir. Karena anakku sudah pulang!”

Madam Choi tersenyum misterius.

“Suara itu, jauhkan dia maka semuanya akan baik-baik saja”

Seorang pelayan datang membawa sebotol wine beserta beberapa makanan di meja.

“Suara?” ucap Jongwon kebingungan dan tak mengerti.

“Ada Seseorang disekitar kedua putramu yag  akan membuat mereka bertemu. Jauhkan dia dari kedua putramu. Aura orang  itu membawa memory Jonghyun kembali”

“Satu lagi, hantu. Kita harus melenyapkan hantu!” tambah madam Choi.

“Hantu!!!”

“Aku harus segera mendapatkan Chorong agar dia bisa membantuku melenyapkan hantu itu, serta membantuku menghilangkan memory putra tuan Kim selamanya!” batin madam Choi.

TBC

 

Hai-Hai siapa yang nunggu FF aku yang satu ini??? Hayo angkat tangan^^

Pokoknya makasih buat yang udah pada nunggu^^ dan akhirnya aku bisa selesaiin ffc ini. karena aku bener-bener sibuk. Kadang juga males ngetik *penyakit lama ini*

Lah ko jadi curhat yah^^.

Jujur aja aku gak tahu mau ampe berapa chap ini cerita. Abis susah bgt nemuin Jonghyun ma Taeyon. Ck ck ck

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

97 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 11]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s