What should I do with this girl? [Chapter 12]

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 12]

Author           : Park  Hana

Cast                  : Kim Joomyeon , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre              :  Comedy, romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       : Bagaimana rasanya mendapati bahwa kau selalu diikuti oleh seorang perempuan aneh? Bahkan orang itu meminta kau untuk menciumnya. Apa dia sudah gila atau memang dia seorang maniak?.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4  | Chapter 5 |  Chapter 6 |Chapter  7

Chapter 8 | Chapter 9  |  Chapter 10  | Chapter 11

Chapter 12

Suatu pengorbanan dengan hati yang tulus tidak akan menjadi sia-sia karena akan ada hasil yang didapat dengan pengorbanan tersebut.

Joon myun menghela napasnya begitu berada di depan sebuah pintu yang merupakan ruang kerja ayahnya.

Tangannya bergerak menuju knop pintu, menekannya kemudian pintu tersebut terbuka.

Bisa dia lihat kini ayahnya sedang berdiri membelakanginya, entah kenapa apa yang sedang dilihatnya saat ini terasa seperti dejavu yang dia rasakan 3 Tahun lalu.

“Abeoji!” panggilnya.

Flashback

“Abeoji!” panggil Joon myun.

Tuan Kim menoleh kearah belakangnya dan menatap anak bungsunya dengan tatapan seperti biasanya.

Joon myun menunduk, kemudian dia berlutut di hadapan ayahnya itu.

“Abeoji, aku mohon selamatakan dia.Dia tidak punya siapa-siaap di dunia ini!”

Tuan Kim melangkahkan kakinya mendekati anak bungsunya tersebut. dia lantas berjongkok didepan Joon myun.

Sebelah tangan tuan kim memegang bahu Joon myun kuat.

“Kenapa kalian seperti ini? kenapa hanya karena anak yatim itu kalian harus seperti ini?”

Joon myun menatap ayahnya dengan mata memerah, dia benar-benar tak bisa menjawab apapun. Dia hanya berharap bahwa ayahnya akan mau memenuhi keinginannya.

“Inilah yang aku benci dari gadis itu, dia bisa membuat kalian seperti ini.”

Tuan Kim berdiri, kemudian membelakangi Joon myun.

“Pergilah, aku tak mau menurutimu!”

Perkataan ayahnya itu benar-benar membuat Joon myun takut dan bersedih. Joon myun lantas merangkak menghampiri ayahnya, lalu memegangi kaki ayahnya itu.

“Abeoji aku mohon kali ini saja bantu aku. jika kau mau membantuku kali ini maka aku akan keluar dari tempat itu dan menuruti apapun yang kau katakan!”

Tuan Kim menghela napasnya dan dengan perasaan berat akhirnya dia mengatakan bahwa dia akan menuruti apa yang Joon myun inginkan, tapi dengan syarat tertentu.

Setelah mendengar hal itu, Joon myun pun langsung tersenyum. dia berterima kasih pada ayahnya.

“Berdirilah Joon myun-ah!”

Tuan Kim membantu Joon myun berdiri, dan dengan tatapan yang terlihat sedih dia menatap Joon myun.

“Joon myun-ah aku bersedih melihatmu seperti ini hanya untuk seorang gadis yang tak pernah melihatmu!”  Batin Tuan Kim yang merasa kasihan pada anaknya itu.

“Abeoji gamsahamnida!”

Joon myun pun segera pergi dari ruangan tersebut. tidak lupa dia mengambil ponsel miliknya dari saku jaket lalu menelepon seseorang.

“Samcheon operasi dia, abeoji sudah menyetujuinya!”

Flashback end

“Kenapa kau tak memberitahu aku dan ibumu kalau hyungmu sudah pulang?”

Joon myun  tersenyum lalu meminta maaf pada ayahnya itu.

“Maafkan aku abeoji. Tapi hyung sendiri yang menyuruhku agar tidak memberitahu pada kalian berdua”

“Dia selalu serti itu, selalu seenaknya. Anak itu!”

“Harap jangan marah pada hyung, mungkin dia punya alasan sendiri!”

“Gadis itu, bagaimana keadaannya?”

Joon myun agak terkejut saat ayahnya menanyakan keadaan Taeyon karena hal itu tidak biasanya.

‘Noona baik-baik saja. sebentar lagi aku rasa dia sudah bisa melupakan hyung dan bisa kembali seperti dulu”

Tuan Kim tersenyum tipis. dia lantas mengatakan pada Joon myun bahwa setelah Taeyon kembali  seperti dulu, maka Joon myun harus benar-benar melepaskan Taeyon.

“Ye, abeoji. Aku akan melepaskannya seperti dulu aku melepaskan mimpiku. Aku janji” Joon myun tersenyum.

Baru kali ini Tuan Kim melihat Senyum Joon myun yang terlihat begitu tulus ketika mengatakan bahwa dia akan melepaskan Taeyon. Namun ada sedikit rasa penyesalan di hatinya ketika Joon myun juga mengatakan bahwa dia melepaskan mimpinya.

***

Lagi-lagi Chorong terdiam sambil menatap luar jendela. Baekhyun yang sudah beberapa hari ini memperhatikan keanehan yang ada pada Chorong pun semakin penasaran apa yang terjadi pada Chorong.

“Ini benar-benar aneh karena dia bahkan tidak mau melayani kliennya lagi” ujar Bakehyun pada Eunji saat waktu istirahat. Mereka tengah duduk berdua di salah satu bangku di kantin sekolah.

“Apa kekuatannya hilang?” guman Eunji kebingungan.

‘Kekuatan?” ucap baekhyun.

“Chorong punya kekuatan apa?” tanya Baekhyun yang tiba-tiba jadi penasaran.

Eunji menatap Baekhyun, kemudian memberikan kode pada baekhyun menggunakan jarinya agar baekhyun mendekatinya.

Tanpa rasa curiga sedikitpun, Baekhyun kemudian mendekatkan wajahnya pada Eunji, begitu juga EUnji yang mendekatkan wajahnya apda Baekhyun.

Bukannya memberitahu Baekhyun, Eunji malah memebenturkan kepala mereka yang membuat baekhyun langsung menjerit karena kesakitan.

“Dasar Monster sialan!” teriak Baekhyun sambil mengelus-ngelus kepala miliknya yang terasa sakit.

‘haishh kau menyebalkan bagaimana bisa aku mempunyai pacar seperti dirimu. Hah tampaknya aku benar-benar gila. Apa kau tidak bisa berlaku layaknya manusia normal hah?” teriak Baekhyun.

Eunji menggerbarak mejanya, lalu menatap Baekhyun tajam.

“Hya bukankah kau yang mengatakan kalau kau menyukaiku yang seperti ini!” ucap Eunji penuh penekanan.

“Haishhh bahkan aku menyesal mengatakan  hal itu”

“MWO?”

Kini Eunji memekik mendengar ucapan Baekhyun barusan.

“Haishh sudahlah, aku malas berbicara denganmu”

Baekhyun langsung pergi dari sana, sedangkan Eunji duduk kembali dan melanjutkan memakan makannya yang belum habis, tapi dengan perasaan kesal pada Baekhyun.

***

Taeyon berjalan dijalanan yang dimana banyak sekali kenangan antara dia dan Jonghyun. Saat ini bersalju, dan itu tampak seperti 3 tahun lalu.

Dia melihat bangku, kemudian duduk disana. di elusnya bangku tersebut lalu sebuah senyuman tipis terukir.

Selintas kini mulai terlintas sebuah bayangan masa lalu, sebuah kenangan yang sangat indah. Bahkan jika ada apa yang dinamakan mesin waktu maka dia ingin sekali menaikinya lalu kembali kewaktu dimana dia bisa bersama Jonghyun.

Seorang gadis yang adalah Chorong kemudian duduk disebelahnya. mereka berdua kini tengah terdiam memikirkan kenangan masa lalu yang benar-benar  indah sampai membuat mereka melupakan dinginnya hari bersalju saat itu.

Taeyon masih memikirkan kenangan tentang dia dan Jongyun sedangkan Chorong kenangan saat dia pertama kali bertemu Joon myun.

“Taeyon mendesah, dan membuat Chorong mengalihkan wajahnya pada Taeyon.

Chorong menatap Taeyon begitu lekat, dan kini dia juga melihat kearah mata Taeyon.

“Aku merindukannya. Benar-benar meindukannya!”

“Aku juga merindukannya!” ujar Chorong pelan.

Taeyon yang mendengar ucapan Chorong barusan membuat taeyon menatap Kearah Chorong dengan tatapan aneh, karena Taeyon merasa Chorong tahu apa yang sednag dia pikirkan. Taeyon lantas tersenyum tipis, dan segera mengahpus pemikirannya tersebut.

“Kau menunggu seseorang disini?” tanya Taeyon tiba-tiba.

Chorong mengangguk.

“Pacarmu?” tebak Taeyon.

Chorong menggelengkan kepalanya seraya mengatakan bahwa dia tidak punya pacar.

“Apa anda juga menunggu seseorang?” tanya Chorong balik

Sekali lagi Taeyon tersenyum, dia lantas menghela napasnya penjang.

‘Aku menunggu seorang  yang sangat spesial bagiku”

“Pacar?”

Taeyon menggelengkan kepalanya.

“Dia adalah seseorang yang selalu berada di sisiku, dia selalu memegang tanganku ketika aku bermimpi buruk. Dia juga yang membuatku bangkit ketika aku berada dititik yang sangat rendah”

Seketika itu juga dia teringat pada Joon myun, Joon myun yang selalu berkata hal yang menenangkan dan selalu tersenyum padanya.

“Apa Anda menyukai orang itu?”

Taeyon mengangguk kecil.

“Aku sangat menyukainya,karena  dia adalah  . . .”

“Noona”

Suara seseorang yang memanggil namanya membuat taeyon maupun Chorong menoleh kearah sumber suara tersebut.

Betapa terkejutnya Chorong ketika melihat Joon myun yang saat ini tengah berdiri didepannya. begitupun Joon myun yang tampaknya terkejut saat melihat Taeyon duduk berasama Chorong.

“Joon myun-ah” panggil Taeyon dan langsung menghampirinya.

Taeyon lantas mengaleng lengan Joon myun, Sementara itu saat ini Joon myun yang masih tampak terkejut terus saja menatap kearah Chorong.

Chorong pun sama, saat ini dia menatap Joon myun dan tak merasa percaya dengan apa yang dia lihat.

Taeyon menyadari ada hal aneh antara Chorong dan Joon myun.

“Apa kalian saling kenal?” tanya Taeyon seraya menatap Joon myun serta Chorong bergantian.

‘Aniya’  “Ya”

Ujar Chorong dan Joon myun bersamaan.

Taeyon semakin bingung karena Joonmyun mengatakan mereka kenal, sedangkan Chorong tidak.

Taeyon menatap Joon myun dan Chorong bergantian, lalu dia pun tersenyum.

Taeyon dengan sengaja menarik Joon myun, kemudian berpamitan pada Chorong.

“Senang berbicara denganmu” ujar Taeyon.

Chorong tak menjawab apapun, karena hatinya benar-benar sakit saat ini. melihat Joon myun dengan seorang wanita.

Tanpa terasa Sebuah air mata menetes dari mata Chorong begitu Tayon dan Joon myun pergi. Hantu halmoni muncul dan melihat Chorong menagis, dia tersenyum tipis saat ini.

‘Kalau kau cemburu, kejar mereka dan tanyakan apa hubungan mereka sebenarnya!”

Chorong menghela napasnya, kemudian berdiri.

“Aku tidak perduli”

Setelah mengatakan hal tersebut, Chorong pun pergi.

Ketika Joon myun dan Taeyon berjalan, taeyon yang sedari tadi terus mengoceh mengatakan segala hal langsung menghentikan perkataannya saat menyadari bahwa sedari tadi Joon myun hanya terdiam.

Taeyon menghentikan langkahnya dan langsung berjalan kehadapan Joon myun. Dia memegang kedua pipi Joon myun lalu mengarahkannya agar mata mreka semakin bertatapan.

“Neo. pabo!” ujar Taeyon dengan wajah yang cemberut.

“Aku tak tahu apa kalian saling mengenal atau tidak, tapi tampaknya ada sesatu hal yang tidak aku ketahui disini. Tapi aku tidak akan meminta penjelasan sekarang”

Joon myun tersenyum mendengar ucapan Taeyon barusan, dia lantas memegang kedua tangan Taeyon yang tengah memegang pipinya saat ini.

“Noona, bisakah kau menungguku sebentar? Aku pasti kembali. Aku janji. Ada suatu hal yang harus aku jelaskan padanya”

Taeyon mengangguk mengiyakan sambil berkata bahwa Joon myun tidak perlu khawatir karena dia bisa pulang sendiri.

Walaupun dengan perasaan ragu sekaligus khawatir pada Taeyon, Joon myun pun segera berlari untuk menemui Chorong.

Dia ingin sekali menjelaskan pada Chorong apa yang terjadi dan memintanya agar tidak salah paham.

“Tanpa aku sadari, hatiku kini sudah terisi oleh dirinya. Senyumnya, keanehannya semuanya yang ada dalam dirinya membuatku merasa aku kembali kemasa saat pertama aku melihat Taeyon noona”

Joon myun terus berlari menuju tempat dimana dia bertemu Taeyon dan Chorong tadi,  namun sial karena dia sudah tak menemukan Chorong lagi disana. Dia mengedarkan pandangannya kesegala arah dan  tetap saja sama.

Joon myun mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi ponsel Chorong, namun percuma saja karena Chorong tak kunjung menjawab teleponnya.

Akhirnya muncul sebuah ide, dia membuka alikasi Gps dan mencoba melacak keberadaan ponsel Chorong.

Sebuah senyum terukir begitu dia mengetahui posisi Chorong berada saat ini. Joon myun tak menunda waktu lagi, dia kini langsung berlari.

Disebuah ayunan yang ada di taman bermain anak saat ini Chorong tengah duduk menunduk. Dia mengayunkan ayunannya pelan seraya bernyanyi, namun bagi Joon myun itu lebih terdengar seperti gumanan.

“Kenapa kau duduk disini saat udara sedingin ini?”

Chorong langsung mengangkat wajahnya dan menatap kearah Joon myun yang saat ini sedang menghampirinya.

Begitu sampai didepan Chorong, Joon myun kemudian berjongkok didepan Chorong, dia kemudian berjongkok. Dia menatap lekat Chorong lalu memegang salah satu pipi Chorong.

“Wajahmu sangat dingin, ayo pulang dan makan ramen” ajak Joon myun.

Terlihat mata Chorong mulai berkaca-kaca.

‘Kenapa kau menunjukan ekpresi seperti itu?” tanya Joon myun.

Air mata menetes dari mata Chorong dan langsung di usap oleh Joon myun.

“Aku takut kehilanganmu!” ucap Chorong pelan.

Joon myun terkekeh begitu mendengar ucapan Chorong barusan. Dia kemudian memeluk Chorong seraya mengusap rambut Chorong.

“Mianhae”

Chorong memeluk Joon myun dan langsung tersenyum tipis.

“Aku tidak tahu bahwa aku benar-benar gila karena lelaki ini. aku benar-benar menyukainya. Ini benar-benar hangat ketika dia memelukku” batin Chorong dari dalam hatinya.

“Wanita itu, siapa dia?”

“Dia? Seseorang yang sangat aku sayangi!”

Chorong  segera melepaskan diri dari pelukan Joon myun dan langsung menatapnya dengan wajah terkejut dan sedikit merenggut, namun ekspresi terkejut Chorong malah membuat Joon myun gemas. Dia lantas menggenggam tangan Chorong lalu mengajaknya pergi.

‘Kita mau kemana?”

“Nanti juga kau akan tahu!”

***

Taeyon terdiam menatap pemandangan di luar bis. Pemandangan yang sama sepanjang jalan, salju yang menumpuk dimana-mana membuat cuaca yang begitu dingin.

Entah apa yang dia lihat, karena saat ini kedua matanya membelalak, bahkan tanganya bergetar. Taeyon berdiri, dan langasung berteriak menyuruh supir untuk berhenti.

Taeyon turun dari bus dan segera berlari. Tangannya segera menarik seorang pria yang tengah berjalan.

Ketika lelaki itu berbalik dan menatap taeyon dengan mata menyipit.

“Maaf” ujar Taeyon pelan kemudian melepaskan tangannya dari lengan lelaki itu.

Taeyon hendak berbalik pergi, namun baru dua langkah dia malah menabrak seseorang yang membuatnya sampai terjatuh.

“Gwaenchana?”

Bukannya menjawab, Taeyon malah terisak, dan kini dia mulai menangis. Sedangkan orang yang menabraknya merasa khawatir pada taeyon.

Orang itu lantas berjongkok, dan mencoba melihat wajah Taeyon.

“Nona” panggilnya sekali lagi.

Seketika itu tangisan Taeyon berhenti, lalu diapun mendongakkan wajahnya menatap seseorang yang saat ini sedang berada di depannya.

“Jonghyun-ah” ujarnya pelan dengan mata basah dan melotot.

Tak lama dari itu taeyon malah tersenyum.

“Aku benar-benar gila, ini gila kenapa bayangannya muncul sejelas ini!”

***

Didalam kamar, Eunji terdiam seraya menatap Ponsel miliknya yang sedari tadi dia taruh didepannya. Kening Eunji mengerut lalu dia berdecak kesal.

Sama dengan Eunji, saat ini Baekhyun juga tengah duduk didepan meja belajarnya, ponsel miliknya juga tengah dia letakan tepat diatas meja.

“Haishh monster sialan itu tidak menelepon juga!” guman Baekhyun kesal.

Diambil ponselnya itu, kemudian dibalik agar layar ponselnya tidak terlihat, kemudian dia pergi dari sana. Namun baru dua langkah, baekhyun kembali ketempatnya semula dan malah mengomel pada ponselnya.

‘Hyak gadis jelek, wajah lebar setidaknya kau menelepon duluan atau tidak kau sms duluan!”

“haishhh!”

“baiklah kalau begitu”

To : Monji

Hei, kau kan perempuan jadi setidaknya kau sms aku duluan!”

Baekhyun hendak menekan tombol send, namunjempolnya tiba-tiba berhenti. Baekhyun tiba-tiba menghapus pesan yang tadi dia ketik.

To : Monji

Apa kau masih hidup?ck ck ck ck

Baekhyun menekan tombol send, kemudian melempar ponselnya ke atas kasur miliknya.

Eunji yang sedari tadi tengah terdiam didepan ponselnya, langsung membelalakkan matanya ketika melihat sebuah pesan datang. dengan segera dia membuka pesan yang sudah dia ketahui dari Baekhyun itu.

From : Babi

Apa kau masih hidup?ck ck ck ck

“Apa ini? masih hidup? Haishhh dia benar-benar menyebalkan. Akan aku patahkan lehernya nanti!”

To : Babi

.

Eunji tertawa begitu mengirimi Baekhyun hanya titik. Dia memelototkan matanya saat menatap layar ponselnya tersebut.

Di kamarnya Baekhyun langsung membuka pesan dari Eunji, dan keningnya mengkerut begitu melihat pesan dari Eunji yang hanya mengetik titik.

Tak lama kemudian Baekhyun malah terkekeh. Dia pun kembali mengirimi Eunji pesan.

To : Monji

Ayo pergi kesungai Han.

Baekhyun mengarik napasnya dan sebuah senyum mengembang di bibirnya. tak lama dari itu datanglah balsan dari Eunji.

From : Monji

Date?

Baekhyun kembali terkekeh melihat balsan Eunji, dan kini senyuman dibibirnya berubah menjadi sebuah smirk yang menakutkan.

To : Monji

Tidak, tapi aku ingin membuang mayatmu disana.ckckckcck

Pakai pakaian yang bagus, dan jangan pakai high heels lagi!

Bukannya marah setelah membaca pesan Baekhyun, Eunji malah tertawa. Dia langsung melompat dari tempat tidurnya lalu mendekati lemari.

***

Baekhyun berdiri di depan rumah Eunji, dengan sebuah bunga yang entah dari mana dia dapatkan.

Baekhyun terus menunggu Eunji sampai akhirnya yang ditunggu pun datang.

“Hei Mr. Byun!” panggil Eunji seraya berpose.

Baekhyun menoleh kearah eunji dan betapa terkejutnya dia ketika melihat eunji memakai celana jeans, sepatu cats serta hoodie bergambar panda lengkap dengan kacamata dan topi berbentuk panda.

Baekhyun terkekeh melihat penampilan Eunji saat ini, dia benar-benar tak habis pikir bahwa aka nada gadis seperti eunji didunia ini. gadis lain pasti ingin tampil cantik dihadapan pacarnya, namun Baekhyun selalu merasa Eunji berbeda.

Sesaat dia lupa pada bunga yang dia bawa, namun ketika teringat hal itu baekhyun langsung memberikan bunga tersebut pada Eunji.

Eunji terdiam saat Baekhyun memberinya bunga.

‘Ayo ambil ini!” ucap Baekhyun.

Bukannya mengambil bunga itu, Eunji malah memeluk Baekhyun.

“Baekhyun-ah aku terharu” ucap Eunji.

Baekhyun membalas pelukan Eunji seraya mengusap topi Eunji.

“Baguslah kalau kau terharu, jarang sekali monster sepertimu terharu!’ canda baekhyun.

Eunji langsung melepaskan pelukannya lalu menatap baekhyun dengan muka menekuk kemudian meninju pelan perut baekhyun yang membuat baekhyun malah terkekeh kembali.

Di genggamnya kini tangan Eunji kemudian menariknya seraya mengatakan ayo pergi.

“baekhyun-ah aku ingin makan tteokboki!” ucap Eunji ketika mereka berjalan.

“Hemh!” sahut baekhyun.

“Lalu aku juga ingin makan. . “

Eunji mulai mengabsen satu persatu makanan yang ingin dia makan, dan hal itu malah membuat Baekhyun menghela napas panjang.

***

Chorong menatap Joon myun yang tengah terdiam setelah dia menceritakan hubungannya dengan Taeyon.

Dipeluknya kini Joon myun, lalu dia menepuk pelan bahu Joon myun.

“Kau melakukan hal baik, kau benar-benar orang baik!”

“Benarkah?”

“Ya”

Sedangkan saat ini, Taeyon tengah terduduk di kursi tunggu di sebuah rumah sakit. Dia terus memikirkan lelaki yang dia bertabrakan dengannya yang tiba-iba pingsan ketika melihat wajahnya.

“Dia, apa dia Jonghyun?” bingung Taeyon.

‘Nona, apa anda yang mengantar pasien ini?” tanya seorang dokter.

Taeyon langsung berdiri, dan mendekati tempat dimana lelaki itu tengah berbaring. Dengan langkah berat serta ragu-ragu, Taeyon terus berjalan. Dia menghentikan langkahnya begitu dekat dengan ranjang.

Taeyon menatap lelaki yang teengah terbaring tersebut.

“Tuhan, jika dia benar-benar Jonghyun ijinkan aku menebus kesalahanku padanya tapi jika bukan dia maka. . . “

Taeyon tak melanjutkan doanya karena lelaki itu mulai membuka matanya.

“Tae-yon” ucap lelaki tersebut terbata dan lelaki tersebut  tak lain adalah Jonghyun.

***

Madam Choi yang selama ini selalu menghubungi Tuan kim, kini mulai menghubungu Tuan kim kembali.

“Semuanya sudah terbuka, ingatannya sudah kembali”

Mendengar ucapan madam Choi di telepon, membuat tuan Kim menghela napasnya panjang.

Dia lantas menaruh teleponya kemudian menyenderkan badannya di kursi yang tengah dia duduki saat ini.

***

TBC

Hai hai hai hai aku datang lagi sama Baekhyun and Eunji, tapi kali ini meeka gak bikin ulah ko jadi tenang aja.^^

Gimana yang pada galau nungguin lanjutannya??? ^^V

Yah semoga aja aku gak dilempar botol karena bikin para Reader bingung. Hhe

Lanjutannya yah seperti biasa aku gak bisa janji bakal cepet-cepet.semoga ajah di part ini para reader dapet sedikit penjelasan, atau malah lebih bingung ??????

 

 

 

 

 

 

107 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 12]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

  2. aku kelewat baca chap 12 kayanya gatau aku yang lupa wkwk soalnya tau tau udah aa chapter 13 hehe jadi sekarang mau langsung baca chapter 13 pyong~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s